Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
Asam Lemak Bebas dan Angka Peroksida pada Minyak Kelapa Hasil OlahanTradisional dan Hasil Olahan dengan Penambahan Saccharomyces cereviseae
Minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga tubuh manusia, dan juga merupakan sumber energi yang efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Minyak mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan dikenal secara luas sebagai medium pengahantar panas, menambah cita rasa, gizi dan aroma dalam menggoreng. Pengujian kualitas minyak tersebut diantaranya dengan menentukan kadar asam lemak bebas dan angka peroksida.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kadar asam lemak bebas dan angka peroksida pada minyak kelapa hasil olahan tradisional dan hasil olahan dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae (konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%).
Hasil penelitian ini diperoleh kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa hasil olahan tradisional = 0,95% dan kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa hasil olahan dengan penambahan Saccaromyces cerevisiae (konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%) berturut-turut adalah (0,71%, 0,63%, 0,62%, 0,57%, dan 0,50%). Sedangkan angka peroksida pada minyak kelapa hasil olahan tradisional = 0,88 mg oksigen/100 g bahan dan angka peroksida pada minyak kelapa hasil olahan dengan penambahan Saccaromyces cerevisiae (konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%) berturut-turut adalah (0,80 ; 0,68; 0,61; 0,50; dan 0,44 mg/100 g bahan). Kedua minyak tersebut memenuhi syarat SNI 7381:2008.Kata kunci : Asam Lemak Bebas dan Angka Peroksida, Minyak Kelapa, Saccharomyces cerevisiae
Pengaruh Pemberian Tablet Ferrum (Fe) dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III
Anemia has a role as a cause of high maternal and infant mortality. According to Riskesdas in 2018 the prevalence of pregnancy anemia is relatively high, which is 48.9%. From the data in 2018, the highest number of pregnant women who have anemia at the age of 15-24 years is 84.6%, age 25-34 years is 33.7%, age 35-44 years is 33.6%, and age 45 -54 years at 24%. For the treatment, iron tablets are given for 90 days. The results of the 2018 Riskesdas survey the coverage of Fe tablets for pregnant women in Karanganyar district has reached 100%, but the incidence of anemia in pregnant women is still high. The purpose of this study was to determine the effect of consumption of iron tablets (Fe) on hemoglobin (Hb) levels in pregnant women at the Kusumahati Jaten Clinic. The sample used saturated samples and obtained a sample of 30 people. Data collection used guided interviews in third trimester pregnant women and Kusumahati Jaten clinic reports about examining the amount of Fe tablets given to respondents and Hb levels that were first examined before consuming Fe tablets. In addition, direct measurements were taken of the mother's Hb with an Easy Touch tool. Based on the results of the research and discussion that has been described, it can be concluded that there is an influence between iron (Fe) intake and the increase in hemoglobin (Hb) levels in pregnant women in the Kusumahati Jaten clinic, Karanganyar in 2018. in the low category as many as 19 respondents (63%) and the Hb value on the second stage examination showed in the high category as many as 23 respondents (77%). From the results of this study it is expected that pregnant women consume iron tablets according to the prescribed amount.Anemia mempunyai peranan sebagai penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi. Menurut Riskesdas 2018 prevalensi anemia kehamilan relatif tinggi, yaitu 48,9%. Dari data tahun 2018, jumlah ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak pada usia 15-24 tahun sebesar 84,6%, usia 25-34 tahun sebesar 33,7%, usia 35-44 tahun sebesar 33,6%, dan usia 45-54 tahun sebesar 24%. Untuk penanggulangannya diberikan tablet besi selama 90 hari. Hasil survei Riskesdas tahun 2018 cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di kabupaten Karanganyar sudah mencapai 100%, tetapi angka kejadian anemia pada ibu hamil masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komsumsi tablet zat besi (Fe) terhadap kadar haemoglobin (Hb) pada ibu hamil Di Klinik Kusumahati Jaten. Sampel menggunakan sampel jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara terpimpin pada ibu hamil trimester III dan laporan klinik Kusumahati Jaten tentang pemeriksaan jumlah tablet Fe yang telah diberikan pada responden serta kadar Hb yang diperiksa pertama kali sebelum mengkonsumsi tablet Fe. Selain itu dilakukan pengukuran langsung terhadap Hb ibu dengan alat Easy Touch. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara asupan zat besi (Fe) dengan peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil di klinik Kusumahati Jaten Tahun 2018. Hasil pengumpulan data menunjukkan pada pemeriksaan tahap pertama nilai Hb berada pada katagori rendah sebayak 19 responden (63%) dan nilai Hb pada pemeriksaan tahap dua menunjukkan katagori tinggi sebanyak 23 responden (77%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan
Hubungan Motivasi dengan Perilaku Ibu Post Partum dalam Melakukan Mobilisasi Dini
Bleeding Post-delivery is one of the causes of death in the mother. Which is the most common cause of postpartum bleeding is 50-60% due to muscle weakness or absence of uterine contractions. This can be caused because post partum mothers do not carry out early postpartum mobilization in the first 24 hours after labor and the following days. Analytical design - cross sectional. The number of samples was 28 people and the sampling technique was consecutive sampling. The independent variable is the motivation of post partum mothers to do early mobilization, while the dependent variable is the behavior of post partum mothers in conducting early mobilization, collecting data using a questionnaire. Based on the results of the study that more than 50% of respondents (60%) were not motivated in conducting early mobilization, at most the behavior of post partum mothers doing early mobilization was less than 12 people (48%). The Wilcoxon test results showed that α was smaller than α table is 0,000 <0,05, meaning that there is a relationship between motivation and maternal behavior in carrying out early mobilization. It is expected that midwives can provide information about early mobilization by applying directly and also helping post partum mothers in early mobilization so that post partum mothers are not afraid to carry out early mobilization.Perdarahan Pasca persalinan merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu. Yang mana penyebab terbanyak dari perdarahan pasca persalinan tersebut 50-60% karena kelemahan otot atau tidak adanya kontraksi uterus. Hal ini bias disebabkan karena ibu post partum tidak melakukan mobilisasi dini pasca bersalin normal 24 jam pertama setelah proses persalinan dan hari-hari berikutnya. Rancang bangun analitik - cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 28 orang dan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Variabel independen adalah motivasi ibu post partum melakukan mobilisasi dini, sedangkan variabel dependentnya adalah perilaku ibu post partum dalam melakukan mobilisasi dini, pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian bahwa lebih dari 50% responden (60%) tidak termotivasi dalam melakukan mobilisasi dini, paling banyak perilaku ibu post partum melakukan mobilisasi dini adalah kurang sebanyak t orang (48%). Hasil uji wilcoxon didapatkan bahwa α hitung lebih kecil dari α tabel yaitu 0,000 < 0,05, artinya ada hubungan antara motivasi dengan perilaku ibu dalam melakukan mobilisasi dini. Diharapkan bidan dapat memberikan informasi tentang mobilisasi dini dengan menerapkan langsung dan juga membantu ibu post partum dalam melakukan mobilisasi dini sehingga ibu post partum tidak takut untuk melakukan mobilisasi dini
Isolasi dan Identifikasi Jamur Xerofilik pada Kopi Instant
The process of producing instant products (including instant coffee) if not properly maintained, can cause microbial contamination which is harmful to health. Microbial contamination can cause diarrhea, poisoning and even death. Some xerophilic molds can produce mycotoxins which can cause poisoning. In this research, it will be investigated whether instant coffee which is marketed in Sleman, Yogyakarta contains xerophilic molds and what are the types. This research is an observational research. Sampling is done randomly. Instant coffee samples taken in the area of Sleman, Yogyakarta consists of 5 instant coffee of various brands. The inoculation was carried out with a sprinkling technique on DG 18 media (Dichloran 18% Glycerol). The results of this study prove that instant coffee in Sleman, Yogyakarta contains xerophilic mushroom spores. The types of xerophilic molds found in instant coffee in Sleman, Yogyakarta are Fusarium culmorum, Aspergillus niger, Curvularia lunata, Cladosporium macrocarpum, Geotrichum candidum.Proses produksi produk instan (termasuk kopi instan) apabila tidak dijaga dengan baik, bisa menyebabkan kontaminasi mikroba yang berbahaya bagi kesehatan. Kontaminasi mikrobia bisa menyebabkan diare, keracunan bahkan kematian. Beberapa kapang xerofilik dapat menghasilkan mikotoksin yang bisa menyebabkan keracunan. Pada penelitian ini akan diteliti apakah kopi instan yang dipasarkan di wilayah Sleman, Yogyakarta mengandung kapang xerofilik dan apa saja jenisnya. Penelitian ini termasuk penelitian observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara random. Sampel kopi instan diambil di wilayah Sleman, Yogyakarta terdiri dari 5 kopi instan berbagai merk. Inokulasi dilakukan dengan tehnik taburan pada media DG 18 (Dichloran 18% Gliserol). Hasil penelitian ini membuktikan kopi instant di daerah Sleman, Yogyakarta mengandung spora jamur xerofilik. Jenis kapang xerofilik yang terdapat pada kopi instant di daerah Sleman, Yogyakarta adalah Fusarium culmorum, Aspergillus niger, Curvularia lunata, Cladosporium macrocarpum, Geotrichum candidum
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER VITAMIN A
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah membuat bentuk sediaan tablet hisap ekstrak daun kelor sebagai sumber vitamin A. Penelitian ini dibuat tiga formula tablet hisap yang terbaik dengan variasi konsentrasi bahan pengikat gelatin yaitu 2%, 4% dan 6%. Tablet yang dibuat dievaluasi sifat fisis dan uji tanggapan rasa. Hasil penelitian ini selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan metode analisa varian satu jalan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% untuk mendapatkan formula tablet hisap yang terbaik.
Hasil penelitian ini pertama, ekstrak daun kelor dapat dibuat menjadi tablet hisap dengan metode granulasi basah.Kedua, Tablet hisap ekstrak daun kelor dapat dibuat dengan menggunakan bahan pengikat gelatin.Ketiga, Formula I dengan konsentrasi pengikatgelatin 2% merupakan formula terbaik dan memenuhi persyaratan uji mutu fisik tablet.Keempat, Formula I dengan konsentrasi pengikat gelatin 2% memenuhi uji tanggapan rasa yang terbaik.
Kata kunci : Daun kelor, ekstrak, formulasi, tablet hisap, gelatin
Abstract
The aim of this research wasto create a tablet dosage form suction Moringa leaf extract. This study was made three lozenges of the best formulas with gelatin binder concentration variation is 2%, 4% and 6%. Tablets are made and evaluated physical propertiestaste test. Analysis of research data using statistical methods variant one way ANOVA with a 95% confidence level.
The results obtained extracts of Moringa leaves can be made into lozenges with gelatin binder and has met the requirements of the physical quality test tablets and taste responses. Formula I with a concentration of 2% gelatin binder is the best formula and meet the requirements of the physical quality test tablet.
Key words: Moringa leaf, extract, formulation, lozenges, gelati
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DAN REGULASI DIRI DENGAN KEDISIPLINAN SISWA BOARDING SCHOOL SMP IT AL HUDA WONOGIRI
Boarding school is a system known as a place for forming the character of discipline and independence of students. Discipline is a behavior consciously and seriously to obey the rules according to applicable norms. Problems with discipline at the Boarding School include, for example, fighting, smoking, dating, going out of the compound not permitting, and carrying electronic equipment. Discipline is influenced by matters related to external influences such as parent-child communication and is influenced by internal influences such as self-regulation. The purpose of this study was to determine the relationship between parent-child communication and self-regulation with discipline in boarding school students at SMP IT Al Huda Wonogiri. The approach in this study uses correlational quantitative. The sample in this study was 186 students selected through proportional stratified random sampling. The research data was obtained with three scales, namely the discipline scale with r = 0.912, the parent-child communication scale with r = 0.922, and the self-regulation scale with r = 0.834. The analysis technique used is multiple linear regression analysis and correlation test. The conclusion of this study is that there is a relationship between parent-child communication and self-regulation with discipline in boarding school students at SMP IT Al Huda Wonogiri (Fcount > Ftable (26,261 > 3,045); p = 0,00; and R = 0,472 ) Partially there is a significant relationship between parent-child communication with discipline (rx1y = 0.316; p = 0.000 < 0.05), and self regulation is also significantly associated with discipline (rx2y = 0.151; p = 0.040 < 0.05) . R2 value is 0.223, so in this study parent-child communication and self-regulation together have an effective contribution to discipline of 22.3%.Boarding school merupakan sistem yang dikenal sebagai tempat pembentukan karakter disiplin dan kemandirian siswa. Kedisiplinan merupakan perilaku secara sadar dan bersungguh-sungguh untuk menaati peraturan sesuai norma yang berlaku. Permasalahan kedisiplinan di Boarding School antara lain yaitu, berkelahi, merokok, pacaran, keluar kompleks tidak izin, dan membawa alat elektronik.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi orang tua-anak dan regulasi diri dengan kedisiplinan pada siswa boarding school SMP IT Al Huda Wonogiri. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah 186 siswa yang dipilih melalui proporsionate stratified random sampling. Data penelitian diperoleh dengan tiga skala, yaitu skala kedisiplinan dengan (r = 0,912), skala komunikasi orang tua-anak dengan (r = 0,922), dan skala regulasi diri dengan (r = 0,834). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara komunikasi orang tua-anak dan regulasi diri dengan kedisiplinan pada siswa boarding school SMP IT Al Huda Wonogiri (Fhitung > Ftabel (26,261 > 3,045); p = 0,00; dan nilai R = 0, 472). Secara parsial terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi orang tua-anak dengan kedisiplinan (rx1y = 0,316; p = 0,000 < 0,05), dan regulasi diri juga berhubungan secara signifikan dengan kedisiplinan (rx2y = 0,151; p = 0,040 < 0,05)
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) dan Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix D.C.) terhadap Escherichia Coli ATCC 25922
Basil essential oil has a component of linalool compounds belonging to terpenoid derivatives which have an antibacterial effect and essential oils of kaffir lime have citronella compounds which can inhibit the growth of various types of bacteria. This study aims to determine the antibacterial activity of essential oils of basil leaves, kaffir lime leaves and the combination of both against Escherichia coli bacteria ATCC 25922. This study has used diffusion methods to test antibacterial activity. The concentration of the sample was 2% and 4% with a ratio combination of essential oils were 1:1; 1: 2; 2:1. Then the research data were analyzed with two way Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that essential oils in the combination of basil leaves (Ocimum basilicum L.) and kaffir lime leaves (Citrus hystrix D.C) had antibacterial activity against Escherichia coli ATCC 25922 with concentrations of 2% and 4%. Variations of essential oils from basil (Ocimum basilicum L.) leaves and kaffir lime (Citrus hystrix D.C) leaves with a ratio of 1:2 at a concentration of 4% has the greatest inhibitory potential against Escherichia coli ATCC 25922 with inhibition diameters of 15.5 mm.Minyak atsiri kemangi mengandung komponen senyawa linalool yang tergolong turunan terpenoid yang mempunyai efek antibakteri dan minyak atsiri jeruk purut mengandung senyawa citronella yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun kemangi, daun jeruk purut dan kombinasi dari keduanya terhadap Escherichia coli ATCC 25922. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi. Konsentrasi sampel uji adalah 2% dan 4% dengan perbandingan kombinasi minyak atsiri yaitu 1:1;1:2;2:1. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara Analisis of Varians (ANOVA) dua arah. Hasil penelitian menunjukkan minyak atsiri kombinasi dari daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dengan konsentrasi 2% dan 4% dan variasi kombinasi minyak atsiri dari daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dan minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) yang memiliki daya hambat paling besar terhadap Escherichia coli ATCC 25922 adalah pada kombinasi 1:2 dengan diameter hambat 15,5 mm pada konsentrasi 4%
Pengaruh Penambahan Molase pada produksi Bioethanol dari Limbah Padat Industri Pati Aren
Research has been carried out to determine the effect of the addition of molasses to on bioethanol production from palm starch industrial solid waste. The stages of this research were the preparation of raw materials, delignification of palm starch solid waste, lignin content analysis, enzyme production, anaerobic fermentation and ethanol content analysis. Delignification of palm starch solid waste using 3% NaOH solution. Enzyme production is produced from A. Niger and Trichoderma sp. Fermentation using 5 grams of delignified sample added a nutrient solution, a mixture of cellulase enzymes from A. niger and Trichoderma sp. by comparison (1: 2), molasses and Saccharomyces cereviseae. Analysis of ethanol levels was carried out every day until the 6th day. Delignification using 3% NaOH solution can reduce the level of lignin samples up to 17.15%. The addition of molasses containing 35% sugar as a source of sugar in the palm starch solid waste will increase the levels of bioethanol from 0.0904% to 3, 5407%, whereas molasses with 40% sugar content results in lower bioethanol levels. The higher the sugar content, the higher the level of bioethanol, but if the sugar content is too concentrated, it causes a slow fermentation process in the production of bioethanol.Penelitian ini telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan molase terhadap produksi bioetanol dari limbah padat industri pati aren. Tahapan penelitian ini meliputi persiapan bahan baku, delignifikasi limbah padat pati aren, analisis kadar lignin, produksi enzim, fermentasi anaerob dan analisa kadar etanol. Delignifikasi limbah padat pati aren menggunakan larutan NaOH 3%. Produksi enzim dihasilkan dari jamur A. Niger dan Trichoderma sp. Fermentasi menggunakan 5 gram sampel hasil delignifikasi ditambahkan larutan nutrisi, gabungan enzim selulase dari A. niger dan Trichoderma sp. dengan perbandingan (1:2), larutan molase 35 % dan Saccharomyces cereviseae dari ragi roti. Analisis kadar etanol dilakukan setiap hari hingga hari ke-6. Delignifikasi menggunakan larutan NaOH 3% dapat menurunkan kadar lignin pada sampel 17,15%. Penambahan molase mengandung gula 35% sebagai sumber gula pada limbah padat pati aren akan meningkatkan kadar bioethanol dari 0,0904 % menjadi 3, 5407 %, sedangkan. molase dengan kadar gula 40 % menghasilkan kadar bioethanol lebih rendah. Semakin tinggi kadar gula akan diperoleh kadar bioethanol semakin tinggi, tetapi apabila kadar gula terlalu pekat mengakibatkan proses fermentasi lambat pada produksi bioethanol
The Effect Pengaruh Mengkonsumsi Sari Kurma dan Buah Naga dengan Peningkatan Kadar Hemoglobin untuk Pencegahan Anemia
The World Health Organization (WHO) stipulates that anemia criteria use hemoglobin levels, namely in women under 12 g / dL and in men less than 13 g / dL. Anemia level someone is influenced by the food they consume, where a person consumes foods that have a low Fe content will occur anemia. Hemoglobin is part of the blood which has an important role in forming red blood cells. Iron is needed in the process of blood formation. Copper substances contained in palm juice are needed by the body to form red blood cells. Red blood cell production is small, red blood cell damage and blood loss can cause a person suffering from anemia. Sari dates and dragon fruit are rich in iron which is useful for forming red blood cells. The purpose of this study was to determine the effect of dates palm juice and dragon fruit in increasing hemoglobin levels. The population in this study is the same as the sample, namely 40 female workers at the Surakarta Gelora convection, which were divided into two groups: 20 people (group 1) who were given palm juice and 20 people (group 2) were given dragon fruit. The tool used in this study is a measure of hemoglobin levels in the blood, check list. The conclusions of this study were the average pre-test hemoglobin levels by giving palm juice of 10.61 and the post-test average hemoglobin level of 11.53 and the average hemoglobin level before and after being given dragon fruit by 10.42 and the average average post-test hemoglobin level of 10.62. World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa kriteria anemia menggunakan kadar hemoglobin, di mana pada wanita di bawah 12 g/dL dan pada pria kurang dari 13 g/dL. Tingkat anemia seseorang dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya, di mana seseorang mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan Fe rendah akan terjadi anemia. Haemoglobin merupakan bagian dari darah yang mempunyai peranan penting untuk membentuk sel darah merah. Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan darah. Zat tembaga yang terkandung pada sari kurma dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Produksi sel darah merah yang sedikit, rusaknya sel-sel darah merah dan kehilangan darah dapat menyebabkan seseorang menderita anemia. Sari kurma dan buah naga kaya akan zat besi yang bermanfaat untuk membentuk sel darah merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sari kurma dan buah naga dalam meningkatkan kadar haemoglobin. Populasi dalam penelitian ini sama dengan sampelnya, yaitu 40 pekerja wanita di konveksi Gelora Surakarta, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 20 orang (kelompok 1) yang diberi sari kurma dan 20 orang (kelompok 2) yang diberi buah naga. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pengukur kadar haemoglobin dalam darah, chek list. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Rata-rata kadar hemoglobin pre test dengan pemberian sari kurma sebesar 10,61 dan rata-rata kadar hemoglobin post test sebesar 11,53 dan rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberi buah naga sebesar 10,42 dan rata-rata kadar hemoglobin post test sebesar 10,62
ANALISIS TREN PAJAK DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2013-2016 (STUDI KASUS DI BPPKAD KOTA SURAKARTA)
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tren peningkatan pajak daerah serta faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penurunan pajak daerah Kota Surakarta tahun 2013-2016. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik Dokumentasi, menggunakan uji analisis Tren. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif yang menggunakan data sekunder berupa pajak daerah Kota Surakarta Tahun 2013-2016. Hasil dari pengolahan data, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Terdapat Tren terhadap peningkatan pajak daerah Kota Surakarta Tahun 2013-2016. Hal tersebut pastinya akan mempengaruhi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dikarenakan jumlah pendapatan daerah yang mengalami kenaikan. Pada beberapa pajak daerah masih mengalami penurunan namun tidak terlalu mempengaruhi peningkatan pajak daerah Kota Surakarta