Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    Tri Mulyowati PEMANFAATAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN NUSUKAN RW 07 KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman hayati terbanyak di dunia, dari 40.000 tanaman obat, 30.000 diantaranya tersebar di wilayah Indonesia, dan hampir 7.000 diantaranya telah terindentifikasi dan digunakan untuk kepentingan medis. Indonesia sering disebut sebagai negeri tanaman obat, disamping itu, pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat merupakan salah satu unsur budaya yang selama ini tumbuh, berkembang dan diakui masyarakat secara turun temurun, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Pengobatan tradisonal merupakan salah satu upaya pengobatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Pengobatan tradisional harus dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya maka perlu terus dibina, ditingkatkan, dikembangkan dan diawasi dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal Tujuan pengabdian ini adalah Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat TOGA.  Manfaat kegiatan ini adalah Perwujudan kepedulian kepada masyarakat yang tertuang dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Menambah wawasan masyarakat tentang manfaat TOGA. Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman hayati terbanyak di dunia, dari 40.000 tanaman obat, 30.000 diantaranya tersebar di wilayah Indonesia, dan hampir 7.000 diantaranya telah terindentifikasi dan digunakan untuk kepentingan medis. Indonesia sering disebut sebagai negeri tanaman obat, disamping itu, pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat merupakan salah satu unsur budaya yang selama ini tumbuh, berkembang dan diakui masyarakat secara turun temurun, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Pengobatan tradisonal merupakan salah satu upaya pengobatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Pengobatan tradisional harus dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya maka perlu terus dibina, ditingkatkan, dikembangkan dan diawasi dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal Tujuan pengabdian ini adalah Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat TOGA.  Manfaat kegiatan ini adalah Perwujudan kepedulian kepada masyarakat yang tertuang dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Menambah wawasan masyarakat tentang manfaat TOGA.&nbsp

    HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA

    Get PDF
    Basically, every elderly can achieve successful aging in his old age, depending on the number of factors influencing it, such as self-esteem factors. Successful aging will indirectly be influenced by these factors. Therefore, this research aims to find out if there is a relationship between self-esteem with successful aging in elderly. This type of research was taken using quantitative research methods with saturated sample models. The samples in this study amounted to 50 people aged 60-80 years. The results showed that the results of the correlation coefficient (r) =-0.064 with a Sig value of 0.329 p > 0.05. It can be concluded that there is no relationship between self-esteem and successful aging in elderly. Keywords: Self Esteem, successful aging, elderlyPada dasarnya setiap lansia dapat mencapai successful aging pada masa tuanya, tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor harga diri. Successful aging secara tidak langsung akan dipengaruhi oleh faktor tersebut. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara harga diri dengan successful aging pada lansia warga Gereja Katolik Paulus Miki Salatiga. Jenis penelitian ini diambil menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang berusia 60-80 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil koefisien korelasi (r)= -0.064 dengan nilai Sig 0.329 p>0.05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara harga diri dengan successful aging pada lansia. Kata kunci: Harga diri, successful aging, lansi

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE TAHUN 2011-2014

    Get PDF
    He purpose of this study was to examine the effect of taxes, bonus scheme, and foreign ownership in the transfer pricing decisions on manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange in 2011-2014. Transfer pricing is defined as a special sale price that is used in exchange of interdivisional to record the revenue division division seller and buyer costs. The data used in this study is a secondary archival data. Data obtained from the manufacturing company's annual reports (2011-2014) sourced from www.idx.co.id. The hypothesis in this study were tested using binary logistic regression analysis. The population in this study were 130 companies listed on the Stock Exchange in 2011-2014. Based on purposive sampling method, samples obtained as many as 33 companies.The results of data processing can be concluded as follows: there is the influence of variable tax bonus scheme, and foreign ownership in the variable transfer pricing with the value of coefficient of determination of 18.4% which reflects the variation of tax bonus scheme, and foreign ownership in influencing the decision of transfer pricing. The tax effects and bonus scheme was also statistically significant influence transfer pricing, with a significance level of each of 0.035 and 0.046 were less than 0.05. Foreign ownership in the variable does not significantly affect the transfer pricing decisions with significant value for 0.437 is well above 0.05. The findings provide an opportunity for further research to examine the effect of any other variable of the transfer pricing decisions.He purpose of this study was to examine the effect of taxes, bonus scheme, and foreign ownership in the transfer pricing decisions on manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange in 2011-2014. Transfer pricing is defined as a special sale price that is used in exchange of interdivisional to record the revenue division division seller and buyer costs. The data used in this study is a secondary archival data. Data obtained from the manufacturing company's annual reports (2011-2014) sourced from www.idx.co.id. The hypothesis in this study were tested using binary logistic regression analysis. The population in this study were 130 companies listed on the Stock Exchange in 2011-2014. Based on purposive sampling method, samples obtained as many as 33 companies.The results of data processing can be concluded as follows: there is the influence of variable tax bonus scheme, and foreign ownership in the variable transfer pricing with the value of coefficient of determination of 18.4% which reflects the variation of tax bonus scheme, and foreign ownership in influencing the decision of transfer pricing. The tax effects and bonus scheme was also statistically significant influence transfer pricing, with a significance level of each of 0.035 and 0.046 were less than 0.05. Foreign ownership in the variable does not significantly affect the transfer pricing decisions with significant value for 0.437 is well above 0.05. The findings provide an opportunity for further research to examine the effect of any other variable of the transfer pricing decisions

    Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Manggis (Garcinia mangostana) terhadap DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil)

    Get PDF
    Antioxidant is very important to keep human’s health because it can scavenge free radical. Garcinia mangostanaL. which is used by people as traditional herbal medicine and it has traditional name mangosteen is known contain of flavonoid, tannin and saponin. The aim of the experiment was to find out the antioxidant activity of extracts and fractions of mangosteen folium against the DPPH radicals (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) to determine the IC50 and classes of compounds that play a role in antioxidant activity assay.Mangosteen leaves were extracted by maceration method using 96% ethanol. Extract was partitionedwith water and n-hexane, and then with ethyl acetate. The antioxidant activity of fraction was tested against DPPH radicals. The test was conducted in 5 series of concentrations by adding 4.0 ml test solutions with 1.0 mlDPPH 0.45 mM. The radicals scavenging activity was measured with spectrophotometer at 517 nm wavelength anddetermined the IC50 value. The experiment used Rutin as positive control.The identification of the class of compounds can be carried out using the Thin Layer Chromatography (TLC) method whose results can be identified by spray reagents or compared with the standard standard. The result of the experiment showed that Mangosteen folium had antioxidant activity with IC50 of ethanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction: 17.64 μg / ml, 45.36 μg / ml, 13.71 μg / ml, 12.10 μg / ml respectively. The water fraction has the strongest activity compare to the other with the IC50 is almost near often Rutin’s IC50 is 15.24 μg as the positive control. Extracts and fractions of TLC with various spotting agents contain a class of compounds: flavonoids, saponins and steroidsAntioksidan sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia karena mampu menangkal radikal bebas. Daun manggis (Garcinia mangostana )oleh masyarakat digunakan sebagai obat tradisional yang diketahui mengandung flavonoid, tanin, alkaloid dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun manggis terhadap radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan parameter IC50 serta untuk mengetahui golongan senyawa yang berperan dalam uji aktivitas antioksidan.Daun manggis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian disuspensi dengan air selanjutnya difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Ekstrak daun manggis dan fraksi yang didapatkan selanjutnya diuji aktivitas antioksidannya terhadap radikal DPPH. Pengujian dilakukan dalam 5 seri konsentrasi dengan cara menambahkan 4,0 ml larutan uji dengan 1,0 ml DPPH 0,45 mM. Aktivitas terhadap radikal bebas diukur dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm dan ditentukan nilai IC50 dengan menggunakan analisis probit. Kontrol positif yang digunakan yaitu Rutin. Identifikasi golongan senyawa dapat dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang hasilnya bisa diidentifikasi dengan pereaksi semprot atau dibandingkan dengan baku standart.Hasil menunjukkan bahwa daun manggis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, fraksi air berturut turut sebesar 17,64 mg/ml, 45,36 mg/ml, 13,71 mg/ml, 12,10 mg/ml. Fraksi air mempunyai aktivitas yang paling kuat dibandingkan yang lainnya dengan nilai IC50 yang mendekati IC50 Rutin yaitu 15,24 mg/ml sebagai kontrol positif. Identifikasi senyawa dalam ekstrak dan fraksi secara KLT dengan berbagai penampak bercak mengandung golongan senyawa : flavonoid, saponin dan steroi

    DETEKSI MOLEKULER EKSON 1 GEN BETA GLOBIN PADA PASIEN TALASEMIA BETA MAYOR DI RSUD DR. SOEROTO NGAWI DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)

    Get PDF
    Talasemia is an autosumal recessive gene mutation caused by a lack of synthesis of hemoglobin-forming globin chains of blood with anemia-like symptoms will decrease the production of red blood cells, and should be treated with regular blood transfusions.This study aims to determine the presence of mutations in exon 2 gene beta globin thalassemia patients using PCR method, where 5 samples in DNA isolation and continued PCR amplification, the amplification result of electrophoresis region 2 beta globin gene Region II is the result of amplification of primary 4 and primer primer reverse 5 with a target of 350 bp, on PCR there is amplification or doubling of the desired DNA sequence based on the primary selection for the reaction, the PCR product of each of these regions which is subsequently performed by SSCP.In the SSCP result the five samples were found in one sample showing different ribbon pattern with the sample N, there was sample 6, while the remaining four samples, there were 1,2,3,5 showed three bands. All the samples showed different from the N sample pattern. This shows that all samples indicated there were mutationTalasemia merupakan kelainan akibat mutasi gen yang bersifat autosumal resesif yang disebabkan kekurangan sintesis rantai globin pembentuk hemoglobin darah dengan gejala mirip anemia maka akan menurunkan produksi sel darah merah, dan harus dilakukan penanganan dengan dilakukan transfusi darah secara teratur.Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya mutasi pada ekson 1 gen beta globin pasien talasemia menggunakan metode PCR, dimana 5 sampel di isolasi DNA dan dilanjutkan amplifikasi PCR, hasil amplifikasi dielektroforesis region 1 gen beta globin Region I merupakan hasil amplifikasi dari primer forward 4 dan primer reverse 5 dengan target yaitu 322 bp, pada PCR terjadi amplifikasi atau penggandaan sekuen DNA yang diinginkan berdasarkan pemilihan primer untuk reaksi, produk PCR dari tiap region ini yang selanjutnya dilakukan SSCP.Pada region I gen beta globin yang telah dilakukan analisis SSCP, satu sampel menunjukkan dua pita dengan pola yang berbeda dengan sampel N yaitu sampel 6 sedangkan pada empat sampel sisanya yaitu sampel 1,2,3,5 menampilkan tiga pita. Seluruh sampel menunjukkan pola yang berbeda dengan kontrol negatif (sampel N). Hal ini menunjukkan pada seluruh sampel ada indikasi mutas

    Uji Stabilitas Spironolakton Terhadap Perubahan pH dengan Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

    Get PDF
    Spironolactone is an aldosterone diuretic antagonist for hypertension. In practice spironolactone is sometimes combined with other drugs, and in unconscious patients the drug must use a feeding tube and be susceptible to instability. The object of this study was to see the effect of pH changes on spironolactone tablets which were crushed and suspended in water. The method of measuring spironolactone levels using High Performance Liquid Chromatography based on methods in the United State Pharmacopeia. Spironolactone suspension was made at pH 3, 5, 7, and 9 with sampling time in minutes 0, 15, 30, 45, and 60. The results showed that the level of spironolactone at pH 3 was ≤ 0%, pH 5 was 74% - 100%, at pH 7 it was in the range of 27% - 61%, and at pH 9 was 38% - 54%. This explains that percent of spironolactone at pH 3.7, and 9 at all sampling times did not match the minimum therapeutic level in the monograph. Only at pH 5 does the level of spironolactone still match the levels specified in the monograph. In this study it can be concluded that changes in pH can significantly reduce spironolactone levels in suspension.Spironolakton merupakan obat diuretic antagonis aldosterone untuk hipertensi. Pada prakteknya spironolakton terkadang digabungkan dengan obat-obat lain, dan pada pasien yang tidak sadarkan diri pemberian obat harus menggunakan feeding tube dan rentan akan ketidakstabilan. Objek dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh perubahan pH pada spironolakton tablet yang digerus dan disuspensikan di dalam air. Metode pengukuran kadar spironolakton menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi berdasarkan metode dalam United State Pharmacopeia. Suspensi spironolakton dibuat dalam pH 3, 5, 7, dan 9 dengan waktu pengambilan sampel pada menit ke 0, 15, 30, 45, dan 60. Hasil menunjukkan bahwa persen kadar spironolakton pada pH 3 adalah ≤ 40%, pH 5 adalah 74% - 100%. Pada pH 7 berada dikisaran 27% - 61%, dan pada pH 9 adalah 38% - 54%.  Hal ini menjelaskan bahwa persen kadar spironolakton pada pH 3,7, dan 9 pada semua waktu pengambilan sampel sudah tidak sesuai dengan kadar terapi minimum dalam monograph. Hanya pada pH 5 kadar spironolakton masih sesuai dengan kadar yang ditentukan dalam monograph. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perubahan pH dapat menurunkan kadar spironolakton dalam suspensi secara signifikan

    Deteksi Molekuler Ekson 3 Gen Beta Globin pada Pasien Beta Talasemia Mayor di RSUD DR. Soeroto Ngawi menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction- Single Strand Conformation Polimorfism

    Get PDF
    Talasemia is a genetic disease that causes globin chain synthesis disorder, a major component of the hemoglobin molecule. With the synthesis of unbalanced globin chains will decrease the production of red blood cells. This study aims to determine the presence of mutations in exon 2 gene beta globin thalassemia patients using PCR method, where 5 samples in DNA isolation and continued PCR amplification, the amplification result of electrophoresis region 2 beta globin gene Region II is the result of amplification of primary 4 and primer primer reverse 5 with a target of 350 bp, on PCR there is amplification or doubling of the desired DNA sequence based on the primary selection for the reaction, the PCR product of each of these regions which is subsequently performed by SSCP. PCR-SSCP could analysis the mutation in exon 3 beta globin genes. In the PCR-SSCP result, there was no mutation in region 4 exon 3 in five samples but probably there was mutation in another regions.Talasemia merupakan penyakit genetik yang menyebabkan gangguan sintesis rantai globin, komponen utama molekul hemoglobin. dengan adanya sintesis rantai globin yang tidak seimbang maka akan menurunkan produksi sel darah merah. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya mutasi pada ekson 3 gen beta globin pasien talasemia menggunakan metode PCR, dimana 5 sampel di isolasi DNA dan dilanjutkan amplifikasi PCR, hasil amplifikasi dielektroforesis region IV gen beta globin Region IV merupakan hasil amplifikasi dari primer forward 8 dan primer reverse 9 dengan target yaitu 214 bp, pada PCR terjadi amplifikasi atau penggandaan sekuen DNA yang diinginkan berdasarkan pemilihan primer untuk reaksi, produk PCR dari tiap region ini yang selanjutnya dilakukan SSCP. PCR-SSCP dapat digunakan untuk menganalisis terjadinya mutaai pada ekson 3 gen beta globin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa metode PCR-SSCP tidak mendapatkan mutasi pada region IV dan pada ke lima sampel tidak terjadi mutasi gen pada daerah ekson 3 tapi dimungkinkan terjadi mutasi diregion lainya

    GAMBARAN PHARMACOVIGILANCE DAN HUBUNGAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN (ROTD) PADA PASIEN PERESEPAN OBAT TUBERCULOSIS DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

    Get PDF
    Tuberculosis (TB) is still a growing global problem every year. TB disease is one of the 10 diseases that cause death worldwide (WHO, 2017). The design of this study is a qualitative observation with a prospective cross sectional design approach. The research was conducted at Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang, from February to the desired sample size. From the subjects of tuberculosis patients with 92 patients. The number of patients experiencing ROTD with a dubious category was 56 patients (60.9%), in patients who experienced ROTD events with a possible category of 32 patients (34.8%), and in patients with ROTD with a category of probable 4 patients (4.3%). There is a significant relationship between age and ROTD incidence of a significance value of 0,000 and a significant relationship between sexes with ROTD incidence with a significance value of 0,000. Keyword : Therapy Tuberculosis, Adverse Drug ReactionsPenyakit Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi permasalahan global yang semakin bertambah setiap tahunnya.Penyakit TB adalah salah satu dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian di seluruh dunia (WHO, 2017). Rancangan penelitian ini merupakan suatu pengamatan kualitatif dengan pendekatan desain secara prospektif cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang mulai bulan Februari sampai dengan jumlah sampel yang diinginkan. Dari subyek pasien penyakit tuberkulosis dengan jumlah 92 pasien. Jumlah pasien yang mengalami kejadian ROTD dengan kategori meragukan yaitu 56 pasien (60,9%), pada pasien yang mengalami kejadian ROTD dengan kategori mungkin yaitu 32 pasien (34,8%), dan pada pasien kejadian ROTD dengan kategori besar kemungkinan yaitu 4 pasien (4,3%).  Terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kejadian ROTD nilai signifikansi 0,000 dan  hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian ROTD dengan  nilai signifikansi 0,000. Keyword : Obat Tuberkulosis, Reaksi Obat Tidak Diinginka

    Argoto Mahayana PELATIHAN IDENTIFIKASI IODIUM DALAM GARAM DAPUR

    No full text
    Peningkatan status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas kerja, serta mempunyai dampak cukup penting terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), khususnya gondok telah lama dikenal di Indonesia, dan di beberapa daerah dengan mudah dapat di jumpai penderita gondok. GAKY merupakan salah satu permasahan gizi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan antara lain gondok, kretenisme, reterdasi mental, dan lain-lain.Oleh sebab itu diperlukan keterampilan dalam identifikasi kandungan iodium yang terdapat dalam garam dapur yang digunakan dalam mengolah makanan sehari-hari. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu ibu-ibu PKK RW V di Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Surakarta dalam melakukan identifikasi kandungan iodium dalam garam dapur yang digunakan sehari-hari pada makanan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, metode yang digunakan adalah pelatihan terhadap ibu-ibu PKK untuk identifikasi iodium dalam garam dapur dengan metode yang sederhana menggunakan peralatan dan bahan kimia yang biasanya tersedia di rumah tanggaPeningkatan status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas kerja, serta mempunyai dampak cukup penting terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), khususnya gondok telah lama dikenal di Indonesia, dan di beberapa daerah dengan mudah dapat di jumpai penderita gondok. GAKY merupakan salah satu permasahan gizi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan antara lain gondok, kretenisme, reterdasi mental, dan lain-lain.Oleh sebab itu diperlukan keterampilan dalam identifikasi kandungan iodium yang terdapat dalam garam dapur yang digunakan dalam mengolah makanan sehari-hari. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu ibu-ibu PKK RW V di Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Surakarta dalam melakukan identifikasi kandungan iodium dalam garam dapur yang digunakan sehari-hari pada makanan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, metode yang digunakan adalah pelatihan terhadap ibu-ibu PKK untuk identifikasi iodium dalam garam dapur dengan metode yang sederhana menggunakan peralatan dan bahan kimia yang biasanya tersedia di rumah tangg

    PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN MINAT WARGA DESA SERANG KABUPATEN PURBALINGGA TERHADAP TEKNOLOGI SCREEN-HOUSE DAN SISTEM HIDROPONIK UNTUK MEMPERKUAT BUDIDAYA STRAWBERRY

    Get PDF
    Di wilayah Mitra proses pembibitan dan budidaya strawberry sangat terkendala dengan curah hujan yang tinggi serta kemunculan penyakit tanaman sehingga tingkat produktifitasnya mulai mengkhawatirkan. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat Mitra terhadap teknologi screen-house serta sistem hidroponik guna memperkuat proses pembibitan dan budidaya strawberry. Metode pengabdian yang diberikan berupa kegiatan alih teknologi, pendampingan, serta pemberian bantuan alat dan sarana. Sebagai hasil, tingkat pemahaman dan juga minat Mitra terhadap pemanfaatan teknologi screen-house maupun sistem hidroponik meningkat setelah mengikuti kegiatan pengabdian yang diberikan. Mitra juga sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan pengabdian dan berperan aktif dalam mentransfer teknologi yang diperoleh kepada anggota Kelompok Tahlil yang lain maupun khalayak lebih luas. Lebih jauh, kualitas dan kuantitas buah strawberry yang dihasilkan juga dapat lebih ditingkatkan.Seeding and cultivating process of strawberry has been extremely constrained by the high rainfall and diseases that severely endangers the productivity level over the partner’s area of this civil service program. Thus, this civil service activity was aimed to improve the knowledge and interest of this activity partner in using screen-house and hydroponic system for strengthening the seeding and cultivating process of strawberry. The method comprises of technology transferring, training and assisting, as well as material and tool support. As the result, knowledge and interest of this activity partner in using screen-house and hydroponic system for supporting the seeding and cultivating process of strawberry has increases. The partner of this activity has showed high enthusiasm and good will while pursuing all activities of the program. Further, he also willingly transferrs the introduced technology to the others within wider scope of the society. In addition, the quality and quantity of the produced strawberry has been successfully increased to some extent

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇