Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN SHORT FORM TES WAIS PADA KLIEN PSIKIATRIK
WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) sebagai skala kecerdasan sejak kemunculannya telah banyak menarik perhatian para ahli psikologi. Kemampuannya dalam mengestimasi kemampuan kognitif individu belum ada bandingannya. Apalagi dalam pengembangan yang lebih luas, ternyata kemampuannya tidak terbatas pada individu yang normal semata, tetapi juga menyangkut individu yang mengalami gangguan psikiatrik. Bahkan kemampuannya tidak hanya mengukur tingkat kecerdasan, tetapi juga mampu menjadi alat diagnosis bagi asesmen klinis.Tujuannya adalah untuk mengetahui tentang model short form pada tes WAIS untuk klien psikiatri, tingkat validitas dan reliabilitasnya, serta implementasi dari sort form tes WAIS ini pada klien psikiatrik. Metode ADS (Analisis Data Sekunder) digunakan sebagai metode penelitian. Hasilnya, model short form yang digunakan untuk klien psikiatrik ada dua, yaitu model pemilihan aitem (butir-butir pertanyaan) dan model pemilihan sub-tes. Adapun untuk Validitas dan reliabilitas short form tes WAIS ternyata memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi (hamper sama skornya dengan tes WAIS yang full). Sedangkan untuk implementasi sort form tes WAIS untuk klien psikiatrik. Ternyata tes WAIS juga memiliki kemampuan dalam mengukur kecerdasan atau tingkat IQ individu yang tergolong dalam gangguan psikiatrik serta mampu mendiagnosis gangguan yang diderita oleh klien psikiatrik
Pengetahuan Ibu tentang Sibling Rivalry dengan Pola Asuh Ibu pada Anak Balita
Perasaan cemburu dan benci yang biasanya dialami oleh seorang anak terhadap kehadiran saudara kandungnya menjadi permasalahan khusus dalam keluarga, karena kita adalah mahkluk sosial yang menuntut manusia hidup bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana pengetahuan ibu tentang sibling rivalry dengan pola asuh ibu pada anak balita di Paud Tarbiyatus Syibyan.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu tentang sibling rivalry, sedangkan variabel dependennya adalah pola asuh ibu pada anak balita. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki dua anak balita di Paud Tarbiyatus Syibyan sebanyak 41 ibu balita.Sampel sebanyak 34 responden yang diambil dengan Total Sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulanFebruari 2018. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner dan checklist dan analisa data menggunakan uji wilcoxon sign rank test.
Hasil penelitian menunjukkan dari 34 responden, hampir setengah dari responden adalah berpengetahuan cukup, yaitu 17 orang (50%) dan hampir seluruh responden memberikan pola asuh demokratis, yaitu 21 responden (61,8%). Analisis uji Wilcoxon derajat kemaknaan 0,05 didapatkan nilai signifikansi 0,006, sehingga nilai 0,006< 0,05 yang berarti H ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang sibling rivalry dengan pola asuh ibu 0pada anak balita di Paud Tarbiyatus Syibyan. Pengetahuan yang baik akan memotivasi ibu untuk memberikan pola asuh demokratis kepada anaknya. oleh karena itu hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai motivasi supaya ibu meningkatkan pengetahuannya tentang sibling rivalry dan diharapkan ibu memberikan pola asuh yang terbaik bagi anaknya sehingga kejadian sibling rivalry di dalam keluarga dapat terhindarkan.
Kata kunci: pengetahuan, pola asuh, ibu balit
Seroprevalensi, Pengetahuan, dan Sikap Preventif Hepatitis B Virus (HBV) Pada Mahasiwa Ahli Teknologi Laboratorium Medik di Surakarta
Health workers, especially students of the Medical Laboratory Technology (MLT) have a greater risk of contracting hepatitis B virus infection from exposure to body fluids when doing clinical labs. The importance of seroprevalence, knowledge and attitudes greatly influences students when doing practicum as a preventive measure for hepatitis B infection. This study aims to identify MLT student’s seroprevalence, knowledge and preventive attitudes towards hepatitis B virus infection. This research is a quantitative descriptive study using a cross-sectional study design carried out in one of the health universities in Surakarta in October - November 2018. Subjects were taken using total sampling techniques with a total of 71 students study in D-IV Medical Laboratory Technology. Data collection was done by questionnaire about knowledge, and preventive attitude of hepatitis B infection in students and blood samples collected and screened with HBsAg examination. Data analysis using computerization with SPSS version 21. The results showed that MLT students had good knowledge of 80.3%, good preventive attitudes of 97.2%, and seroprevalence of 1.4% of students with positive HBsAg. Knowledge and preventive attitudes of MLT students fall into the good category. Seroprevalence of D-IV MLT students showed poor results. It is expected that the higher education institution to carry out HBsAg examination as a college entry requirement, so that it can reduce work risks and can improve work safety as medical personnel.Tenaga kesehatan terutama mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki risiko lebih besar tertular infeksi virus hepatitis B dari paparan cairan tubuh ketika melakukan praktikum klinik. Pentingnya seroprevalensi, pengetahuan dan sikap sangat mempengaruhi mahasiswa saat melakukan praktikum sebagai tindakan pencegahan infeksi hepatitis B. Penelitian ini berujuan untuk mengidentifikasi seroprevalensi, pengetahuan dan sikap preventif mahasiswa ATLM terhadap infeksi virus hepatitis B. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional yang dilaksanakan disalah satu Perguruan Tinggi kesehatan di Surakarta pada bulan Oktober – Nopember 2018. Pengambilan subjek menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 71 mahasiswa program studi D-IV Teknik Laboratorium Medik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tentang pengetahuan, dan sikap preventif infeksi hepatitis B pada mahasiswa serta sampel darah dikumpulkan dan diskrining dengan pemeriksaan HBsAg. Analisis data menggunakan komputerisasi dengan SPSS versi 21
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010 - 2014
This research aims to examining factors that affect stock returns. The dependent variable used in this study is stock returns. Independent variables used in this study is Economic Value Added (EVA), Operating cash flow, Residual Income, Earnings, Operating Leverage, dan Market Value Added (MVA). The population in this research is manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange 2010-2014. The sample in this study is 21 companies selected by using purposive sampling method. This study used multiple linear regression analysis as an analytical tool. The results showed that H1 Economic Value Added ( EVA ) had no significant effect on stock returns . H2 Operating Cash Flow is not a significant effect on stock returns . H4 Earnings significant effect on stock returns . H5 Operating Leverage no significant effect on stock returns . H6 Market Value Added ( MVA ) had no significant effect on stock returns.This research aims to examining factors that affect stock returns. The dependent variable used in this study is stock returns. Independent variables used in this study is Economic Value Added (EVA), Operating cash flow, Residual Income, Earnings, Operating Leverage, dan Market Value Added (MVA). The population in this research is manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange 2010-2014. The sample in this study is 21 companies selected by using purposive sampling method. This study used multiple linear regression analysis as an analytical tool. The results showed that H1 Economic Value Added ( EVA ) had no significant effect on stock returns . H2 Operating Cash Flow is not a significant effect on stock returns . H4 Earnings significant effect on stock returns . H5 Operating Leverage no significant effect on stock returns . H6 Market Value Added ( MVA ) had no significant effect on stock returns
Pengendalian Kualitas Produksi Roti dengan Metode Statistical Process Control pada Usaha Kecil Menengah
The main goal of the company is basically to make a profit so that the company is able to grow in the long run. However, the demands of consumers that are constantly changing require companies to be more flexible in meeting consumer demands related to product quality. Therefore, companies must be able to maintain and improve the quality of the products produced. Quality control is important for the company so that the products produced are in accordance with the standards, both the standards set by the company as well as local and international bodies that manage quality standards. In addition, quality products should be in accordance with consumer expectations. This study aims to determine defects in bakery products using Statistical Process Control methods and provide improvement suggestions. The research object is Roti Rahmat which is a small and medium business. Data collection techniques are carried out through observation and interviews with owners and employees. The results showed that the product defects were not uniform at 52.51%, the bread was scorched at 24.55%, the contents of the bread came out at 21.15%, and others at 1.97%. Based on the causal diagram, it is known that the biggest factors that cause product defects are the production process factors and employee factors.Tujuan utama perusahaan pada dasarnya adalah untuk memperoleh laba agar perusahaan mampu bertumbuh dalam jangka panjang. Namun demikian, tuntutan konsumen yang senantiasa berubah menuntut perusahaan agar lebih fleksibel dalam memenuhi tuntutan konsumen terkait kualitas produk. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Pengendalian kualitas penting bagi perusahaan sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar, baik standar yang ditetapkan oleh perusahaan maupun badan lokal dan internasional yang mengelola standarisasi kualitas. Selain itu produk yang berkualitas ialah yang sesuai dengan harapan konsumen. Penelitian ini bertujuan menentukan cacat pada produk roti menggunakan metode Statistical Process Control dan memberikan saran perbaikan. Obyek penelitian ialah Roti Rahmat yang merupakan usaha kecil menengah.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pemilik maupun karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat produk tidak seragam sebesar 52,51%, roti hangus sebesar 24,55%, isi roti keluar sebesar 21,15%, dan lain-lain sebesar 1,97%. Berdasarkan diagram sebab akibat, diketahui bahwa faktor terbesar yang menyebabkan kecacatan produk adalah faktor proses produksi dan faktor karyawan
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Herba Kemangi (Ocimum Sanctum L) Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Pseudomonas Aeruginosa
Infectious disease is still one of the public health problems, especially in developing countries. Etiology is generally caused by Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. Basil (Ocimum sanctum L) is a plant known as lalapan which has antioxidant, anticancer and antimicrobial properties but there is not much scientific information as an antibacterial. This study aims to determine the chemical content and antibacterial activity of ethanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate and basil herb water on the growth of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa by diffusion and dilution.
Herbs are macerated using 96% ethanol. The extract obtained was then suspended with water and then fractionated with n-hexane and ethyl acetate. Basil extract and the fractions obtained were then tested for antibacterial activity at concentrations of 12.5%, 25% and 50% using the diffusion method. The MIC and MBC of the most active fractions can be known using dilution tests with concentrations of 0.78, 1.56, 3.125, 6.25%, 12.5%, 25% and 50%. Ciprofloxacin positive control 5μg/15μl and negative control using sterile 80% 5% tween. Identification of groups of compounds is done by the test tube method.
Antibacterial activity test results showed that the zone of inhibition zone in gram-negative bacteria in general tends to be larger than gram-positive bacteria. The largest inhibition zone diameter in the bacterium Pseudomonas aeruginosa in the ethyl acetate fraction basil concentration 50% with a diameter of inhibition zone (10 mm), in the Staphylococcus aureus bacteria found in the ethyl acetate fraction at a concentration of 50% has inhibitory power of (8.6 mm). The results of the identification of the chemical content showed that the extract and fraction of basil herbs contain flavonoids, saponins and steroids and tannins
Keywords: Antibacterial, Basil (Ocimum sanctum L), Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosaPenyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat khususnya di negara berkembang. Etiologi secara umum disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Herba kemangi (Ocimum sanctum L) merupakan tanaman yang dikenal sebagai lalapan ini memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antimikroba namun belum banyak informasi ilmiah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dan aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat dan air Herba kemangi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa secara difusi dan dilusi.
Herba kemangi maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian disuspensi dengan air selanjutnya difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat. Ekstrak Herba kemangi beserta fraksi yang didapatkan selanjutnya diuji aktivitas antibakterinya dengan konsentrasi 12,5%, 25% dan 50% menggunakan metode difusi. KHM dan KBM dari fraksi teraktif bisa diketahui menggunakan uji dilusi dengan konsentrasi 0,78, 1,56, 3,125, 6,25%, 12,5%, 25% dan 50%. Kontrol positif ciprofloksasin 5μg/15μl dan kontrol negatif menggunakan tween 80 5% steril. Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan metode uji tabung.
Hasil uji aktifitas antibakteri menunjukan diameter zona hambatan pada bakteri gram negatif secara umum cendrung lebih besar dibandingkan bakteri gram positif. Diameter zona hambat terbesar pada bakteri Pseudomonas aeruginosa pada fraksi etil asetat Herba kemangi konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat (10 mm), pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada fraksi etil asetat pada konsentrasi 50 % memiliki daya hambat sebesar (8,6 mm). Hasil identifikasi kandungan kimia menunjukkan bahwa dalam ekstrak dan fraksi herba kemangi mengandung senyawa flavonoid, saponin dan steroid dan tanin
Kata kunci: Antibakteri, Herba kemangi (Ocimum sanctum L), Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginos
Perbedaan Jumlah Retikulosit Sebelum dan Sesudah Pemberian Tablet Tambah Darah
Anemia is a condition where the number of red blood cells in the body is not fulfilled. Iron deficiency anemia in young women has to be taken seriously because it can cause the development disturbance. Reticulocyte is a parameter commonly used to determine the success of therapy in iron deficiency anemia, which showed the body’s physiologic response by enhancing the red blood cells production. This study aimed to find out the differences of reticulocyte count before and after administration of iron tablets on female students at Setia Budi University Surakarta. Using Randomized Control Trial, this study separated the subject randomly into control group and treatment group which received iron tablets for 7 days. The subjects were 40 female students at Setia Budi University in Surakarta. Reticulocyte count examination was carried out at the Setia Budi University Hematology Laboratory, using manual calculations with Brillant Cresyl Blue supravital staining. Data normality was tested with Saphiro Wilk and Independent t test were performed before and after 7 days administration of iron tablets between 2 groups. Reticulocyte count before supplementation in the treatment and control groups showed no significant difference (p = 0.084). After administration of iron tablets, reticulocyte count showed a significant difference (p = 0.005) between the control group and the treatment group. Effect Size exhibited p = 1.509 which meant that the effect of iron tablets supplementation was quite large. This study concluded there were significant differences in the reticulocytes count before and after the administration of iron tablets to the students of Setia Budi University, Surakarta. It is very important to take iron tablets regularly at recommended dose to prevent anemia in women of childbearing age.Anemia merupakan suatu keadaan dimana hemoglobin dan jumlah sel darah merah dalam tubuh kurang dari normal. Anemia defisiensi besi pada remaja putri perlu ditangani secara serius karena dapat menyebabkan gangguan perkembangan. Retikulosit merupakan parameter yang umum digunakan sebagai penentu keberhasilan terapi pada anemia defisiensi besi, yang menunjukkan respon fisiologis tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah retikulosit sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah pada mahasiswi Universitas Setia Budi Surakarta. Jenis penelitian ini adalah Randomized Control Trial, membagi kelompok secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pemberian tablet tambah darah selama 7 hari. Subyek penelitian adalah 40 mahasiswi Universitas Setia Budi Surakarta. Pemeriksaan hitung retikulosit dilakukan di Laboratorium Hematologi Universitas Setia Budi, menggunakan perhitungan manual dengan pewarnaan supravital Briliant Cresyl Blue. Uji normalitas data dengan Saphiro Wilk dan uji beda dengan Independent t Test dilakukan sebelum dan setelah pemberian tablet tambah darah 7 hari antara 2 kelompok. Uji beda jumlah retikulosit sebelum perlakuan pada kelompok perlakuan dan kontrol menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0.084). Uji beda jumlah retikulosit menunjukkan perbedaan yang signifikan sesudah pemberian tablet tambah darah (p=0.005) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Effect Size didapatkan hasil p=1.509 berarti bahwa efek dari pemberian tablet tambah darah tersebut cukup besar. Simpulan penelitian ini adalah adanya perbedaan yang signifikan jumlah retikulosit sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah pada mahasiswi Universitas Setia Budi Surakarta. Pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah secara teratur sesuai anjuran minum untuk mencegah anemia pada wanita usia subur
Pemanfaatan Ekstrak dan Serbuk Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima Merr) untuk Mereduksi Kadar Krom(VI) dan Kadmium(II) pada Limbah Cair Artifisial
Artificial waste is made using chrome K2Cr2O7 crystals, and cadmium from CdCl2 crystals. The purpose of this study was to determine the utilization of grapefruit skin extracts and powders in reducing the levels of chromium and cadmium. This research was carried out using artificial waste mixed with grapefruit peel extract and powder with a concentration of 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2%. Metal content was measured using the Atomic Absorption Spectrophotometry method.The results of the research on chromium content before the treatment were 46.49 ppm and after the treatment using powder levels with a concentration of 0.5%; 1%; 1.5% and 2%, are namely 29.97 ppm, 33.20 ppm, 31.05 ppm, and 33.76 ppm, while the levels of extract are 40.43 ppm, 41.94 ppm, 42.34 ppm and 48 , 23 ppm. The results of the study of cadmium metal content before treatment were 102.36 ppm and after treatment using powder levels with variations in concentration of 0.5 %%; 1%; 1.5% and 2%, namely 33.61 ppm, 20.26 ppm, 13.44 ppm, and 16.82 ppm, while the extracts are 75.45 ppm, 74.86 ppm, 80.66 ppm and 85 , 10 ppm.Limbah artifisial dibuat menggunakan logam krom (K2Cr2O7) dan logam kadmium (CdCl2). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak dan serbuk kulit jeruk bali (Citrus Maxima Merr) dalam menurunkan kadar logam krom dan kadmium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan limbah artifisial yang dicampur dengan ekstrak dan serbuk kulit jeruk bali dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Kadar logam diukur menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil penelitian kadar logam krom sebelum perlakuan kadarnya sebesar 46,49 ppm dan setelah perlakuan menggunakan serbuk kadarnya dengan variasi konsentrasi 0,5%; 1%; 1,5% dan 2% yaitu sebesar 29,97 ppm, 33,20 ppm, 31,05 ppm, dan 33,76 ppm, sedangkan pada ekstrak kadarnya sebesar 40,43 ppm, 41,94 ppm, 42,34 ppm dan 48,23 ppm. Hasil penelitian kadar logam kadmium sebelum perlakuan kadarnya sebesar 102,36 ppm dan setelah perlakuan menggunakan serbuk kadarnya dengan variasi konsentrasi 0,5%%; 1%; 1,5% dan 2% yaitu sebesar 33,61 ppm, 20,26 ppm, 13,44 ppm, dan 16,82 ppm, sedangkan pada ekstrak kadarnya sebesar 75,45 ppm, 74,86 ppm, 80,66 ppm dan 85,10 ppm
Analisis Kandungan Formalin, Boraks, dan Protein dalam Mie Basah
Wet noodles are flour-based foods and are widely consumed by the community because the processing is relatively easy. So that wet noodles are more durable and more chewy, sometimes wet noodles are added with formalin and borax. Therefore this study will analyze the formalin and borax content in wet noodles. According to SNI 2987: 2015 there should be no formalin and borax preservatives in wet noodles, and the minimum level of protein is 9.5%. Determination of qualitative analysis of formaldehyde using color testing while qualitative analysis of borax uses a flame test. Determination of protein content in wet noodle samples using the Kjeldahl method. Based on the results of research on 3 samples of wet noodles sold at Pasar Gedhe, Surakarta City and its surroundings, negative or no formaldehyde and borax results were obtained, so they meet the quality requirements of wet noodles based on SNI 2987 : 2015. The average protein content in wet noodles is very small in sample A of 0.31%, sample B is 1, 22% and sample C is 2.61%, so they do not meet the quality requirements of wet noodles based on SNI 2987 : 2015.Mie basah adalah salah satu makanan berbahan dasar tepung dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena relatif mudah diolah. Agar Mie basah lebih awet dan lebih kenyal,terkadang mie basah tersebut ditambah dengan formalin dan boraks. Penelitian ini akan menganalisis kandungan formalin dan boraks pada mie basah. Menurut SNI 2987:2015 tidak boleh ada pengawet formalin dan boraks dalam mie basah, serta kadar minimum protein adalah sebesar 9,5%. Penentuan analisis kualitatif formalin menggunakan uji warna sedangkan analisis kualitatif boraks menggunakan uji nyala. Penentuan kadar protein pada sampel mie basah menggunakan metode Kjeldahl. Pada 3 sampel mie basah yang dijual Pasar Gedhe Kota Surakarta dan sekitarnya diperoleh hasil yang negatif atau tidak mengandung formalin dan boraks, sehingga memenuhi syarat mutu mie basah berdasarkan SNI 2987 : 2015. Rata-rata kadar protein dalam mie basah sangatlah kecil pada sampel A sebesar 0,31 %, sampel B sebesar 1, 22% dan sampel C sebesar 2,61%, sehingga tidak memenuhi syarat mutu mie basah berdasarkan SNI 2987 : 2015
Aktivitas Antiparkinson Ekstrak Rosella (Hibiscus Sabbdariffa L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley Yang Diinduksi Haloperidol
Parkinson's disease is a disease caused by decreased dopamine levels in pars compacta substantia nigra. Dopamine is closely related to antioxidants, because antioxidants can reduce free radicals that damage dopamine-producing cells. Rosella is one plant that has antioxidant content of flavonoids, saponins, and alkaloids. The purpose of this study was to determine the effect of roselle extract on the decrease of symptoms of Parkinson's disease.This research uses Sprague dawley rodents as 35 rats, divided into 7 groups. Group I (healthy control) was given aquadestillata po, group II (negative control) was given CMC-Na 0.5% po, group III (positive control I) was given levodopa 27 mg / kgbw po, group IV (positive control II) E 180 IU / kgbw rat po Groups V, VI, and VII were given 150 consecutive doses of rosella; 300; 600 mg / kgbw p.o. The whole group was induced with haloperidol at the 45th minute after treatment except in group I (healthy control). Then tested with a catalepsy bar test, recorded the latency time expressed in the score and rota test rod, recorded time latency in seconds on days 0, 4, 7, 11, and 14.The results showed that roselle extract gave antiparkinson effect on white rat of the haloperidol-induced Sprague dawley rod. The effective dose of rosella in reducing Parkinson's symptoms is 300 mg / kgbwPenyakit parkinson merupakan penyakit yang disebabkan karena penurunan kadar dopamin pada pars compacta substantia nigra. Dopamin erat kaitannya dengan antioksidan, karena antioksidan dapat mengurangi radikal bebas yang merusak sel-sel penghasil dopamin. Rosella adalah salah satu tanaman yang mempunyai kandungan antioksidan yaitu flavonoid, saponin, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak rosella terhadap penurunan gejala penyakit parkinson.Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih galur Sprague dawley sebanyak 35 ekor, tikus dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok I (kontrol sehat) diberi aquadestillata p.o, kelompok II (kontrol negatif) diberi CMC-Na 0,5 % p.o, kelompok III (kontrol positif I) diberi levodopa 27 mg/kgbb p.o, kelompok IV (kontrol positif II) diberi vitamin E 180 IU/kgbb tikus p.o. Kelompok V, VI, dan VII diberi ekstrak rosella dosis berturut-turut 150; 300; 600 mg/kgbb p.o. Seluruh kelompok diinduksi dengan haloperidol pada menit ke-45 setelah perlakuan kecuali pada kelompok I (kontrol sehat). Kemudian diuji dengan catalepsy bar test, dicatat waktu latensi yang dinyatakan dalam skor dan rota rod test, dicatat waktu latensi dalam detik pada hari ke 0, 4, 7, 11, dan 14.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rosella memberikan efek antiparkinson pada tikus putih galur Sprague dawley yang diinduksi haloperidol. Dosis efektif rosella dalam menurunkan gejala parkinson adalah 300 mg/kg b