Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PRODUKSI BAGIAN CUTTING PT. ARGO MANUNGGAL TRIASTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan work engagement pada karyawan produksi bagian cutting di PT. Argo Manunggal Triasta Salatiga. Hipotesis yang diajukan adalah ada korelasi positif signifikan antara resiliensi dengan work engagement pada karyawan produksi bagian cutting. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan produksi bagian cutting di PT. Argo Manunggal Triasta Salatiga sebanyak 81 karyawan. Pengumpulan data di lakukan dengan skala resiliensi dan skala work engagement. Analisis data menggunakan metode korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara resiliensi dengan work engagement dengan nilai r = 0,732 dan signifikansi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi work engagement yang di miliki pada karyawan produksi bagian cutting di PT. Argo Manunggal Triasta Salatiga
PEMANFAATAN KULIT JERUK UNTUK PEMBUATAN LOTION ANTI NYAMUK SEBAGAI UPAYA LINGKUNGANKU BEBAS SAMPAH DAN BEBAS NYAMUK
Community service activities regarding my environment free of rubbish and mosquito-free in the Kadipiro sub-district of Surakarta City were carried out with the aim of increasing awareness of the importance of waste management and management into usable goods. The goal of this service is to provide knowledge and skills to the Kadipiro community in utilizing organic waste that has the potential to be mosquito repellent. The skills that will be given to the community are training in making citrus peel to be made into an anti-mosquito lotion that can be used directly by the community to prevent dengue fever and training of larva (jumantik) monitoring cadres in each RT located in RW 18 Kadipiro Surakarta. The method used to achieve this goal is to provide training on how to make mosquito repellent with orange peel base material, mentoring jumantik cadres and cultivating plants that have the potential to be mosquito repellentKegiatan Pengabdian Kepada masyarakat mengenai Lingkunganku bebas Sampah dan Bebas Nyamuk di Kelurahan Kadipiro Kota Surakarta dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan pengelolaan menjadi barang yang dapat digunakan.
Sasaran pada pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat Kadipiro dalam memanfaatkan sampah organik yang berpotensi sebagai anti nyamuk. Ketrampilan yang akan diberikan kepada masyarakat yaitu pelatihan pembuatan dari kulit buah jeruk yang akan dibuat menjadi lotion antinyamuk yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat untuk mencegah penyakit demam berdarah serta pelatihan kader juru pemantau jentik (jumantik) disetiap RT yang ada dikelurahan RW 18 Kadipiro Surakarta.
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah memberikan pelatihan cara membuat lotian anti nyamuk dengan bahan dasar kulit jeruk, pendampingan kader jumantik dan membudidayakan tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai anti nyamuk
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Metode Azidemet Hemoglobin dan Cyanide-Free
Hemoglobin (Hb) adalah komponen utama sel darah merah atau eritrosit yang terdiri dari heme dan globin. Pemeriksaan Hb otomatis dapat dilakukan diantaranya dengan metode Azidemet Hb pada alat Point Of Care Testing (POCT) dan metode Cyanide-free pada alat Hematology Analyzer. Penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan Hb metode Azidemet Hb dan Cyanide- free.
Penelitian bersifat observasi analitik cross sectional, dilakukan pada 78 sampel menggunakan alat Quick Chek dan Cell Dyn Ruby di Instalasi Patologi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi di Surakarta pada bulan Mei - Juni 2017, digunakan uji perbedaan Independent Sample T-Test dan Paired Sample T-Test dengan signifikansi 0,05 dan interval kepercayaan (IK) Karakteristik subjek penelitian mean ± Standard Deviation (SD) umur 51,6 ± 12,89 tahun, perempuan 50 (64,1 %), laki-laki 28 (35,9 %). Hasil mean ± SD kadar Hb metode Azidemet Hb (darah kapiler), Cyanide-free (darah vena), dan Azidemet Hb (darah vena) adalah 11,75 ± 1,65 g/dl, 11,57 ± 1,77 g/dl, dan 11,43 ±1,65 g/dl.
Tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0,51) hasil pemeriksaan Hb metode Azidemet Hb (darah kapiler) dan Cyanide-free (darah vena). Ada perbedaan yang signifikan (p = 0,01) hasil pemeriksaan Hb metode Azidemet Hb (darah vena) dan Cyanide-free (darah vena). Metode Azidemet Hb disarankan hanya digunakan untuk sampel darah kapiler, perlu penelitian lebih lanjut dengan metode dan jenis sampel yang lain.
Kata kunci : Hemoglobin, metode Azidemet Hb, metode Cyanide-fre
Uji Resistensi Antibiotik Staphylococcus aureus Isolat Kolam Renang
One of the bacteria contaminating many swimming pools in Tangerang is Staphylococcus aureus. This research is conducted to identify the resistance of Staphylococcus aureus isolates found in swimming pools in Tangerang to antibiotic. The research was started with isolation of S. aureus from swimming pools in Tangerang using a selective medium of MSA (Manitol Salt Agar), followed by gram staining, catalase test and coagulase test. Antibiotic resistance test was performed using Kirby-Bauer disk diffusion method based on the recommendation of Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI). As many as 12 isolates of S. aureus found in swimming pools in Tangerang were tested on five types of antibiotic i.e. AMP (amphycillin) (10µg), CIP (ciprofloxacin) (5µg), TET (tetracycline) (30µg), OXA (oxacillin) (1µg), and FOS (fosfomycin) (200µg). The results of the research show Staphylococcus aureus isolates found in swimming pools in Tangerang has varying degree of resistance to antibiotic. All the tested Staphylococcus aureus isolates are sensitive to amphycillin, ciprofloxacin, tetracycline, and oxacillin. Moreover, there are 8 isolates resistant to fosfomycin and 4 isolates sensitive to fosfomycin.Kolam renang merupakan fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai tempat rekreasi dan wahana berolahraga. Namun air yang digunakan untuk mengisi kolam renang itu sendiri seringkali tidak luput dari kontaminasi mikroorganisme yang dapat berperan sebagai patogen oportunistik pada manusia. Salah satu bakteri yang telah mengkontaminasi kolam renang di Kota Tangerang adalah bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui resistensi bakteri Staphylococcus aureus isolat kolam renang Kota Tangerang terhadap antibiotik. Penelitian diawali dengan isolasi S. aureus dari kolam renang Kota Tangerang yang dilakukan dengan media selektif MSA (Manitol Salt Agar), dilanjutkan dengan pewarnaan gram, uji katalase serta uji koagulase. Uji resistensi antibiotik dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby Bauer sesuai rekomendasi Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI). Sebanyak 12 isolat S. aureus Kolam Renang Kota Tangerang diuji resistensinya terhadap lima jenis antibiotik, yaitu AMP (amphycillin) (10µg), CIP (ciprofloxacin) (5µg), TET (tetracycline) (30µg), OXA (oxacillin) (1µg), dan FOS (fosfomycin) (200µg). Hasil penilitian menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus isolat kolam renang Kota Tangerang memiliki resistensi yang berbeda terhadap antibiotik. Semua isolat Staphylococcus aureus yang diuji bersifat sensitif antibiotik amphycillin, ciprofloxacin, tetracycline, oxacillin. Sedangkan terhadap antibiotik fosfomycin, terdapat 8 isolat yang bersifat resisten dan 4 isolat yang bersifat sensitif
ANALISIS LOGAM BERAT Pb PADA SAUS TOMAT DAN SAUS CABAI YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
ABSTRACT
Saus adalah cairan kental yang terbuat dari tomat atau cabai yang mempunyai aroma merangsang mengandung air dalam jumlah yang besar, asam, gula, garam dan pengawet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya logam timbal serta untuk mengetahui berapa kadar cemaran logam timbal tersebut dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom kemudian dibandingkan dengan ketentuan SNI. Sampel dipilih secara acak. Sampel ditimbang sebanyak ± 5 gram kemudian dikeringkan kemudian dimasukkan ke dalam muffle furnace dan diabukan. Abu dimasukkan dalam beaker glass, dilarutkan dalam larutan aquaregia ± 5 ml kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 10,0 ml. Sampel dalam bentuk larutan dianalisis dengan alat spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel A, C, D mengandung Pb sedangkan sampel B tidak mengandung Pb. Kadar logam timbal (Pb) sampel A = 0,55695 ± 1,947 x 10-1, sampel B = 0,00 mg/kg, sampel C = 0,49995 ± 8,93 x 102 mg/kg dan sampel D = 0,51198 ± 0,2 mg/kg. Kadar logam timbal (Pb) dalam semua sampel saus tomat dan saus cabai yang dianalisis tidak melebihi batas maksimum ketentuan SNI 01-3549-2004 (A dan B) yaitu 1,0 mg/kg dan SNI 01-2976-2006 (C dan D) yaitu 2,0 mg/kg.
Kata kunci : saus, logam timbal (Pb), SSA
ABSTRACT
Sauce is a kind of thick liquid which made of tomato or chili, it has a strong aromatic and taste that contains a lot of water, sour, sugar, salt and concentration stuff. The experiment to knowledge there or not of lead and to knowledge how much concentration of lead by using Atomic Absorbtion Spectrofotometric and then it will be compared with SNI. This method taken with random. Sample weighed in ± 5 grams and it is dried in the ovened kept in the muffle furnace and burned it out. The ash put into the beaker glass and the nex dissolved ± 5 ml of aquaregia and then put into dosage flask 10 ml. The liquid analized with the Atomic absorbtion Spectrofotometric. Sample contains of timbale is A, C, D and sample B not contains of timbale. The content of sauce are . All the content of tomato and chili sauce not more than 1,0 mg/kg (sample A and B) and 2,0 mg/kg (sample C and D) so can be declared that they still fill requiremdent that decided by SNI.
Key word : sauce, lead (Pb), SS
Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanolik Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap Larva Culex sp. Instar III
Culex sp. larvae is a vector of filariasis. The prevention effort is by controlling the presence of Culex sp. Citronella grass is known to contain secondary metabolite which is useful as plant-based insecticides. This research was conducted to determine the toxicity of the ethanolic extract of citronella grass on the mortality of Culex sp. III instar.The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) research design, the treatment that was tried was reagent control; negative control; 250 ppm; 353 ppm; 498 ppm; 702 ppm; 991 ppm; 1397 ppm; 1970 ppm, three replications for each treatment. Variables observed were larvae mortality in various concentrations. Larvae mortality was calculated after 24 hours. The data obtained were analyzed using the kruskal wallis test and the man whitney test with SPSS 21 application to determine the LC50value using probit analysis.The results indicate that the ethanolic extract of citronella grass functioned as larvasideonCulex sp. larvae III instar. The higher the concentration of citronella grass extract used, the greater the mortality percentage of Culex sp. larvae. III instar. The concentration of 991 ppm was the most effective concentration and the LC50value was 1036,54 ppm. The conclusion of this research is the ethanolic extract of citronella grass (Cymbopogonnardus L.) has larvicidal activity on Culex sp. larvae. III instar.Nyamuk Culex sp. merupakan vektor filariasis. Upaya pencegahannya adalah dengan mengendalikan keberadaan nyamuk Culex sp. Serai wangi diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai insektisida nabati. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui daya toksisitas ekstrak etanolik daun serai wangi terhadap mortalitas larva Culex sp. instar III.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL), perlakuan yang diujikan berupa kontrol reagen; kontrol negatif; 250 ppm;353 ppm; 498 ppm; 702 ppm; 991 ppm; 1397 ppm; 1970 ppm, masing-masing diulangtiga kali. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva pada berbagai konsentrasi. Mortalitas larva dihitung setelah 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kruskal wallis dan uji man whitney dengan aplikasi SPSS 21 serta untuk menentukan nilai LC50 menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun serai wangi berfungsi sebagai larvasida terhadap larva Culex sp. instar III. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun serai wangi yang digunakan maka semakin besar persentase mortalitas larva Culex sp. instar III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 991 ppm merupakan konsentrasi paling efektif dan nilai LC50 adalah 1036,54 ppm. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstak etanolik daun serai wangi (Cymbopogon nardus L.) memiliki aktivitas sebagai larvasida terhadap larva Culex sp. instar III
Sensor Ultrasonic dan Servo Motor untuk Selection Belt Conveyor Prototype Berbasis Arduino
The purpose of this article publication is to present a prototype of selection belt conveyor design. Requirement specification which is the basis of design is a conveyor equipped with an object height detection device and a selection based on object height. This research was carried out with the sketch design stages using SketchUp software, planning the wiring scheme with the help of the Fritzing software, designing the Arduino microcontroller program code, assembling the conveyor belt and functional testing. The results of trials conducted with three repetitions showed that the prototype was operational as expected specification specifications. The prototype is able to detect objects moving through the ultrasonic sensor, then the servo motor's hand is able to make selections of objects whose height corresponds. Three output basket boxes contain three objects of the same selection.Tujuan publikasi artikel ini adalah mempresentasikan rancang bangun prototype of selection belt conveyor. Requirement specification yang menjadi dasar perancangan adalah sebuah conveyor yang dilengkapi dengan perangkat pendeteksi tinggi benda dan penyeleksi berdasarkan tinggi objek. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan desain sketsa menggunakan software SketchUp, perencanaan skema pengkabelan dengan bantuan software Fritzing, perancangan kode program mikrokontroler Arduino, perakitan belt conveyor dan ujicoba fungsional. Hasil ujicoba yang dilakukan dengan tiga kali repetisi memperlihatkan bahwa prototipe mampu operasional sebagaimana requirement specification yang diharapkan. Prototipe mampu mendeteksi objek benda yang bergerak melewati sensor ultrasonic, kemudian tangan motor servo mampu melakukan seleksi terhadap objek yang tingginya bersesuaian. Tiga box keranjang output berisi tiga objek hasil seleksi yang sama tingginya
Perbedaan Derajat Aglutinasi Uji Golongan Darah Berdasarkan Teknik Penanganan Sampel dalam Pembuatan Suspensi Sel Darah Merah
Pre transfusion testing is a very essential part of blood transfusion procedure. In some types of pretransfusion test, suspension of red blood cells is required. This cell suspension is made to optimize the antigen-antibody reaction so that the on going reaction can be clearly observed. The practice of determining blood type needs a suspension of red blood cells, which its washing phase is a time-consuming. The type of sample used can be whole blood with anticoagulants or frozen blood samples. Due to time constraints, the standard procedures were modified. This study aimed to determine the differences in the degree of agglutination of blood type testing based on the handling samples’ techniques in the manufacture of red blood cell suspensions. Blood group testing was done by the tube method on venous blood samples with different sample handling techniques: frozen blood samples without anticoagulants with storage, fresh blood samples with direct addition of 0.9% NaCl, and EDTA anticoagulant blood samples with refrigerator storage 8 - 24 hours at 40C. The number of samples for each type of treatment is 30 samples, and an assessment of the degree of agglutination in the blood group test is carried out by 2 analysts. There were differences in the mean degree of aglutination between the 3 suspensi-making techniques with NaCl samples (Mean = 3.88; SD = 0.32), frozen samples (Mean = 3.93; SD = 0.25), and EDTA samples (Mean = 3.98; SD = 0.13), but the mean differences was not statistically significant (p> 0.05), so it can be concluded that the three types of samples could be used to replace one another as a comparable sample alternative in making red blood cell suspension to measure ABO cell grouping method.Pemeriksaan laboratorium sebelum pemberian transfusi darah (pretransfusion testing) merupakan bagian yang sangat vital dalam kegiatan transfusi. Pada beberapa jenis uji pra transfusi membutuhkan suspensi sel darah merah. Pembuatan suspensi sel bertujuan untuk mengoptimalkan reaksi antigen-antibodi sehingga reaksi yang muncul dapat diamati dengan jelas. Praktek kerja penentuan golongan darah menggunakan suspensi sel darah merah, di mana dalam penyediaannya menggunakan fase pencucian yang memakan waktu. Jenis sampel yang digunakan dapat berupa whole blood dengan antikoagulan ataupun sampel darah beku. Karena keterbatasan waktu, maka modifikasi dilakukan pada prosedur baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat aglutinasi uji golongan darah berdasarkan teknik penanganan sampel dalam pembuatan suspensi sel darah merah. Uji golongan darah Cell Grouping metode tabung dilakukan pada sampel darah vena dengan teknik penanganan sampel yang berbeda yaitu, sampel darah beku tanpa antikoagulan dengan penyimpanan, sampel darah segar dengan langsung penambahan NaCl 0,9%, dan sampel darah antikoagulan EDTA dengan penyimpanan dalam refrigerator 8 – 24 jam dengan suhu 40C. Jumlah sampel untuk tiap jenis penanganan ada 30 sampel, dan dilakukan penilaian derajat aglutinasi pada uji golongan darah, dilakukan oleh 2 analis. Hasil mean derajat agutinasi dibedakan antara 3 teknik pembuatan suspensi dengan sampel NaCl (Mean= 3.88; SD= 0.32), sampel beku (Mean= 3.93; SD= 0.25), dan sampel EDTA (Mean= 3.98; SD= 0.13), namun perbedaan mean tersebut secara statistik tidak signifikan (p>0.05), sehingga dapat disimpulkan ketiga jenis sampel bisa digunakan untuk menggantikan satu dengan lainnya sebagai alternatif sampel yang sebanding dalam pembuatan suspensi sel darah merah untuk menentukan golongan darah ABO metode cell grouping
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun dan Daging Buah Berenuk(Crescentia cujete, Linn.) terhadapCandida albicans ATCC 1023
Candida albicans is the cause of opportunistic candidiasis which is a fungal infection with the highest incidence. Candidiasis is a disease that can attack the oral cavity, mucous membranes, and genital areas. Indonesia is a country that is rich in biodiversity and people have used more than 6,000 species of plants as medicines and protection needs. One of the herbs that can be used as an alternative treatment for candidiasis is Calabash (Crescentia cujete, Linn.) Which has not been much studied. Throwing contains alkaloids, flavonoids, phenols and tannins which can damage the cell wall of Candida albicans. The purpose of this study was to determine the antifungal activity of leaves and fruit of Calabash (Crescentia cujete, Linn) against Candida albicans ATCC 1023 and determine the maximum concentration as an antifungal. This research is an experimental laboratory research. The test method used is the disk diffusion method. The extraction method used is ethanol maceration. The results showed that the leaves and fruit of Calabash had an antifungal activity against Candida albicans ATCC 1023. The maximum concentration of the extracts of the Calabash was 25% with inhibition zone diameters of 15 ± 0.8 mm and 9.33 ± 0, 57 mm.Candida albicans adalah penyebab kandidiasis oportunistik yang merupakan infeksi jamur dengan insiden tertinggi. Kandidiasis adalah suatu penyakit yang dapat menyerang rongga mulut, selaput lendir, dan daerah genitalia. Indonesia mempunyai banyak sekali tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai herbal dari 6.000 spesies tumbuhan sebagai kebutuhan obat-obatan dan perlindungan. Berenuk (Crescentia cujete, Linn.) banyak terdapat di Indonesia tapi belum banyak diketahui khasiatnya dan belum banyak diteliti. Berenuk mengandung alkaloid, flavonoid, fenol dan tanin yang bisa merusak dinding sel Candida albicans. Penelitian ini dilakukan menguji ada tidaknya aktivitas daun dan buah berenuk (Crescentia cujete, Linn) untuk menghambat atau membunuh Candida albicans ATCC 1023 dan mengetahui konsentrasi yang paling maksimal sebagai antijamur. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratoris. Metode pengujian yang dipakai adalah metode difusi cakram. Metode ekstraksi yang dipakai adalah maserasi etanol. Hasil penelitian menunjukkan daun dan buah berenuk mempunyai aktivitas sebagai antijamur terhadap Candida albicans ATCC 1023. Konsentrasi ekstrak daun dan daging buah berenuk yang paling maksimal adalah 25% dengan diameter zona hambat masing-masing 15 ± 0,8 mm dan 9,33 ± 0,57 mm
PENYUSUNAN SKALA SIKAP TERHADAP PELAJARAN PRAKTIS
Penelitian bertujuan untuk menyusun Skala Sikap terhadap pelajaran Praktis yang memenuhui proprertis psikometris yang baik: valid, reliabel, praktis, terstandardisasi dan bermanfaat. Skala terdiri dari pelajaran Seni Budaya, Muatan Lokal, Olahraga, dan Teknologi Informasi dan Komputer. Sikap meggunakan teori Charles Osgood, terdiri dari komponen: potensi, aktivitas, evaluasi. Skala menggunakan teknik penskalaan semantif differensial dengan kontinum 1-7. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total subjek N=694 terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa. Uji kecocokan model menghasilkan KMO > 0,900 dan BTS dengan LOS 0,000 sehingga data layak untuk analisis faktor. Hasil analisis faktor konfirmatori dengan metode varimaks mengkonfirmasi ketiga faktor pembentuk alat ukur tersebut. Aitem final skala menggunakan aitem dengan muatan faktor > 0,700 yang terdiri dari tiga aitem setiap sub skala. Skala dibuat dalam dua bentuk; utama dan paralel; dimana ujian Mean (M), varians (S²) dan korelasi (rxy) menghasilkan koefisien yang setara. Uji reliabilitas tes paralel menghasilkan koefisien ekivalensi рxx’’ >0,75. Skala menggunakan norma kriteria dengan lima klasifikasi. Skala dapat digunakan untuk pembelajaran, evaluasi, uji kriteria alat ukur lain, peminatan SMA dan penjurusan kuliah. Skala tersebut memiliki validitas faktorial yang sangat memuaskan, reliabilitas yang baik, jumlah aitem yang sedikit, norma yang jelas, serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Penelitian berikutnya melakukan uji validitas dengan berbagai kriteria untuk mendukung validitas konstrak