Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
Suhartinah PEMBERDAYAAN KADER PKK KELURAHAN NUSUKAN BANJARSARI SURAKARTA DENGAN PELATIHAN KETRAMPILAN PEMBUATAN SWEET CANDY DARI EKSTRAK BUNGA ROSELLA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
Antioksidan saat ini sudah menjadi senyawa yang paling diandalkan terkait pencegahan paparan radikal bebas. Pemanfaatan kelopak bunga rosella sebagai antioksidan dan berbagai aktivitas farmakologis yang potensial sudah banyak dilaporkan. Kelopak bunga rosella mengandung senyawa antosianin yang banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan dan bahan tambahan pangan terutama sebagai zat pewarna dan perasa. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan permen diharapkan dapat mengkondisikan selain menikmati rasa manisnya juga memperoleh asupan zat antosianinnya.
Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan ketrampilan dalam pemanfaatan ekstrak bunga Rosella untuk pembuatan sweet candy kepada kader PKK kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Kegiatan pengabdian diawali dengan penjelasan tentang kelopak bunga rosella dari kandungan fitokimianya sampai dengan pemanfaatannya untuk terapi yang dibuktikan dengan beberapa jurnal dan laporan penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sweet candy kepada para kader PKK. Kegiatan pelatihan dibagi dalam beberapa tahapan dimulai dari tutorial kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dari tim pengabdi dan diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan kegiatanAntioksidan saat ini sudah menjadi senyawa yang paling diandalkan terkait pencegahan paparan radikal bebas. Pemanfaatan kelopak bunga rosella sebagai antioksidan dan berbagai aktivitas farmakologis yang potensial sudah banyak dilaporkan. Kelopak bunga rosella mengandung senyawa antosianin yang banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan dan bahan tambahan pangan terutama sebagai zat pewarna dan perasa. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan permen diharapkan dapat mengkondisikan selain menikmati rasa manisnya juga memperoleh asupan zat antosianinnya.
Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan ketrampilan dalam pemanfaatan ekstrak bunga Rosella untuk pembuatan sweet candy kepada kader PKK kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Kegiatan pengabdian diawali dengan penjelasan tentang kelopak bunga rosella dari kandungan fitokimianya sampai dengan pemanfaatannya untuk terapi yang dibuktikan dengan beberapa jurnal dan laporan penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sweet candy kepada para kader PKK. Kegiatan pelatihan dibagi dalam beberapa tahapan dimulai dari tutorial kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dari tim pengabdi dan diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan kegiata
TRANSFER TEKNOLOGI PENINGKATAN MUTU DAN UMUR SIMPAN ABON SAPI DI UKM NYI UPIK DESA PAMIJEN SOKARAJA
UKM Nyi Upik yang terletak di Desa Pamijen Sokaraja Banyumas merupakan salah satu industri rumah tangga yang mengolah daging sapi menjadi abon, dengan total produksi 50 kg per bulan. Selama ini sudah dipasarkan melalui media online. Permasalahan yang dihadapi adalah kadar minyak yang masih tinggi, kapasitas produksi rendah, serta belum ada informasi nilai gizi (nutrition fact). Selain itu masih diperlukan cool storage untuk bahan baku dan bumbu, alat pemasak yang lebih efisien untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta perbaikan mutu kemasan. Tujuan dan target khusus yang hendak dicapai adalah meningkatkan kuantitas dan mutu produk abon terutama dari segi keawetan dan perbaikan kemasan dalam mempertahankan mutu guna meningkatkan penjualan dan daya saing produk. Kelompok sasaran kegiatan adalah UKM Abon Nyi Upik. Metode yang digunakan: 1) penyuluhan; 2) praktik pembuatan produk abon dengan metode deep frying serta perbaikan kemasan dilengkapi dengan spesifikasi produk dan nutrition fact serta perbaikan dalam pengelolaan bahan baku dan bumbu. Penggunaan kompor dengan tingkat perapian yang lebih tinggi dapat mempersingkat waktu produksi yaitu dalam proses perebusan daging dari 3 jam menjadi hanya 1.5 jam, selain itu dalam proses penggorengan dihasilkan abon yang lebih kering. Penggunaan wajan dengan ukuran yang lebih besar (Ø= 80 cm) lipat dapat meningkatkan kapasitas produksi, proses pengeringan yang lebih seragam dan tekstur produk lebih krispi. Perbaikan kemasan yaitu penggunaan kemasan zipper lock dan labelling yang lebih baik yaitu dilengkapi dengan nutrition fact akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.UKM Nyi Upik yang terletak di Desa Pamijen Sokaraja Banyumas merupakan salah satu industri rumah tangga yang mengolah daging sapi menjadi abon, dengan total produksi 50 kg per bulan. Selama ini sudah dipasarkan melalui media online. Permasalahan yang dihadapi adalah kadar minyak yang masih tinggi, kapasitas produksi rendah, serta belum ada informasi nilai gizi (nutrition fact). Selain itu masih diperlukan cool storage untuk bahan baku dan bumbu, alat pemasak yang lebih efisien untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta perbaikan mutu kemasan. Tujuan dan target khusus yang hendak dicapai adalah meningkatkan kuantitas dan mutu produk abon terutama dari segi keawetan dan perbaikan kemasan dalam mempertahankan mutu guna meningkatkan penjualan dan daya saing produk. Kelompok sasaran kegiatan adalah UKM Abon Nyi Upik. Metode yang digunakan: 1) penyuluhan; 2) praktik pembuatan produk abon dengan metode deep frying serta perbaikan kemasan dilengkapi dengan spesifikasi produk dan nutrition fact serta perbaikan dalam pengelolaan bahan baku dan bumbu. Penggunaan kompor dengan tingkat perapian yang lebih tinggi dapat mempersingkat waktu produksi yaitu dalam proses perebusan daging dari 3 jam menjadi hanya 1.5 jam, selain itu dalam proses penggorengan dihasilkan abon yang lebih kering. Penggunaan wajan dengan ukuran yang lebih besar (Ø= 80 cm) lipat dapat meningkatkan kapasitas produksi, proses pengeringan yang lebih seragam dan tekstur produk lebih krispi. Perbaikan kemasan yaitu penggunaan kemasan zipper lock dan labelling yang lebih baik yaitu dilengkapi dengan nutrition fact akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk
PEMERIKSAAN KOLESTEROL PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI RW 13 KELURAHAN NUSUKANKECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA
Kelurahan Nusukan adalah salah satu kelurahan yang terdapat pada kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kawasan ini mempunyai jumlah penduduk usia lanjut yang cukup banyak. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, kelurahan Nusukan terutama di RW 13 sudah terdapat Posyandu lansia, namun dalam pelaksanaannya jarang sekali dilakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya pemeriksaan kadar kolesterol. Padalah beberapa lansia ditengarai menderita hipertensi bahkan dengan beberapa komplikasi.Oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan kadar kolesterol dan tekanan darah agar warga lansia di RW 13 kelurahan Nusukan dapat memantau kondisi kesehatannya dengan lebih mudah.
Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan gambaran bagi lansia tentang kadar kolesterol total dan memberikan penyuluhan tentang pengaturan pola hidup sehat bagi penderita hipertensi.
Dari 27 lansia yang diperiksa diketahui bahwa ada 22 lansia dengan tekanan darah diatas normal dan 5 lansia dengan kadar kolesterol diatas normal, dan setelah dilakukan penyuluhan terdapat penurunan sebesar 28% pada tekanan darah dan 4% pada kadar kolesterolKelurahan Nusukan adalah salah satu kelurahan yang terdapat pada kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kawasan ini mempunyai jumlah penduduk usia lanjut yang cukup banyak. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, kelurahan Nusukan terutama di RW 13 sudah terdapat Posyandu lansia, namun dalam pelaksanaannya jarang sekali dilakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya pemeriksaan kadar kolesterol. Padalah beberapa lansia ditengarai menderita hipertensi bahkan dengan beberapa komplikasi.Oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan kadar kolesterol dan tekanan darah agar warga lansia di RW 13 kelurahan Nusukan dapat memantau kondisi kesehatannya dengan lebih mudah.
Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan gambaran bagi lansia tentang kadar kolesterol total dan memberikan penyuluhan tentang pengaturan pola hidup sehat bagi penderita hipertensi.
Dari 27 lansia yang diperiksa diketahui bahwa ada 22 lansia dengan tekanan darah diatas normal dan 5 lansia dengan kadar kolesterol diatas normal, dan setelah dilakukan penyuluhan terdapat penurunan sebesar 28% pada tekanan darah dan 4% pada kadar kolestero
Isolasi dan Identifikasi Jamur Xerofilik pada Jamu Serbuk Pegal Linu di Mojosongo, Surakarta
Jamur xerofilik sering tumbuh pada produk yang kering, seperti jamu serbuk dan rempah-rempah (Askun dkk, 2007). Produk yang terkontaminasi jamur xerofilik berpotensi mengandung mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi keberadaan jamur xerofilik pada jamu serbuk pegal linu di Mojosongo, Surakarta.
Penelitian ini termasuk penelitian observasional, pengambilan sampel dilakukan secara random. Sampel jamu serbuk pegal linu diambil di wilayah Mojosongo, Surakarta terdiri dari 2 sampel jamu ber merk (sampel A dan B) dan 2 sampel jamu tidak ber merk (sampel C dan D). Inokulasi dilakukan dengan tehnik taburan pada media DG 18 (Dichloran 18% Gliserol). Dari hasil penelitian ini terbukti bahwa secara mikologis, jamu yang tidak ber merk belum tentu kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan jamu yang ber merk. Jumlah koloni pada jamu tidak ber merk lebih sedikit dibandingkan jumlah koloni pada jamu ber merk. Hasil inkubasi ke empat sampel jamu pegal linu semuanya menunjukkan adanya kontaminasi jamur xerofilik. Pada sampel A (ber merk) ditemukan ada 4 jenis jamur yaitu, E. chevalieri, E. amstlelodami, E. herbariorum dan E. repens. Jamur yang tumbuh pada sampel B (ber merk) ada 7 jenis yaitu, Eurotium repens, Eurotium chevalieri, Eurotium amstelodami, Aspergillus niger, Fusarium solani, Absidia corymbifera, dan Neosatorya fisheri. Jamur yang tumbuh pada sampel C (tidak ber merk) ada 6 jenis yaitu, Eurotium repens, A. candidus, A. niger, A. fumigatus, Moniliella suaveolens dan Epicoccum nigrum. Jamur yang tumbuh pada sampel D (tidak bermerk) ada 2 jenis yaitu, A. ochraceus dan A. terreus.
Kata kunci : xerofilik, jamu serbuk, pegal lin
Potensi Antibakteri Isolat Bakteri Endofit dari Tanaman Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) Terhadap Klebsiella pneumoniae dan Salmonella typhi
This study aims to determine the isolates of purwoceng endophytic bacteria as antibacterial. Antibacterial testing was carried out using the well diffusion method. Potential endophytic bacterial isolates were first inoculated into liquid fermentation media for 52 hours and then extracted using n-hexane solvent. This crude extract is used for antibacterial testing against K. pneumoniae and S. typhi. The antibacterial activity of endophytic bacteria isolates using MHA (Mueller Hinton Agar) media with a thickness of 6 mm and a well diameter of 5 mm. The results showed that the isolates of purwoceng endophytic bacteria could not inhibit the growth of K. pneumoniae and S. typhi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri endofit purwoceng sebagai antibakteri. Pengujian antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Isolat bakteri endofit potensial terlebih dahulu diinokulasi ke dalam media fermentasi cair selama 52 jam dan selanjutnya dilakukan proses ekstraksi menggunakan pelarut n-Heksan. Ekstrak kasar ini digunakan untuk pengujian antibakteri terhadap K. pneumoniae dan S. typhi. Aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit menggunakan media MHA (Mueller Hinton Agar) dengan ketebalan 6 mm dan ukuran diameter sumuran 5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit tanaman purwoceng tidak dapat menghambat pertumbuhan K. pneumoniae dan S. typhi
Korelasi Rasio Aspartate Aminotransferase - Alanine Aminotransferase dengan Profil Hematologi pada Peminum Alkohol
Toxicity due to alcohol is the most common cause of liver disease and ranks health resources worldwide. In developed countries, alcohol is the main cause of cirrhosis (PalP and Ray S, 2016). People who consumes a lot of alcohol will tend to have haematological dan bone marrow’s problems, where blood is produced. The bad effects of alcohol on blood cell production occur directly or indirectly. The direct effects of excessive alcohol consumption are toxic effects on the bone marrow, red blood cells, mature erythrocyte cells, leukocytes and platelets. The indirect effect of alcohol consumption is a nutritional deficiency that can disturb production and function of various blood cells. (Ifeanyi O.E, et al, 2014). In this study, the levels of aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), haemoglobin, erythrocytescounts, leukocytes counts, platelet counts, haematocrit and Protrombine Time (PT) and Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) in 30 alcoholic malesat 20-50 years old were examined. From 30 respondents, haemoglobin data, the number of erythrocytes, the number of leukocytes, the number of platelets, haematocrit, PT, aPTT, AST, ALT were obtained and the ratio was also calculated. The results of the Spearman test, the AST/ALT ratio data with haemoglobin levels (p = 0.741), AST/ALT ratio with erythrocyte count (p = 0.778), AST/ALT ratio with leukocyte count (p = 0.472), AST/ALT ratio with platelet count (p = 0.95), AST/ALT ratio with haematocrit (p = 0.88), AST/ALT ratio with PT (p = 0.757), AST/ALT ratio with aPTT (0.352). There was no significant difference between the AST/ALT ratio and the haematological profile in alcohol drinkers (p> 0.05). The importance of paying attention to diet as part of a disease prevention.Toksisitas karena alkohol merupakan penyebab ketiga yang paling sering dari penyakit hati dan menjadi peringkat kelima dari sumber beban pembiayaan kesehatan di seluruh dunia. Pada negara maju, alkohol sebagai penyebab utama kejadian sirosis. Seseorang yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan beresiko mengalami komplikasi yang mempengaruhi darah dan sumsum tulang, tempat sel darah diproduksi. Efek buruk alkohol pada produksi sel darah/hematopoiesis terjadi baik langsung maupun tidak langsung. Efek langsung dari konsumsi alkohol berlebihan yaitu efek toksik pada sumsum tulang, prekusor sel darah, sel matur eritrosit, leukosit serta trombosit. Efek tidak langsung konsumsi alkohol yaitu defisiensi nutrisi yang dapat mengganggu produksi dan fungsi berbagai sel darah. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan kadar aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), hemoglobin, jumlah eritrosit, jumlah lekosit, jumlah trombosit, hematokrit serta Protrombine Time (PT) dan activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) pada 30 laki-laki peminum alkohol yang berusia 20-50 tahun. Dari 30 data responden didapatkan data hemoglobin, jumlah eritrosit, jumlah lekosit, jumlah trombosit, hematokrit, PT, APTT, AST, ALT dan dihitung rasionya. Hasil uji Spearman didapatkan data rasio AST/ALT dengan kadar hemoglobin (p=0,741), rasio AST dengan jumlah eritrosit (p=0,778) rasio AST/ ALT dengan jumlah lekosit (p= 0,472), rasio AST/ALT dengan jumlah trombosit (p= 0,95), rasio AST/ALT dengan hematokrit (p= 0,88), rasio AST/ALT dengan PT (p=0,757), rasio AST/ALT dengan APTT (0,352). Tidak ada korelasi yang signifikan antara rasio AST/ALT dengan profil hematologi pada peminum alkohol (p> 0,05). Pentingnya memperhatikan diet sebagai bagian dari usaha pencegahan penyakit
Antiasthma Activity Of Combination Of Decoction Of Sembung Leaves (Blumea balsamifera L. DC.), Patikan Kebo Herbs (Euphorbia hirta L.), Kemukus Seeds (Piper cubeba L.), and Teki Rhizomes (Cyperus rotundus Linn.) at Male Guinea Pig In Vitro and In Vivo
Secara empiris, rebusan kombinasi daun sembung, herba patikan kebo, biji kemukus, dan rimpang teki telah digunakan untuk menangani asma. Secara individu keempat tanaman tersebut telah diketahui beraktivitas sebagai obat asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas rebusan kombinasi keempat tanaman tersebut dalam beberapa perbandingan sebagai antiasma secara in vitro dan in vivo.Pengujian aktivitas antiasma secara in vitro dilakukan menggunakan otot polos trakea marmut terisolasi yang direndam dalam bufer Krebs bebas ion kalsium. CaCl2 digunakan sebagai induktor kontraksi otot polos trakea marmut. Persen kontraksi otot polos trakea marmut sebelum dan sesudah perendaman rebusan dibandingkan untuk menyatakan adanya aktivitas sebagai penghambat kontraksi akibat peningkatan kadar ion kalsium intraseluler. Aktivitas antiasma secara in vivo diketahui menggunakan marmut yang diinduksi dengan ovalbumin secara sub kutan dan nebulasi sebagai model hewan uji asma. Marmut asma diberi rebusan antiasma selama 29 hari. Otot polos trakea marmut dibuat preparat dengan pewarna hematoksilin dan eosin untuk mengetahui jumlah eosinofil dan persen udem yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu jenis rebusan mempunyai aktivitas dalam menghambat kontraksi otot polos trakea marmut akibat peningkatan kadar ion kalsium intraseluler pada menit ke 14 – 26. Tidak ada perbedaan jumlah eosinofil dan persen udem pada preparat trakea marmut yang diberi rebusan dibandingkan marmut yang diberi aquadest, sehingga secara in vivo rebusan tidak mempunyai efek sebagai penghambat infiltrasi eosinofil dan penghambat udemEmpirically, combination of decoction of sembung leaves, patikan kebo herbs, kemukus fruits, and teki rhizomes has been used to relief asthma. Individually, those plants known had activity as antiasthma. The goal of the research are to assess the activity of combination of decoction in different proportion as antiasthma in vitro and in vivo.The antiasthma activity testing in vitro is done using isolated guinea pig traceal muscle in the Krebs Buffer without calcium. CaCl2 used as inductor of trachea smooth muscle contraction. Percent of contraction before and after immersion of decoction compared to reveal the activity of decoction as a smooth muscle contraction inhibitor. The antiasthma activity in vitro testing is done using guinea pig as asthma animal model. Asthma inductor was subcutan and nebulation of ovalbumin. Asthma guinea pig were given combination of decoction for 29 days. Tracheal smooth muscle stained with hematoxilin-eosin to count eosinophils, and percent of edema.The result showed that one kind of decoction has activity as contraction inhibitor of smooth muscle trachea at minute 14 – 26. There was no different eosinophil count and percent of smooth muscle edema. The decoction has no activity as eosinophil infiltration inhibitor and edema of smooth muscle trache
Formulasi Dan Uji Aktifitas Nanoemulsi Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Terhadap Salmonella typhi
Essential oil of basil (Ocimum basilicum L.) leaves with a concentration of 2.5% can be estimated to have a diameter of inhibition zone with an average value of 8.67 ± 0.58 mm. Essential oils have volatile characteristics, and are easily oxidized so that they can affect their activities as antibacterial. To increase stability, essential oils of basil leaves need to be packaged in a special delivery system.
Nanoemulsion is made by spontaneous emulsification method. Nanoemulsion was further tested for physical characteristics including droplet size, polydispersity index, zeta potential and nanoemulsion morphology using a Transmission Electron Microscope (TEM). The preparation was then tested for its activity against Salmonella thypi. The method used is the Kirby-Bauer disk diffusion method.
From the test of physical characteristics obtained the average particle size of 10.6 nm, polydispersity index 0.03 and zeta potential -36.4. The results of the observation using TEM form the particles produced are spherical. Antibacterial test results were shown by the formation of inhibition zones of basil leaf essential oil (9.3 mm), positive control (6.6 mm), negative control (7.5 mm), nanoemulsion of basil leaf essential oil (8.3 mm), Virgin Coconut Oil (7 mm). Based on the results of statistical analysis it was found that there were no significant differences in treatment between groups.Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan konsentrasi 2,5% diketahui dapat menunjukkan adanya diameter zona hambat dengan nilai rata-rata 8,67 ± 0,58 mm. Minyak atsiri memiliki karakteristik mudah menguap, dan mudah teroksidasi menjadi resin, sehingga dapat mempengaruhi aktifitasnya sebagai antibakteri.Untuk meningkatkan stabilitasnya maka minyak atsiri dari hasil destilasi daun kemangi perlu dikemas dalam suatu sistem penghantaran khusus yaitu nanoemulsi.
Nanoemulsi dibuat dengan metode emulsifikasi spontan. Nanoemulsi selanjutnya diuji karakteristik fisiknya meliputi ukuran droplet, indeks polidispersitas, potensial zeta dan morfologi nanoemulsi menggunakan alat Transmission Electron Microscope (TEM). Sediaan tersebut selanjutnya diuji aktivitasnya terhadap Salmonella thypi. Metode yang digunakan adalah metode difusi cakram Kirby-Bauer.
Dari uji karakteristik fisik diperoleh hasil rata-rata ukuran partikel 10,6 nm, indeks polidispersitas 0,03 dan potensial zeta -36,4. Hasil pengamatan menggunakan TEM bentuk partikel yang dihasilkan berbentuk sferis. Hasil uji antibakteri ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat minyak atsiri daun kemangi (9,3 mm), kontrol positif (6,6 mm), kontrol negative (7,5 mm), nanoemulsi minyak atsiri daun kemangi (8,3 mm), Virgin Coconut Oil (7 mm). Berdasarkan hasil analisa statistik diketahui terdapat perbedaan yang tidak bermakna pada perlakuan antar kelompok
PEMBELAJARANKEWIRAUSAHAANDARI PENGUSAHA YANG PERNAH MENGALAMI KEGAGALAN USAHA
This study aims to understand what kind of entrepreneurial learning obtained by entrepreneurs after experiencing business failure and how they obtain such lessons. By understanding the essence of post-failure entrepreneurial learning, entrepreneurs would be able to acknowledge the insights gained by fellow failed entrepreneurs. In order to achieve that goal, a phenomenological study was conducted towards purposively-selected participants, namely entrepreneurs who had experienced failure from their businesses Data was collected using phenomenological semi-structured interview and analyzed using interpretative phenomenology analysis. This research shows that there are two types of lesson learned from business failure: 1) lesson about technical knowledge in how to manage business (which includess knowledge in financial management, marketing, and relationship management) and 2) lessons about personal growth (which includes detailed business planning and commitment in managing business). Moreover, entrepreneurs tend to learn from two sources; 1) personal reflection and 2) other entrepreneur, which includes entrepreneurial community and business mentorsPenelitian ini bertujuan untuk memahami jenis pembelajaran kewirausahaan yang diperoleh pengusaha setelah mengalami kegagalan usaha dan bagaimana mereka memperoleh pembelajaran tersebut. Dengan memahami esensi pembelajaran pasca kegagalan, para pengusaha dapat mengetahui inisght yang diperoleh pengusaha lain yang pernah mengalami kegagalan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka, sebuah penelitian fenomenologis dilakukan terhadap partisipan yang dipilih secara purposif, yakni pengusaha yang pernah mengalami kegagalan pada usaha mereka. Data dikumpulkan menggunakan wawancara fenomenologis semiterstuktur, dan dianalisis menggunakan pendekatan analisis fenomenologi interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tipe pembelajaran pengusaha yang mengalami kegagalan usaha: 1) pelajaran tentang pengetahuan teknis dalam mengelola usaha (mencakup pengelolaan keuangan dan pemasaran, serta pengelolaan hubungan dan jaringan), dan 2) pelajaran tentang pertumbuhan personal (yang mencakup perencanaan detail dalam menjalankan usaha serta komitmen dalam menjalankan usaha.). Adapun pengusaha cenderung belajar dari dua sumber: melalui refleksi personal dan melalui pengusaha lain, yang mencakup komunitas kewirausahaan dan mentor bisnis
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA DOSEN WANITA DI PERGURUAN TINGGI SALATIGA
This research was intended to find the correlation between Work-Life Balance with Psychological Well-Being of woman who worked as lecturer in University at Salatiga. The number of participants in this study were 40 woman lecturers with data retrieval using purposive sampling technique. This research was a quantitative correlation. Measuring instruments used in the study was a Work-Life Balance Scale by Fisher (2009) that adapted by Nazirah Adhania (2007) and Psychological Well-Being Scale by Ryff (1995) that adapted by Engger (2015). Data analysis using Spearman's Rho with SPSS 18.0 for Windows. The results showed a significant positive correlation that r = 0,702 with a significance value of 0.000 (p<0,05), which means with higher Work-Life Balance, the Psychological Well Being will be high. Otherwise, with lower Work-Life Balance, the Psychological Well-Being wil be low.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dengan Psychological Well-Being pada Dosen Wanita di Perguruan Tinggi Salatiga. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 40 dosen wanita dengan pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Work-Life Balance Scale yang disusun oleh Fisher (2009) yang diadaptasi oleh Nazirah Adhania (2017) dan Psychological Well-Being Scale yang disusun oleh Ryff (1995) yang diadaptasi oleh Engger (2015). Analisis data menggunakan Spearman’s Rho dengan SPSS 18.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya korelasi positif signifikan dengan hasil r = 0,702 dengan nilai signifikansi 0,000 (p< 0,05) yang artinya bahwa makin tinggi Work-Life Balance, maka makin tinggi Psychological Well-Being. Sebaliknya, makin rendah Work-Life Balance, maka makin rendah Psychological Well-Bein