Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI PANTI REHABILITASI
Abstract
The research aims to knowing the relationship between social support and psychological well-being in commercial sex worker. This research is designed by using sampling saturated technique with 55 participants. Variable of family social support using Cutrona's theory (1987) which consists of 24 items and psychological well-being variable using Ryff's theory (1989) which consists of 42 items. The research method in data collection using the scale method, that is the scale of family social support and the ryff’s psychological well-being scale. Data analysis using the product moment correlation analysis techniques and obtained a comparison coefficient of 0.290 with a sig value. = 0,000 (p <0.001). Based on the research results shows a positive relationship between family social support and psychological well-being on commercial workers in rehabilitation home.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada pekerja seks komersial. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan partisipan berjumlah 55 orang. Variabel dukungan sosial keluarga menggunakan teori Cutrona (1987) yang terdiri dari 24 item dan variabel psychological well-being menggunakan teori Ryff (1989) yang terdiri dari 42 item. Metode penelitian yang dipakai dalam pengumpulan data dengan metode skala, yaitu skala dukungan sosial keluarga dan ryff’s psychological well-being scale. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi product moment dan diperoleh koefisien korelasi 0,290 dengan nilai sig. = 0, 000 (p < 0,001). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dengan psychological well-being pada pekerja seks komersial di panti rehabilitasi.
 
Aktivitas Antioksidan dan Kadar Vitamin C Daging Buah dan Sirup Buah Naga (Hylocereus costaricensis)
Research on antioxidant activity and vitamin C levels of dragon fruit and Hylocereus costaricensis dragon fruit syrup from Kulon Progo has been conducted. The purpose of this study was to study the antioxidant activity and levels of vitamin C in dragon fruit meat and dragon fruit syrup from Kulon Progo. The sampling method is done by purposive sampling method. The method of measuring antioxidant activity using DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl Hidrazil) immersion method was measured with a wavelength of 517 nm. The method of determining the level of vitamin C is carried out by the method of titration of Iodimetry using a standard solution of iodine. The results showed that the average antioxidant activity of dragon fruit was 67.81%, whereas in dragon fruit syrup was 42.81%. While the level of vitamin C in dragon fruit is 12.65% while in dragon fruit syrup is 3.667%. Can reduce the levels of antioxidants and vitamin C levels of dragon fruit higher than dragon fruit syrup.Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan dan kadar vitamin C daging buah naga dan sirup buah naga Hylocereus costaricensis asal Kulon Progo. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar vitamin C pada daging buah naga dan sirup buah naga asal Kulon Progo. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl Hidrazil) diukur serapan pada panjang gelombang 517 nm. Metode penentuan kadar vitamin C dilakukan dengan metode titrasi iodimetri menggunakan larutan standar Iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas antioksidan daging buah naga adalah 67,81%, sedangkan pada sirup buah naga adalah 42,81%. Adapun kadar vitamin C pada daging buah naga adalah 12,65% sedangkan pada sirup buah naga 3,667%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan dan kadar vitamin C daging buah naga lebih tinggi daripada sirup buah naga
Deteksi Diarrhoegenic E. coli pada Sampel Feses Penderita Diare di Puskesmas Batulicin dan Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)
Diarrhoegenic E. coli (DEC) is a group of pathogenic E. coli strains known to be one of the causes of diarrheal disease. Diarrhea cases are still quite high in developing countries like Indonesia. Tanah Bumbu Regency, especially Batulicin and Pagatan, have a fluctuating rate of diarrhea. This study aims to detect DEC in diarrheal patients in the work area of Batulicin and Pagatan Health Centers using the PCR examination method. Cross Sectional research design with a total sample of 15 respondents collected for 3 months (August - October 2019). Stool samples were examined using the PCR method to detect the presence of DEC strains namely EAEC, ETEC, and EPEC and EHEC. Three out of fifteen (20%) samples were known to be positive for Diarrhoegenic E. coli (DEC). ETEC strains were found in 2 (0,13%) sample, each from the Batulicin Health Center and the Pagatan Health Center, while EPEC and EAEC strains were found in the same 1 (0,07%) sample from the Pagatan Health Center. EHEC strain was not detected in all samples. Diarrhogenic E. coli strains found in this study are EAEC, ETEC, and EPEC. However, it cannot be ascertained yet that the three strains are the cause of the diarrheal disease, it needs to be further to do comprehensive research. The community should be able to increase awareness of the importance of clean and healthy behavior, especially food and beverages consumption, so it can reduce the number of diarrhea cases.Diarrhoegenic E. coli (DEC) merupakan kelompok strain E. coli patogenik yang diketahui menjadi salah satu penyebab penyakit diare. Kasus diare masih cukup tinggi di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Batulicin dan Pagatan memiliki angka kasus diare yang masih fluktuatif. Penelitian ini bertujuan mendeteksi DEC pada sampel feses penderita diare di wilayah kerja Puskesmas Batulicin dan Pagatan dengan pemeriksaan PCR. Desain penelitian Cross Sectional dengan jumlah sampel feses sebanyak 15, dikumpulkan selama 3 bulan (Agustus - Oktober 2018). Sampel feses diperiksa menggunakan PCR untuk mendeteksi keberadaan strain DEC yakni EAEC, ETEC, dan EPEC serta EHEC. Tiga dari lima belas (20%) sampel diketahui positif DEC. Strain ETEC ditemukan pada 2 sampel (0,13%), masing-masing dari Puskesmas Batulicin dan Puskesmas Pagatan, sedangkan strain EPEC dan EAEC ditemukan pada 1 sampel (0,07%) yang sama dari Puskesmas Pagatan. Strain EHEC tidak terdeteksi di semua sampel. Strain Diarrhogenic E. coli yang ditemukan pada penelitian ini adalah EAEC, ETEC, dan EPEC. Namun demikian, belum dapat dipastikan bahwa ketiga strain DEC tersebut merupakan penyebab penyakit diare, perlu ada penelitian lebih lanjut. Masyarakat hendaknya dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam mengkonsumsi makanan dan minuman, sehingga diharapkan mampu menekan angka kasus diare
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Layanan Pada Minimarket SK
Kurangnya kualitas pelayanan menjadi salah satu kendala terhadap tingkat kepuasan pelanggan. Berdasarkan kuesioner pendahuluan yang disebarkan kepada beberapa responden dan wawancara dengan karyawan Sodaqo Mart Kasemen, terdapat beberapa pelayanan yang telah diberikan dengan baik, namun belum sepenuhnya layanan yang ada di Sodaqo Mart Kasemen ditanggapi dengan baik oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa pelayanan minimarket Sodaqo Mart Kasemen. Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan dengan metode Servqual, Importance Performance Analysis, dan Customer Satissfaction Index (CSI). Kualitas pelayanan menggunakan lima dimensi yang terdapat dalam Servqual yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari beberapa atribut yang ada dalam dimensi memiliki nilai negatif. Yang artinya beberapa kualitas pelayanan yang didapatkan belum sesuai dengan yang diharapkan oleh pelanggan Sodaqo Mart Kasemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh berdasarkan nilai CSI sebesar 62,86% dan terletak direntang nilai 61% - 80% yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan pengunjung secara umum masuk dalam kriteria “Puas”.
Kata Kunci : servqual, tangibles, reliability, importance performance analysis (IPA), customer satisfaction index (CSI).Kurangnya kualitas pelayanan menjadi salah satu kendala terhadap tingkat kepuasan pelanggan. Berdasarkan kuesioner pendahuluan yang disebarkan kepada beberapa responden dan wawancara dengan karyawan Sodaqo Mart Kasemen, terdapat beberapa pelayanan yang telah diberikan dengan baik, namun belum sepenuhnya layanan yang ada di Sodaqo Mart Kasemen ditanggapi dengan baik oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa pelayanan minimarket Sodaqo Mart Kasemen. Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan dengan metode Servqual, Importance Performance Analysis, dan Customer Satissfaction Index (CSI). Kualitas pelayanan menggunakan lima dimensi yang terdapat dalam Servqual yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari beberapa atribut yang ada dalam dimensi memiliki nilai negatif. Yang artinya beberapa kualitas pelayanan yang didapatkan belum sesuai dengan yang diharapkan oleh pelanggan Sodaqo Mart Kasemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh berdasarkan nilai CSI sebesar 62,86% dan terletak direntang nilai 61% - 80% yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan pengunjung secara umum masuk dalam kriteria “Puas”.
Kata Kunci : servqual, tangibles, reliability, importance performance analysis (IPA), customer satisfaction index (CSI)
USULAN PERBAIKAN LINI PERAKITAN BOX SPEAKER SWF PMA 9502 PT. HIT DENGAN METODE RANKED POSITIONAL WEIGHT
Hartono Istana Teknologi is a company work on electronics manufacture industry, known as “POLYTRON”. One of the products from this company is SWF PMA 9502 speaker which is popular on market. According to the actual output data of SWF PMA 9502 speaker box assembly from 1 August 2019 until 12 September 2019, it has an average production 105 units/hour, where the production target is 120 units/hour. Not achieving the production target of this company caused by inbalance assembly line, so that happens bottleneck. For this reason improvement needs to be done using Ranked Positional Weight (RPW) method. The method is used as an approach to assist companies in knowing how effective assembly lines. Based on the RPW method, the assembly time of the SWF PMA 9502 speaker box is 396.31 seconds, which initially was 413.58 seconds. The application this method can also reduce the value of balance delay about 4.59%.Hartono Istana Teknologi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri elektronika yang lebih dikenal dengan nama “POLYTRON”. Salah satu produk andalan dari perusahaan ini adalah Speaker SWF PMA 9502 yang sangat laku dikalangan konsumen. Menurut data output actual assembly box speaker SWF PMA 9502 dari tanggal 1 Agustus 2019 sampai 12 September 2019 memiliki rataan produksi 105 unit/jam, dimana target produksi yaitu 120 unit/jam. Tidak tercapainya target produksi perusahaan, disebabkan oleh tidak seimbangnya lini perakitan sehingga mengakibatkan bottleneck. Untuk itu perlu dilakukan improvement menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Metode ini digunakan sebagai pendekatan untuk membantu perusahaan dalam mengetahui seberapa efektif lini perakitan. Berdasarkan metode RPW menghasilkan waktu perakitan box speaker SWF PMA 9502 sebesar 396,31 detik, yang semulanya waktunya sebesar 413,58 detik. Penerapan metode ini juga dapat mengurangi nilai balance delay sebesar 4,59%
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SURUHAN (Peperomia pellucida L. Kunth) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
ABSTRACT
Staphylococcus aureus causes infectious diseases include breast inflammation (mastitis), endocarditis, respiratory tract infections, and infections of the skin. Drug from natural resources need because β-lactam group antibiotic activity had been resistance to S. aureus. The herb plants (Peperomia pellucida L. Kunth) has active tannins and flavonoids act as antimicrobials. This research aims to determine antibacterial activity of leaf extract (Peperomia pellucida L. Kunth) against S. aureus.
The leaf leaves were extracted by maceration using 70% ethanol solution, then an antibacterial test was carried out using the dilution method to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Extracts was made in 5 series concentration: 100%, 80%, 60%, 40%, and 20%.
The results showed MIC value could not be determined because the mixture between the leaf extract and S. aureus bacteria was very cloudy. MBC obtained from the antibacterial activity test of leaf extract on S. aureus bacteria was 40%.ABSTRAK
Bakteri Staphylococcus aureus adalah bakteri penyebab penyakit infeksi. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini antara lain inflamasi payudara (mastitis), endocarditis, infeksi saluran pernafasan, serta infeksi pada kulit. Bakteri S. aureus dilaporkan mengalami resitensi terhadap aktivitas antibiotik golongan β-laktam, sehingga perlu alternatif penggunaan bahan alami berbahan dasar tumbuhan. Tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) memiliki kandungan senyawa aktif tanin dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) terhadap bakteri S. aureus.
Daun suruhan diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan larutan etanol 70%, selanjutnya dilakukan uji antibakteri dengan metode dilusi untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Ekstrak suruhan dibuat dalam 5 seri konsentrasi yaitu 100%, 80%, 60%, 40%, dan 20%.
Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai KHM tidak dapat ditentukan karena campuran antara ekstrak daun suruhan dan bakteri S. aureus sangat keruh. KBM yang diperoleh pada uji aktivitas antibakteri ekstrak daun suruhan terhadap bakteri S. aureus adalah 40%.
 
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Bugenvil (Bougenvillea Spectabilis) terhadap Penurunan Kadar Kolestrol Total Mencit Yang di Induksi Pakan Tinggi Lemak
Cholesterol is a natural substance with fat-like physical properties that has a steroid group. The increase in cholesterol causes deposition in the walls of blood vessels which can cause narrowing and hardening of the arteries or atherosclerosis which can increase the risk of coronary heart disease (CHD). Flavonoids, alkaloids, steroids, and tannins in bougainvillea leaves are thought to reduce total cholesterol levels. This study aims to determine the effectiveness of bougainvillea leaf ethanol extract (Bougainvillea spectabilis) to decrease the total cholesterol level of mice (Mus musculus) induced by high-fat diet for 21 days. This study true experimental using 25 male mice (Mus musculus) divided into 5 groups.. In the dose I, II, III treatment group were given bougainvillea leaf ethanol extract with doses of 40 mg/kgBW, 80 mg/kgBB and 160 mg/kgBB, negative controls were given CMC-Na and positive controls were given simvastatin. Giving is done orally for 14 days. The results of the study were analyzed using One-Way ANOVA analysis test and the results obtained p=0,000. Furthermore, the Post Hoc Tukey test was carried out, the results of which were not significantly different between positive controls and dose III. So, the effective dose of ethanol extract of bougenvillea leaves in decreasing total cholesterol levels in mice is dosis III (160 mg/kgBB).Kolesterol merupakan zat alamiah dengan sifat fisik serupa lemak yang mempunyai gugus steroid. Kenaikan kolesterol mengakibatkan pengendapan pada dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis yang dapat meningkatkan resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Flavonoid, alkaloid, steroid, dan tanin pada daun bugenvil diduga dapat menurunkan kadar kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun bugenvil (Bougainvillea spectabilis) terhadap penurunan kadar kolesterol total mencit (Mus musculus) yang diinduksi pakan tinggi lemak (PTL) selama 21 hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 25 ekor mencit jantan (Mus musculus) terbagi dalam 5 kelompok. Pada kelompok perlakuan dosis I, II, III diberi ekstrak etanol daun bugenvil dengan dosis turut-turut 40 mg/kgBB, 80 mg/kgBB dan 160 mg/kgBB, kontrol negatif diberi Na-CMC dan kontrol positif diberi simvastatin. Pemberian dilakukan peroral selama 14 hari. Hasil penelitian dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan didapatkan hasil p= 0,000. Selanjutnya dilakukan uji Post Hoc Tukey yang hasilnya tidak ada perbedaan signifikan antara kontrol positif dengan dosis III pada hari ke-7 dan ke-14 dengan p= 0,141 dan p= 0,468 (p>0,005). Sehingga dosis efektif ekstrak etanol daun bugenvil yang dapat menurunkan kadar kolestrol total pada mencit yang diinduksi PTL adalah Dosis III (160 mg/kgBB)
Efek Antihiperlipidemia Kombinasi Ektrak Kelopak Bunga Rosella dan Ekstrak Daun Bawang Kucai
Research was conducted to determine the antihyperlipidemic activity of the combination of Roselle Petal AndGarlic Chives Leaves ethanol extracton hyperlipidemic rats. To determine the potential effects of a combination of garlic chives leaves and rosella, the test animals were divided into seven treatment groups consisting of a hyperlipidemic control group, rosella group (500 mg / KgBW), garlic chives leaves group (110 mg / KgBW), the combination of Roselle Petal And Garlic Chives Leaves respectively 125 : 82.5 mg / KgBW, 250 : 55 mg / KgBW, and 375 : 27.5 mg / KgBW.Total cholesterol test results obtained percent reduction in total cholesterol rosella group (500 mg / KgBW) amounted to 11.49%, garlic chives leaves group (110 mg / KgBW) amounted to 13.70%, the combination of roselle petal and garlic chives leaves125 : 82.5 mg / KgBW, 250 : 55 mg / KgBW, and 375 : 27.5 mg / KgBW, respectively by 40.60%; 46.80% and 32.80%. The test results obtained percent decrease in triglyceride levels of triglyceride levels rosella group (500 mg / KgBW) amounted to 16.40%, garlic chives leaves group (110 mg / KgBW) amounted to 27.68%, combination of roselle petal and garlic chives leaves 125 :82.5 mg / KgBW, 250 : 55 mg / KgBW, and 375 : 27.5 mg / KgBW, respectively by 18.67%; 45.24% and 15.76%.The combination of roselle petal and garlic chives leaves250 : 55 mg / KgBW more effective to reduce total cholesterol and triglyceride blood of test animals than others.Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antihiperlipidemia dari kombinasi ekstrak etanol kelopak bunga rosella dan daun bawang kucai pada tikus hiperlipidemia. Untuk mengetahui potensi efek dari kombinasi bawang kucai dan rosella, hewan uji dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, terdiri dari kelompok kontrol hiperlipidemia, kelompok rosella (500 mg/KgBB), kelompok daun kucai (110 mg/KgBB), kelompok kombinasi kelopak bunga rosella dan daun bawang kucai masing-masing 125:82,5 mg/KgBB, 250:55 mg/KgBB, dan 375:27,5 mg/KgBB.Hasil uji kadar kolesterol total didapatkan persen penurunan kadar kolesterol total kelompok rosella tunggal (500 mg/KgBB) sebesar 11,49%, kelompok daun kucai tunggal (110 mg/KgBB) sebesar 13,70%, kelompok kombinasi kelopak bunga rosella dan daun bawang kucai 125:82,5 mg/KgBB, 250:55 mg/KgBB, dan 375:27,5 mg/KgBB, masing-masing sebesar 40,60%; 46,80%, dan 32,80%. Hasil uji kadar trigliserida didapatkan persen penurunan kadar trigliserida kelompok rosella tunggal (500 mg/KgBB) sebesar 16,40%, kelompok daun kucai tunggal (110 mg/KgBB) sebesar 27,68%, kelompok kombinasi kelopak bunga rosella dan daun bawang kucai 125:82,5 mg/KgBB, 250:55 mg/KgBB, dan 375:27,5 mg/KgBB, masing-masing sebesar 18,67%; 45,24%, dan 15,76%.Kombinasi ekstrak etanol rosella dan daun bawang kucai 250:55 mg/KgBB lebih efektif menurunkan kolesterol total dan trigliserida darah hewan uji dibanding dosis tunggalnya masing-masing maupun kombinasi dosis lainnya
Sugiarti STRATEGI PROMOSI DAN STRATEGI PENGEMASAN RODUK DALAM RANGKA MENINGKATKAN TINGKAT PENJUALAN PADA USAHA HOME INDUSTRY DI KELURAHAN KADIPIRO BANJARSARI SURAKARTA
At this time of increasingly intense business competition to make the business people must be really smart to find a way for its products continue to look for consumers. In addition to product quality, packaging promotion strategy or packaging also has a share to attract consumer interest. If we observe consumer behavior when they are shopping at supermarkets or minimarkets, not all have the time to linger observe one by one product. There are consumers who only rely on logos or packaging to get the product they are looking for. Tighter product competition in the market requires manufacturers to think hard to improve packaging function to be able to provide attractiveness to consumers through artistic aspects, colors, graphics, shapes and designs. Thus the product will be known to the public and can increase sales volume. Many consumers buy consciously of a product because they are interested in a product because of the color, the shape of the packaging. Problems that arise in home industry business such as lack of promotion and hygienic packaging strategy products and interesting. Therefore there needs to be assistance for business units through online sales with olx, facebook, instagram, whattsaap and so on. By using the application in terms of introducing product and packaging strategy so that the product can compete in national and international scale. Products that they market through online will be known to the public and eventually the public will buy our product so that it can increase sales volume.At this time of increasingly intense business competition to make the business people must be really smart to find a way for its products continue to look for consumers. In addition to product quality, packaging promotion strategy or packaging also has a share to attract consumer interest. If we observe consumer behavior when they are shopping at supermarkets or minimarkets, not all have the time to linger observe one by one product. There are consumers who only rely on logos or packaging to get the product they are looking for. Tighter product competition in the market requires manufacturers to think hard to improve packaging function to be able to provide attractiveness to consumers through artistic aspects, colors, graphics, shapes and designs. Thus the product will be known to the public and can increase sales volume. Many consumers buy consciously of a product because they are interested in a product because of the color, the shape of the packaging. Problems that arise in home industry business such as lack of promotion and hygienic packaging strategy products and interesting. Therefore there needs to be assistance for business units through online sales with olx, facebook, instagram, whattsaap and so on. By using the application in terms of introducing product and packaging strategy so that the product can compete in national and international scale. Products that they market through online will be known to the public and eventually the public will buy our product so that it can increase sales volume
Ana Mardiyaningsih OPTIMALISASI PERAN KADER POSBINDU DALAM P4GN DAN PTM MELALUI PEMBENTUKAN KADER “ANTINARSIS” (ANTI NARKOBA, HIPERTENSI, DAN KENCING MANIS)
Kondisi darurat narkoba di Indonesia dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) adalah dua macam ancaman serius dalam pembangunan kesehatan. Penetapan wilayah Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta sebagai daerah rawan narkoba menuntut kesiagaan dari semua pihak termasuk warga masyarakat. Padukuhan Gowok yang masuk dalam wilayah kecamatan Depok, juga memiliki permasalahan kesehatan yang mengarah pada kasus peningkatan jumlah penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Posbindu adalah bukti upaya pemerintah untuk melakukan pengendalian penyakit tidak menular berbasis masyarakat, sehingga kader-kadernya memainkan peran strategis dalam pembangunan kesehatan. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader Posbindu dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta monitoring hipertensi dan diabetes mellitus berbasis pharmaceutical care melalui pembentukan Kader Antinarsis (antinarkoba, hipertensi, dan kencing manis).
Permasalahan mitra yang akan diselesaikan yang pertama adalah keberadaan padukuhan Gowok dalam wilayah rawan narkoba, sehingga perlu tindakan pencegahan dengan melibatkan kader Posbindu dalam P4GN dan pembentukan satuan tugas antinarkoba. Permasalahan kedua adalah tingginya kasus keparahan dan kematian akibat hipertensi dan DM, yang diatasi dengan pelatihan kader dalam monitoring penyakit berbasis pharmaceutical care. Permasalahan ketiga adalah masih rendahnya pengetahuan kader Posbindu tentang penyakit serta kurangnya skill dasar pemeriksaan darah, yang akan diatasi dengan pelatihan tentang pemeriksaan tekanan dan kadar gula darah. Target pelatihan ini adalah pengetahuan kader yang diukur dari penilaian postes. Permasalahan keempat adalah belum terasakannya manfaat Posbindu bagi seluruh warga Gowok, yang akan diatasi dengan pembentukan Kader Posbindu Bapak dan Kader Posbindu Remaja. Evaluasi keberlanjutan program adalah terlaksananya layanan posbindu oleh kader antinarsis melalui observasi pelaksanaan layanan setiap bulan.Kondisi darurat narkoba di Indonesia dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) adalah dua macam ancaman serius dalam pembangunan kesehatan. Penetapan wilayah Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta sebagai daerah rawan narkoba menuntut kesiagaan dari semua pihak termasuk warga masyarakat. Padukuhan Gowok yang masuk dalam wilayah kecamatan Depok, juga memiliki permasalahan kesehatan yang mengarah pada kasus peningkatan jumlah penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Posbindu adalah bukti upaya pemerintah untuk melakukan pengendalian penyakit tidak menular berbasis masyarakat, sehingga kader-kadernya memainkan peran strategis dalam pembangunan kesehatan. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader Posbindu dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta monitoring hipertensi dan diabetes mellitus berbasis pharmaceutical care melalui pembentukan Kader Antinarsis (antinarkoba, hipertensi, dan kencing manis).
Permasalahan mitra yang akan diselesaikan yang pertama adalah keberadaan padukuhan Gowok dalam wilayah rawan narkoba, sehingga perlu tindakan pencegahan dengan melibatkan kader Posbindu dalam P4GN dan pembentukan satuan tugas antinarkoba. Permasalahan kedua adalah tingginya kasus keparahan dan kematian akibat hipertensi dan DM, yang diatasi dengan pelatihan kader dalam monitoring penyakit berbasis pharmaceutical care. Permasalahan ketiga adalah masih rendahnya pengetahuan kader Posbindu tentang penyakit serta kurangnya skill dasar pemeriksaan darah, yang akan diatasi dengan pelatihan tentang pemeriksaan tekanan dan kadar gula darah. Target pelatihan ini adalah pengetahuan kader yang diukur dari penilaian postes. Permasalahan keempat adalah belum terasakannya manfaat Posbindu bagi seluruh warga Gowok, yang akan diatasi dengan pembentukan Kader Posbindu Bapak dan Kader Posbindu Remaja. Evaluasi keberlanjutan program adalah terlaksananya layanan posbindu oleh kader antinarsis melalui observasi pelaksanaan layanan setiap bulan