Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    KEPRIBADIAN PROAKTIF SEBAGAI PEMBENTUK KINERJA KARYAWAN DENGAN PEMODERASI MASA KERJA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pembentukan kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh kepribadian proaktif dan manajemen diri sebagai variabel mediasi dengan masa kerja sebagai variabel moderasi. Obyek penelitian ini adalah karyawan BLUD dan PNS di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 200 karyawan BLUD dan 200 karyawan PNS. Data yang diperoleh diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan dianalisis menggunakan software statistik AMOS. Hasil menunjukkan adanya perbedaan efek moderasi masa kerja dalam hubungan kepribadian proaktif terhadap kinerja karyawan yang berstatus BLUD dan PNS. Hasil ini memberikan arti tingginya masa kerja karyawan berstatus PNS memperlemah hubungan kepribadian proaktif terhadap kinerja karyawan dibandingkan dengan karyawan yang berstatus BLUD

    Detection Detection Of Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) On The Patients Of RSUD Dr. Moewardi surakarta Using Culture Method And Polymerase Chain Reaction (PCR)

    No full text
    ABSTRACT Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is type of Staphylococcus aureus resistant to beta-lactam antibiotics, such as meticillin, penicillin, amphycillin, and amoxycillin. The percentage of MRSA occurrence in Indonesia is quite high namely 23.5%. MRSA detection can be done using culture method and Polymerase Chain Reaction (PCR). This research aims to find out the comparison of speed and sensitivity between the culture method and Polymerase Chain Reaction (PCR) in detecting Methicillin Resistant Staphylococcus aureus towards the patients of RSUD Dr. Moewardi Surakarta. This research used experimental analytic research design along with comparative research design. This experiment observed 3 samples of bacterial isolates Staphylococcus aureus MRSA suspect patients of RSUD Dr. Moewardi Surakarta. The detection of MRSA was conducted using disk diffusion test of penicillin, amphycillin, amoxycillin and vancomisin as well as using Polymerase Chain Reaction (PCR). The results of the research indicate that Polymerase Chain Reaction (PCR) method was faster and more sensitive to detect Methicillin Resistant Staphylococcus aureus on the patients of RSUD Dr. Moewardi Surakarta.ABSTRAK Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis Staphylococcus aureus yang tahan terhadap antibiotik jenis beta-laktam, seperti metisilin, penisilin, ampisilin, dan amoksisilin. Persentase kejadian MRSA di Indonesia cukup tinggi yaitu sebanyak 23,5%. Deteksi MRSA dapat dilakukan menggunakan metode kultur dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan dan sensitivitas dari metode kultur dan PCR dalam mendeteksi Methicillin Resistant Staphylococcus aureus pada pasien RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan pendekatan komparatif (perbandingan). Menggunakan 3 sampel isolat Staphylococcus aureus suspek MRSA pasien RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pendeteksian MRSA menggunakan uji difusi cakram antibiotik penisilin, ampisilin, amoksisilin dan vankomisin serta menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian ini didapatkan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) lebih cepat dan sensitif untuk mendeteksi Methicillin Resistant Staphylococcus aureus pada pasien RSUD Dr. Moewardi Surakarta

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Buah Sirsak (Annona muricata L.) Pada Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia

    Get PDF
    The cause of Coronary heart disease is an increase caused due to increased cholesterol levels in the blood, so there is a  risk of blockage in the blood vessels (atherosclerosis). LDL cholesterol which is abundant in the bloodstream will accumulate in the arteries and potentially cause blockages. Ethanol extract of soursop fruit (Annona Muricata L.) contains antioxidant compounds such as alkaloids, tannins, saponins, flavonoids and polyphenols that are needed to increase endurance and prevent various diseases that enter the body. Research has been conducted to determine the effect of soursop fruit ethanol extract (Annona Muricata L.) on Low Density Lipoprotein (LDL) cholesterol levels white Rat (Rattus Norvegicus) hipercolesterolemia. This research was conducted experimentally with 10 male white rats (Rattus Novergicus, L.), aged 2-3 months with a weight of 150-200 g, which were divided into 2 groups: the control group and the treatment group. Hypercholesterolemia induction is done by giving high fat diet foods for 7 days. Soursop fruit ethanol extract was given in a sonde to the treatment group at a dose of 3.6 mg / 200gBB / day for 14 days and measurements of LDL cholesterol levels were carried out on days 16 and 30 by the CHOD-PAP examination method. Data were analyzed by Paired t-test. The results showed LDL cholesterol levels in the treatment group showed that as many as 5 mice decreased, the mean decreased by 32.49 mg / dl while in the control group as many as 2 mice decreased, the mean decreased by 0.76 mg / dl. There was a significant difference (p <0.05) in changes in LDL cholesterol levels in the treatment group. Soursop fruit etanol extract with 3.6 mg / 200gBB / day for 14 days can reduce LDL cholesterol levels in hypercholesterolemia rats.Penyebab Penyakit jantung koroner (PJK) adalah peningkatan kadar kolesterol di dalam darah, sehingga berisiko terjadi penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis). Kolesterol LDL yang banyak terdapat di dalam aliran darah akan tertimbun di dalam pembuluh darah arteri dan berpotensi mengakibatkan penyumbatan. Ekstrak buah sirsak mengandung senyawa antioksidan seperti alkaloid, tannin, saponin, flavonoid dan polifenol yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Telah  dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol buah Sirsak (Annona Muricata L.) pada Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) tikus putih (Rattus Norvegicus) hiperkolesterolemia. Penelitian ini  dilakukan secara eksperimental dengan 10 ekor tikus putih jantan  (Rattus Novergicus, L.), berumur 2-3 bulan dengan berat 150-200 g, yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu  kelompok  kontrol dan kelompok perlakuan. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan dengan pemberian makanan diet lemak tinggi selama 7 hari. Ekstrak etanol buah sirsak diberikan secara sonde pada kelompok perlakuan  dengan dosis 3,6 mg/200gBB/hari selama 14 hari dan pengukuran kadar kolesterol  LDL dilakukan pada hari ke 16 dan 30 dengan metode pemeriksaan CHOD-PAP. Data dianalisis dengan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol LDL pada kelompok perlakuan menunjukkan sebanyak 5 tikus mengalami penurunan, rerata penurunan sebesar 32,49 mg/dl sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 2 tikus mengalami penurunan, rerata penurunan sebesar 0,76 mg/dl. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) pada perubahan kadar kolesterol LDL  pada kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak buah sirsak dengan 3,6 mg/200gBB/hari selama 14 hari dapat menurunkan kadar kolesterol LDL tikus hiperkolesterolemia

    Bahaya Pembalut Wanita Melalui Personal Hygiene Remaja Putri Saat Mentruasi di Desa Demakan, Jaten, Karanganyar

    Get PDF
    Pada remaja perempuan menstruasi adalah hal yang lazim terjadi setiap bulan. Pembalut merupakan sahabat dekat perempuan. Pembalut yang banyak beredar di pasaran belum sepenuhnya dapat memberi jaminan kesehatan bagi kaum perempuan. Selain itu personal hygiene pada saat menstruasi dari setiap remaja putri pun berbeda-beda dan belum sepenuhnya sesuai dengan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pengetahuan mengenai personal hygiene remaja putri selama menstruasi menurut kesehatan pada remaja putri di desa Demakan Ngringo, Jaten, Karanganyar. Metode yang digunakan adalah penelitian non eksperimen dengan menggunakan analisis deskriptif dan dengan cara member kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah dari 30 sampel remaja putri yang telah mengisi kuesinoner untuk pertanyaan sikap dan tindakan diperoleh data sebagai berikut : Satu, untuk pertanyaan sikap, delapan belas (60%) remaja putri sudah mempunyai sikap baik pada personal hygiene pada saat menstruasi, sedangkan tujuh (23%) orang pada kriteria yang cukup dan sisanya lima (17%) orang masih kurang; Dua, untuk pertanyaan tindakan, delapan belas (60%) remaja putri sudah mempunyai sikap baik pada personal hygiene pada saat menstruasi, sedangkan tujuh (23%) orang pada kriteria yang cukup dan sisanya lima (17%) orang masih kurang.  Kata kunci : Pembalut, personal hygiene, remaja putriPada remaja perempuan menstruasi adalah hal yang lazim terjadi setiap bulan. Pembalut merupakan sahabatdekat perempuan. Pembalut yang banyak beredar di pasaran belum sepenuhnya dapat memberi jaminan kesehatan bagikaum perempuan. Selain itu personal hygiene pada saat menstruasi dari setiap remaja putri pun berbeda-beda danbelum sepenuhnya sesuai dengan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pengetahuan mengenaipersonal hygiene remaja putri selama menstruasi menurut kesehatan pada remaja putri di desa Demakan Ngringo,Jaten, Karanganyar. Metode yang digunakan adalah penelitian non eksperimen dengan menggunakan analisisdeskriptif dan dengan cara member kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah dari 30 sampel remaja putri yang telahmengisi kuesinoner untuk pertanyaan sikap dan tindakan diperoleh data sebagai berikut : Satu, untuk pertanyaan sikap,delapan belas (60%) remaja putri sudah mempunyai sikap baik pada personal hygiene pada saat menstruasi, sedangkantujuh (23%) orang pada kriteria yang cukup dan sisanya lima (17%) orang masih kurang; Dua, untuk pertanyaantindakan, delapan belas (60%) remaja putri sudah mempunyai sikap baik pada personal hygiene pada saat menstruasi,sedangkan tujuh (23%) orang pada kriteria yang cukup dan sisanya lima (17%) orang masih kurang

    Penurunan Kadar Kolesterol Pada Kuning Telur Asin dengan Perendaman Seduhan Serbuk dan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) dengan Variasi Lama Perendaman

    No full text
    Egg has a good nutrient, but egg yolk also has high cholesterol so if we eat it excessive, it will do serious damage in our body and increasing the risk of coronary heart disease. Therefore, needed an inovation in food processing industry to process healthier foods and low cholesterol. One of the way by decreasing cholesterol levels in egg yolk by bay leaf (Syzygium polyanthum). Extract and powder of bay leaf (Syzygium polyanthum) were made to decreasing cholesterol levelsin egg yolk. After that, extract and powder solution of bay leaf were made with 2% of consentration. Uncooked eggswere soaking at extract and powder solution for 12 and 24 hours. Then, uncooked eggs were steam and do cholesterol examination with “CHOD-PAP” method and also do organoleptictesting involving 30 panelist. The result showed that soaking with extract of bay leaf for 24 hoursshowed higher decreasing cholesterol levelswhich has measured of 231 mg/100g. Cholesterol levels of egg before soaking knowing which has measured of 621 mg/100g, so that the percentage of decline is 62,80%. Statistic analysis with two ways ANOVA showed that there is a significant different in cholesterol levels. Organoleptic testinghas showed if consumen like the egg.Telur memiliki kandungan gizi yang baik, namun kuning pada telur memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi, sehingga apabila dikonsumsi secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK). Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi dalam industri pengolahan pangan untuk mengolah makanan yang lebih sehat dan rendah kolesterol. Salah satunya dengan cara melakukan penurunan pada kadar kolesterol kuning telur asin menggunakan bahan alam yaitu daun salam (Syzygium polyanthum).            Penurunan kadar kolesterol pada telur asin diawali dengan pembuatan sediaan daun salam (Syzygium polyanthum) dalam bentuk ekstrak dan juga serbuk. Selanjutnya dibuat seduhan ekstrak maupun serbuk daun salam dengan konsentrasi 2%. Telur yang masih mentah direndam dalam seduhan selama 12 dan 24 jam. Kemudian dikukus dan dilakukan pengujian kolesterol dengan metode “CHOD-PAP” serta uji organoleptis yang melibatkan 30 orang panelis. Hasil penelitian menunjukan perubahan kadar kolesterol dengan penurunan kadar kolesterol tertinggi dicapai pada perendaman dengan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) selama 24 jam dengan kadar kolesterol sebesar 231 mg/100g. Kadar kolesterol telur sebelum dilakukan perendaman diketahui sebesar 621 mg/100g, sehingga diperoleh presentase penurunan sebesar 62,80%. Analisis statistik ANOVA dua jalan menunjukan adanya perbedaan kadar kolesterol yang nyata. Uji organoleptis menunjukkan rata-rata konsumen cukup suka

    Prevalensi Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus di Kelurahan Mojosongo Kota Surakarta

    No full text
    Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases with characteristic hyperglycemia. Diabetes Mellitus is a disease that cannot be cured but can be controlled. But if this disease is not treated properly, complications will arise; one of the complications of macroangiopathy in DM is hypertension, so the purpose of this study is to determine the prevalence of hypertension towards DM patients in the Mojosongo Surakarta area. The study was conducted at the Sibela Surakarta Health Center, with the subjects of DM patients being 50 people. The research design is a cross sectional approach with purposive sampling technique. The research instruments used were questionnaires and sphygmomanometer devices. To find out the prevalence a descriptive approach was used. The results showed that there were DM patients who were also diagnosed with hypertension. Hypertension prevalence in DM patients is 14 people (28%) from 50 samples, where the number of female patients is more than the male ones, which are 11 people (78.6%). While the prevalence based on age shows that most of the age is ≥ 61 years, which are as many as 8 people (57.2%). For the prevalence based on the duration of the disease, it was found that as many as 9 people (64.3%) had suffered DM more than 10 years. The presence of DM patients accompanied by hypertension, with a prevalence of 14 people (28%).Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi .Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Tetapi jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik akan timbul komplikasi, salah satu komplikasi makroangiopati pada DM adalah hipertensi, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi hipertensi pada pasien DM di wilayah Mojosongo Surakarta. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sibela Surakarta, dengan subyek penelitian pasien DM sebanyak 50 orang. Desain penelitian  pendekatancross sectional dengan  tehnik purposive sampling . Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan alat spygnomanometer.Untuk mengetahui prevalensi digunakan pendekatan deskriptif. Pada hasil penelitian didapatkan adanya pasien DM yang juga terdiagnosa hipertensi. Prevalensi Hipertensi pada pasien DM sebanyak 14 orang ( 28 % ) dari 50 sampel, dimana jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan laki laki, yaitu sebanyak 11 orang ( 78,6 %). Sedangkan prevalensi berdasarkan umur didapatkan hasil bahwa sebagian besar berumur ≥ 61 tahun, yaitu sebanyak 8 orang ( 57,2 %). Untuk prevalensi berdasarkan lamanya menderita penyakit, didapatkan hasil bahwa sebanyak 9 orang ( 64,3%) telah menderita DM lebih dari 10 tahun. Adanya pasien DM yang disertai dengan hipertensi, dengan prevalensi sebesar 14 orang ( 28 %)

    UJI EFEK ANTIBAKTERI KEFIR SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN MADU TERHADAP BAKTERI Salmonella thypi

    No full text
    Abstrak :          Ekstrak tumbuhan dipercaya dapat menghambat beberapa mikroba pathogen pada infeksi saluran pencernaan. Penggunaan antibakteri yang berasal dari ekstrak tumbuhan mempunyai kelemahan jika dibandingkan dengan penggunaan probiotik untuk penanganan kasus infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antibakteri dari kefir susu kambing dengan penambahan madu terhadap bakteriSalmonella thypiserta mengetahui pengaruh dari penambahan madu pada kefir susu kambing. Variabel yang diukur yaitu efek antibakteri dengan melihat zona hambat dan sifat kimia yaitu pH dengan pH meter. Kemudian hasil dianalisis dengan ANOVA dan Tukey dengan taraf kepercayaan 95%.Formula kefir susu kambing yang dibuat adalah kefir 2%, 4%, 6% dengan penambahan madu 10% untuk masing-masing kefir susu kambing.Pada penelitian ini, uji efekantibakteri dilakukan dengan metode Kirby Bauer, dan diuji nilai pH tiap kefir. Hasil analisis efek antibakteri kefir susu kambing berkisar antara 9,8-12 mm, dan nilai pH kefir susu kambing 3,7-6,4. Kefirsusu kambing dengan konsentrasi 2% memiliki efek antibakteriyang paling tinggi. Kata kunci :kefir, Salmonella thypi, susu kambing, madu.   Abstract : Plant extracts have been known can obstruct some pathogenic microbes in the digestive tract infections.The usage of antibacterial agent derived from plant extracts has a weakness compared to probiotics for the handling of the bacterial infections cases in the digestive tract. This study was ainted to find out  of antibacterial efect of kefir milk of goat by the addition of honey against the bacterium Salmonella thypi and knowing the influence from the addition of honey on kefir milk of goat. The measurementvariableis : antibacterial efectwith determine the inhibitor zone and chemical theproperties such as pH with pH meter. The result of the study is analyzed with ANOVA and Tukey with standard confidence 95%. The tested formula kefir milk of goat is 2%, 4% and 6% by the addition of 10% honeyfor each kefir milk of goat.In this research, antibacterial efect test was donebymethod of Kirby Bauer. The result of antibacterial efect analysis of kefir milk of goat ranges between 9,8 – 12 mm, and pH values kefir milk of goat 3,7-6,4. Kefir milk of goat with the concentration of 2% is the most highantibacterial efect. Keywords : Kefir, Salmonella thypi, cow’s milk, goat’s milk, honey

    Fransiska Leviana PELATIHAN DAN LOMBA PENGELOLAAN OBAT KELUARGA DENGAN GERAKAN DAGUSIBU DAN PENGGUNAAN HERBAL KELUARGA DI KELURAHAN MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA

    No full text
    Masyarakat saat ini sudah mulai terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan dan herbal dengan tujuan menyembuhkan penyakit, mengontrol, ataupun sebagai suplemen untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Mulai diberlakukannya jaminan kesehatan nasional yang memungkinkan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan. Dampak negatif yang mungkin timbul dengan meningkatnya penggunaan obat di masyarakat adalah kesalahan dalam menggunakan hingga membuang limbah obat. Herbal yang digunakan masyarakat dapat digunakan untuk perawatan kesehatan, pencegahan, dan penyembuhan penyakit. Kementerian Kesehatan RI sejak tahun 2010 mencanangkan program saintifikasi jamu untuk menjamin keamanan dan khasiat herbal yang digunakan di masyarakat. Penggunaan herbal yang belum teruji dapat menyebabkan khasiat yang diharapkan tidak tercapai atau dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan lomba pengelolaan obat keluarga dan penggunaan herbal keluarga sehingga masyarakat dapat memanfaatkan obat dan herbal dengan baik tanpa efek yang merugikan.  Target kegiatan ini adalah PKK RW IV, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Luaran dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan pengelolaan obat keluarga dan penggunaan herbal keluarga serta pembuatan produk herbal yaitu minyak angin aromaterapi. Kegiatan lomba agar masyarakat termotivasi untuk memahami materi yang telah diberikan. Kegiatan lomba diadakan sekaligus memperingati dan memeriahkan hari Nasional yaitu hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Kegiatan ini  dapat disimpulkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan mendapatkan tambahan wawasan tentang pengelolaan obat DAGUSIBU dan penggunaan herbal keluarga di Kelurahan Mojosongo, Jebres, Surakarta. Berdasarkan hasil lomba, peserta mampu menjawab dengan benar 67% pertanyaan total, 82% jawaban benar terkait penggunaan herbal, dan 30% jawaban benar terkait pengelolaan obatMasyarakat saat ini sudah mulai terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan dan herbal dengan tujuan menyembuhkan penyakit, mengontrol, ataupun sebagai suplemen untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Mulai diberlakukannya jaminan kesehatan nasional yang memungkinkan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan. Dampak negatif yang mungkin timbul dengan meningkatnya penggunaan obat di masyarakat adalah kesalahan dalam menggunakan hingga membuang limbah obat. Herbal yang digunakan masyarakat dapat digunakan untuk perawatan kesehatan, pencegahan, dan penyembuhan penyakit. Kementerian Kesehatan RI sejak tahun 2010 mencanangkan program saintifikasi jamu untuk menjamin keamanan dan khasiat herbal yang digunakan di masyarakat. Penggunaan herbal yang belum teruji dapat menyebabkan khasiat yang diharapkan tidak tercapai atau dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan lomba pengelolaan obat keluarga dan penggunaan herbal keluarga sehingga masyarakat dapat memanfaatkan obat dan herbal dengan baik tanpa efek yang merugikan.  Target kegiatan ini adalah PKK RW IV, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Luaran dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan pengelolaan obat keluarga dan penggunaan herbal keluarga serta pembuatan produk herbal yaitu minyak angin aromaterapi. Kegiatan lomba agar masyarakat termotivasi untuk memahami materi yang telah diberikan. Kegiatan lomba diadakan sekaligus memperingati dan memeriahkan hari Nasional yaitu hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Kegiatan ini  dapat disimpulkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan mendapatkan tambahan wawasan tentang pengelolaan obat DAGUSIBU dan penggunaan herbal keluarga di Kelurahan Mojosongo, Jebres, Surakarta. Berdasarkan hasil lomba, peserta mampu menjawab dengan benar 67% pertanyaan total, 82% jawaban benar terkait penggunaan herbal, dan 30% jawaban benar terkait pengelolaan oba

    PENINGKATAN PENDAPATAN KWT CIPTO ROSO DESA TAMAN SARI KARANGLEWAS BANYUMAS MELALUI PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN ANEKA PRODUK OLAHAN UBI KAYU

    Get PDF
    Kecamatan Karang lewas berpotensi dalam budidaya umbi kayu. Salah 1 kelompok di kecamatan tersebut yang anggotanya aktif memproduksi olahan ubi kayu adalah Kelompok Wanita Tani “Cipto Roso”. Kelompok yang dianggap mampu dan mau menjadi kader dan menularkan bagi anggota kelompok yang lain atau Ibu PKK di sekitar Desa Taman Sari (seperti Desa Pejogol dan Desa Karanggude). Produk yang dihasilkan belum beragam, paling banyak adalah produksi lanting yang pemasarannya dilakukan dengan cara menyetorkan ke pengepul sehingga lanting dihargai murah yaitu Rp 15.000,-sedangkan jumlah produksi hariannya besar yaitu mencapai 1,5 kuintal. Dengan latar belakang ini dilakukan pembinaan dan pendampingan terhadap KWT Cipto Roso dalam memproduksi olahan ubi kayu yang lebih beragam selain lanting yaitu seriping gethuk dan berpotensi laku di pasaran serta diversifikasi produk olahannya sesuai SOP dengan kemasan dan pelabelan yang menarik sehingga siap jual. Produk juga akan didaftarkan PIRT nya di DKK Banyumas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan nantinya akan meningkatkan nilai ekonomis produk dan meningkatkan pendapatan anggota KWT Cipto Roso. Program dilakukan dengan metode transfer teknologi, pelatihan, praktek demplot atau percontohan serta pendampingan.Kegiatan ini menghasilkan produk sriping gethuk dengan standar sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan dan memiliki karakter cita rasa, warna dan tekstur yang diharapkan serta memiliki kemasan yang menarik dengan label dan kemasan yang layak jual. Produk sriping gethuk telah diproses pengajuan PIRTnya. Lebih lanjut penjualan produk lokal unggulan KWT Ciptoroso dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanyaKecamatan Karang lewas berpotensi dalam budidaya umbi kayu. Salah 1 kelompok di kecamatan tersebut yang anggotanya aktif memproduksi olahan ubi kayu adalah Kelompok Wanita Tani “Cipto Roso”. Kelompok yang dianggap mampu dan mau menjadi kader dan menularkan bagi anggota kelompok yang lain atau Ibu PKK di sekitar Desa Taman Sari (seperti Desa Pejogol dan Desa Karanggude). Produk yang dihasilkan belum beragam, paling banyak adalah produksi lanting yang pemasarannya dilakukan dengan cara menyetorkan ke pengepul sehingga lanting dihargai murah yaitu Rp 15.000,-sedangkan jumlah produksi hariannya besar yaitu mencapai 1,5 kuintal. Dengan latar belakang ini dilakukan pembinaan dan pendampingan terhadap KWT Cipto Roso dalam memproduksi olahan ubi kayu yang lebih beragam selain lanting yaitu seriping gethuk dan berpotensi laku di pasaran serta diversifikasi produk olahannya sesuai SOP dengan kemasan dan pelabelan yang menarik sehingga siap jual. Produk juga akan didaftarkan PIRT nya di DKK Banyumas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan nantinya akan meningkatkan nilai ekonomis produk dan meningkatkan pendapatan anggota KWT Cipto Roso. Program dilakukan dengan metode transfer teknologi, pelatihan, praktek demplot atau percontohan serta pendampingan.Kegiatan ini menghasilkan produk sriping gethuk dengan standar sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan dan memiliki karakter cita rasa, warna dan tekstur yang diharapkan serta memiliki kemasan yang menarik dengan label dan kemasan yang layak jual. Produk sriping gethuk telah diproses pengajuan PIRTnya. Lebih lanjut penjualan produk lokal unggulan KWT Ciptoroso dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotany

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA DEPARTEMEN RAJUT DI PT ABC KARANGANYAR

    Get PDF
    One of the right ways to maintain employee performance is the existence of a work motivation for employees in order to continue to improve employee performance in the company. And the high and low performance of employees is influenced by many factors, one of which is compensation, work atmosphere, and fair treatment. The purpose of this study is to find out what factors influence employee performance. The population of this research is 40 production employees at the knitting department at PT ABC in Karanganyar. This population as well as a research sample, with independent variables consisting of compensation factors, fair treatment, and work atmosphere and employee performance as the dependent variable. Data were taken using a questionnaire method and analyzed using correlation test with the help of SPSS Software Windows Version 20. Based on the research results obtained by calculating the correlation with the value of a significant level of compensation of 0.404, fair treatment of 0.019 and work atmosphere of 0.001. With a value of significant level below the level of error level sig α = 0.05. This shows that the work atmosphere and fair treatment factors have a significant effect while the compensation factor does not significantly affect the performance of employees at PT ABC in Karanganyar. Based on the results of the correlation test and hypothesis test, the company should pay attention to the factors of fair treatment of employees in addition, the company also needs to pay attention to work atmosphere factors, so that employee performance increases.Salah satu cara yang tepat untuk mempertahankan kinerja karyawan adalah dengan adanya suatu motivasi kerja terhadap karyawan agar tetap bisa meningkatkan prestasi karyawan di perusahaan. Dan Tinggi rendahnya kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu faktor kompensasi, faktor suasana kerja, dan faktor perlakuan yang adil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian produksi pada departemen rajut di PT ABC di Karanganyar sebanyak 40 orang. Populasi ini sekaligus sebagai sampel penelitian, dengan variabel bebas yang terdiri dari faktor kompensasi, perlakuan yang adil, dan suasana kerja serta kinerja karyawan sebagai variabel terikat. Data diambil menggunakan metode angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dengan bantuan Software SPSS Windows Versi 20.   Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perhitungan korelasi dengan nilai level signifikan kompensasi sebesar 0,404, perlakuan yang adil sebesar 0,019 dan suasana kerja sebesar 0,001. Dengan nilai level of significant dibawah nilai level kesalahan sig α = 0.05. Hal ini menunjukan bahwa faktor suasana kerja dan faktor perlakuan yang adil berpengaruh signifikan sedangkan faktor kompensasi tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT ABC di Karanganyar. Berdasarkan hasil uji korelasi dan uji hipotesis, perusahaan sebaiknya memperhatikan faktor perlakuan yang adil terhadap karyawan selain itu, perusahaan juga perlu memperhatikan faktor suasana kerja, agar kinerja karyawan meningkat

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇