Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    Aktivitas Antiparkinson Ekstrak Gambir (Uncaria Gambir Roxb.) Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Haloperidol

    Get PDF
    Parkinson disease is a disease that occurs due to damage to dopaminergic nerve cells in the brain which resulted in decreased dopamine production. Gambir is a dry extract made from the leaves of Uncaria gambier Roxb plant. Gambir contains flavonoids in the form of catechins not less than 90%, alkaloids and terpenoids. This study aims to determine the activity of gambir extract that can reduce the symptoms of Parkinson's in the male rats Sprague dawley induced haloperidol.Test animals of 35 rats divided into 7 groups. Group I (healthy control) was given aquadest orally, group II (negative control) was given a 0.5% CMC-Na solution, group III (positive control I) was given levodopa 27 mg / kgbb po, group IV (positive control II ) Were given vitamin E 180 IU / kgbb po Groups V, VI, and VII were given a dose of 70 consecutive gambir extracts; 140; 280 mg / kgbb. The whole group induced haloperidol 2 mg / kgbb i.p at the 45th minute after treatment except in the healthy group. Then the group was tested with a catalepsy bar test, recorded time latency expressed in scores and rota test rods, recorded time of latency in seconds on days 0, 4, 7, 11, and 14.The result of the research using catalepsy bar test method showed a decrease of catalepsy in gambir extract dose 70; 140; 280 mg / kgbb has a successive activity of 22.53; 52.50; 57.12%. While the results with rota rod test method showed% increase in time latency extract gambir respectively of 27.69; 35.75; 39.61%.Parkinson merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kerusakan sel saraf dopaminergik pada bagian otak yang mengakibatkan terjadinya penurunan produksi dopamin. Gambir adalah ekstrak kering yang dibuat dari daun tumbuhan Uncaria gambir Roxb. Gambir mengandung flavonoid berupa katekin tidak kurang dari 90%, alkaloid dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak gambir yang dapat mengurangi gejala parkinson pada tikus putih jantan galur Sprague dawley yang diinduksi haloperidol.Hewan uji sebanyak 35 ekor tikus dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok I (kontrol sehat) diberi aquadest secara per oral, kelompok II (kontrol negatif) diberi larutan CMC-Na 0,5 % p.o, kelompok III (kontrol positif I) diberi levodopa 27 mg/kgbb p.o, kelompok IV (kontrol positif II) diberi vitamin E 180 IU/kgbb p.o. Kelompok V, VI, dan VII diberi ekstrak gambir dosis berturut-turut 70; 140; 280 mg/kgbb. Seluruh kelompok diinduksi haloperidol 2 mg/kgbb i.p pada menit ke-45 setelah perlakuan kecuali pada kelompok sehat. Kemudian kelompok diuji dengan catalepsy bar test, dicatat waktu latensi yang dinyatakan dalam skor dan rota rod test, dicatat waktu latensi dalam detik pada hari ke 0, 4, 7, 11, dan 14.Hasil penelitian menggunakan metode catalepsy bar test menunjukkan % penurunan katalepsi pada ekstrak gambir dosis 70; 140; 280 mg/kgbb mempunyai aktivitas yang berturut-turut sebesar 22,53; 52,50; 57,12 %. Sedangkan hasil dengan metode rota rod test menunjukkan % kenaikan waktu latensi ekstrak gambir berturut-turut sebesar 27,69; 35,75; 39,61 %

    PELATIHAN MENANAM DAN MERAWAT TANAMAN OBAT KELUARGA DI TK RA AL KAUTSAR SURAKARTA

    Get PDF
    Family medical plants (TOGA) are traditional herbal medical plants that can be cultivated at home yard. TOGA introduction can be started from an early age, like the kindergarten childrens, using interesting learning media. Toga benefits introduction and how to simply take care TOGA can be a media educative learning of TOGA and ways to shape the character and principles of early childhood independence. Community service activities of "Planting and Caring introduction for Family Medicinal Plants (TOGA) at RA Al-Kautharkindergarten, Surakarta"aims to introduce and instill the importance of maintaining our health using all plants around usfrom an early age.The target of this activity is to develop alove for yourself and plants with provide knowledge about the types, how to cultivited and benefits of family medicine plants (toga) for them. This activity is carried out in 3 step: the intoductions, implementation and evaluation, that was carried out consecutively on 8, 15 August and 12 September 2018.The activity was attended by 40 TK B RA Al-Kautsarchildren accompanied by 4 Ustadzah (teachers), 3 lecturers and 2 colleger.The initial step is full fil by the introductiontype, processed products of TOGA activity and painting the plant's pot that will be used for planting the TOGA in the next step. The implementation phase is the stage of planting the Toga by moving from the polybag to the pot of each child,and provide training on how to care from watering the plants till how to fertilizer. Evaluation step is to obtain information about the circumstances and the number of TOGA that have been planted in the previous step. The results of the Toga planting, obtained 40 plants with 7 types consisting of aloe vera, binahong, cat whiskers, lavender, lemongrass, ginger, turmeric and white temu. After 1 month of treatment, 38 plants lived and grew in good condition, 1 ginger plant died due to dryness, and 1 turmeric is gone due revoked by the child. TOGA planting and care activities have been carried out well, all participants, especially kindergartens B RA Al-Kautsar, were very enthusiastic in participating in activities, as well as providing positive benefits and new educational knowledge for childrenTanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang bisa dibudidayakan di pekarangan rumah dan mempunyai manfaat sebagai obat-obatan herbal tradisional. Pengenalan TOGA dapat dimulai dari anak usia dini yaitu usia sekolah taman kanak-kanak dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengenalan tentang manfaat TOGA serta cara merawat TOGA secara sederhana dapat menjadi media pembelajaran edukatif TOGA serta wahana pembentukan karakter dan prinsip kemandirian anak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai “Pelatihan Menanam dan Merawat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di TK RA Al-Kautsar, Surakarta” bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan pentingnya menjaga kesehatan dengan memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar kita sejak dini. Sasaran pada pengabdian ini adalah menumbuhkan rasa menyayangi diri dan tanaman dengan cara memberi pengetahuan tentang manfaat dan jenis tanaman obat kluarga (toga), cara menanam dan merawatnya. Dengan adanya kegiatan ini, maka diharapkan anak usia dini sudah mulai mengenal manfaat beberapa tanaman yang ada di sekitar mereka atau yang sering mereka jumpai untuk mengobati luka atau penyakit sederhana yang sering terjadi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap awal, pelaksanaan dan evaluasi yang dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 8, 15 Agustus dan 12 September 2018. Kegiatan diikuti oleh 40 anak TK B RA. Al-Kautsar dengan didampingi oleh 4 ustadzah (guru), 3 dosen pelaksana dan 2 mahasiswa. Tahap awal merupakan tahapan pengenalan program dan jenis Toga, produk hasil olahan toga dan pengecatan pot tanaman yang akan digunakan untuk menanam Toga. Tahap pelaksanaan adalah tahapan penanaman Toga dengan memindahkan dari polibag ke pot masing-masing anak, serta memberikan pelatihan cara merawat mulai dari menyiram hingga memeberi pupuk. Tahap evaluasi bertujuan untuk memperoleh informasi keadaan dan jumlah Toga yang telah ditanam di tahap sebelumnya. Hasil penanaman Toga, diperoleh 40 tanaman dengan 7 jenis yang terdiri dari lidah buaya, binahong, kumis kucing, lavender, sereh, jahe, kunyit dan temu putih. Setelah dilakukan perawatan dan kemudian dilakukan evaluasi 1 bulan dari penanaman, diperoleh hasil sebanyak 38 tanaman hidup dan tumbuh dengan kondisi baik, 1 mati kering yaitu tanaman jahe dan 1 tanaman yaitu kunyit bibitnya hilang kemungkinan karena dicabut oleh anak. Kegiatan penanaman dan perawatan TOGA telah terlaksana dengan baik, seluruh peserta terutama anak TK B RA Al-Kautsar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, serta memberikan manfaat positif dan pengetahuan edukatif baru untuk anak

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI UBIKAYU KECAMATAN PENGADEGAN PURBALINGGA GUNA MENCAPAI MASYARAKAT EKONOMI MANDIRI

    Get PDF
    Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga merupakan daerah penghasil ubikayu yang potensial dengan luas tanam mencapai 370 ha dan rata-rata produksi mencapai 24 ton per ha.  Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga di desa Pengadegan dan KWT RAhayu di desa Tetel adalah kelompok yang aktif melakukan usaha budidaya ubikayu.  Sebagian besar hasil ubikayu dijual ke pabrik tapioka dengan harga jual yang sangat rendah yaitu sekitar Rp 500,-/kg., Kedua KWT tersebut telah mencoba mengolah ubikayu menjadi beberapa produk olahan seperti keripik, manggleng dan tepung mocaf sebagai upaya meningkatan pendapatan.  Namun demikian mutu produk yang dihasilkan rendah dan masih perlu perbaikan mutu produk dan proses produksi.  Saat ini keripik dan manggleng yang dihasilkan kurang renyah, cita rasa kurang enak, bentuk kemasan sederhana dan belum memenuhi standar. Tepung mocaf yang dihasilkan masih belum memenuhi standar mutu yaitu warna kusam dan berbau apak.  Kapasitas produksi juga masih rendah karena tidak didukung peralatan yang memadai. Untuk meningkatkan nilai guna ubikayu,  perlu diversifikasi olahan ubikayu antara lain: wingko ubikayu, rempeyek mocaf, rengginang, dan kue berbasis tepung ubi kayu, serta teknik pengemasan dan labelling yang memadai untuk memperpanjang umur simpan serta daya tarik produk.  Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok mitra dalam mengolah dan memproduksi produk olahan ubikayu dengan mutu yang baik, cara pengemasan dan labeling yang sesuai standar guna meningkatkan penjualan dan daya saing produk, serta penyusunan prosedur operasi standar (SOP) untuk penjaminan mutu produk berupa bagan alir bahan baku dan proses produksi.  Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui: 1) penyuluhan tentang cara memproduksi produk berbasis ubikayu dengan kualitas yang baik dan awet, pengemasan dan labeling serta manajemen wira usaha mikro terpadu; 2) praktik pembuatan berbagai olahan ubikayu seperti mie dan rengginang ubikayu, perbaikan dalam pengolahan seriping, tepung mocaf dan manggleng.  Juga pembuatan spesifikasi produk , pengenalan penggunaan alat perajang ubikayu dan pencetak mie; 3) pendampingan dalam produksi produk berbasis ubikayu skala usaha mikro selama 5 bulan dan dalam pengajuan perijinan usaha industri rumah tangga (P-IRT).  Kegiatan diawali dengan FGD dengan kelompok wanita tani target untuk memantapkan rencana kegiatan dan menggali permasalah yang dihadapi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan terjadinya peningkatan dalam hal pengetahuan tentang pengolahan produk berbasis ubikayu.  Beberapa jenis olahan ubikayu yang baru antara lain wingko, kue kering dan horn ubi kayu, serta rempeyek mocaf. Selain itu juga telah terjadi peningkatan mutu tepung ubi kayu yang dihasilkan, yaitu menjadi lebih putih dan mempunyai flavour enak dengan aroma pandan.  Adanya bantuan berupa kompor dengan tingkat perapian besar dan high pressure serta alat penggoreng dengan kapasitas besar telah mampu meningkatkan kapasitas produksi dan waktu proses yang lebih singkat. Kelompok sudah mulai memasarkan produk secara online sehingga memperluas jangkauan pemasarannya.  Setelah ada kegiatan, terjadi peningkatan omset penjualan produk mencapai 62,74%. Untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam hal disain label kemasan, telah diberikan tutorial tentang aplikasi coreldraw pada anggota kelompok yang mempunyai kemampuan IT yang memadaiKecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga merupakan daerah penghasil ubikayu yang potensial dengan luas tanam mencapai 370 ha dan rata-rata produksi mencapai 24 ton per ha.  Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga di desa Pengadegan dan KWT RAhayu di desa Tetel adalah kelompok yang aktif melakukan usaha budidaya ubikayu.  Sebagian besar hasil ubikayu dijual ke pabrik tapioka dengan harga jual yang sangat rendah yaitu sekitar Rp 500,-/kg., Kedua KWT tersebut telah mencoba mengolah ubikayu menjadi beberapa produk olahan seperti keripik, manggleng dan tepung mocaf sebagai upaya meningkatan pendapatan.  Namun demikian mutu produk yang dihasilkan rendah dan masih perlu perbaikan mutu produk dan proses produksi.  Saat ini keripik dan manggleng yang dihasilkan kurang renyah, cita rasa kurang enak, bentuk kemasan sederhana dan belum memenuhi standar. Tepung mocaf yang dihasilkan masih belum memenuhi standar mutu yaitu warna kusam dan berbau apak.  Kapasitas produksi juga masih rendah karena tidak didukung peralatan yang memadai. Untuk meningkatkan nilai guna ubikayu,  perlu diversifikasi olahan ubikayu antara lain: wingko ubikayu, rempeyek mocaf, rengginang, dan kue berbasis tepung ubi kayu, serta teknik pengemasan dan labelling yang memadai untuk memperpanjang umur simpan serta daya tarik produk.  Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok mitra dalam mengolah dan memproduksi produk olahan ubikayu dengan mutu yang baik, cara pengemasan dan labeling yang sesuai standar guna meningkatkan penjualan dan daya saing produk, serta penyusunan prosedur operasi standar (SOP) untuk penjaminan mutu produk berupa bagan alir bahan baku dan proses produksi.  Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui: 1) penyuluhan tentang cara memproduksi produk berbasis ubikayu dengan kualitas yang baik dan awet, pengemasan dan labeling serta manajemen wira usaha mikro terpadu; 2) praktik pembuatan berbagai olahan ubikayu seperti mie dan rengginang ubikayu, perbaikan dalam pengolahan seriping, tepung mocaf dan manggleng.  Juga pembuatan spesifikasi produk , pengenalan penggunaan alat perajang ubikayu dan pencetak mie; 3) pendampingan dalam produksi produk berbasis ubikayu skala usaha mikro selama 5 bulan dan dalam pengajuan perijinan usaha industri rumah tangga (P-IRT).  Kegiatan diawali dengan FGD dengan kelompok wanita tani target untuk memantapkan rencana kegiatan dan menggali permasalah yang dihadapi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan terjadinya peningkatan dalam hal pengetahuan tentang pengolahan produk berbasis ubikayu.  Beberapa jenis olahan ubikayu yang baru antara lain wingko, kue kering dan horn ubi kayu, serta rempeyek mocaf. Selain itu juga telah terjadi peningkatan mutu tepung ubi kayu yang dihasilkan, yaitu menjadi lebih putih dan mempunyai flavour enak dengan aroma pandan.  Adanya bantuan berupa kompor dengan tingkat perapian besar dan high pressure serta alat penggoreng dengan kapasitas besar telah mampu meningkatkan kapasitas produksi dan waktu proses yang lebih singkat. Kelompok sudah mulai memasarkan produk secara online sehingga memperluas jangkauan pemasarannya.  Setelah ada kegiatan, terjadi peningkatan omset penjualan produk mencapai 62,74%. Untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam hal disain label kemasan, telah diberikan tutorial tentang aplikasi coreldraw pada anggota kelompok yang mempunyai kemampuan IT yang memada

    Penerapan Konsep Total Productive Maintenance pada Mesin Automatic Bottle Filling

    Get PDF
    Guwatirta Sejahtera is one of the companies engaged in the bottled drinking water industry. Problems that occur at PT. Guwatirta Sejahtera is the absence of routine maintenance on the machine so that damage, especially on automatic bottle filling machines, often occurs. This study applies a total productive maintenance method to determine the level of damage and identify the source of the problem as a basis for making recommendations for improvement in reducing the level of damage that often occurs in automatic bottle filling machines. The stage of the study begins by determining the engine efficiency and six big losses using the Overall Equipment Effectiveness parameter (OEE). Then proceed with identifying the source of the problem using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. Recommendations for improvement include making: a daily inspection checklist, small working groups, Standard Operating Procedures for operating the machine and routine maintenance schedules. Based on the estimated calculation if the recommendation for improvement is applied, the value of the original engine efficiency of 84.26% increased to 98.97% and the initial maintenance costs of Rp.81,232,369.48 decreased to Rp.75,355,764.39 per yearGuwatirta Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri air minum dalam kemasan. Permasalahan yang terjadi pada PT. Guwatirta Sejahtera adalah tidak adanya perawatan rutin pada mesin sehingga kerusakan terutama pada mesin automatic bottle filling sering terjadi. Penelitian ini menerapkan metode total productive maintenance untuk menentukan tingkat kerusakan dan mengidentifikasi sumber permasalahan sebagai dasar pembuatan rekomendasi perbaikan dalam mengurangi tingkat kerusakan yang sering terjadi pada mesin automatic bottle filling.Tahapan penelitian dimulai dengan menentukan nilai efisiensi mesin dan six big losses menggunakan parameter Overall Equipment Effectiveness(OEE). Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi sumber permasalahan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Rekomendasi perbaikan meliputi pembuatan : checklist inspeksi harian, kelompok kerja kecil, Standar Operational Procedure pengoperasian mesin dan jadwal perawatan rutin. Berdasarkan estimasi perhitungan jika rekomendasi perbaikan diaplikasikan, nilai efisiensi mesin yang semula 84,26 % naik menjadi 98,97% dan biaya perawatan yang semula Rp.81.232.369,48 turun menjadi Rp.75.355.764,39 per tahu

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanolik Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Piogenic infection is an infection characterized by the occurrence of severe local inflammation with pus formation (pus). Generally caused by piogenic germs, one of the most common  is Staphylococcus aureus. One of the plants used as an ingredient in traditional medicine and used as an anti-bacterial is a secang plant. This study aims to determine the anti-bacterial activity of ethanolic extract of secang wood (Caesalpinia sappan L.) on pure cultivation Staphylococcus aureus Laboratory and isolates pus Hospital patients and find out the difference in inhibition between the two bacterias.300 grams of secang wood powder was extracted by maceration method using 70% ethanol (1:10). Maserate was used to test the anti-bacterial activity of Staphylococcus aureus from pure  cultivation laboratory and isolates of pus patients in hospital using diffusion and dilution methods. Then, the results of the diffusion test were analyzed using a two-way Anova test.The results of the study showed that ethanolic extracts of wood have anti-bacterial activity. Result of dilution method showed the value of KBM at a concentration of 3% for Staphylococcus aureus cultivation Laboratory and a concentration of 4% for Staphylococcus aureus isolates pus patients of the Hospital. The statistical analysis of diffusion test results showed that the best concentration in inhibiting the growth of these two bacterias were the concentration of 25% and the sensitivity of Staphylococcus aureus from Laboratory pure cultivation and the Pus patients isolate of the Hospital toward extracts were the same.Infeksi piogenik merupakan infeksi yang ditandai dengan terjadinya peradangan lokal yang parah disertai nanah (pus) dan umumnya disebabkan oleh kuman piogenik, salah satu yang paling umum adalah Staphylococcus aureus. Salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional dan sebagai antibakteri adalah tanaman secang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kayu secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus aureusisolat laboratorium dan isolat pus pasien dan mengetahui perbedaan daya hambat antara kedua bakteri tersebut. Serbuk kayu secang sebanyak 300 gram diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% (1:10). Maserat digunakan untuk uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureusisolat laboratorium dan isolat pus pasien Rumah Sakit menggunakan metode difusi dan dilusi. Hasil uji difusi kemudian dianalisis menggunakan uji Anova dua arah.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik kayu secang mempunyai aktivitas antibakteri. Hasil metode dilusi menunjukkan nilai KBM pada konsentrasi 3% untuk Staphylococcus aureusisolat laboratorium dan konsentrasi 4% untuk Staphylococcus aureus isolat pus pasien. Analisis statistik hasil uji difusi menunjukkan konsentrasi paling baik dalam menghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut adalah konsentrasi 25% dan kesensitifan Staphylococcus aureusisolat laboratorium dan isolat pus pasien terhadap ekstrak adalah sama

    Kesesuaian Biaya Riil Terhadap Tarif INA-CBGS Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali Tahun 2017

    Get PDF
    In Indonesia, the incidence of hypertension ranged from 6-15% and many patients are still not reached by health services, especially in rural areas. The research purposes to determine patterns of treatment of hypertension, the average cost of treatment, the factors that affect the total cost, and the cost of compliance with the real cost of the package INA-CBGs. The study was an observational cross-sectional study design according to the perspective of the hospital. Method of data collection was done in retrosfektif and data derived from quantitative data. Subjects were inpatients suffering from hypertension without comorbidities and hypertension with comorbid diabetes mellitus, heart failure and kidney failure. The results showed significant differences with the INA-CBG rates on total costs in outpatients differed significantly in 79 samples, while the real cost of Rp 335,145 was greater than the INA-CBGs rate of Rp. 181,400, while inpatients differed significantly in 63 samples at the grade I, grade 3, 2, 1 severity of Rp. Rp. , Rp. 1,438,069, Rp. 1,498,683, Rp. 2,000,685, the severity level II class 3 and class 1 was Rp. 1,540,134, Rp. 2,866,200, III and grade 1 III severity levels of Rp. 1,586,617 and Rp. 3,439,500. This difference shows a positive difference, where the total real cost is more.Di Indonesia angka kejadian hipertensi berkisar 6-15% dan masih banyak penderita yang masih belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan, terutama di daerah pedesaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola pengobatan penyakit hipertensi, biaya rata-rata pengobatan, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya total, serta kesesuaian biaya riil dengan biaya paket INA-CBGs. Jenis penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional menurut prespektif rumah sakit. Data secara retrosfektif dan merupakan data kuantitatif. Subyek penelitian adalah pasien rawat jalan dan rawat inap yang menderita hipertensi tanpa komorbid dan hipertensi dengan komorbid diabetes melitus, gagal jantung dan gagal ginjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBGs terhadap total biaya pada pasien rawat jalan adalah berbeda signifikan pada 79 sampel, dimana biaya riil Rp 335.145 lebih besar dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp. 181.400, sedangkan pada pasien rawat inap berbeda signifikan pada 63 sampel yaitu pada tingkat keparahan I kelas 3, 2, 1 sebesar Rp. 1.438.069, Rp. 1.498.683, Rp. 2.000.685, tingkat keparahan II kelas 3 dan kelas 1 sebesar Rp. 1.540.134, Rp. 2.866.200, tingkat keparahan III kelas 3 dan kelas 1 sebesar Rp. 1.586.617 dan Rp. 3.439.500. Perbedaan ini menunjukkan selisih yang positif, dimana total biaya riil lebih rendah dibandingkan tarif INA-CBG’s

    Orientasi Proses Karir Organisasional dan Keadilan Prosedural: Peran Keberagaman Individual

    Get PDF
    The advance of organizational justice construct along with its dimensions has potential implications in explaining many justice phenomena, including organizational career process orientation. Diversity of individuals in organization, especially between knowledge workers and non-knowledge workers will imply in different career need as well as their perceptions of organizational justice. The purpose of this research is to give perspective in the relationship between organizational career process and organizational justice. Organizational justice is explained by using organizational perspectives both externally and internally in four types of boundaryless careers (i.e., internal psychological, internal enacted, external psychological, and external enacted), and by considering individual characteristics (i.e., knowledge worker and nonknowledge worker). Two hipotesis were offered and tested using moderated regression analysis (MRA). Organization using organizational career process focusing on externalboundaries will be judged to be procedurally fair by knowledge workers. Organization using organizational career process focusing on internal boundaries will be judged to be procedurally fair by non-knowledge workers. The advance of organizational justice construct along with its dimensions has potential implications in explaining many justice phenomena, including organizational career process orientation. Diversity of individuals in organization, especially between knowledge workers and non-knowledge workers will imply in different career need as well as their perceptions of organizational justice. The purpose of this research is to give perspective in the relationship between organizational career process and organizational justice. Organizational justice is explained by using organizational perspectives both externally and internally in four types of boundaryless careers (i.e., internal psychological, internal enacted, external psychological, and external enacted), and by considering individual characteristics (i.e., knowledge worker and nonknowledge worker). Two hipotesis were offered and tested using moderated regression analysis (MRA). Organization using organizational career process focusing on externalboundaries will be judged to be procedurally fair by knowledge workers. Organization using organizational career process focusing on internal boundaries will be judged to be procedurally fair by non-knowledge workers.&nbsp

    Survey Entomology Aedes Aegypti di Daerah Endemis DBD Kelurahan Nusukan

    No full text
    ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, atau DEN-4) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kelurahan Nusukan merupakan salah satu daerah endemis di Kota Solo terutama RW 17 dan RW 18. Pencegahan yang dilakukan yakni dengan melakukan fogging, abatisasi, dan penyuluhan terhadap masyarakat, Selain melakukan fogging, abatisasi dan penyuluhan, memantau kepadatan populasi Ae. aegypti juga merupakan hal yang penting sekali dalam upaya membantu mengevaluasi adanya ancaman DBD disuatu daerah . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui  Counter Index, Breteu Index, House Index (kepadatan populasi ) Ae. aegypti pada daerah endemis  DBD  di Kelurahan Nusukan Solo, serta untuk mengetahui ABJ di Kelurahan Nusukan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ABJ di Kelurahan Nusukan RW 17 sebesar 95,91 %, RW 18 sebesar 89%, sedangkan untuk HI,CI dan BI sebesar 4,1%, 3,2% dan 4,1, sedangkan RW 18 HI 11,47%, CI 5,4 dan BI 13,1 Kata Kunci : Aedes aegypti, DBD,   ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by infection with dengue virus (DEN-1, DEN-2, DEN-3, or DEN-4) which is transmitted through the bite of the mosquito Aedes aegypti. Nusukan Urban Village is one of the endemic areas in the city of Solo, especially RW 17 and RW Prevention conducted the 18th with fogging, abatisasi, and outreach to the community, In addition to fogging, abatisasi and counseling, monitoring the population densities of Ae. aegypti is also a very important thing in order to help evaluate the threat of dengue fever in an area. The purpose of this study to determine Knowing Counter Index, Index Breteu, House Index (population density) Ae. aegypti in dengue endemic areas in the Village Nusukan Solo, as well as to determine the ABJ in Sub Nusukan. Sampling technique using simple random sampling. The results of this study indicate that the ABJ in the Village Nusukan for 95.91% of RW 17, RW 18 was 89%, whereas for HI, CI and BI of 4.1%, 3.2% and 4.1, while the RW 18 HI 11 , 47%, CI and BI 5.4 13.1  Keywords : Aedes aegypti, DB

    D. Andang Arif Wibawa INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGGUNAAN MESIN BOR DAN MESIN GERGAJI DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SANGKAR BURUNG

    No full text
                    Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bekerja dengan mitra Kelompok Perajin “Santosa” Debegan, Mojosongo, Kota Surakarta adalah meningkatkan pendapatan mitra dilakukan melalui introduksi teknologi mesin bor dan mesin gergaji. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah semua kegiatan dilakukan secara manual sehingga produktivitas rendah. Mitra tidak memiliki modal untuk  membeli mesin bor dan mesin gergaji triplek atau bambo.  Berangkat dari permasalahan tersebut mitra sepakat untuk bekerja sama dengan Tim Pengabdian Universitas Setia Budi Surakarta untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan  kapasitas produksinya. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan atau menambah peralatan berupa mesin bor dan mesin gergaji, (2) introduksi teknologi penggunaan mesin bor dan mesin gergaji, (3) pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem keuangan sederhana. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra, meningkatnya pendapatan melalui peningkatan produktivitas sangkar burung publikasi pada media massa                Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bekerja dengan mitra Kelompok Perajin “Santosa” Debegan, Mojosongo, Kota Surakarta adalah meningkatkan pendapatan mitra dilakukan melalui introduksi teknologi mesin bor dan mesin gergaji. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah semua kegiatan dilakukan secara manual sehingga produktivitas rendah. Mitra tidak memiliki modal untuk  membeli mesin bor dan mesin gergaji triplek atau bambo.  Berangkat dari permasalahan tersebut mitra sepakat untuk bekerja sama dengan Tim Pengabdian Universitas Setia Budi Surakarta untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan  kapasitas produksinya. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan atau menambah peralatan berupa mesin bor dan mesin gergaji, (2) introduksi teknologi penggunaan mesin bor dan mesin gergaji, (3) pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem keuangan sederhana. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra, meningkatnya pendapatan melalui peningkatan produktivitas sangkar burung publikasi pada media mass

    Pengaruh Pemberian Minyak Hati Ikan Hiu Botol (Centrophorus atromarginatus) Terhadap Kolesterol Total Darah Tikus Hiperkolesterolemia

    Get PDF
    Research has been conducted to determine the effect of bottle shark liver oil (Centrophorus atromarginatus) on total cholesterol levels of the blood of hypercholesterolemic rats fed high fat feed.  This research was carried out experimentally using 25 male rats, aged 2-3 months with a weight of 150-200 g, which were divided into 5 treatment groups randomly, ie group K1 (normal control) were given standard feed, group K2 (positive control) given high fat feed for 7 days, while group P1, P2, and P3 were given bottle shark liver oil in a sonde with a dose of 54 mg / 200 mg / day, 108 mg / 200 mg / day, 216 mg / 200 g BW / day. Each treatment consisted of 5 rats which were examined 3 times the total cholesterol level by the CHOD-PAP method. Data obtained from examinations were analyzed using one-way ANOVA p <0.005 followed by post hoct test. The results of the P1, P2, and P3 groups were significantly different from K1 (p = 0,000). Groups P1, P2, and P3 were significantly different from K2 (p = 0,000). Bottle shark liver oil with a dose of 54mg / 200g BB / day, 108mg / 200g BB / day, 216mg / 200g BB / day each can reduce cholesterol levels by 23% or 43.67 mg / dl, 30% or 55, 72 mg / dl, and 38% or 70.94 mg /Telah  dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian  minyak hati ikan hiu botol (Centrophorus atromarginatus) terhadap kadar kolesterol total darah tikus hiperkolesterolemia yang diberi pakan lemak tinggi. Penelitian ini  dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan 25 ekor tikus jantan, berumur 2-3 bulan dengan berat 150-200 g, yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan secara acak, yaitu  kelompok K1 (Kontrol normal) diberi  pakan standar, kelompok K2 (kontrol positif) diberi pakan lemak tinggi selama 7 hari, sedangkan kelompok P1, P2 dan P3 diberi minyak hati ikan hiu botol secara sonde dengan dosis 54mg/200gBB/hari, 108mg/200gBB/hari, 216mg/200g BB/hari. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor tikus yang dilakukan 3 kali pemeriksaan kadar kolesterol total  dengan metode CHOD-PAP. Data yang diperoleh dari pemeriksaan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah p<0,005 dilanjutkan post hoct test. Hasil Penelitian kelompok P1, P2, dan P3 berbeda bermakna dengan K1 (p=0,000). Kelompok P1, P2,  dan P3 berbeda bermakna dengan K2 (p=0,000). Minyak hati ikan hiu botol dengan  dosis 54mg/200g BB/hari, 108mg/200g BB/hari, 216mg/200g BB/hari masing-masing dapat  menurunkan kadar kolesterol sebesar 23% atau 43,67 mg/dl,  30% atau 55,72 mg/dl, dan  38% atau 70,94 mg/dl

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇