Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
The Measurement of Antioxidant Activity of Velvet Beans (Mucuna pruriens) and Velvet Beans (Mucuna pruriens) in Coffee Preparations
Antioxidant activity tests of methanol extracts of velvet beans (Mucuna pruriens) and velvet beans (Mucuna pruriens) in coffee preparations have been previously carried out by several researchers. This present study aims to examine the phytochemical and antioxidant activities of methanol extracts of Mucuna pruriens and Mucuna pruriens in coffee preparations. The methanol extract was tested for the phytochemical and antioxidant activities by applying DPPH (1,1-Dhiphenyl-2-picrylhydrazil) method. The results of the phytochemical test showed that the methanol extracts of the Mucuna pruriens and Mucuna pruriens in coffee preparations contained secondary metabolites of flavonoids, alkaloids, saponins, terpenoids, and tannins. The outcomes of the antioxidant activity test revealed that the methanol extracts of the Mucuna pruriens and Mucuna pruriens in coffee preparations had antioxidant activities, as indicated by the IC50 values of 42.09 ppm and 37.23 ppm. It was also revealed that the antioxidant content of Mucuna pruriens in coffee preparations was stronger than the content in the velvet beans alone.Antioxidant activity tests of methanol extracts of velvet beans (Mucuna pruriens) and velvet beans (Mucuna pruriens) in coffee preparations have been previously carried out by several researchers. This present study aims to examine the phytochemical and antioxidant activities of methanol extracts of Mucuna pruriens and Mucuna pruriens in coffee preparations. The methanol extract was tested for the phytochemical and antioxidant activities by applying DPPH (1,1-Dhiphenyl-2-picrylhydrazil) method. The results of the phytochemical test showed that the methanol extracts of the Mucuna pruriens and Mucuna pruriens in coffee preparations contained secondary metabolites of flavonoids, alkaloids, saponins, terpenoids, and tannins. The outcomes of the antioxidant activity test revealed that the methanol extracts of the Mucuna pruriens and Mucuna pruriens in coffee preparations had antioxidant activities, as indicated by the IC50 values of 42.09 ppm and 37.23 ppm. It was also revealed that the antioxidant content of Mucuna pruriens in coffee preparations was stronger than the content in the velvet beans alone
Analisis Postur Kerja Operator Las dengan Metode RULA : Studi kasus di UKM Las XYZ Karanganyar
The operator's work posture in production activities is very important to note. Ergonomic work posture will support work productivity. In UKM Las XYZ there are three work postures adopted by the welding operator namely standing bent, sitting on a short chair, and squatting. Welding is the job that causes the highest muscle complaints compared to other jobs in this UKM. The purpose of this study was to assess the risk of work posture adopted by welding operators. The assessment method uses the Rappid User Limb Assessment (RULA) and the Nordic Body Map. The results showed that the final score of the work posture bent has a score of 7, which means that this work posture needs to be investigated and implemented corrective actions. Work postures sitting in short chair and squatting produce a score of 6, which means that this work posture needs further investigation and immediate improvement. Measurement of muscle complaints showed that the part of the body that was experiencing the most pain was back and waist, with an average NBM score of 4 (very sick). This is caused by static or repetitive high frequency work postures adopted by the welding operator.Postur kerja operator dalam kegiatan produksi sangat penting untuk diperhatikan. Postur kerja yang ergonomis akan mendukung produktivitas kerja. Di UKM Las XYZ ada tiga postur kerja yang diadopsi oleh operator las yaitu berdiri membungkuk, duduk di kursi pendek, dan jongkok. Pekerjaan pengelasan adalah pekerjaan yang menimbulkan keluhan otot tertinggi dibanding pekerjaan lain di UKM ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai resiko postur kerja yang diadopsi operator las. Metode asesmen yang digunakan adalah Rappid User Limb Assesment (RULA) dan Nordic Body Map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor akhir dari postur kerja berdiri membungkuk memiliki skor 7, yang berarti bahwa postur kerja ini perlu diinvestigasi dan diimplementasikan tindakan perbaikan. Postur kerja duduk di kursi pendek dan jongkok menghasilkan skor sebesar 6, yang berarti bahwa postur kerja ini perlu diinvestigasi lebih lanjut dan dilakukan perbaikan segera. Pengukuran keluhan otot menunjukkan bahwa bagian tubuh yang mengalami nyeri paling sakit adalah punggung dan pinggang, dengan rata-rata skor NBM sebesar 4 (sangat sakit). Hal ini disebabkan oleh postur kerja statis atau repetitif dengan frekuensi tinggi yang diadopsi oleh operator las
Solusi IoT untuk adaptasi New Normal
Internet of Things (IoT) is a concept that utilizes internet network connectivity for a unified system communication. Analysis conducted on the keyword "Internet of Things" by using Google Trends shows trends up from mid 2013 to 2020. IoT will be a part of human culture which is implemented in all sectors of life. The corona virus pandemic is like a blessing in disguise in terms of the adoption and intervention of technology in all settings of human life. This is because during the Covid-19 pandemic, technology was present to be a solution and provide efficiency. This paper was prepared with the aim of completing a study of the application and adoption of information technology, specifically the field of the Internet of Things (IoT) in adaptation to New Normal life. To achieve the goal, this paper is divided into 3 parts, namely the IoT concept and vision section, the existing IoT implementation section based on the physical setting or place and the IoT solution section for New Normal adaptation after the co-19 pandemic in Indonesia. Based on the analysis and discussion, it can be concluded that experts and government are able to react quickly and appropriately in implementing technology (especially IoT) in Indonesia. However, it is still ineffectiveness and inefficiency, because each government unit’s builds its own system. Next, Indonesian government needs to think about and do is to integrate the system. So, it will be able to produce an integrated information that can be used by all elements of operations in all government unit’s that need it.Internet of Things (IoT) merupakan suatu konsep yang memanfaatkan konektivitas jaringan internet sebagai media komunikasi seluruh benda (things) sebagai satu kesatuan sistem terpadu. Analisis yang dilakukan terhadap keyword “Internet of Things” dengan memanfaatkan tools Google Trends memperlihatkan trends yang terus bergerak naik dari medio tahun 2013 hingga tahun 2020 ini. IoT akan menjadi bagian dari budaya manusia yang pelan namun pasti diimplementasikan pada semua sektor kehidupan. Pandemi corona virus ibarat blessing in disguise dalam hal adopsi dan intervensi teknologi pada seluruh tatanan kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan selama pandemi Covid -19, teknologi telah hadir menjadi solusi dan memberikan efisiensi. Paper ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi kajian penerapan dan adopsi teknologi informasi, khususnya bidang Internet of Things (IoT) dalam adaptasi menuju kehidupan New Normal. Untuk mencapai tujuan tersebut, paper ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian konsep dan visi IoT, bagian implementasi IoT yang sudah ada berdasarkan setting atau tempat fisik dan bagian solusi IoT untuk adaptasi New Normal pasca pandemik covid-19 di Indonesia. Berdasarkan analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa para ahli dan pengambil kebijakan di jajaran pemerintahan mampu bereaksi secara cepat dan tepat dalam mengimplementasikan teknologi (khususnya IoT) di Indonesia. Namun demikian, masih terlihat jelas tingkat inefektivitas dan inefisiensinya, karena masing-masing instansi membangun sistemnya sendiri-sendiri. Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan dan dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah melakukan langkah integrasi sistem. Sehingga akan dapat dihasilkan suatu informasi yang terintegrasi yang dapat digunakan oleh seluruh unsur operasi di seluruh instansi yang membutuhkan
PERAN RELIGIUSITAS TERHADAP REGULASI EMOSI PADA KOMUNITAS HIJRAH
Hijrah is a changing the one self of a person, from a bad to be a better person. This study aims to examine the role of religiosity on emotional regulation in the hijrah community.The subject in this research are the ikhwan and akhwat in hijrah community “X” with the total of 100 respondents. The measuring instrument used in this study is the religiosity scale and emotional regulation scale. This study used quantitative methods and for the sampling the researcher used incidental sampling techniques.The method used for the data analysis is a simple regression analysis and an additional age and gender analysis using the cross tabulation analysis (crosstab) with the help of SPSS 21.0. The results of data analysis showed a regression coefficient of 0.379 with a value of p = 0,000 (p <0.01), indicating that the hypothesis proposed in this study was accepted, that there was a significant positive role between religiosity towards emotional regulation in ikhwan and akhwat in the hijrah community. The result of the additional analysis using crosstab shows that the most dominant age of the subject are between 20 to 25 years old and the most dominant gender is akhwat. Effective contribution of religiosity towards emotional regulation is 0,144 or 14,4% and the rest is 85.6% influenced by others factors that is gender, age, culture and education.Hijrah yaitu mengubah diri, dari yang buruk menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran religiusitas terhadap regulasi emosi pada komunitas hijrah. Subjek dalam penelitian ini adalah ikhwan dan akhwat di komunitas hijrah “X” dengan jumlah 100 subjek. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala religiusitas dan skala regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengambilan sampel dengan sampling incidental.Metode yang digunakan untuk analisis data adalah analisis regresi sederhana dan analisis tambahan usia dan jenis kelamin menggunakan tabulasi silang (crosstab) dengan bantuan SPSS 21.0. Hasil analisis data menunjukan koefisien regresi sebesar 0,379 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,01) hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, bahwa ada peran yang signifikan antara religiusitas terhadap regulasi emosi pada ikhwan dan akhwat di komunitas hijrah. Hasil analisis tambahan crosstab menunjukan bahwa usia subjek 20-25 tahun yang paling dominan sedangakan pada jenis kelamin yang dominan yaitu akhwat. Sumbangan efektif religiusitas terhadap regulasi emosi sebesar 0,144 atau 14,4% dan sisanya 85,6% di pengaruhi oleh faktor lain yaitu jenis kelamin, usia, budaya dan pendidikan
Stimulantia Effect Of Single Bulb Garlic Extract (Allium Sativum Var.Solo Garlic) in Swiss Webster Mice
Stimulant is an agent that stimulates the central nervous system thereby increasing physical and mental abilities and minimizing fatigue. The use of synthetic caffeine stimulants of 10 mg / kg BW is known to have side effects of increasing total cholesterol and increasing LDL, therefore alternative stimulants from natural ingredients are needed. Natural materials that have been studied contain flavonoids and phenolic as a stimulant compound is a single garlic bulbs. The purpose of this study was to determine the stimulant effect of a single garlic bulbs ethanolic extract on mice from the difference in swimming time.
The research experimental used Pre test and Post test control design. Sample of this research used mice which were divided into 6 groups. Group 1 pretest dose 5 g / kgBB, group 2 (negative control), group 3 (caffeine), group 4 extract dose 5g / kgBB, group 5 dose 10g / kgBB and group 6 dose 20g / kgBB. Data was analyze using one way Anova continued with Post Hoc test.
The group of single garlic bulb ethanolic extract dose 20 g / kgBB had the highest stimulant effect with 222,722 minutes fatigue time difference and statistically have significant difference (p <0.05) than the negative control group. Group of single garlic bulb extract can influence the time of fatigue of mice by extending the swimming time of mice so that it has a longer fatigue time which means it has a stimulant effec
PEMBUATAN ANEKA NUGGET DAN PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN BAGI KELOMPOK TANI SEKAR PUTRI DI DESA MUSUK KECAMATAN MUSUK BOYOLALI
Desa Musuk Kecamatan Musuk merupakan salah satu desa dengan hasil utama berupa susu sapi, buah, dan aneka jenis sayuran. Desa yang salah satu wilayahnya hanya berjarak 7 km dari puncak gunung merapi ini mempunyai cuaca yang relatif dingin. Di Desa Mriyan, ada kelompok Tani Sekar Putri yang beranggotakan 29 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan transfer ilmu dan pengetahuan serta ketrampilan kepada masyarakat tentang keamanan pangan dan juga pembuatan olahan nugget berupa nugget sayur dan nugget pisang. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2019, dengan jumlah peserta 19 orang bertempat di Dukuh Karanglo Selatan, Desa Musuk. Masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan ini, terbukti dengan peran serta aktifnya selama kegiatan berlangsung. Selama ini, masyarakat belum terlalu paham tentang keamanan pangan dalam proses produksi makanan, padahal itu merupakan kunci dalam produksi makanan yang aman. Salah satunya, kurangnya pengetahuan tentang bahan tambahan makanan. Peserta juga berharap bahwa pembinaan yang dilakukan oleh Tim Pengabdi dari FATIPA UNISRI, dapat dilakukan secara terus-menerus
PEMBUATAN YOGHURT DAN ES KRIM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMI SUSU SAPI DI DESA BALERANTE KECAMATAN KEMALANG KABUPATEN KLATEN
Wilayah Desa Balerante Kecamatan Kemalang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Klaten. Di Desa Balerante yang berada di lereng gunung merapi ini terdapat kelompok-kelompok peternak sapi perah yang masih memerlukan pembinaan dan pendampingan untuk mengolah susu sapi yang dihasilkan.Salah satu produk peternakan yang dihasilkan adalah susu sapi. Sejauh ini, susu sapi di desa ini hanya dijual dalam bentuk susu segar tanpa pengolahan lebih lanjut. Susu sapi yang kaya zat gizi dan sangat baik bagi kesehatan, dapat diolah menjadi yoghurt dan es krim. Pengolahan susu sapi menjadi yoghurt dan es krim dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan minat konsumen. Selain itu, pengolahan yoghurt dan es krim susu sapi dapat menjadi peluang usaha baru bagi peternak dan dapat memberikan variasi cara konsumsi susu sapi. Pengolahan susu sapi menjadi yoghurt dapat meningkatkan harga jualnya. Susu segar biasanya dijual dengan harga Rp. 9000,- per liter, sedangkan harga jual yoghurt dapat mencapai Rp. 20.000-35.000 per liter. Maka produk yoghurt sangat potensial dikembangkan guna meningkatkan nilai ekonomi susu segar. Demikian pula dengan pengolahan susu menjadi es krim dapat meningkatkan harga jual menjadi RP. 56.000,- per liter. Selain memberikan alternatif car akonsumsi susu sapi, pengolahan susu menjadi yoghut dan es krim dapat meningkatkan nilai ekonomi
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN CEGAH HIPERTENSI PADA LANSIA DI POS LANSIA SEJAHTERA RW 04 KELURAHAN MOJOSONGO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia bahkan di dunia. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh adanya riwayat keluarga hipertensi ataupun pola / gaya hidup yang tidak sehat, seperti asupan pola makan tidak sehat, kurangnya aktifitas fisik atau olahraga, dan juga stress. Tingginya tekanan darah dapat menyebabkan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner (PJK), gagal jantung, stroke bahkan kematian. Lansia merupakan salah satu subjek yang rentan terhadap tekanan darah tinggi, Pada lansia, risiko mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan usia yang lebih muda, selain itu dapat mengakibatkan risiko penyakit degeneratif dan kematian semakin besar. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan pada lansia khususnya pencegahan hipertensi beserta risikonya menjadi sangat penting. Upaya peningkatan kesehatan dilakukan di Pos Lansia Sejahtera RW 04, kelurahan Mojosongo kecamatan Jebres, Kota Surakarta yang berdekatan dengan kampus Universitas Setia Budi Surakarta, dengan cara 1) melakukan pemeriksaan tekanan darah, 2) sosialisasi pola hidup sehat guna mencegah terjadinya hipertensi, Hasil dari kegiatan ini diharapkan wawasan kesehatan mitra (lansia) terhadap penyakit hipertensi meningkat dan dengan adanya penyuluhan ini dapat mengubah pola hidup mitra menjadi lebih baik, berkualitas, sehat dan terhindar dari hipertensi beserta risiko penyakitnya
PEMBUATAN PRODUK EKONOMI KREATIF UNTUK MERINTIS USAHA KECIL MENENGAH MASYARAKAT
Keinginan para ibu rumah tangga masyarakat Nusukan Surakarta untuk mendirikan suatu usaha kecil menengah di lingkungannya mengalami hambatan karena tidak ada konsep atau rencana yang dapat dilakukan. Ilmu mereka minim tentang kewirausahaan bahkan sangat terbatas sekali akan ilmu membuat produk, tujuan dari produk, pasar dan pemasaran hingga produk itu sampai ke tangan konsumen. Langkah awal dilakukan untuk memulai merintis usaha kecil menengah masyarakat Nusukan Surakarta sesuai dengan keinginan para ibu rumah tangga tersebut. Berawal dari melatih kreatifitas dan mengenal langkah-langkah dalam dunia bisnis, mereka mulai mendapatkan keberanian untuk maju memulai usaha kecil menengah di wilayah Nusukan
DETERMINAN PERILAKU KEWARGANEGARAAN ORGANISASIONAL (OCB) PETUGAS DI RUMAH SAKIT
This study was aimed to examine the effect of job satisfaction and organizational commitment to OCB, the effect of job satisfaction on organizational commitment, the effect of organizational justice to job satisfaction and organizational commitment, the influence of superordinate support to job satisfaction and organizational commitment. Sample was determided by using probability cluster sampling method and random sampling.The sample were staffs of Psychiatric Hospital and PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta. Data collection using questionnaires was distributed directly as many as 200 questionnaires. Data analysis was conducted by using SEM. The results showed that job satisfaction had a positive effect on OCB, organizational commitment had no effect on OCB. Job satisfaction had no effect on organization commitment. The value of organizational justice to job satisfaction shows significant effect, but not on organizational commitment. Superordinate support had no effect on job satisfaction and organizational commitment.This study was aimed to examine the effect of job satisfaction and organizational commitment to OCB, the effect of job satisfaction on organizational commitment, the effect of organizational justice to job satisfaction and organizational commitment, the influence of superordinate support to job satisfaction and organizational commitment. Sample was determided by using probability cluster sampling method and random sampling.The sample were staffs of Psychiatric Hospital and PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta. Data collection using questionnaires was distributed directly as many as 200 questionnaires. Data analysis was conducted by using SEM. The results showed that job satisfaction had a positive effect on OCB, organizational commitment had no effect on OCB. Job satisfaction had no effect on organization commitment. The value of organizational justice to job satisfaction shows significant effect, but not on organizational commitment. Superordinate support had no effect on job satisfaction and organizational commitment