Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
Analisis Biaya Langsung Medis Terapi Seftriakson Dibandingkan Dengan Levofloksasin Pada Pasien Pneumonia Komunitas di Rumah Sakit Pemerintah X NTB
Pneumonia is a respiratory tract infection with the highest number of cases in Government Hospital X in NTB in 2018. The worst impact of pneumonia are death and high cost of health services risk. So management of costs is needed for effectively and efficiently. The therapeutic choice for community acquired pneumonia (CAP) used in X Hospital is ceftriaxone and levofloxacin which have a high price difference. This study aims to calculate the average direct medical costs in hospitalized CAP patients who use ceftriaxone and levofloxacin therapy at Government Hospital X in NTB in 2018.
This research type is quantitative analysis using secondary data that compares the average direct medical costs of two alternative treatments for CAP with the BPJS Kesehatan perspective. The cost component are cost of medicine, care, doctor, emergency room, accommodation, and laboratory. The number of samples was 65 patients.
The results showed: (1) The average direct medical costs using ceftriaxone was Rp.3.034.965, while levofloxacin was Rp.1.594.053; (2) There is significant difference in the average direct medical cost of Rp.1.440.912 perpatient; (3) Levofloxacin provide the lowest rupiah than ceftriaxone in community acquired pneumonia patients.Pneumonia merupakan penyakit infeksi dengan jumlah kasus terbanyak di Rumah Sakit Pemerintah X di NTB tahun 2018. Dampak terburuk pneumonia di negara berkembang seperti di Indonesia adalah risiko kematian serta tingginya biaya pelayanan kesehatan. Sehingga diperlukan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien. Pilihan terapi pneumonia komunitas yang digunakan di RS X adalah seftriakson dan levofloksasin yang memiliki selisih harga yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung rata-rata biaya langsung medis pada pasien pneumonia komunitas yang menggunakan terapi seftriakson dan levofloksasin di rawat inap Rumah Sakit Pemerintah X di NTB tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analisis dengan menggunakan data sekunder yang membandingkan rata-rata biaya langsung medis dari dua alternatif terapi pneumonia komunitas dengan perspektif BPJS Kesehatan. Komponen biaya langsung medis yang dihitung adalah biaya obat, perawatan, dokter, IGD, akomodasi, dan laboratorium. Jumlah sampel diperoleh 65 pasien.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata biaya langsung medis penggunaan obat seftriakson sebesar Rp.3.034.965, sedangkan levofloksasin sebesar Rp.1.594.053; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata biaya langsung medis sebesar Rp.1.440.912 perpasien; (3) Levofloxacin memberikan nilai rupiah yang terendah dibandingkan seftriakson pada pasien pneumonia komunitas.
 
A Analisis Postur Kerja Untuk Mengurangi Risiko Muskulokeletal Menggunakan Metode REBA Pada Operator Produksi Di PT XYZ
PT XYZ is a company of a motorcycle component and equipment industry group. PT XYZ produces motor brake brackets which will be sent to HONDA and YAMAHA. This study aims to evaluate the work posture of workers at the bending station with the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method and propose an improvement to minimize the risk of injury due to fatigue. In the bending process, there are 3 main activities, namely: object retrieval, object installation, and bending process. The results of calculation with the REBA method before improvement showed a high level of risk from each activity, namely a score of 8 for the first activity, a score of 5 for the second activity, and a score of 7 for the third activity. After the improvement, a lower average score is obtained, which is equal to 3, which includes a low-risk level of risk. Improvement of work posture is done by designing work aids in the form of work desks and work chairs Work tools that have been made can help workers to help improve their work posture in carrying out work activities, so as to minimize the risk of injury.PT XYZ merupakan perusahaan yang termasuk ke dalam kelompok industri komponen dan perlengkapan sepeda motor. PT XYZ memproduksi bracket rem motor yang akan dikirim ke HONDA dan YAMAHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi postur kerja pekerja pada stasiun bending dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) serta memberikan usulan perbaikan untuk meminimalisasi risiko cidera akibat kelelahan. Pada proses bending terdapat 3 aktivitas utama yaitu: pengambilan objek ,pemasangan objek dan proses bending itu sendiri. Hasil dari perhitungan dengan metode REBA sebelum perbaikan menunjukan tingkat risiko yang tinggi dari masing – masing aktivitas yaitu skor 8 untuk aktivitas pertama, skor 5 untuk aktivitas kedua, dan skor 7 untuk aktivitas ketiga. Setelah dilakukan perbaikkan diperoleh skor rata-rata yang lebih rendah, yaitu sebesar 3 yang termasuk level risiko risiko rendah. Tindakan perbaikan postur kerja dilakukan dengan cara merancang alat bantu kerja yang berupa meja kerja dan kursi kerja Alat bantu kerja yang telah dibuat dapat membantu pekerja untuk membantu memperbaiki postur kerjanya dalam melakukan aktivitas kerjan, sehingga dapat meminimalisasi risiko cidera
PENGARUH EFIKASI DALAM BEKERJA DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA GENERASI MILENIAL DI PERUSAHAAN X
Generasi millennial cenderung memiliki komitmen organisasi yang rendah. Komitmen diasumsikan dapat ditingkatkan dengan adanya efikasi dalam bekerja dan budaya yang berorientasi kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode korelasional dengan tujuan agar mengetahui apakah ada pengaruh efikasi dalam bekerja dan orientasi kewirausahan organisasi terhadap komitmen organisasi. Pengambilan data menggunakan metode survei dengan cara menyebarkan kuesioner di Perusahaan X. Subjek penelitian adalah 157 generasi milenial yang memiliki masa kerja sekurangnya satu tahun. Dari Uji regresi linear berganda yang dilakukan dapat disimpulkan ada pengaruh antara efikasi dalam bekerja dan orientasi kewirausahaan organisasi terhdap komitmen orgnisasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dimensi efikasi dalam bekerja yang paling berpengaruh terhadap komitmen organisasi adalah occupational social self-efficacy. Sedangkan dimensi orientasi kewirausahaan organisasi yang paling mempengaruhi komitmen organisasi adalah proaktif
PERILAKU PROSOSIAL DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA IBU YANG BEKERJA
Abstract
Subjective well-being is one part that must be considered in a mother, where when carrying out the role of a mother who works with various tasks and responsibilities requires a mother to be able to control and regulate herself so that she is able to carry out various tasks and responsibilities. exist as well as possible, so as not to cause problems for their welfare. Because that's why prosocial behavior is very important to do because by doing prosocial behavior, working mothers will experience greater positive emotions. This study aims to determine the relationship between prosocial behavior and subjective well-being in working mothers. The subjects in this study amounted to 65 people who have the characteristics of a working woman, where the woman is married and has children, a minimum of 1 year of service, and a minimum age of 22 years and a maximum of 60 years. The technique for taking the sample is using the purposive sampling method. In collecting data using the Prosocial Behavior Scale with Subjective Well-Being Scale. The data analysis technique used is the product-moment correlation of Karl Pearson. The results showed that there was a significant positive relationship between prosocial behavior and subjective well-being.Abstrak
Subjective well-being menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan dalam diri seorang ibu, di mana ketika menjalani peran sebagai seorang ibu yang bekerja dengan beragam tugas dan tanggung jawab mengharuskan seorang ibu untuk dapat mengendalikan dan mengatur diri agar mampu melakukan berbagai tugas dan tanggung jawab yang ada dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak menimbulkan masalah pada kesejahteraannya. Sebab karena itulah perilaku prososial menjadi sangat penting untuk dilakukan karena dengan melakukan perilaku prososial maka ibu yang bekerja akan mengalami emosi positif yang lebih besar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dengan subjective well-being pada ibu yang bekerja. Subjek yang ada pada penelitian ini berjumlah 65 orang yang memiliki karakteristik sebagai seorang wanita yang bekerja, di mana wanita tersebut sudah menikah dan memiliki anak, masa kerja minimal 1 tahun, dan minimal usia 22 tahun dan maksimal 60 tahun. Teknik untuk pengambilan sampel yaitu menggunakan metode purposive sampling. Pada pengambilan data menggunakan Skala Perilaku Prososial dengan Skala Subjective Well-Being. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product-moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perilaku prososial dengan subjective well-being.
 
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) pada Kultur Sel Hela
In Indonesia cervical cancer ranks second after breast cancer experienced by women. Stevia is a shrub that is used as a low-calorie sweetener. Stevia also has bioactive compounds such as steviosida, alkaloids, tanin, steroid and flavonoid which are useful as a treatment. Stevia leaf research as an anticancer has not been done much. Therefore, research on the cytotoxic effects of stevia leaves on HeLa cells. The purpose of this study was to determine the IC50 value of stevia leaves on HeLa cells.
Stevia leaf extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol solvent. The ethanol extract of stevia leaves was tested for its effect on HeLa cells using the MTT method with a concentration series of 500; 250; 125; 62.5; 31.25; 15,625 µg / mL. Cisplastin (Kalbe) is used as a positive control and cell control as a negative control.
The results of testing the cytotoxic activity of stevia leaf ethanol extract on HeLa cells showed an IC50 value of 512.94 ± 1.62 µg / ml and IC50 value of Cisplatin 16.16 ± 1.75 µg / ml. This shows that ethanol extract of stevia leaves can be used as a cancer chemo preventive agent that acts to prevent the development of cancer cellsDi Indonesia kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara yang dialami oleh wanita. Stevia merupakan tanaman perdu yang dimanfaatkan sebagai pemanis rendah kalori. Stevia juga memiliki senyawa bioaktif seperti steviosida, alkaloid, tanin, steroid dan flavonoid yang bermanfaat sebagai pengobatan. Penelitian daun stevia sebagai antikanker belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian efek sitotoksik daun stevia terhadap sel HeLa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50 daun stevia terhadap sel HeLa.
Ekstraksi daun stevia dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol daun stevia diuji efeknya terhadap sel HeLa menggunakan metode MTT dengan seri konsentrasi 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625 µg/mL. Cisplastin (Kalbe) digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol sel sebagai kontrol negatif.
Hasil pengujian aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun stevia terhadap sel HeLa menunjukkan nilai IC50 511,07 ± 1,62 µg/ml dan nilai IC50 Cisplatin 16,16 ± 1,75 µg/ml. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak etanol daun stevia dapat dimanfaatkan sebagai agen kemopreventif untuk kanker yang berperan mencegah perkembangan sel kanker
Formulasi Hair Tonic dari Ekstrak Etanol, Fraksi Etanol, dan Fraksi Kloroform-Metanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.)
Secang wood (Caesalpinia sappan L.) has been used as an antioxidant in cosmetic products. The bioactive compound contained in secang wood are brazilin, brazilein, 3´-O-methylbrazilin, sappanone, chalcone, and sappankalkon as secondary metabolite components. This study aims to formulating hair tonic from extracts and fractions of secang wood and to determine the quality of hair tonic formulas using ethanol extract (Eet), ethanol fraction (Fen), and chloroform-methanol fraction (Fkm) of secang wood.
The extraction process was carried out using maceration with 96% ethanol as ellent, after that extact partitioned using n-hexane. Fen was then applied using vacuum column chromatography using chloroform, chloroform: methanol (5:1), and methanol as eluent. Eet, Fen, and Fkm of secang wood were then formulated. Hair tonic evaluation includes organoleptic test, determination of pH value, viscosity determination, homogeneity test, and hair growth activity.
The results showed that the three hair tonic formulas produced red-orange color, smelled aromatic in solution form, had a pH of 7, were homogeneous, had a viscosity of 3 cps, and showed activity on hair growth and hair weight of rabbits. FIII gave significantly different results from negative control (p <0.05) on rabbit hair length data on day 30, so ii can be concluded that FIII shows the best activity. All three formulas were qualify according to standard requirements and has activity on hair growth.Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dimanfaatkan sebagai antioksidan pada produk kosmetik. Beberapa kandungan senyawa di dalamnya adalah brazilin, brazilein, 3´-O-metilbrazilin, sappanon, kalkon, dan sappankalkon sebagai metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi hair tonic dari ekstrak dan fraksi kayu secang, menentukan kualitas, dan aktivitas pertumbuhan rambut formula hair tonic menggunakan ekstrak etanol (Eet), fraksi etanol (Fen), dan fraksi kloroform-metanol (Fkm) kayu secang.
Simplisia kayu secang dimaserasi menggunakan etanol 96 %, kemudian dipartisi menggunakan n-heksana. Fraksi etanol selanjutnya diaplikasikan menggunakan kromatografi kolom vakum (KKV) menggunakan eluen kloroform, kloroform:metanol (5:1), dan kloroform. Eet, Fen, dan Fkm kayu secang kemudian diformulasi ke dalam sediaan hair tonic. Evaluasi hair tonic meliputi pengujian organoleptis, penentuan pH, penentuan viskositas, pengujian homogenitas, dan pengujian aktivitas pertumbuhan rambut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula hair tonic menghasilkan warna merah-jingga, berbau aromatik dengan bentuk cair/larutan, memiliki pH 7, homogen, dan viskositas 3 cps. Ketiga formula hair tonic memberikan aktivitas pertumbuhan rambut kelinci pada parameter panjang rambut dan bobot rambut. FIII yang mengandung fraksi kloroform-metanol kayu secang memberikan hasil berbeda bermakna dengan kontrol negatif pada data panjang rambut kelinci hari ke 30 yang menunjukkan bahwa FIII memberikan aktivitas terbaik. Ketiga formula memenuhi persyaratan mutu hair tonic dan memberikan aktivitas pertumbuhan rambut
Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi
Company employees as human resources are important capital that must receive high attention by companies, including construction companies. Along with the rapid growth of the construction sector, construction activities are carried out evenly in various regions in Indonesia, one of which is in the Sukoharjo district. Employees will tend to leave the organization if they are not satisfied with the work climate and job characteristics. Employees will have a high organizational commitment when they are satisfied with their work, supervision, salary, promotion and co-workers. This study aims to identify the effect of employee job satisfaction on organizational commitment by taking a case study on a construction company in the Baki sub-district, Sukoharjo. Data was collected by distributing questionnaires to 30 construction company employees. The data processing method used was linear regression. The results showed that there was a positive and significant relationship between job satisfaction and organizational commitment.
Keywords: job satisfaction, organizational commitment, construction employees, linear regressionKaryawan perusahaan sebagai sumber daya manusia merupakan modal penting yang harus mendapat perhatian tinggi oleh perusahaan, tak terkecuali perusahaan konstruksi. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan sektor konstruksi, kegiatan konstruksi dilakukan secara merata di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di kawasan kabupaten Sukoharjo. Karyawan akan cenderung meninggalkan organisasi apabila merasa tidak puas dengan iklim kerja dan karakteristik pekerjaannya. Karyawan akan memiliki komitmen organisasi yang tinggi ketika merasa puas dengan pekerjaan, supervisi, gaji, promosi dan rekan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap komitmen organisasi dengan mengambil studi kasus pada perusahaan konstruksi di wilayah kecamatan Baki, Sukoharjo. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 orang karyawan perusahaan konstruksi. Metode pengolahan data yang digunakan ialah regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi.
Kata kunci : kepuasan kerja, komitmen organisasi, karyawan konstruksi, regresi linie
Pengaruh Corona Virus Disease terhadap Penjualan Produk Suplemen Kesehatan
Corona Virus Disease-19 (COVID-19) has been declared a pandemic by the World Health Organization (WHO) on March 11, 2020, previously on March 2, 2020 Indonesia has reported 2 confirmed cases of COVID-19. Immunomodulators that can increase the body's resistance to the COVID-19 virus by stimulating the immune system. The purpose of this study was to determine the effect of COVID-19 on the sale of health supplement products in a pharmacy in Surakarta.This research is an analytical observational research. Data was collected from sales records at pharmacies in the 3 months before the COVID-19 pandemic and 3 months at the beginning of the COVID-19 pandemic. Data analysis using statistical tests.Sales of health supplement products for 6 months were 17843 pcs. There were 4773 health supplement products sold before the pandemic, while 13070 pcs were sold during the pandemic. The results of the normality test showed that the data were not normally distributed. The Wilcoxon test results show that the significant value is 0.028 (<0.05), meaning that there is a difference in sales before and after the determination of the pandemic. The conclusion of this study is that COVID-19 has an effect on the sale of health supplement products in a pharmacy in Surakarta.Corona Virus Disease-19 (COVID-19) telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World health Organization (WHO) pada 11 maret 2020, sebelumnya pada 2 Maret 2020 Indonesia telah melaporkan 2 kasus terkonfirmasi COVID-19. Imunomodulator diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus COVID-19 dengan menstimulasi sistem imun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh COVID-19 terhadap penjualan produk suplemen kesehatan di salah satu apotek di Surakarta.Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik. Pengambilan data didapat dari catatan penjualan di Apotek pada 3 bulan sebelum pandemi COVID-19 dan 3 bulan awal pandemi COVID-19. Analisa data menggunakan uji statistik.Penjualan produk suplemen kesehatan selama 6 bulan sebesar 17843 pcs. Produk suplemen kesehatan terjual sebanyak 4773 pcs sebelum pandemi, sedangkan saat pandemi sebesar 13070 pcs. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikan 0.028 (<0.05) artinya ada perbedaan penjualan sebelum dan sesudah ditetapkannya pandemi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah COVID-19 memberi pengaruh terhadap penjualan produk suplemen kesehatan di salah satu apotek di Surakarta.
 
Aplikasi Model VRP dan Metode Saving Matrix untuk Mengoptimalkan Rute Pendistribusian Pupuk di CV. Al-Zaman
Determining the optimal route is very important in distribution of goods or services, because it can reduce costs and time. CV. Al-Zaman is a company that distributes urea fertilizer in Sumbawa Regency. So far, the company has never determined the shortest route in fertilizer distribution. This research will analyze the determination of the shortest route of distribution of fertilizer by CV. Al-Zaman, whose distribution route was previously modeled into the Vehicle Routing Problem (VRP) model, then the model was solved using the Saving Matrix method in determining the shortest route. So far, the distribution process is based on the driver's experience without analyzing the shortest route first. The distribution is carried out by 15 vehicle fleets with a capacity of 10 tons. The distribution process carried out by the vehicle fleet starts from the warehouse to all destination stores (vertex) and then returns to the warehouse. The results of the analysis using the Saving Matrix method and the VRP model resulted in savings of 75.1 km from the routes that have been used by the company.
Keywords: Shortest Route, Distribution, Saving Matrix, VRPPenentuan rute optimal sangat penting dalam pendistribusian barang atau jasa karena dapat menekan biaya dan waktu pada proses pendistribusian. CV. Al-Zaman merupakan salah satu perusahaan yang mendistribusikan pupuk urea di Kabupaten Sumbawa. Selama ini penentuan rute terpendek dalam pendistribusian pupuk belum pernah dilakukan oleh pihak perusahaan. Pada penelitian ini akan dianalisa penentuan rute terpendek pendistribusian pupuk yang dilakukan oleh CV. Al-Zaman. Rute pendistribusian sebelumnya yang dimodelkan ke dalam model Vehicle Routing Problem (VRP) selanjutnya diselesaikan menggunakan metode Saving Matrix. Selama ini proses pendistribusian dilakukan berdasarkan pengalaman sopir tanpa dianalisis rute terpendeknya terlebih dahulu. Pendistribusian dilakukan oleh 15 armada kendaraan yang memiliki kapasitas 10 ton per armada. Proses pendistribusian yang dilakukan oleh armada kendaraan berawal dari gudang menuju ke semua toko-toko tujuan (verteks) kemudian kembali ke gudang. Hasil analisa dengan menggunakan metode Saving Matrix dan model VRP diperoleh penghematan sebesar 75,1 km dari rute yang selama ini digunakan oleh perusahaan.
Kata kunci: Rute Terpendek, Distribusi, Saving Matrix, VR
Analisis Dampak Berbagi Pengetahuan Implisit dan Eksplisit terhadap Kinerja Karyawan di Industri Garmen
Eastern Modern Apparel (EMA) is a textile company located in Cipeuyeum, Cianjur Regency. This research was conducted to determine the impact of knowledge sharing on the performance of employees of PT. EMA. Several divisions in PT. EMA makes knowledge sharing among individuals still lacking so that knowledge of employee performance improvement is not fully evenly distributed. The model used is a development of the Theory of Planned Behavior with the addition of several factors. These factors are expected relationships, expected contributions, pleasure in helping others, self-competence, availability of resources, technology, trust, attitudes toward sharing, intention to share and by adding some factors to sharing explicit knowledge and sharing implicit knowledge. Data collection was carried out by distributing questionnaires directly or online. The data obtained is used to test the conceptual model emipirically using structural equation modeling. The conceptual model was tested with 220 samples. The results showed that the availability of resources, attitudes towards sharing, intention to share knowledge had a positive impact on explicit knowledge sharing activities. Sharing explicit and tacit knowledge has a positive impact on employee performance with a coefficient value of 0,001 but not significant.
Keywords: knowledge sharing, employee performance, SEM, textile industryEastern Modern Apparel (EMA) merupakan perusahaan tekstil di kawasan Cipeuyeum, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak penerapan knowledge sharing terhadap kinerja karyawan di PT. EMA. Adanya beberapa divisi pada lingkungan kerja PT. EMA membuat knowledge sharing pada individunya masih kurang sehingga pengetahuan akan peningkatan kinerja karyawan belum sepenuhnya merata. Model yang digunakan merupakan pengembangan dari model Theory of Planned Behavior dengan penambahan beberapa faktor. Faktor tersebut adalah hubungan yang diharapkan, kontribusi yang diharapkan, kesenangan dalam membantu orang lain, kompetensi diri, ketersediaan sumber daya, teknologi, kepercayaan, sikap terhadap berbagi, niat berbagi serta dengan menambah beberapa faktor berbagi pengetahuan eksplisit dan berbagi pengetahuan implisit. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara langsung maupun secara online. Data yang diperoleh digunakan untuk menguji model konseptual secara empiris menggunakan structural equation modeling. Model konseptual diuji dengan 220 sampel. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan sumber daya, sikap terhadap berbagi, niat berbagi pengetahuan berdampak positif terhadap aktivitas berbagi pengetahuan eksplisit. Berbagi pengetahuan secara eksplisit dan implisit berdampak positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien 0,001 akan tetapi tidak signifikan.
Kata kunci: berbagi pengetahuan, kinerja karyawan, SEM, industri teksti