Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    Analisis Kandungan Reduktor pada Paprika Merah dan Cabai Hijau Besar (Capsicum annum L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri melalui Reaksi Redoks dengan Triiodida

    Full text link
    The determination of reducing compounds in plant samples is continuously developed to achieve more practical and efficient analytical methods. This study analyzed the reducing compound content in red bell peppers and large green chilies using UV-Vis spectrophotometry via a redox reaction with triiodide. The results showed that this method can effectively determine reducing compounds in plant samples. The large green chili sample contained 0.01723% reducing compounds, whereas the red bell pepper sample exhibited a higher content of 0.0267%. These findings indicate that red bell peppers have a higher concentration of reducing compounds than large green chilies. This method has the potential to be a reliable approach for analyzing reducing agents in plants and can be further developed for pharmaceutical and food analysis applications.Penentuan kadar senyawa reduktor dalam sampel tanaman terus dikembangkan untuk memperoleh metode analisis yang lebih praktis dan efisien. Penelitian ini menganalisis kandungan senyawa reduktor pada paprika merah dan cabai hijau besar menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis melalui reaksi redoks dengan triiodida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat digunakan untuk menentukan kadar senyawa reduktor dalam sampel tanaman. Sampel cabai hijau besar mengandung senyawa reduktor sebesar 0,01723%, sedangkan paprika merah memiliki kandungan reduktor sebesar 0,0267%. Temuan ini menunjukkan bahwa paprika merah memiliki kandungan senyawa reduktor yang lebih tinggi dibandingkan cabai hijau besar. Metode ini berpotensi menjadi pendekatan yang andal dalam analisis kandungan reduktor pada tanaman dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi dalam analisis farmasi dan pangan

    Analisis Upaya Pengendalian dan Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) pada WTM 16 di PT XYZ

    Full text link
    PT XYZ is a leading company in steel pipe production in Indonesia, experiencing a severity level of work accidents reaching 239.5 in 2019, according to an analysis from observations and interviews with the HSE team. The most common accidents occur due to being hit by iron fragments, causing vision impairment and noise during the production process, resulting in hearing impairment. The Job Safety Analysis (JSA) method is used to analyze potential hazards in the pipe production process at PT XYZ. Risk assessment of work accidents is conducted using a risk assessment method, which found that in producing pipes at PT XYZ on the wang tong machine (WTM) line 16, there is 1 potential minor/tolerable work accident, 2 categorized as moderate, and 4 potential serious work accidents that need immediate prevention proposals. The recommended improvements related to work accident risks include the need for strict supervision of the use of personal protective equipment (PPE) on the WTM 16 line, increased use of PPE for work safety for all workers, especially in areas prone to work accidents, and providing rewards to workers who are deemed to have excellent implementation of occupational safety and health (OSH) during work. This reward system will also increase workers' awareness of OSH. Keywords: JSA, Occupational Hazards, Risk Analysis, SafetyPT XYZ merupakan sebuah perusahaan terkemuka dalam produksi pipa baja di Indonesia, mengalami tingkat keparahan kecelakaan kerja yang mencapai 239,5 pada tahun 2019, menurut analisis dari pengamatan dan wawancara dengan tim HSE. Kecelakaan yang paling umum terjadi adalah akibat terkena serpihan besi yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebisingan saat proses produksi, mengakibatkan gangguan pendengaran. Metode Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk menganalisis potensi bahaya pada proses produksi pipa di PT XYZ. Evaluasi risiko kecelakaan kerja dilakukan menggunakan metode penilaian risiko didapatkan bahwa dalam memproduksi pipa di PT XYZ pada line wang tong machine (WTM) 16 terdapat 1 potensi kecelakaan kerja yang berkategori minor/tolerate, 2 yang berkategori moderate, dan 4 potensi kecelakaan kerja yang berkategori serious dan segera harus diberi usulan pencegahan. Rekomendasi perbaikan yang diberikan terkait risiko kecelakaan kerja tersebut adalah perlu adanya pengawasan ketat terhadap pemakaian alat pelindung diri (APD) pada line wang tong machine WTM 16, penggunaan pemakaian alat pelindung diri (APD) keselamatan  kerja lebih ditingkatkan  pada  semua  pekerja terutama pada bagian yang rawan terjadinya kecelakaan kerja serta memberikan reward kepada pekerja yang dinilai sangat baik penerapan K3 pada saat bekerja dan pemberian reward ini juga yang akan meningkatkan kesadaran para pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja tersebut

    Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Six Sigma dan Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA) pada Produk EQ Spacing di PT Sinar Semesta

    Full text link
    In the production process of EQ Spacing products at PT Sinar Semesta, it was discovered that there were eight types of defects which resulted in product defects exceeding company standards. The aim of this research is to carry out a series of analyzes and actions focused on controlling product quality and identifying various aspects that require improvement during the production process. The types of defects with the highest percentage include uneven surfaces at 35.3%, porous at 24.9%, and chipped at 19.3%. Using the Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA) approach with a weight of 4.05, shifts were found in periods 6, 10, 11, 12, 13, 14, and 15 of the MEWMA graph, with a DPMO value of 24268 and a sigma of 3.5. This analysis demonstrates that in order to prevent excessive defects, production process performance must be improved. PT Sinar Semesta must suggest modifications based on the 5W+1H approach in order to lower the quantity of flaws in bag products. The goal of this quality improvement is to get closer to zero defects and a very low failure rate. It is intended that by doing this, the final product will be superior and satisfy the company's quality requirements.Dalam proses produksi produk EQ Spacing di PT Sinar Semesta, ditemukan bahwa terdapat delapan jenis defect yang mengakibatkan cacat produk melebihi standar perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjalankan serangkaian analisis dan tindakan yang terfokus pada pengendalian kualitas produk serta mengidentifikasi berbagai aspek yang memerlukan perbaikan selama proses produksi. Jenis cacat dengan presentase tertinggi meliputi permukaan tidak rata sebesar 35,3%, keropos sebesar 24,9%, dan gempil sebesar 19,3%. Dengan menggunakan pendekatan Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA) dengan bobot 4,05, ditemukan pergeseran pada periode 6, 10, 11, 12, 13, 14, dan 15 pada grafik MEWMA, dengan nilai DPMO sebesar 24.268 dan sigma. dari 3,5. Analisis ini menunjukkan bahwa untuk mencegah cacat yang berlebihan, kinerja proses produksi harus ditingkatkan. PT Sinar Semesta harus menyarankan modifikasi berdasarkan pendekatan 5W+1H untuk mengurangi jumlah cacat pada produk tas. Tujuan dari peningkatan kualitas ini adalah untuk mendekati nihil cacat dan tingkat kegagalan yang sangat rendah. Hal ini bertujuan agar produk akhir menjadi lebih unggul dan memenuhi persyaratan kualitas perusahaan

    The Relationship Between Knowledge and The Use of Health Supplements During The Pandemic Towards Non-Medical Students of Sanata Dharma University

    Full text link
    The World Health Organization (WHO) declared COVID-19 as a pandemic on 11 March 2020. Based on the data on the distribution of the development of Covid-19, the pandemic in Indonesia itself is still high. One of the efforts to prevent the spread of COVID-19 cases is by increasing the body's immune system. Consuming health supplements is one of the efforts to increase endurance because it has the function to maintain, improving and/or repairing health. This study aims to determine whether there is a relationship between knowledge and actions to use health supplements among non-health students at Sanata Dharma University. This study is a type of Analytical Observational research with a cross-sectional approach. The research instrument is a questionnaire that was distributed online through the Google Form platform. The sample in this study was 368 respondents. The Data analysis in this study uses descriptive statistical tests, normality tests, chi-square tests and simple linear regression tests. In respondents' knowledge of health supplements, 85.9% of 316 respondents fell into the "GOOD" category, and 14.1% of 52 respondents fell into the "BAD" category.  While the respondents that use health supplements is 42.4% of 156 respondents, 34.5% of 127 respondents fall into the category of "GOOD", and 23.1% of 85 respondents fall into the category of "GOOD" and there are no respondents who fall into the category of "BAD" and "VERY BAD". This study concludes that there is a relationship between knowledge and actions to use health supplements during a pandemic among non-health students at Sanata Dharma University Yogyakarta, with a strength level, namely "STRONG" with a correlation coefficient value of 0.610World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemic pada tanggal 11 Maret 2020. Dilihat dari data sebaran perkembangan COVID-19, pandemi di Indonesia sendiri masih tinggi. Salah satu upaya pencegahan meningkatnya kasus COVID-19 ini yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengkonsumsi suplemen kesehatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena memiliki fungsi untuk memelihara, meningkatkan dan/atau untuk memperbaiki Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan suplemen kesehatan pada mahasiswa non-kesehatan di Universitas Sanata Dharma.                  Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitianini yaitu kuesioner yang disebarkan secara online melalui platform google form. Kuesioner telah dinyatakan valid melalui uji pemahaman bahasa, uji validitas dan uji reliabilitas dengan nilai 0,710 pada variabel pengetahuan dan 0,747 pada variabel tindakan. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 368 responden. Analisis data menggunakan uji statistik-deskriptif, uji normalitas, uji chi-square dan uji regresi linear sederhana. Pengetahuan responden terhadap suplemen kesehatan 85,9% (316 responden) masuk kedalam kategori “BAIK”.  Sedangkn tindakan responden dalam penggunaan suplemen kesehatan 42,4% (156 responden) masuk kedalam kategori penilaian “BAIK”, 34,5% (127 responden) masuk kedalam kategori penilaian “SANGAT BAIK”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan suplemen kesehatan di masa pandemi pada mahasiswa non-kesehatan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan tingkat kekuatan hubungan yaitu “ KUAT” dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,610

    Bijak dan Tepat Menggunakan E-Commerse dalam Pembelian Obat

    Full text link
    The Postgraduate Pharmacy Study Program at Setia Budi University offers a course on Community Service with the aim of educating about the use of e-commerce in purchasing medication. The webinar "Wise and Proper Medicine Purchase Through E-Commerce" was conducted in response to the rampant online sales of medication that harm consumers. The sale of medication online is regulated by the BPOM based on Regulation Number 8 of 2020. This webinar highlights compliance with BPOM regulations and provides an understanding of the risks of illegal medication use. Speakers, Dr. Nunung Priyatni W. M.biomed and Mr. apt. Nurul Huda, S. Farm, discuss government policies, legality, and the risks of illegal medication use online. Active discussions enrich participants' understanding of online medication purchases. In conclusion, this webinar aims to increase awareness among the public and pharmacy practitioners about the wise use of e-commerce in purchasing medication, to achieve optimal effects for public health.Program Studi Pasca Sarjana Farmasi Universitas Setia Budi memiliki mata kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertujuan mengedukasi tentang penggunaan e-commerce dalam pembelian obat. Webinar "Bijak dan Tepat Dalam Pembelian Obat Melalui E-Commerse" dilakukan sebagai respons terhadap maraknya penjualan obat secara online yang merugikan konsumen. Penjualan obat online diatur oleh BPOM berdasarkan Peraturan Nomor 8 Tahun 2020. Webinar ini menyoroti kepatuhan terhadap regulasi BPOM dan memberi pemahaman tentang risiko penggunaan obat secara ilegal. Pembicara, Ibu AKBP (Purn). Dr. Nunung Priyatni W. M.biomed dan Bapak apt. Nurul Huda, S. Farm, membahas kebijakan pemerintah, legalitas, dan risiko penggunaan obat ilegal secara online. Diskusi aktif memperkaya pemahaman peserta tentang pembelian obat secara online. Kesimpulannya, webinar ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha farmasi tentang penggunaan e-commerce yang bijak dalam pembelian obat, untuk mencapai efek yang optimal bagi kesehatan masyarakat

    Analisis Kadar Vitamin C Pada Air Mawar Dan Limbah Air Bunga Mawar Merah (Rosa damascena Mill) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS

    Full text link
    Red roses are a type of rose that has a distinctive fragrance and a sharp red color. Red roses contain tannins, geraniol, flavonoids and vitamin C which can act as antioxidants. This research aims to measure vitamin C levels from rose water and red rose flower waste. This research method is experimental research which is used to find the effect of certain treatments or treatments under controlled conditions. The samples used were rose water and red rose flower waste. The extraction method used is distillation with distilled water as a solvent. The comparison solution used was ascorbic acid. Vitamin C levels were determined using the UV-Vis spectrophotometry method. The results of determining vitamin C levels showed that the vitamin C levels in red rose waste were greater, namely 2.958 ± 0.018 mg/g.Bunga mawar merah merupakan salah satu jenis bunga mawar yang mempunyai wangi khas dan warna merah yang tajam. Bunga mawar merah mengandung tanin, geraniol, flavonoid dan vitamin C yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar vitamin C dari air mawar dan limbah air bunga mawar merah. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tertentu atau perlakuan dalam kondisi terkendali. Sampel yang digunakan adalah air mawar dan limbah air bunga mawar merah. Metode ekstraksi yang digunakan adalah destilasi dengan air suling sebagai pelarut. Larutan pembanding yang digunakan asam askorbat. Kadar vitamin C ditentukan dengan metode spektrofotometri uv-vis. Hasil penentuan kadar vitamin C pada limbah air bunga mawar merah lebih besar yaitu 2,958 ± 0,018 mg/g

    Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Stabilitas Fisik Salep Kombinasi Ikan Gabus, Teripang Emas, Madu Kelulut, Sirih Hijau Dan Minyak Cengkeh

    Full text link
    Snakehead fish (Channa striata), golden sea cucumber (Stichopus hermanii), kelulut honey (Heterotrigona itama), green betel nut (Piper betle) and clove oil (Syzygium aromaticum) have a synergistic effect in wound healing. This combination of ingredients is formulated in an ointment because it has a long contact time on the skin, so it is expected to be effective in healing wounds. The diversity of compounds from each ingredient can affect and cause preparation instability. The addition of glycerin as a humectant is a way to maintain the physical stability of the preparation because it can reduce water evaporation from the preparation. The purpose of this study was to determine the concentration of glycerin which can produce an ointment with good physical stability. Variations in the concentration of glycerin used were 5% (F1) and 2.5% (F2), and then the physical properties and stability of the preparations were tested. The method used is the stability test of the intermediate at 30° ± 2° C/ 65% ± 5% RH for 6 months. The measurement parameters include organoleptic test, homogeneity, spreadability, adhesion, protection, and pH. The results of the physical stability test showed that formula F2 (glycerin 2.5%) was the most stable formula in maintaining spreadability and adhesion from the 0 to 1 month. All formulas were damaged before testing the stability of physical properties in the 3rd month, so this test was not continued in the 3rd and 6th months.Ikan gabus (Channa striata), teripang emas (Stichopus hermanii), madu kelulut (Heterotrigona itama), sirih hijau (Piper betle) dan minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki efek sinergis pada penyembuhan luka. Kombinasi bahan tersebut diformulasikan dalam sediaan salep karena mempunyai waktu kontak yang lama pada kulit, sehingga diharapkan efektif dalam menyembuhkan luka. Keragaman senyawa dari setiap bahan dapat berpengaruh dan menyebabkan ketidakstabilan sediaan. Penambahan gliserin sebagai humektan adalah cara menjaga stabilitas fisik sediaan karena dapat mengurangi penguapan air dari sediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi gliserin yang dapat menghasilkan salep dengan stabilitas fisik yang baik. Variasi konsentrasi gliserin yang digunakan yaitu 5% (F1) dan 2,5% (F2) kemudian diuji sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan. Metode yang digunakan adalah uji stabilitas intermediet pada suhu 30°±2°C/RH 65%±5% selama 6 bulan. Parameter pengukuran meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya proteksi, dan pH. Hasil uji stabilitas fisik didapat formula F2 (gliserin 2,5%) merupakan formula paling stabil dalam mempertahankan daya sebar dan daya lekat dari bulan ke-0 hingga bulan ke-1. Seluruh formula mengalami kerusakan sebelum pengujian stabilitas sifat fisik pada bulan ke-3, sehingga pengujian ini tidak dilanjutkan lagi pada bulan ke-3 dan ke-6

    Pengembangan Krim Tabir Surya Herbal Menggunakan Clitoria ternatea dan Aloe vera: Formulasi, Penilaian Kualitas, dan Efikasi In Vivo

    Full text link
    Increased awareness of the adverse effects of ultraviolet (UV) radiation has led to the development of sunscreen formulations that utilize natural ingredients for enhanced skin protection. This study aimed to develop and evaluate a herbal sunscreen cream combining extracts from Clitoria ternatea and Aloe vera for their UV protection efficacy using an in vivo murine model. The experimental design included the formulation of creams with varying concentrations of the active ingredients, followed by assessments of homogeneity, spreadability, adhesiveness, viscosity, pH, and hedonic qualities. In vivo sunscreen activity was tested on mice, measuring the Sun Protection Factor (SPF). Results showed that creams containing higher concentrations of the extracts (F4) had significantly increased SPF values 35, indicating effective UV protection. The creams also demonstrated good homogeneity, appropriate pH levels, and were well-received in hedonic tests. The study concludes that the combination of Clitoria ternatea and Aloe vera extracts can serve as a potent natural alternative to synthetic sunscreen agents.Kesadaran yang meningkat terhadap efek negatif radiasi ultraviolet (UV) telah mengarahkan pengembangan formulasi tabir surya yang menggunakan bahan alami untuk perlindungan kulit yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi krim tabir surya herbal dengan kombinasi ekstrak Clitoria ternatea dan Aloe vera untuk efikasi perlindungan UV menggunakan model hewan uji mencit secara in vivo. Desain eksperimental meliputi formulasi krim dengan variasi konsentrasi bahan aktif, diikuti dengan penilaian homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas, pH, dan kualitas hedonik. Aktivitas tabir surya diuji secara in vivo pada mencit, mengukur Sun Protection Factor (SPF). Hasil menunjukkan bahwa krim dengan konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi (F4) memiliki nilai SPF yang signifikan meningkat yaitu 35, menunjukkan perlindungan UV yang efektif. Krim juga menunjukkan homogenitas yang baik, tingkat pH yang sesuai, dan diterima dengan baik dalam uji hedonik. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi ekstrak Clitoria ternatea dan Aloe vera dapat berfungsi sebagai alternatif alami yang kuat untuk agen tabir surya sintetis

    Penerapan Alur Produksi Berbasis Good Manufacturing Practices (GMP) untuk Meningkatkan Kualitas Produk di UMKM Estu SAE

    Full text link
    This program aims to improve product quality at UMKM Estu SAE by implementing a Good Manufacturing Practices (GMP)-based production flow. The implementation method included stages of socialization, production flow development, training, and GMP standard implementation. The socialization stage was conducted to provide an understanding of the importance of GMP in maintaining cleanliness and product quality. The production flow was designed by mapping each production stage, focusing on separating clean and dirty areas and setting sanitation standards. The training given to the partners ensured GMP implementation at every stage of production, from weighing to packaging. The results of this implementation showed that applying GMP successfully increased production efficiency and product quality consistency. UMKM Estu SAE can now minimize the risk of contamination and is likely to obtain product certification, which will open opportunities for market expansion. This program demonstrates that implementing a GMP-based production flow significantly impacts product quality and the competitiveness of UMKM in a wider market.Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk di UMKM Estu SAE melalui penerapan alur produksi berbasis Good Manufacturing Practices (GMP). Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, penyusunan alur produksi, pelatihan, dan implementasi standar GMP. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya GMP dalam menjaga kebersihan dan kualitas produk. Penyusunan alur produksi mencakup pemetaan seluruh tahapan produksi, dengan fokus pada pemisahan area bersih dan kotor serta pengaturan standar sanitasi. Pelatihan yang diberikan kepada mitra memastikan penerapan GMP di setiap tahapan produksi, mulai dari penimbangan hingga pengemasan. Hasil dari implementasi ini menunjukkan bahwa penerapan GMP berhasil meningkatkan efisiensi produksi dan konsistensi kualitas produk. UMKM Estu SAE kini dapat meminimalkan risiko kontaminasi dan berpotensi mendapatkan sertifikasi produk yang akan membuka peluang ekspansi pasar. Program ini membuktikan bahwa penerapan alur produksi berbasis GMP memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas produk dan daya saing UMKM di pasar yang lebih luas

    Pemetaan Efektivitas dan Efisiensi Metode Desain Produk: Telaah Pustaka

    Full text link
    Identification of user needs and their conversion into product specifications is an important stage in the product design process. The large number of design methods currently available is a challenge for designers in choosing an effective and efficient design method. The aim of this literature review was to identify the use of product design methods between 2019-2023, mapped the effectiveness and efficiency of existing product design methods. Identification process used bibliometric analysis of articles in the SCOPUS database. VOSviewer software was used in the analysis process with co-occurence type and full-counting calculation methods. Effectiveness mapping was based on 7 criteria (E1 - E7) and efficiency based on 3 criteria (F1 - F3). The identification results show that the design methods that have been widely used in the last five years were value engineering, quality function deployment, user centered design, universal design, kansei engineering and TRIZ. The mapping results show that effective and efficient methods were QFD and value engineering. The effectiveness and efficiency of other methods were explained in more detail in this review.Proses identifikasi kebutuhan pengguna dan konversinya menjadi spesifikasi produk merupakan tahapan penting dalam proses desain produk. Banyaknya metode desain yang ada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para desainer dalam memilih metode desain yang efektif dan efisien. Berkaitan dengan hal tersebut maka tujuan dari telaah pustaka ini adalah mengidentifikasi penggunaan metode desain produk antara tahun 2019-2023, serta memetakan efektivitas dan efisiensi metode desain produk yang ada. Proses identifikasi dilakukan menggunakan analisis bibliometrik terhadap artikel pada data base SCOPUS.  Software VOSviewer digunakan dalam proses analisis dengan tipe co-occurence dan  metode perhitungan full-counting. Pemetaan efektivitas dilakukan berdasarkan 7 kriteria (E1 - E7) dan efisiensi berdasarkan 3 kriteria (F1 - F3). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa metode desain yang banyak digunakan dalam lima tahun terakhir adalah value engineering, quality function deployment, user centered design, universal design, kansei engineering dan TRIZ. Hasil pemetaan menunjukkan metode yang efektif dan efisien adalah QFD dan value engineering. Efektivitas dan efisiensi metode yang lain dijelaskan lebih detail dalam telaah pustaka ini

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇