Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    Dampak Pandemi Terhadap Kinerja Proyek Konstruksi Industri di Indonesia

    Full text link
    The Covid-19 outbreak has caused economic downturns and recession. In 2021, Covid-19 cases in Indonesia has a significant increase. The construction sector in Indonesia faced substantial challenges due to the pandemic, evidenced by contracted growth. The impact of the Covid-19 pandemic on the construction industry cannot be viewed solely from an economic perspective but must consider various factors. Issues in the construction industry affect project performance. Previous research could not interpret the relationship between individual pandemic impacts and project performance levels. Therefore, this study aims to determine factors Covid-19 pandemic affects construction project performance in Indonesia. The study identifies five factors that may influence project performance: (1) challenges in implementing social distancing, (2) movement restrictions, (3) challenges of working from home (WFH), (4) planning for worker limitations, and (5) use of personal protective equipment (PPE). Data was collected using questionnaires distributed to project managers in the construction industry. Primary analysis was conducted using Partial Least Square (PLS). The results indicate that three variables significantly impact project performance in the construction industry. The level of movement restrictions during the pandemic (lockdown) and the planning for worker limitations negatively affect project performance, while movement restrictions positively affect the challenges of implementing social distancing.Wabah Covid-19 telah menyebabkan penurunan ekonomi dan resesi. Pada tahun 2021, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Sedangkan sektor konstruksi di negara Indonesia menghadapi tantangan besar akibat dari adanya pandemi dibuktikan dengan adanya pertumbuhan yang terkontraksi. Akibat ketidakpastian, dampak pandemi Covid-19 yang dihadapi industri konstruksi tidak cukup hanya dilihat dari aspek ekonomi saja namun dari berbagai faktor. Masalah di industri konstruksi akan mempengaruhi kinerja penyelesaian proyek. Dikarenakan beberapa aspek yang mempengaruhi kinerja proyek selama pandemi Covid-19 pada pada penelitian sebelumnya tidak dapat menginterpretasikan hubungan antara masing-masing dampak pandemi terhadap tingkat kinerja proyek. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor pandemi Covid-19 mempengaruhi kinerja proyek konstruksi di Indonesia. Penelitian ini mengungkap lima faktor yang kemungkinan memengaruhi kinerja proyek tersebut, yakni: (1) tantangan penerapan social distancing, (2) pembatasan pergerakan, (3) tantangan bekerja dari rumah (Work From Home), (4) perencanaan pembatasan jumlah pekerja, (5) penggunaan Alat Pelindung Diri. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 62 manajer proyek di industri konstruksi. Analisis primer dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi industri memiliki tiga variabel yang mempengaruhi kinerja proyek. Tingkat pembatasan pergerakan pada masa pandemi (lockdown) dan tingkat perencanaan pembatasan jumlah pekerja berpengaruh negatif terhadap kinerja proyek. Sedangkan tingkat pembatasan pergerakan pada masa pandemi (lockdown) berpengaruh positif terhadap tantangan penerapan social distancing

    Tingkat Kesediaan dan Ekspektasi Kompensasi Konsumen dalam Pengumpulan Limbah Popok Bayi

    Full text link
    Baby diaper waste management is becoming an increasingly pressing environmental issue due to the high use of disposable diapers in the community. The lack of waste management infrastructure and low environmental awareness are the main obstacles in increasing public participation in the collection of baby diaper waste. This study aims to identify the factors that influence the level of consumer willingness to collect baby diaper waste and determine the expected compensation expected by consumers. Multiple ordinal regression and Contingent Valuation Method (CVM) were used to achieve these objectives. The results of multiple ordinal regression analysis show that several independent variables have a significant influence on community participation in baby diaper waste management, including Environmental Awareness (X1), Infrastructure Availability (X2), Knowledge and Education (X3), Economy (X4), Policy and Regulation (X6), Ease of Access and Facilities (X7), and Culture and Social Norms (X8). Meanwhile, Community Involvement (X5) did not show a significant effect. Of these variables, Infrastructure Availability (X2), Culture and Social Norms (X8), and Policy and Regulation (X6) show the most significant influence. Based on the CVM results, the average expected compensation for community participation is Rp1,250 per kilogram of dry diaper waste. These findings suggest the importance of improving waste management infrastructure as well as supportive policies to encourage community participation. In addition, attractive economic incentives need to be implemented to strengthen community involvement in the collection of baby diaper waste. This study provides insights for stakeholders in formulating policies that support the development of effective and sustainable community participation-based waste management programs.Pengelolaan limbah popok bayi menjadi masalah lingkungan yang semakin mendesak akibat tingginya penggunaan popok sekali pakai di masyarakat. Minimnya infrastruktur pengelolaan limbah dan rendahnya kesadaran lingkungan menjadi hambatan utama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengumpulan limbah popok bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kesediaan konsumen dalam pengumpulan limbah popok bayi serta menentukan ekspektasi kompensasi yang diharapkan oleh konsumen. Metode regresi ordinal berganda dan Contingent Valuation Method (CVM) digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil analisis regresi ordinal berganda menunjukkan bahwa beberapa variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah popok bayi, termasuk Kesadaran Lingkungan (X1), Ketersediaan Infrastruktur (X2), Pengetahuan dan Pendidikan (X3), Ekonomi (X4), Kebijakan dan Regulasi (X6), Kemudahan Akses dan Fasilitas (X7), serta Budaya dan Norma Sosial (X8). Sementara itu, Keterlibatan Komunitas (X5) tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Dari variabel-variabel ini, Ketersediaan Infrastruktur (X2), Budaya dan Norma Sosial (X8), dan Kebijakan dan Regulasi (X6) menunjukkan pengaruh paling signifikan. Berdasarkan hasil CVM, rata-rata ekspektasi kompensasi masyarakat dalam berpartisipasi adalah Rp1.250 per kilogram limbah popok kering. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan infrastruktur pengelolaan limbah serta kebijakan yang mendukung untuk mendorong partisipasi masyarakat. Selain itu, insentif ekonomi yang menarik perlu diterapkan guna memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan limbah popok bayi. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan program pengelolaan limbah berbasis partisipasi masyarakat secara efektif dan berkelanjutan

    Standardisasi Ekstrak Khaya (Khaya anthotheca) Sebagai Antikanker Payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7)

    Full text link
    Cancer is the second non-communicable disease that causes the largest number of deaths after cardiovascular disease. The chemical compounds contained in the Khaya anthotheca plant and which have anticancer activity include methyl angolensate, 7-deacetylhivorin, grandifolione, gedunin, , obacunone and Cathecin. This research aims to determine the standardization of extracts and determine anticancer activity against MCF-7 breast cancer cells. The method used in this research is standardization of specific and non-specific parameters, and cytotoxic testing using Prestoblue. The results of extract standardization of specific parameters have values ​​for soluble essence in water and ethanol of 4.68% and 5.80% (meeting the requirements). Non-specific parameters drying loss 0.739%, ash content 8.02%, microbial contamination 0 colonies, lead (Pb) 0.2976 mg/kg, cadmium (Cd) ≤0.001 mg/kg (qualified) and IC₅₀ value of anticancer activity breast MCF-7 from Khaya anthoteca extract was 194.20 µg/mL in the medium/moderate categoryKanker merupakan penyakit tidak menular kedua yang menyebabkan kematian terbesar setelah penyakit kardiovaskular. Kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Khaya anthotheca dan memiliki aktivitas antikanker diantaranya adalah methyl angolensate, 7-deacetylkhivorin, grandifolione, gedunin, , obacunone dan Cathecin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standardisasi ekstrak dan mengetahui aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara MCF-7.Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni standardisasi parameter spesifik dan non-spesifik, dan pengujian sitotoksik menggunakan Prestoblue. Hasil standardisasi ekstrak parameter spesifik memiliki nilai kadar sari larut dalam air dan etanol sebesar 4,68% dan 5,80% (memenuhi syarat). Parameter non-spesifik susut pengeringan 0,739%, kadar abu 8,02%, cemaran mikroba 0 koloni, timbal (Pb) 0,2976 mg/kg, kadmium (Cd) ≤0,001 mg/kg (memenuhi syarat) dan Nilai IC₅₀ aktivitas antikanker payudara MCF-7 dari ekstrak Khaya anthoteca sebesar 194,20 µg/mL dengan kategori sedang/moderat

    Mengungkap Penghindaran Pajak Perbankan Dari Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan

    Full text link
    The aim of this research is to determine the influence of profitability, debt levels and company size on tax avoidance practices. This research is a type of quantitative research by conducting hypothesis testing. The research design uses associative research, namely to find out whether there is a relationship between two or more variables. The research population is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The samples were taken from 10 banking companies taken using purposive sampling technique. The required data is obtained from the company website or from the Indonesian Directory Exchange (IDX). Data analysis techniques use classic assumption tests and multiple regression analysis, F test, R2 test, and t test. The research results show that: (1) Profitability (ROA) statistically has a negative effect on CETR. The higher the level of profitability, the lower the CETR (which means the higher the level of tax avoidance). (2) Leverage (DER) statistically has a negative effect on CETR. The higher the level of leverage, the lower the CETR (which means the higher the level of tax avoidance). (3) Company size has no effect on tax avoidance. Company size has no impact on tax avoidance activities.Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh profitabilitas, tingkat hutang, dan ukuran perusahaan terhadap praktik penghindaran pajak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan melakukan uji hipotesis. Desain penelitian menggunakan penelitian asosiatif yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel diambil sebanyak 10 perusahan perbankan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data-data yang dibutuhkan diperoleh dari website perusahaan atau dari Indonesian Directory Exchange (IDX). Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan analisis regresi ganda, uji F, uji R2, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas (ROA) secara statistik berpengaruh negatif terhadap CETR. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, maka semakin rendah CETR (yang berarti semakin tinggi tingkat penghindaran pajak). (2) Leverage (DER) secara statistik berpengaruh negatif terhadap CETR. Semakin tinggi tingkat leverage, maka semakin rendah CETR (yang berarti semakin tinggi tingkat penghindaran pajak). (3) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Ukuran perusahaan tidak berdampak terhadap aktivitas penghindaran pajak

    Pengukuran Tak Langsung pada Proses Kerja Eksisting dan Perbaikan Produksi Tempe dengan Metode Maynard Operation Sequence Technique

    Full text link
    Time measurement is carried out to determine the length of time required for workers to complete the production process, starting from raw materials to finished goods. Due to the low production volumes, the Barokah Tegal Tempe Home Industry's tempeh production process is not producing optimal results, which prevents them from fulfilling customers’ demands. Limited production capabilities due to lengthy processing times. Extended processing durations may result from non-value-adding movements or activities, as well as manual labor techniques. The aim of this research is to examine the tempe production process, with a focus on the three primary work stations—the peeling, washing, and mixing operations. The method used is the Maynard Operation Sequence Technique (MOST), where measurements are carried out on existing conditions and proposed work improvements. The research results show that the existing time measurement in the peeling process is 104,840 Time Measure Units (TMU), washing 316,020 TMU, and mixing 127,360 TMU. In order to reduce processing time, work tools should be able to do away with pointless movements. The proposed work improvement time for peeling process is 60,680 TMU, washing 93,800 TMU, and mixing 50,300 TMU. Calculations of the existing condition and proposed improvement can result in a 62% increase in working time efficiency.Pengukuran waktu dilakukan untuk mendapatkan lama waktu dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan proses produksi dimulai dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. Dalam proses produksi tempe di Home Industri Tempe Barokah Tegal, hasil produksi tempe belum optimal, dilihat dari jumlah produksi yang terbatas sehingga belum dapat memenuhi pesanan. Keterbatasan kemampuan produksi disebabkan waktu proses lama. Waktu proses yang lama dapat disebabkan karena gerakan atau aktivitas yang tidak memberi nilai tambah, serta metode kerja secara manual. Tujuan penelitian ini untuk menelaah waktu proses produksi tempe, khususnya pada tiga stasiun kerja utama yaitu proses pengelupasan, pencucian, dan pencampuran. Metode yang digunakan adalah Maynard Operation Sequence Technique (MOST), dimana pengukuran dilakukan pada keadaan eksisting dan usulan perbaikan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran waktu eksisting pada proses pengelupasan yaitu 104.840 Time Measure Unit (TMU), pencucian 316.020 TMU, dan pencampuran 127.360 TMU. Alat bantu kerja diharapkan mampu menghilangkan gerakan yang tidak diperlukan sehingga dapat mempercepat waktu proses. Waktu usulan perbaikan kerja pada proses pengelupasan sebesar 60.680TMU, proses pencucian 93.800 TMU, dan proses pencampuran 50.300 TMU. Total hasil perhitungan keadaan eksisting dan usulan perbaikan dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja sebesar 62%

    GAMBARAN SELF-COMPASSION MANTAN PENGGUNA NARKOBA: STUDI DESKRIPTIF PADA MANTAN PENGGUNA NARKOBA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat self-compassion pada mantan pengguna narkoba dan menganalisis perbedaan dalam self-compassion berdasarkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lama abstinen, lama rehabilitasi, dan status pekerjaan. Desain penelitian adalah deskriptif cross-sectional, melibatkan 119 partisipan yang telah menjalani rehabilitasi narkoba dan berada dalam kondisi abstinen. Data dikumpulkan melalui skala self-compassion yang memiliki reliabilitas α = 0,872. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas partisipan memiliki tingkat self-compassion sedang (79%), dengan sebagian kecil memiliki tingkat tinggi (15,1%) dan sangat tinggi (5%). Analisis deskriptif juga mengungkap variasi tingkat self-compassion berdasarkan karakteristik demografis dan pengalaman rehabilitasi. Uji t menunjukkan perbedaan signifikan dalam self-compassion antara jenis kelamin, lama abstinen, lama rehabilitasi, dan status pekerjaan. Dalam analisis jenis kelamin, perempuan menunjukkan tingkat self-compassion yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Usia dan tingkat pendidikan tidak memberikan perbedaan signifikan dalam self-compassion. Namun, lama abstinen lebih dari 1 tahun dan lama rehabilitasi lebih dari 1 tahun berhubungan dengan tingkat self-compassion yang lebih tinggi. Partisipan yang bekerja juga menunjukkan self-compassion yang lebih tinggi dibandingkan yang belum bekerja. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, pengembangan program rehabilitasi yang menekankan pembangunan self-compassion sebagai bagian integral dari pemulihan diperlukan

    HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN BURNOUT PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DI YOGYAKARTA

    Full text link
    This research aims to determine the relationship between self-efficacy and burnout in special school (Sekolah Luar Biasa or SLB) teachers in Yogyakarta, and to examine differences in the level of burnout of SLB teachers in terms of gender, age, and duration of teaching. The research subjects were 108 SLB teachers in Yogyakarta with an age range of 25-50 years. The research data was collected with the General Self Efficacy (GSE) Scale and the Burnout Scale. Based on data analysis results, a correlation coefficient (rxy) = -0.418 (p < 0.050) was generated, indicating that the proposed hypothesis was accepted; there was a negative correlation between self-efficacy and burnout in special school teachers (SLB) in Yogyakarta. The coefficient of determination (R2) is 0.175, so the contribution of self-efficacy is 17.5% to burnout. The study results also showed differences in burnout levels in terms of age and duration of teaching. Subjects aged 38-50 years had lower burnout than subjects aged 25-37 years. Subjects who have taught or worked for more than 15 years have lower burnout than teachers who have taught or worked for less than 15 years. There was no difference in burnout levels in terms of gender.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan burnout pada guru sekolah luar biasa (SLB) di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan burnout pada guru sekolah luar biasa (SLB) di Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 108 guru SLB di Yogyakarta dengan rentang usia 25-50 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Skala General Self Efficacy (GSE) dan Skala Burnout. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = -0,418  (p < 0,050) yang menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada korelasi negatif antara efikasi diri dengan burnout pada guru SLB. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,175 sehingga dapat dikatakan bahwa kontribusi efikasi diri sebesar 17,5% terhadap burnout. Hasil penelitian juga menunjukkan ada perbedaan tingkat burnout ditinjau dari usia dan lama mengajar. Subjek usia 38-50 tahun memiliki burnout yang lebih rendah dibandingkan dengan subjek usia 25-37 tahun). Guru sekolah luar biasa yang telah mengajar atau bekerja lebih dari 15 tahun memiliki burnout yang lebih rendah dibandingkan dengan guru sekolah luar biasa yang telah mengajar atau bekerja kurang dari 15 tahun. Tidak ada perbedaan tingkat burnout ditinjau dari jenis kelamin

    Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Demam Tifoid di Rumah Sakit X di Surakarta

    Full text link
    Salmonella typhi bacteria reside in the human body and cause an infection known as typhoid fever. The number of cases of typhoid fever in Indonesia reaches 81% per 100,000 people. The use of various drugs in the treatment of typhoid fever will increase the possibility of drug interactions. This research is a descriptive observational cross-sectional study. Data from medical records of typhoid fever patients at "X" Hospital in Surakarta from January to December 2021 were used in this study. Potential drug interactions were analyzed using the Drug Interaction Checker application and Stockley's Drug Interaction Guidebook. The data were then statistically analyzed using SPSS 25. The results showed that out of 96 patients with typhoid fever, 29 experienced potential drug interactions. Of the 29 patients, 68 cases occurred, consisting of 41 non-antibiotic-non-antibiotic cases (60.3%) and 27 antibiotic-non-antibiotic cases (39.7%). The highest potential drug interactions were levofloxacin and ondasetron in 8 cases, dexamethasone-omeprazole in 7 cases, ceftriaxone-lansoprazole in 5 cases and sucralfate-lansoprazole in 5 cases. Based on the level of severity, the potential drug interactions that are minor are 26 cases (38.235%), moderate drug interactions are 26 cases (38.235%) and major interactions are 16 cases (23.53%).  Based on the mechanism, the most potential drug interactions in pharmacokinetics occurred, namely 52 cases (72.47%) compared to pharmacodynamics as many as 16 cases (23.53%).Bakteri Salmonella typhi berada di dalam tubuh manusia dan menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai demam tifoid. Di Indonesia, tingkat kasus demam tifoid mencapai 81% per 100.000 orang. Penggunaan berbagai obat dalam pengobatan demam tifoid akan meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi obat. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional deskriptif observasional. Data dari rekam medis pasien demam tifoid di Rumah Sakit "X" di Surakarta dari Januari hingga Desember 2021 digunakan dalam penelitian ini. Buku panduan interaksi obat Stockley dan aplikasi Drug Interaction Checker digunakan untuk menilai potensi interaksi obat. Data selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 96 pasien demam tifoid, sebanyak 29 orang mengalami potensi interaksi obat. Dari 29 pasien tersebut, 68 kasus terjadi, terdiri dari 41 kasus non antibiotik-non antibiotik (60,3%) dan 27 kasus antibiotik-non antibiotik (39,7%). Potensi interaksi obat yang paling tinggi adalah levofloksasin dan ondasetron sebanyak 8 kasus, deksametason-omeprazol sebanyak 7 kasus, seftriakson-lansoprazol sebanyak 5 kasus dan sukralfat-lansoprazol sebanyak 5 kasus. Berdasarkan tingkat keparahannya potensi interaksi obat yang bersifat minor sebanyak 26 kasus (38,235%), interaksi obat yang bersifat moderate sebanyak 26 kasus (38,235%) serta interaksi yang bersifat major sebanyak 16 kasus (23,53%).  Interaksi obat-obatan dapat terjadi secara farmakokinetik dalam 52 kasus (72,47%) dan farmakodinamik dalam 16 kasus (23,53%) berdasarkan mekanismenya

    Perbandingan Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Murni, Granul dan Tablet Effervescent Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.)

    Full text link
    The mangosteen rind (Garcinia mangostana L.) contains alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins, and polyphenols. Flavonoids are secondary metabolites found in it which act as antioxidants. Research on antioxidant activity testing with samples of pure extract, effervescent granules, and effervescent tablets from mangosteen rind extract was conducted to determine the antioxidant content in each formulation. The extraction method used in the study was maceration with 96% ethanol solvent followed by rotary evaporation and water bath at 40°C to obtain a concentrated extract. The yield of the extract was 23.4%, meeting the criteria for a good extract. The concentrated extract was then dried in an oven at 40°C to obtain dry extract. Subsequently, phytochemical screening of the mangosteen rind extract was performed to identify the secondary metabolites present. Antioxidant activity testing was conducted using the DPPH method with methanol as the solvent and quercetin as the positive control. The strongest IC50 value was found in the pure mangosteen rind extract with a value of 0.037 ppm, followed by the effervescent granules with an IC50 value of 0.607 ppm, and the effervescent tablets with an IC50 value of 2.517 ppm. A smaller IC50 value indicates a higher antioxidant capacity in scavenging free radicals.Kulit manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin dan polifenol. Senyawa metabolit sekunder flavonoid yang terdapat antioksidan di dalamnya. Penelitian pengujian aktivitas antioksidan dengan sampel ekstrak murni, granul effervescent dan tablet effervescent dari ekstrak kulit manggis ini dilakukan untuk mengetahui berapa kadar antioksidan yang terdapat pada masing-masing sediaan. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian di rotary evaporator dan di water bath pada suhu 40°C untuk mendapatkan ekstrak kental. Diperoleh rendemen ekstrak sebesar 23,4% yang memenuhi persyaratan sebagai ekstrak yang baik. Ekstrak kental kemudian di oven pada suhu 40°C untuk mendapatkan ekstrak kering. Kemudian ekstrak kulit manggis dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder apa saja yang terdapat di dalamnya. Kemudian dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH menggunakan metanol sebagai pelarut dan kuersetin sebagai kontrol positif. Hasil IC50 yang paling kuat terdapat pada ekstrak murni kulit manggis dengan nilai 0,037 ppm, granul effervescent dengan nilai IC50 0,607 ppm dan tablet effervescent dengan nilai IC50 2,517 ppm yang berarti semakin kecil nilai IC50 maka semakin tinggi kemampuan antioksidan dalam menangkal radikal bebas

    PSYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERAN ACADEMIC ENGAGEMENT TERHADAP PRESTASI AKADEMIK

    No full text
    Prestasi akademik adalah cerminan dari usaha yang telah dilakukan selama pembelajaran. Keberhasilan dalam belajar salah satunya dapat ditentukan oleh keterlibatan akademik seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh keterlibatan akademik terhadap prestasi akademik. Untuk itu, metode systematic literature review menjadi pilihan logis untuk mendapatkan hasil yang komprehensif mengenai topik yang diteliti. Sumber data utama berasal dari artikel-artikel penelitian tentang keterlibatan akademik terhadap prestasi akademik mulai dari tahun 2017 sampai tahun 2022 dengan total sebanyak 8 artikel yang berhasil terseleksi sesuai dengan topik yang diteliti. Dari artikel-artikel tersebut, diketahui bahwa 6 artikel menyatakan keterlibatan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik, 1 artikel menyatakan adanya pengaruh tidak langsung dan 1 artikel menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh positif yang signifikan keterlibatan akademik terhadap prestasi akademik yang dicapai. Kata kunci: keterlibatan akademik, prestasi akademikAcademic achievement is a reflection of the efforts that have been made during learning. One of the successes in learning can be determined by one's academic involvement. The purpose of this study was to identify the effect of academic involvement on academic achievement. For this reason, the systematic literature review method is a logical choice to get comprehensive results on the topic under study. The main data sources come from research articles on academic involvement in academic achievement from 2017 to 2022 with a total of 8 articles that were successfully selected according to the topic under study. From these articles, it is known that 6 articles state that academic involvement has a positive and significant effect on academic achievement, 1 article states that there is an indirect effect and 1 article states that there is no significant positive effect of academic involvement on academic achievement achieved. Keywords: academic engagement, academic achievmen

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇