Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Fresh Handling Sayur Sayuran di Desa Undrusbinangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat
Hortikultura, terutama sayuran memiliki kandungan dan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, sayuran merupakan salah satu produk pertanian yang mudah rusak (perishable), sehingga jika tidak dilakukan penanganan pascapanen yang tepat, sayuran akan cepat rusak baik akibat pengaruh fisik, kimiawi, mikrobiologi dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penanganan pascapanen yang dilakukan oleh petani maupun petani pengumpul hortikultura sayur khususnya buncis, cabai keriting, caisim, kemangi, kubis, labu siam, timun dan tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Undrusbinangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Hasil observasi di lapangan menunjukkan terdapat perbedaan penanganan pascapanen pada berbagai komoditi hortikultura yang dihasilkan petani. Pada umumnya penanganan pascapanen hortikultura sayur meliputi sortasi, pembersihan, grading, pengemasan dan pengangkutan. Namun, petani hortikultura sayur di Desa Undrusbinangun umumnya belum melakukan kegiatan pascapanen, kecuali untuk beberapa komoditi seperti buncis, caisim, kemangi dan kubis, petani melakukan kegiatan sortasi, pembersihan, pengikatan dan pengemasan langsung sebelum hasil panen dijual ke petani pengumpul. Sedangkan petani pengumpul melakukan kegiatan penanganan pascapanen meliputi sortasi, grading, pengemasan dan pengangkutan. Pada perlakuan pengemasan, jenis pengemasan yang digunakan adalah karung, plastik jaring, kantong plastik transparan dan peti kayu
Potensi dan Pola Pemeliharaan Sapi Bali di Maluku Utara
Provinsi Maluku Utara mempunyai potensi besar terhadap pengembangan sapi potong. Sapi Bali adalah jenis sapi potong yang banyak dibudidayakan oleh peternak. Sapi Bali telah lama menjadi ternak utama dikalangan petani dan peternak di Maluku Utara. Topografi wilayah Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil mengakibatkan pola pemeliharaan ternak sapi berbeda. Pola pemeliharan yang lazim dilakukan oleh petani peternak yakni pola ekstensif, intensif dan semi intensif. Di wilayah pulau Ternate dan Tidore pemelilharaan sapi Bali cenderung dilakukan secara intensif dan semi intensif sedangkan di wilayah daratan pulau Halmahera yang memiliki lahan dan ketersediaan padang penggembalaan luas kecenderungan masyarakat menerapkan pola pemeliharaan secara ekstensif (lepas liar). Adopsi pola pemeliharaan intensif oleh peternak ketika sudah mampu untuk mengkontrol tingkah laku ternak sebagai respon dari adaptasi teknologi yang mulai diterapkan. Konsekuensi dari adopsi pola pemeliharaan intensif adalah naiknya biaya pemeliharaan untuk manajemen perkandangan, handling ternak, kesehatan reproduksi ternak, pakan ternak dan pengelolaan limbah. Pada pola pemeliharaan secara ekstensif diperlukan peningkatan kualitas hijauan pakan di padang penggembalaan, misalnya dengan melakukan penanaman hijauan pakan yang beragam dan tidak merusak lahan pertanian produktif yang digunakan untuk tanaman pangan
Workshop Pemanfaatan Limbah Daur Ulang Kardus sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif di Desa Bancak Kec. Gunungwungkal Kab. Pati
Virus Covid-19 telah menyebabkan perubahan besar terhadap dunia, seperti dalam bidang
perekonomian dan lingkungan. Masyarakat Indonesia mulai merasa resah akibat kondisi
perekonomian yang semakin tidak stabil. Selain itu, virus Covid-19 juga membawa dampak
yang signifikan terhadap lingkungan. Kasus PHK yang semakin banyak ditambah dengan
adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengharuskan
masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah. Kondisi ini mengakibatkan semakin
banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan, seperti sampah plastik dan kardus. Oleh
karena itu, Tim KKN UNS kelompok 53 berinisiatif untuk memberikan solusi dalam
meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengadakan workshop pemanfaatan limbah
daur ulang kardus. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu-ibu warga Desa Bancak dalam mendaur ulang sampah. Program tersebut dilaksanakan
secara luring yang dihadiri oleh warga setempat khususnya ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan
berlangsung di Balai Desa Bancak, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Kegiatan
tersebut menghasilkan produk berupa kotak hantaran untuk acara pernikahan yang memiliki
nilai jual. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap
lingkungan dengan cara memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi barang yang lebih
bermanfaat dan bernilai jual tinggi. Selain itu, program tersebut dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat sehingga dapat menjadi solusi untuk
meningkatkan perekonomian di tengah wabah Covid-19
Pelatihan Pembuatan Olahan Lele untuk Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas Masyarakat di Desa Kragan
Pandemi di Indonesia menyebabkan pendapatan dan pekerjaan masyarakat menjadi terbatas.
Masyarakat harus bertindak kreatif agar kehidupannya menjadi terjamin terutama dalam bidang
ekonomi. Mahasiswa dalam hal menghadapi pandemi Covid-19 dituntut mampu memecahkan dan
menyelesaikan masalah yang dimiliki masyarakat terutama dalam segi ekonomi. HM Pelita pada
tahun 2021 mengikuti kegiatan PHP2D yang mana memberikan bekal pelatihan pada masyarakat
dari segi penguatan ketahanan pangan. Ketahanan pangan memiliki kaitannya dengan perikanan
di Desa Kragan yaitu dalam hal budidaya. Masyarakat Desa Kragan memiliki kecenderungan
untuk menjual ikan secara langsung tanpa adanya usaha pasca panen seperti pembuatan olahan
ikan. Ikan yang menjadi komoditas unggulan dalam budidaya ikan di Desa Kragan yaitu ikan lele.
Kegiatan PHP2D dilaksanakan di Desa Kragan, Karanganyar. Pelatihan pada pembuatan olahan
lele menjadi salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Kragan. Kegiatan pelatihan
diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kreatifivitas masyarakat untuk mengelola ikan
dan masyarakat menjadi mampu memenuhi kebutuhan ekonomi. Metode yang digunakan tim
PHP2D HM Pelita 2021 dalam kegiatan berupa Partisipatory Rural Appraisal (PRA). Metode
tersebut melibatkan masyarakat Desa Kragan terkhususnya dalam pengambilan potensi dan
pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan kegiatan PHP2D. Kegiatan pada pemberdayaan
masyarakat terutama pada pelatihan olahan lele diharapkan mampu menjadi salah satu pondasi
penguat ekonomi terkhususnya UMKM di Desa Kragan
Partisipasi Kelompok Wanita Tani Dusun Tanen melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Benalu Teh sebagai Upaya Pengembangan Potensi Lokal dan Penunjang Perekonomian
Partisipasi masyarakat dapat menunjukan kepekaan terhadap sosio-budaya, kegiatan bersifat
people centered, dan secara berkelanjutan melatih dan melembagakan peranan masyarakat
sebagai wadah pengembangan kelompok melalui pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Dusun
Tanen terletak di Desa Kemuning Kabupaten Karanganyar memiliki beragam potensi sumber
daya pertanian sebagai wilayah penghasil teh dan sumberdaya manusia dengan beragam latar
belakang pribadi masyarakat. Selain produk teh banyak sumber daya yang belum
termanfaatkan oleh masyarakat salah satunya benalu yang berada pada tanaman teh. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi kelompok wanita tani Dusun Tanen dalam rangka
implementasi pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan benalu teh berbasis kearifan
lokal. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif pada studi kasus tertentu untuk diamati
dan dianalisis secara cermat serta studi literasi. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja
(purposive). Pemilihan informan dilakukan secara sengaja (purposive) dan menggunakan
teknik wawancara in-depth interview dengan sarana kuisioner serta wawancara langsung
kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani Dusun Tanen. Hasil penelitian menunjukan antusiasme
kelompok wanita tani Dusun Tanen terhadap program pembedayaan masyarakat dalam
pengolahan benalu teh. Kegiatan pemberdayaan kepada Kelompok Wanita Tani di Dusun
Tanen dilakukan secara rutin dan terjadwal tiap minggunya. Partisipasi kelopok tersebut
didapatkan melalui koordinasi dengan stakeholder yang terdapat di Dusun Tanen. Adanya
partisipasi kelompok wanita tani dalam pemberdayaan pengolahan benalu teh dapat
meningkatkan potensi sumber daya dan meningkatkan perekonomian lembaga masyarakat
Realisasi Pembangunan Komposter Permanen di Pasar Desa Mutih Kulon, sebagai Solusi Permasalahan Sampah Pasar Desa
Desa Mutih Kulon merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Wedung, Kabupaten
Demak, Jawa Tengah. Desa ini memiliki sebuah pasar desa yang aktif berkegiatan di pagi hari
dan berkontribusi memutar perekonomian warga. Adanya pasar desa ini memberikan berbagai
dampak, baik positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan dari
eksistensi pasar desa ini adalah adanya gundukan sampah yang terletak di sudut pasar.
Diperlukan adanya suatu upaya pengelolaan limbah pasar agar tidak menimbulkan bau yang
tidak sedap, pemandangan yang tidak enak, dan sumber penyakit. Berangkat dari sebuah
inisiasi yang digagas oleh kelompok KKN UNS “Membangun Desa” perangkat desa dan
karang taruna bersama-sama merealisasikan pembangunan komposter permanen di pasar
desa. Selain membangun komposter untuk pengelolaan sampah organik, juga dibangun
tempat sampah untuk menampung sampah anorganik yang ada. Hasil dari kegiatan ini adalah
lebih tertata nya penampungan sampah di pasar desa. Selain itu, produk sampingan dari
adanya komposter ini adalah terciptanya pupuk organik yang bisa dimanfaatkan oleh
masyarakat. Hal tersebut dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar yang masih
banyak penduduk yang bekerja dalam bidang pertanian. Selain itu, hal ini juga memberikan
dampak pada lingkungan yang lebih indah, nyaman dan sehat untuk warga Desa Mutih Kulon,
khususnya yang aktif berkegiatan di sekitar pasar desa
Strategi Penguatan Ekonomi dan Edukasi Pertanian Melalui Digital Marketing Bagi UMKM Jasa Konveksi Seragam dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati (Studi KKN Tematik UNS di Desa Sidomulyo, Kabupaten Purworejo)
Kegiatan sosialiasi digital marketing bagi UMKM jasa konveksi seragam sekolah ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam terkait teknologi digital sebagai suatu inovasi dalam usaha skala rumahan sekaligus memberikan peluang bagi UMKM konveksi seragam sekolah untuk bertranformasi menjadi UMKM berbasis digital yang saat ini menjadi sektor perekonomian baru. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang dimulai dari pengenalan digital marketing hingga cara memasarkan produk di platform Shopee yang meliputi cara membuka akun dan toko secara online. Pelatihan pembuatan pestisida nabati juga dilakukan sebagai edukasi pertanian kepada anak-anak usia sekolah dasar. Pembuatan pestisida nabati ini dilakukan untuk memberikan pengenalan kepada anak-anak sekolah dasar, bahwa pestisida dapat dibuat dengan bahan yang murah dan sederhana serta ramah lingkungan. Program ini diikuti dengan penuh antusias dan aktif oleh empat pelaku UMKM, dan siswa sekolah dasar di wilayah RW IV, Desa Sidomulyo, Kabupaten Purworejo sebagai rangkaian program kerja KKN tematik UNS di daerah tersebut
Peningkatan Kapasitas Civitas Akademika Perguruan Tinggi dalam Menerapkan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat secara Efektif dan Berkelanjutan di Era New Normal
Peningkatan Kapasitas Civitas Akademika Perguruan Tinggi dalam
Menerapkan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat secara Efektif dan
Berkelanjutan di Era New Norma
Analisis Keberhasilan Program Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Di Maluku Utara
Evaluasi program pertanian diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program pertanian yang telah diterapkan di daerah sentra produksi padi sawah di Maluku Utara dan mencari model alternatif penerapan pertanian yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan analisis multikriteria dengan membuat alternative dan kriteria berdasarkan metode TOPSIS. Hasil penelitian, model PTT padi sawah merupakan alternatif terbaik dalam peningkatan produktivitas padi sawah di Maluku Utara. Secara berurutan Model PTT, Model Hazston, dan penggunanaan padi hibrida dapat direkomendasikan di Maluku Utara dalam upaya peningkatan produktivitas padi sawah