Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Pemberian Limbah Cair Tahu dan Jumlah Benih Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian limbah cair tahu dan jumlah benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun(Cucumis sativus L) . Penelitian dilakukan pada lahan Agroteknologi Gambessi Kota Ternate Selatan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Terdapat tiga sumber keragaman. Faktor pertama yaitu limbah tahu yang terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa limbah cair tahu (T0) dan limbah cair tahu (750 ml +250 air (TI). Faktor kedua adalah jumlah benih perlubang tanam (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 benih per lubang tanam, 2 benih per lubang tanam dan 3 benih per lubang tanam,terdapat 6 kombinasi perlakuan dan 3 kelompok sehingga terdapat 18 unit percobaan. Faktor ketiga interaksi antara limbah cair tahu dan jumlah benih per lubang tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman mentimun pada umur 10 HST dan 20 HST ( Hari Setelah Tanam) dan jumlah daun 10 HST dan 20 HST. Interaksi antara pemberian limbah cair tahu dan jumlah benih per lubang tanam berpengaruh nyata pada panjang buah mentimun, diameter buah mentimun dan bobot buah mentimun
Kesesuaian Lahan Sebagai Input Untuk Pencetakan Sawah Baru di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara
Kesesuaian lahan merupakan salah satu input untuk pencetakan sawah baru, karena memberikan informasi terhadap kondisi lahan. Penilaian kesesuaian lahan akan dilakukan dalam dua kondisi, yakni kondisi aktual dan kondisi potensial. Penilaian kondisi aktual dilakukan saat survei lapangan sedangkan penilaian kondisi potensial dilakukan setelah melakukan perbaikan, misalnya ketika lahan telah dilakukan pemupukan. Kesesuaian lahan diklasifikasikan sebagai S1 (sangat sesuai, S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal) dan N (Marginal). Analisis kesesuaian lahan dilakukan terhadap faktor iklim, faktor tanah (Sifat fisik dan kimia tanah). Peelitian di lakukan di Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara pada Tahun 2020. Hasil penelitian mendapatkan bahwa di Kabupaten Bolaang Mongondow terdapat kelas cukup sesuai yaitu sekitar 55%, kelas sesuai marjinal 16% dan kelas sangat sesuai sekitar 12% dan 17% merupakan lahan marginal
[Pemanfaatan Teknologi Spasial Dalam Pengembangan Tanaman Hortikultura Untuk Menunjang Pariwisata Di Pantai Timur Minahasa] : Review
Tanaman hortikultura khususnya buah buahan tropis yang ada di Pantai Timur Minahasa yaitu mangga, manggis, lansat dan durian umumnya hanya diusahakan untuk konsumsi sendiri. Seiring dengan dibangunnya infrastruktur jaringan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo maka Pantai Timur Minahasa menjadi terbuka. Keindahan pantainya merupakan atraksi alam yang tersembunyi selama ini, menjadi ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara. Pengembangan tanaman hortikultura di daerah ini sangat diperlukan, karena bukan hanya menunjang kebutuhan pariwisata untuk dikonsumsi bahkan menjadi buah tangan pengunjung, tetapi dapat juga meningkatkan pendapatan petani buah ataupun masyarakat yang menjualnya. Tujuan penelitian adalah mendapatkan peta rencana pengembangan tanaman hortikultura untuk menunjang pariwisata di pantai Timur Minahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan memanfatkan teknologi spasial dimana menghasilkan informasi berbasis geografis yang akan menunjukkan luasan penyebaran penggunaan lahan pertanian hortikultura serta titik titik lokasi pariwisata di Pantai Timur Minahasa. Hasil penelitian diperoleh “Peta Penyebaran Pengembangan Tanaman Hortikultura di Pantai Timur Minahasa” seluas 363.52 Ha menyebar pada beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Kombi seluas 119.20 Ha, Kecamatan Lembean Timur seluas 74.82 Ha , Kecamatan Kakas seluas 61.04 Ha, Kecamatan Kakas Barat seluas 45.22 Ha serta Kecamatan Langowan Selatan seluas 63.24 Ha. Lahan yang tersedia tersebut dapat ditanami 36352 bibit pohon mangga, manggis, lansat atau durian
Kajian Dosis Kompos Azolla Dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa)
Selada (Lactuca sativa) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan petani secara intensif. Tanaman tersebut merupakan tanaman semusim yang dapat di budidayakan di daerah lembab, dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial dengan 2 faktor yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah dosis Kompos Azolla (K) yang terdiri atas 4 taraf dosis dan faktor kedua adalah dosis pupuk urea (U) yang terdiri atas 4 taraf dosis. Perlakuan kombinasi dari dua perlakuan dihasilkan 16 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali, sehingga terdapat 48 satuan percobaan, dimana masing-masing satuan percobaan diamati 3 tanaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunya jumlah produksi tanaman selada setiap tahunya. Penurunan nilai produksi selada dikaitkan dengan buruknya teknik budidaya yang dilakukan. Kompos Azolla dan pupuk urea menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan produktifitas tanaman selada serta meminimalisir peggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tidak terdapat interaksi nyata terhadap luas daun dan bobot basah batang dan daun selada. Namun faktor tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun dan bobot basah batang dan daun selada. Berdasarkan persamaan garis regresi kuadratik pengaruh dosis kompos Azolla dan pupuk urea terhadap bobot basah batang dan daun selada tertinggi diperlihatkan oleh dosis kompos Azolla sebesar 96,61 g/tanaman dan dosis pupuk urea sebesar 128 g/tanaman
Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Mutan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merril) Generasi M7 Hasil Iradiasi Gamma
Induksi mutasi pada tanaman kedelai hitam diharapkan dapat menghasilkan kedelai hitam dengan daya hasil tinggi. Tanaman hasil induksi mutasi harus melalui berbagai pengujian terlebih dahulu sebelum dapat dilepas menjadi varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil serta heritabilitas tanaman mutan kedelai hitam hasil induksi mutasi iradiasi sinar gamma pada generasi M7. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap monofaktor dengan 3 ulangan. Genotipe yang diuji adalah 4 mutan kedelai (06-252/1-6-2-28, 06-400/1-2-2-6, 06- 256/1-2-9-29, dan 06-256/1-4-2-21) dan 3 varietas pembanding (Detam-1, Detam-3 dan Detam-4). Penelitian dilakukan pada lahan yang telah dibuat bedengan dengan ukuran 2,5 m x 13 m, jarak tanam 50 cm x 50 cm sebanyak 21 unit percobaan dengan masing-masing terdapat ± 250 tanaman dan diambil sampel 10 tanaman setiap unitnya untuk analisis data. Parameter yang diamati jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah bji per tanaman, dan bobot 100 biji. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah polong isi dan jumlah polong pada mutan kedelai hitam 07-252/1-6-2-28 dan 07-400/1-2-2-6 tidak berbeda nyata dengan Detam-1 dan Detam 3, sedangkan jumlah polong mutan kedelai hitam 07-256/1-4-2-21 nyata lebih tinggi dibandingkan Detam-1 dan Detam 3 dan tidak berbeda nyata dengan Detam-4. Nilai heritabilitas pada karakter jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 butir memiliki nilai heritabilitas tinggi. Mutan 07-256/1-4-2-21 merupakan mutan dengan hasil paling baik sehingga dapat dipertimbangkan sebagai galur harapan varietas unggul kedelai hitam
Sifat Herbisida Campuran Berbahan Aktif Penoksulam 15 G/L dan Pretilaklor 385 G/L Terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah
Pengendalian gulma menggunakan herbisida bahan aktif tunggal secara terus menerus dalam jangka panjang menyebabkan gulma menjadi resisten. Penggunaan herbisida campuran dapat menambah spektrum pengendalian dan meminimalisir terjadinya resistensi gulma. Campuran herbisida dua atau lebih bahan aktif akan menunjukkan interaksi yang bersifat sinergis, aditif maupun antagonis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dan sifat herbisida campuran berbahan aktif Penoksulam 15 g/l dan Pretilaklor 385 g/l terhadap beberapa jenis gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Kabupaten Bandung. Perlakuan terdiri dari 3 jenis herbisida yakni campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l, herbisida tunggal Penoksulam 15 g/l dan herbisida tunggal Pretilaklor 385 g/l dengan dosis masing-masing 4 ; 2; 1; 0,5; 0,25; 0 l/ha yang diulang empat kali. Gulma sasaran diantaranya Marsilea crenata, Monochoria vaginalis, Spenochlea zeylani, Ludwigia octovalvis, Leptochloa chinensis, Echinochloa crusgalli, dan Cynodon dactylon. Analisis data menggunakan presentase kerusakan gulma untuk mengetahui keefetifan setiap herbisida dan analisis regresi linear metode Multiplicative Survival Model (MSM) untuk menentukan LD50 masing-masing herbisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l dapat menekan pertumbuhan gulma sasaran serta memiliki LD50 perlakuan sebesar 0,55 l/ha dan LD50 harapan sebesar 0,93 l/ha dengan nilai Ko-toksisitas 1,7 (>1) sehingga herbisida campuran bersifat sinergis.
Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius I.M. Johnst) untuk Mengendalikan Ulat Grayak Jagung (Spodoptera frugiperda J. E. Smith) di Laboratorium
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman berbiji yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan, bahan baku industri dan lain-lain. Masalah utama dalam budidaya jagung adalah serangan Spodoptera frugiperda J. E. Smith. Pestisida pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius I.M. Johnst.) dapat menjadi alternatif pengendalian S. frugiperda dengan cara yang aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak pepaya jepang yang efektif untuk mengendalikan S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Riau Pekanbaru pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan konsentrasi yang digunakan adalah 0 g.l-1 air, 25 g.l-1 air, 50 g.l-1 air, 75 g.l-1 air, dan 100 g.l-1 air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak buah sirih hutan berpengaruh nyata dalam membunuh S. frugiperda. Konsentrasi yang tepat untuk mengendalikan S. frugiperda adalah konsentrasi air 75 g.l-1 karena dapat menyebabkan kematian total sebesar 85% dengan waktu kematian awal 1 jam setelah aplikasi dan LT50 pada 15,50 jam setelah aplikasi
Analisis Faktor- Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Produksi Tebu di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani tanaman tebu di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder, populasi dalam penelitian ini sebanyak 192 petani kemudian untuk populasinya menggunakan rumus slovin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 85 petani tebu di Kecamatan Dawe. Analisis data menggunakan model regresi linier berganda dengan pendekatan cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pupuk phonska, pupuk za, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi usahatani tebu, sedangkan hanya pestisida yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tebu