Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Tumbuhan Indonesia Potensial Sebagai Insektisida Nabati untuk Mengendalikan Hama Kutu Daun (Aphis gossypli) dan (Myzus pesicae) pada Tanaman Cabai Merah

    Full text link
    Cabai merah merupakan salah satu komoditas pertanian penting dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini berupa studi pustaka yang diperoleh dari beberapa sumber yaitu Perpustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan, jurnal-jurnal di bidang pertanian, entomologi, dan teknologi pertanian serta sumber dari e-journal dan majalah ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi terkait kerugian yang disebabkan hama kutu daun, potensi tumbuhan sebagai sumber insektisida nabati, mekanisme kerja insektisida nabati, perkembangan penelitian insektisida nabati terhadap kutu daun pada cabai merah, kendala dan strategi pengembangan pestisida nabati. Kerugian akibat serangan kutu daun mencapai 40 % pada musim kemarau, 10-30% selain musim kemarau, dan sebagai vektor menyebabkan kerugian sebesar 90%. Mekanisme kerja bahan nabati dikelompokkan dalam tiga kategori yakni, bahan alami dengan kandungan senyawa bersifat antifitopatogenik (antibiotika pertanian), senyawa bersifat fitotoksik atau mengatur tumbuh tanaman (fitotoksin, hormon tanaman dan sejenisnya) dan senyawa bersifat aktif terhadap serangga (hormon serangga, feromon, antifidan, repelen, atraktan dan insektisida). Tumbuhan yang digunakan untuk pengendalian kutu daun pada cabai merah yaitu: bawang putih, tembakau, kunyit, mimba, pepaya, jarak, brotowali, sirsak, dan cabai merah. Perlu dilakukan sosialisasi baik melalui penyuluhan maupun pelatihan dan demplot sebagai upaya untuk menyebarkan informasi tentang potensi suatu bahan ekstrak tumbuhan sebagai pestisida nabati

    Potensi Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. sebagai agensia hayati nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) pada tanaman tomat ceri secara in vitro

    Full text link
    Tanaman tomat ceri merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Penurunan produksi dapat disebabkan oleh organisme penggangu tanaman, salah satunya nematoda puru akar yang disebabkan oleh nematoda Meloidygene sp. Kerugian akibat serangan nematoda pada produksi tanaman tomat dapat mencapai 20% dari total produksi. Penggunaan agensia hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. memiliki kemapuan merusak telur nematodaPenggunaan media produksi yang tepat mampu mendukung kinerja agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan parasitasi Tricoderma sp. dan Streptomyces sp. dari beberapa media produksi terhadap telur nematoda Meloidygene sp. secara in vitro sehingga diharapkan berpotensi sebagai agensia hayati nematoda puru akar pada tanaman tomat ceri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan faktor pertama perbandingan isolat kombinasi Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. serta faktor kedua yaitu jenis media produksi. kemudian dilakukan uji lanjut DMRT dengan taraf kepercayan 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwah tingkat kemampuan parasitasi perlakuan kombinasi perbandingan Trichoderma sp. dan Streptomyces sp.dengan jenis media produksi berkisar 21,33% - 64,67%. Kemampuan parasitasi tertinggi pada perlakuan kombinasi TS1:3E ( Trichoderma sp. dan  Streptomyces sp. perbandingan 1:3 dalam media produksi EKG) dan tingkat parasitasi terendah pada perlakuan kombinasi TG (Trichoderma sp. dalam media produksi GN). Hal ini menunjukan  interaksi antara perlakuan kombinasi perbandingan Trichoderma sp. dan  Streptomyces sp. berupa kemampuan memarasit dengan cara mekanis, enzimatis dan menghasilkan metabolit sekunder  dengan perbandingan terbaik TS 1:3. Interaksi dengan menggunakan media produksi mendukung tingkat kemampuan parasitasi dengan media terbaik yaitu EKG (Ekstrak Kentang Gula)

    COVER

    No full text

    [Pengelolaan Ekowisata di Tengah Pandemi COVID-19] : Review

    Full text link
    Pandemi COVID-19 telah mengubah seluruh segi kehidupan masyarakat. Pengelolaan ekowisata harus beradaptasi seiring dengan kondisi pandemi COVID-19. Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola ekowisata supaya tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui strategi mitigasi yang tepat untuk dilaksanakan dalam beradaptasi mengatasi pandemi COVID-19 bagi kawasan ekowisata. Metode yang digunakan adalah mencari literatur yang sesuai melalui Science Direct dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah COVID-19, ekowisata, pengelolaan. Setelah diskrining berdasarkan judul, abstrak, dan isi teks, maka didapatkan 10 artikel berupa 8 jurnal, 1 prosiding, dan 1 web page. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian dengan isi topik paper ini. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang direkomendasikan adalah secara fisik, ekonomi, dan sosial. Strategi secara fisik artinya kondisi ekowisata harus dibenahi dengan memperbanyak sarana air bersih, toilet, sabun, dan hand sanitizer. Strategi ekonomi berupa memperbanyak dukungan dana dari pemerintah untuk menata kembali kawasan ekowisata dan berusaha memperbanyak iklan daring berupa video yang menarik. Strategi sosial artinya mensosialisasikan perubahan yang baik dari kondisi ekowisata kepada masyarakat serta menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat sekitar supaya menurunkan risiko penularan COVID-19

    Entomologi Sebagai Bagian Penting Dalam Ilmu Peternakan

    Full text link
    Entomologi dalam bidang peternakan dikenal sebagai entomologi peternakan (livestock entomology) adalah ilmu mengenai serangga dan hubungannya dengan ternak serta organisme lain, memiliki posisi penting dan esensial dalam pengembangan ilmu peternakan. Makalah ini mempresentasikan peranan entomologi dalam ilmu peternakan baik dilihat dari aspek yuridis maupun teknis ilmiah. Metode yang digunakan dalam penyusunan review ini adalah pengembangan gagasan ilmiah melalui pendekatan komparasi referensi ilmiah berorientasi pada regulasi yang berlaku. Dalam bidang peternakan, ilmu pengetahuan mengenai serangga atau entomologi memiliki berbagai peranan penting baik sebagai sumber pakan alternatif, maupun peranannya dalam lingkungan dimana ternak itu dipelihara

    Pengaruh Arang Aktif (Charcoal) pada Media MS untuk Meningkatkan Pertumbuhan Anggrek pada Kultur In Vitro

    Full text link
    Media MS (Murashige and Skoog) merupakan media dasar yang paling banyak digunakan dalam perbanyakan secara kultur in vitro dengan modifikasi komposisi atau penambahan bahan lain di dalamnya. Salah satu bahan adenda yang berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman in vitro adalah arang aktif karena kemampuannya sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman, adsorbsi zat toksik serta menghambat penggelapan media. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan arang aktif pada komposisi media MS yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium secara in vitro ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan BPTP Sumatera Utara pada bulan April – September 2017. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 taraf perlakuan meliputi media 1 MS (M0), media ½ MS (M1), media MS + charcoal (M2), dan media ½ MS + charcoal (M3) yang diulang sebanyak 5 kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA diikuti uji lanjut DMRT 95 %. Pemberian arang aktif pada media kultur mendukung pertumbuhan tinggi planlet, berat planlet, dan pertambahan tunas namun tidak mendukung pertumbuhan lebar daun dan panjang dau

    Pengenalan dan Penyadartahuan Manfaat Intangible Hutan pada Masyarakat Dusun Rabakuan di Kesatuan Pengelolaan Hutan Sanggau Timur

    Full text link
    Masyarakat Dayak dan hutan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, namun dengan banyaknya alih fungsi lahan hutan untuk penggunaan lain, menyebabkan terjadinya pergeseran akan pentingnya hutan bagi kehidupan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah menjelaskan tentang pentingnya hutan beserta fungsi dan manfaat intangible yang terkandung di dalamnya dalam menopang kehidupan sehari-hari. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat dusun Rabakuan yang terdiri dari pemuda, ibu-ibu, aparat desa, pemangku adat dan anggota kelompok tani hutan. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi manfaat intangible hutan dan pendekatan partisipatif menggunakan latihan penilaian manfaat penggunaan lahan yang ada dengan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, serta diskusi sebagai media komunikasi dua arah. Hasil pelaksanaan kegiatan mencatat masyarakat menyadari bahwa hutan memiliki banyak manfaat yang bersifat intangible bagi masyarakat sebagai sumber air, pengatur iklim mikro, merupakan warisan, menyediakan mata pencaharian dan kesejahteraan mereka baik secara langsung maupun tidak langsung dengan banyak tumbuhan dan hewan yang berharga dan penting bagi kehidupan

    Efektivitas Aplikasi Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Full text link
    Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi, dimana bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian khususnya di Provinsi Sumatera Utara, dalam meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi biochar terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas (bima, super philip dan medan lokal samosir) dan biochar (0 g/plot, 400 g/plot dan 800 g/plot). Parameter yang diamati yaitu panjang daun (cm), bobot basah umbi per plot (g) dan bobot kering umbi per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dengan dosis 800 g/plot lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah.  Varietas bima menghasilkan pertumbuhan panjang daun tertinggi untuk pertumbuhan tanaman dibandingkan varietas Super Philip dan Medan Lokal Samosir namun produksi varietas Super Philip menghasilkan bobot basah umbi perplot dan bobot kering umbi per plot tertinggi dibanding varietas Bima dan Medan Lokal Samosir

    Kajian Pemanfaatan Biopestisida Asap Cair Limbah Biji Buah Merah terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F)

    Full text link
    Pemanfaatan biopestisida asap cair kerap kali sudah diakui dan sudah banyak dimanfaatkan oleh petani dalam mengendalikan OPT. Namun untuk asap cair menggunakan bahan baku limbah biji buah merah masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair limbah biji buah merah terhadap mortalitas ulat grayak (Spodopteralitura F) pada tanaman ubi jalar. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Petra Baliem Wamena dan pembuatan asap cair dilakukan di Laboratorium RisetJurusan Teknik Kimia FTI UMI Makassar. Asap cair diperoleh melalui proses pirolisis dengan menggunakan alat modifikasi pirolisis rakitan. Proses pirolisis adalah proses pembakaran atau pemanasan suatu bahan baku asap cair pada temperatur tertentu dengan jumlah oksigen terbatas. Untuk mengetahui tingkat efektifitas biopestisida asap cair limbah biji buah merah ini dilakukan analisis kandungan fenolik dan asam asetat yang merupakan unsur utama dalam biopestisida yang mampu mematikan OPT sehingga serangan OPT dapat dikendalikan. Hasil pirolisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah asap cair grade 3. Adapun perlakuan konsentrasi yang digunakan terbagi menjadi 4 yaitu 10ml/L, 15ml/L, 20ml/L dan 30ml/L yang diulang sebanyak 3 ulangan. Hasil analisis kandungan kimia pada asap cair menunjukkan nilai uji kadar asam sebesar 14,20%, nilai uji kadar fenol sebesar 4,98% dan memiliki pH sebesar 3. Hasil penelitian skala laboratorium ini menunjukkan bahwa biopestisida asap cair limbah biji buah merah konsentrasi yang efektif yaitu konsentrasi 30ml/L dengan presentase mortalitas ulat grayak sebesar 88,50%

    Komparasi dan Evaluasi Data Hujan Berbasis Satelit dalam Mengestimasi Curah Hujan Harian Maksimum di Provinsi Papua Barat

    Full text link
    Banjir merupakan salah satu bencana alam yang mendominasi kejadian bencana alam di Provinsi Papua Barat. Terbatasnya stasiun iklim dan stasiun hujan di Provinsi Papua Barat mengakibatkan sebagian besar wilayah di Provinsi Papua Barat belum memiliki data hujan sehingga menjadi kendala dalam melakukan analisis banjir. Tersedianya data hujan hasil pengamatan satelit dapat dijadikan sebagai solusi alternatif dalam penyediaan data hujan di Provinsi Papua Barat, diantaranya adalah Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), Global Precipitation Measurement (GPM), dan Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations (CHIRPS). Penelitian ini bertujuan untuk menguji akurasi data TRMM, GPM, dan CHIRPS dibandingkan dengan data hasil perekaman pada automatic weather stations (AWS) menggunakan 7 (tujuh) parameter statistik, yaitu root mean square error (RMSE), mean error (ME), mean absolute error (MAE), relative bias (RBIAS), mean bias factor (MBIAS), percent bias (PBIAS), dan koefisien korelasi (r). Hasil penelitian menunjukkan data TRMM, GPM, dan CHIRPS memiliki akurasi yang acceptable dalam mengestimasi curah hujan harian maksimum di Provinsi Papua Barat dengan nilai bias sebesar 23,29% - 33,47% dibanding data AWS serta memiliki hubungan yang kuat dengan data AWS yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,65 – 0,69. Dari ketiga data tersebut, data TRMM memiliki akurasi yang lebih baik dalam mengestimasi curah hujan harian maksimum di Provinsi Papua Barat. Oleh sebab itu data TRMM lebih direkomendasikan apabila digunakan untuk analisis banjir di Provinsi Papua Barat khususnya pada wilayah yang belum tersedia stasiun iklim maupun stasiun penangkar hujan

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇