Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Penjaringan MVA Indegenus Pada Rhizosfer Tanaman Legum dan Non Legum Lombok Utara

    Full text link
    Luas lahan kering di Kabupaten Lombok Utara tinggi melebihi luas lahan basah dan belum mendapatkan perhatian yang maksimal. Lahan kering di Lombok Utara berpotensi menjadi lahan pertanian yang produktif seperti tegalan, ladang dan perkebunan. Permasalahan utama pada lahan kering Lombok Utara adalah ketersediaan air yang terbatas, sifat fisik tanah yang tidak optimal sehingga produktivitas lahan rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan terutama di lahan kering Kabupaten Lombok Utara adalah melalui pemanfaatan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indegenus sebagai pupuk hayati.. Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi dan mengetahui kerapatan spora MVA Indegenus di lahan kering Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan metode eksplorasi deskriptif dengan mengambil sampel pada Kecamatan Gangga Desa Segara Katon dan Desa Genggelang pada rhizospher tanaman legume dan non legum. Pada setiap rhizospher tanaman diambil 4 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spora bervariasi pada tempat dan inang yang berbeda. Jumlah spora tertinggi terdapat pada inang cabai dan terendah pada inang jagung

    Budidaya dan Kandungan Gizi Petai (Parkia speciosa Hassk)

    Full text link
    Parkia speciosa Hassk termasuk keluarga Fabaceae yang dikenal “petai” di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan berbagai jenis kesesuaian lahan. Artikel ini bertujuan untuk mereview budidaya petai yaitu perbanyakan petai dengan okulasi dan kandungan gizi petai yang bermafaat untuk kesehatan. Petai diperbanyak melalui penyemaian biji, stek batang dan tunas. Secara vegetatif tanaman ini banyak diperbanyak dengan teknik okulasi. Tanaman hasil okulasi memiliki waktu berbuah lebih cepat, memiliki sifat yang sama dengan induknya dan juga ketinggian tanaman dapat dibuat sesuai keinginan. Pohon induk yang akan diambil mata tunasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit. Batang bawah yang digunakan untuk okulasi adalah bibit tanaman petai yang berasal dari persemaian biji yang telah berumur sekitar 6 bulan atau ukuran diameter batangnya sudah sebesar pensil. Biji P. speciosa kaya akan karbohidrat (68,3–68,7%), protein (6-27,5%), lemak (1,6-13,3%), serat (1,7-2,0%) dan mineral (0,5-0,8%). P. speciosa mengandung senyawa aktif biologis seperti fenol, favonoid, polisulfida siklik dan fitokimia lainnya. Fitokimia ini bermanfaat dalam hal efek anti-diabetes, anti-mikroba, antioksidan, antihipertensi dan hipoglikemik

    Penguatan Ekonomi dan Pendidikan Masyarakat Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri di Era Pandemi Covid-19

    Full text link
    Program ini bertujuan untuk menguatkan ekonomi, pendidikan, dan edukasi Covid-19 kepada mitra program yakni masyarakat Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Pemilihan mitra desa ini didasari oleh pertimbangan urgensi permasalahan yang relevan dengan kemampuan tim untuk merealisasikan solusi guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat dibagi menjadi tiga tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan dilakukan dengan survei lapangan, audiensi bersama pemerintah desa setempat dan perwakilan beberapa masyarakat desa, diskusi internal tim pelaksana, dan konsultasi bersama dosen pembimbing. Tahap pelaksanaan dilakukan secara hybrid dengan mengkombinasikan kegiatan daring dan luring dengan protokol kesehatan ketat. Berbagai kegiatan yang dilakukan memiliki tiga topik utama yakni penguatan ekonomi, pendidikan, dan edukasi Covid-19. Tahap evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan observasi dan wawancara tidak terstruktur kepada beberapa warga setempat. Proses pelaksanaan program dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2021. Pemerintah desa dan masyarakat setempat sangat mengapresiasi program ini dan memberikan umpan balik positif yang menunjukkan adanya dampak positif program untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perubahan perilaku masyarakat setempat dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan edukasi Covid-19. Kesimpulan yang diperoleh adalah program ini telah berjalan optimal dengan prospek keberlanjutan yang menjanjikan karena melibatkan para stakeholder terkait meliputi pemerintah desa dan perwakilan karang taruna desa

    Pengaruh Lama Penyimpanan Simplisia Thymus vulgaris L. terhadap Rendemen Minyak Atsiri dan Kadar Sari

    Full text link
    Kebutuhan pasar akan thymol sangat tinggi karena bahan ini banyak digunakan di industri farmasi dan kosmetik. Thymol ini merupakan minyak atsiri dan diperoleh dari tanaman timi (Thymus vulgaris L). Thymus vulgaris L. tidak dapat dipanen setiap saat sehingga mendorong untuk dilakukan penyimpanan dalam bentuk bahan kering atau biasa disebut dengan simplisia. Selama penyimpanan, kemungkinan terjadi penurunan mutu terutama dari segi rendemen minyak atsiri dan kadar sari Thymus vulgaris L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dalam bentuk simplisia terhadap rendemen minyak atsiri dan kadar sari Thymus vulgaris L. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu pada bulan Februari-April 2020. Sampel yang digunakan adalah simplisia yang telah disimpan di gudang simplisia dengan beberapa umur simpan kemudian diukur rendemen minyak atsiri dan kadar sari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh terhadap mutu rendemen minyak atsiri dan kadar sari. Semakin lama penyimpanan maka semakin rendah rendemen minyak atsiri dan kadar sari. Rendemen minyak atsiri tertinggi diperoleh pada simplisia Thymus vulgaris L. sebelum penyimpanan sebesar 1,72%. Kadar sari larut air tertinggi juga diperolah pada simplisia Thymus vulgaris L. sebelum penyimpanan

    Penyuluhan Perlakuan Benih pada Gapoktan Padi Merak Mandiri Desa Sungai Kakap Kubu Raya Kalimantan Barat

    Full text link
    Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten pusat pengembangan padi di Kalimantan Barat, dimana luas panen padi sawah pada tahun 2018 mencapai 27.957 ha dengan tingkat produktivitas 3,31 ton ha-1 . Bila dibandingkan dengan produktivitas nasional, produktivitas padi di Kabupaten ini masih rendah. Rendahnya produktivitas diduga karena teknik budidaya yang belum maksimal. Lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa penyuluhan dan demonstrasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi awal; memberikan penyuluhan tentang perlakuan benih sebelum tanam yang selanjutnya dipraktekkan secara langsung oleh kelompok tani mitra dengan didampingi oleh tim PKM; dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan. Hasil kuisioner sebagai bentuk evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta yang faham materi setelah mengikuti penyuluhan ini sebanyak 90%, sangat paham 10%, tidak ada yang agak faham, kurang paham atau tidak paham. Dari khalayak sasaran peserta penyuluhan menunjukkan bahawa 20% peserta menjawab akan berlanjut, 80% peserta menyatakan niat untuk mencoba, dan tidak ada yang mempunyai keinginan tidak melanjutkan kegiatan ini. Dari kegiatan PKM ini telah membuka cakrawala berfikir masyarakat tani di Gapoktan Padi Merak Mandiri, yang belum pernah melakukan perlakuan benih sebelum semai/tanam. Mereka kini telah dapat melakukan perlakuan benih sebelum semai/tanam sendiri dan merasakan manfaatnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang mereka usahakan

    Penentuan Harga Jual Sapi Bali Berdasarkan Pengukuran Morfometrik di Kelompok Tani Bon-Bon Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara

    Full text link
    Penentuan harga ternak sapi bali yang dilakukan peternak di kelompok tani Bon-Bon selama ini berdasarkan pengamatan visual terhadap fisik sapi dengan kisaran harga jual Rp 4.000.000 - Rp 4.500.000. Ketika dilakukan pengukuran morfometrik (Panjang badan 108 cm dan lingkar dada 150 cm) memperoleh data dugaan bobot hidup = 197,2 kg. Apabila bobot hidup dikalikan dengan standart harga yakni 27.000 per kg bobot hidup maka harga jual sapi tersebut seharusnya Rp 5.325.707. Proses penentuan harga berdasarkan pengamatan fisik ini mengakibatkan peternak mengalami kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 825.707 - Rp 1.325.707. Kondisi ini sangat merugikan peternak di pedesaan, dimana peternak belum mengetahui teknik penetuan harga berdasarkan bobot badan hidup ternak, belum mengetahui teknik pengukuran morfometrik ternak sapi, standart harga jual bobot hidup ternak sapi yang ditetapkan pemerintah Nusa Tenggara Timur. Sosialisi standart harga jual bobot hidup ternak yang ditetapkan pemerintah dan pelatihan teknik pengukuran morfometrik sapi, pembuatan matriks penentuan harga berdasarkan bobot hidup ternak serta pembuatan kandang jepit, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peternak dalam pendugaan bobot hidup ternak, mengubah proses penentuan harga jual ternak agar meningkatkan pendapatan peternak. Hasil yang dicapai ialah peternak memiliki pengetahuan tentang standar harga jual per kg bobot hidup dan keterampilan mengukur morfometrik tubuh untuk menghitung bobot badan ternak, tersedianya 15 buah alat ukur morfometrik, 15 unit kandang jepit dan 15 buku matriks harga jual ternak sapi berdasarkan hasil dugaan bobot hidup yang dikalikan dengan standar harga yang ditetap pemerintah. Disimpulkan bahwa dasar penentuan harga jual ternak sapi yang dilakukan peternak berdasarkan hasil dugaan bobot hidup dikalikan dengan harga/kg/BB

    Budidaya Lele dan Akuaponik untuk Menginisiasi Pembukaan Usaha Pemancingan Bumdes Desa Purwarejo, Kabupaten Wonogiri

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya lele di kolam yang dikombinasi dengan sayuran akuaponik, guna menginisiasi pembukaan usaha pemancingan Bumdes-Desa Purworejo, Wonogiri yang telah lama vakum kegiatan, karena dampak pandemi Covid 19. Sebagian anggota karangtaruna yang tergabung dalam BUMDES wisata Jatimas, juga belum memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam membudidayakan lele dengan kombinasi sayuran akuaponik. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pembekalan pengetahuan melalui demplot budidaya lele yang dikombinasi dengan bertanam sayur secara akuaponik. Kegiatan dilakukan di kolam pemancingan milik Bumdes dengan memasukkan bibit lele sebanyak 1500 ekor. Sayur akuaponik ditanam pada pipa paralon dan didesain dengan sistem apung di permukaan kolam yang sekaligus untuk menjaga kebersihan kolam. Pemeliharaan lele juga dilengkapi alat pemberi pakan otomatis untuk benih lele berbasis digital/jam pemberian. Program telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota karangtaruna Desa Purworejo-Wonogiri dalam pemeliharaan lele di kolam yang dikombinasikan dengan bertanam sayur dengan sistem akuaponik. Tim KKN juga berhasil menginisiasi pembukaan kolam pemacingan Bumdes Desa Purworejo-Wonogiri yang juga telah menghidupkan dua kolam lain dengan menebarkan benih lele dan nila. Hal ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha pemancingan sebagai bagian dari wahana wisata Jatimas Desa Purwareja, Wonogiri yang telah lama vakum yang diharapkan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi setempat

    Pelatihan dan Pendampingan Bagi Pengurus BUMDES di Desa Anjir Pulang Pisau

    Full text link
    Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu usaha desa berbasis potensi milik masyarakat sebagai upaya memperkuat perekonomian desa. Kabupaten Pulang Pisau telah secara konsisten memberikan peluang kepada desa untuk membangun diri sesuai dengan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat terutama terkait dengan BUMDes. Tujuan pengabdian memberikan pengetahuan, solusi dan pendampingan dari permasalahan tentang regulasi BUMDes dan kewirausahaan, serta manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, serta manajemen resiko usaha kepada pengurus BUMDes. Hasil kegiatan pelatihan mendapat respon yang baik dari peserta terhadap materi yang disampaikan dan sangat membantu pengurus lebih fokus mengelola BUMDes. Ada beragam kendala yang dihadapi BUMDes Hinje Atei terkait struktur organisasi, sumberdaya manusia atau skill, masih lemahnya unit usaha yang dijalankan, serta kapasitas kelembagaan. Solusi yaitu penataan administrasi bidang manajemen BUMDes. Pembaharuan terkait struktur organisasi, menambah wawasan keterampilan dalam memanajemen BUMDes, upaya untuk melakukan kerjasama dengan stakeholder dalam pengembangan usaha, dan dukungan dari pemerintah desa

    Analisis Usaha Tani Padi Inpari 30 pada Musim Tanam I di Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang

    Full text link
    Adopsi dan penggunaan varietas Inpari 30 oleh petani padi di Kabupaten Pemalang masih rendah. Salah satu faktor yang menghambat adalah kebiasaan dan kesukaan petani pada varietas tertentu. Penggunaan varietas unggul baru (VUB) merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memutus rantai kerentanan hama penyakit tumbuhan yang sering menimbulkan kerugian Hal ini memerlukan analisis usaha tani untuk mengetahui peluang penggunaan varietas unggul baru (VUB) dalam meningkatkan produksi sehingga dapat menambah pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha tani padi VUB Inpari 30 dibanding varietas eksisting (Situ Bagendit). Penelitian dilakukan di Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang di lahan seluas 6600 m2 pada bulan Maret – Juli 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling acak sederhana, yang melibatkan seluruh petani kooperator sebanyak 17 orang melalui wawancara dan observasi langsung. Tingkat keuntungan ekonomi dapat diketahui dengan menggunakan analisis Return Cost ratio (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada MT I faktor yang berpengaruh pada usaha tani adalah tingkat serangan OPT dan kerebahan karena cuaca ekstrim. Hasil analisis usaha tani menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk budidaya padi Inpari 30 sebesar Rp. 5.523.000,- dengan rerata produksi diperoleh sebesar  6.00 kg/ha. Sementara rerata biaya yang dikeluarkan untuk varietas Situ Bagendit sebesar Rp. 5.563.000,- dengan rerata produksi sebesar  5.097 kg/ha. Harga jual padi Inpari maupun Situ Bagendit di tingkat petani sebesar Rp. 3.300,- sehingga diperoleh rerata pendapatan petani Inpari 30 sebesar Rp.6.534.000 dan Situ Bagendit sebesar Rp 5.550.000. Analisis kelayakan R/C untuk usahatani padi Inpari 30 yaitu sebesar 1.18, sedangkan varietas Situ Bagendit sebesar 1.00. Usahatani padi Inpari 30 pada MT I di Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang lebih layak untuk diusahakan (R/C > 1) dibanding varietas eksisting di musim yang sama

    Daftar Pemakalah

    Full text link

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇