Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Uji Fisika Pupuk Azolla Coated N-Slow Release Micron Compound dan Uji Agronomis pada Kailan
Tanaman memerlukan N dalam medianya; pupuk urea sumber N cepat hilang karena menguap dan terlindikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektif dari pupuk Azolla slow release terhadap produksi tanaman kalian. Uji agronomis tanaman kailan menggunakan tanah Inceptisol. Faktor uji agronomis yaitu lima formula pupuk ditambah perlakuan F0 (pupuk N, P, K) sebagai kontrol. Penelitian uji agronomis tanaman kailan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor berupa formula pupuk dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) formula I 60% N-urea (U), 10% Azolla microphylla (Am), 10% local montmorillonite (M),10% Gum Rosis (GR), 10% asam humat (HA), formula II (70% U, 10% Am, 10% M, 10% GR), dan formula III (70% U, 10% Am, 10% M, 10% AH), meluruh cepat dengan meningkatnya suhu penangasan air; Formula IV (70% U, 10% Am, 10% GR, 10% AH) dan formula V (70% U, 20% Am, 10% M) konsisten pada suhu rendah namun cepat meluruh pada kisaran peningkatan dari suhu 40°C ke 70°C. Pengamatan peluruhan pada suhu ruangan tropika 28°C cenderung tidak meluruh, (2) semua pupuk formula luruh dari 4,0 cm ke kisaran ketebalan 1,20 - 3,0 cm; berarti luruh 25 - 70 %, (3) formula F1 lepas-lambat N-totalnya paling stabil dan lama, (4) semua formula berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun, dan (5) pemberian formula pupuk N-urea yang dikelat Azolla dan bahan lokal lainnya dapat meningkatkan produksi tanaman kalian
Pengaruh Aplikasi Pupuk Limbah Ikan dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Biduri (Calotropis gigantea)
Tanaman biduri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman perdu yang tumbuh liar. Walaupun biduri dikenal sebagai tanaman liar, namun biduri memiliki banyak manfaat, seperti bisa sebagai obat, hiasan mapun bahan dasar tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan dari hasil aplikasi POC limbah ikan dan mikoriza pada tanaman biduri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2021. Pengamatan dan penelitian dilakukan di Lahan Percobaan FP UNS Jumantono, Desa Sukosari, Kecamatan Karanganyar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk limbah ikan dengan 5 taraf yaitu, P0 = tanpa limbah ikan, P1 = 1 ml/L, P2 = 2 ml/L, P3 = 3 ml/L, dan P4 = 4 ml/L. Faktor kedua adalah pemberian mikoriza dengan 4 taraf yaitu M0 = tanpa mikoriza, M1 = 5 g/polybag, M2 = 10 g/polybag, dan M3 = 15 g/polybag. Hasil penelitan menunjukkan bahwa interaksi antara pupuk limbah ikan dan mikoriza tidak meningkatkan pertumbuhan vegetatif biduri (Calotropis gigantea). Pupuk limbah ikan mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun. Mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan biduri yaitu panjang daun
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ratun Sorgum (Sorghum Bicolor L. Moench) Terhadap Perlakuan Jarak Tanam dan Jumlah Tanaman Per Rumpun
Sorgum (Sorghum bicolor L) adalah salah satu tanaman serealia yang dapat dikembangkan sebagai bahan pakan, pangan, dan bioetanol. Bagian-bagian tanaman sorgum seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar dapat dimanfaatkan. Di Indonesia sorgum merupakan tanaman sereal pangan ke tiga setelah padi dan jagung. Mengingat banyaknya manfaat tanaman sorgum maka perlu di upayakan untuk meningkatan produksinya. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangakan produksi tanaman sorgum yaitu dengan menggunakan sistem ratun. Ratun adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil per satuan luas lahan dan per satuan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah tanaman per rumpun terhadap pertumbuhan dan hasil ratun tanaman sorgum. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu perlakuan jarak tanam (J1 = Jarak tanam 40 x 20 cm, J2 = Jarak tanam 60 x 20 cm, J3 = 80 x 20 cm, J4 = 100 x 20 cm) dan perlakuan jumlah tanaman per rumpun (R1 = 1 satu tanaman per rumpun, R2 = 2 tanaman per rumpun, R3 = 3 tanaman per rumpun). Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5% menggunakan program Costat fot Windows. Perlakuan dengan jarak tanam tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan, namun berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman sorgum. Perlakuan dengan jarak tanam 40 x 20 cm pada tanaman sorgum memberikan hasil tertinggi (10,65 ton/ha). Perlakuan jumlah tanaman per rumpun memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang malai dan bobot malai per rumpun. Penanaman tiga tanaman per rumpun pada tanaman sorgum memberikan hasil tertinggi (10,08 ton/ha)
Identifikasi Molekuler Menggunakan Gen 16S-rNA Dan Seleksi Limbah Organik Sebagai Carrier Terhadap Rhizobakteri Indigenous Asal Rhizosfer Padi Sawah
Penelitian terdahulu telah berhasil membuktikan secara in-vitro rhizobakteri indigenous yang diisolasi dari rhizosfer padi sawah, yaitu isolat kode KMV 5 dan GMP 2 berpotensi sebagai agen bioremediasi, biofertilizer dan memiliki aktivitas antimikroba tertinggi. Namun identitas strain isolat tersebut belum diketahui dan carrier yang tepat untuk menunjang pemanfaatannya sebagai agen hayati belum ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan identifikasi molekuler terhadap isolat rhizobakteri indigenous KMV5 dan GMP2 untuk mengetahui strain dengan metode sekuensing gen 16S-rNA melalui tahapan ekstraksi DNA, amplifikasi gen 16S-rRNA dan PCR. (2) melakukan seleksi terhadap limbah organik yaitu air cucian beras, air kelapa dan molase sebagai carrier yang tepat bagi kedua rhizobakteri dengan metode pengamatan nilai absorbansi pada spektrofotometer UV-VIS dengan panjang gelombang 550 nm. Hasil penelitian diperoleh (1) rhizobakteri indigenous isolat KMV5 dan GMP2 teridentifikasi memiliki tingkat homologi 93%-95% dengan Bacillus cereus strain ATCC 14579 (2) media organik terbaik dan tepat sebagai carrier adalah air cucian beras
Analisis Biaya dan Nilai Tambah Buah Mangrove pada Kegiatan Home Industry di Kota Langsa (Studi Kasus : Rumah Usaha Perempuan Kuala Maju)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa biaya dan pendapatan dalam proses pembuatan produk olahan buah mangrove dan untuk mengetahui berapa jumlah nilai tambah yang diperoleh dalam setiap produk yang diproduksi. Peneltian ini dilakukan seruang lingkup Kota Langsa dengan lokasi perusahaan berada di Desa Kuala Langsa yaitu bertepat pada perusahaan Perempuan Kuala Maju. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu total biaya keseluruhan produk adalah Rp.692.149 dengan masing-masing biaya total produk sebesar sirup angrove Rp.390.483, selai mangrove Rp.139.583 dan dodol mangrove Rp.162.308 sedangkan pendapatan yang didapatkan sebesar Rp.482.850 dengan pendapatan masing-masing produk sebesar sirup mangrove Rp.359.517, selai mangrove Rp.85.642 dan dodol mangrove Rp.37.692. Pada setiap olahan produk buah mangrove juga didapatkan hasil adanya nilai tambah dengan maing-masing rasio nilai tambah setiap produknya adalah sirup mangrove 87% , selai mangrove 99 % dan dodol mangrove 99%
Penggunaan Pupuk Hayati BiO2 dan Berbagai Macam Pupuk Organik untuk Kedelai Edamame pada Tanah Alfisol
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk hayati BiO2 dan berbagai macam pupuk organic terhadap hasil kedelai Edaname pada tanah Alfisol Jumantono. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan analisis tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu dosis pupuk hayati BiO2 (tanpa BiO2; dengan BiO2) dan macam pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk organik GreenGold, Kascing SerbukCurah, Rajakaya, FreshGreen, FreshGreen+ Biofertilizer, Kascing Granule dan pupuk NPK sesuai anjuran sebagai pembanding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hayati BiO2 dan pupuk organik vermikompos dalam bentuk granul memberikan hasil kedelai Edaname tertinggi dibanding perlakuan yang lain
Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Jatisari
Sampah organik yang berasal dari rumah tangga di Desa Jatisari selama ini belum dimanfaatkan sehingga menimbulkan bau bagi lingkungan sekitarnya. Pembuatan pupuk organik cair khususnya dari sampah organik rumah tangga bertujuan untuk memanfaatkan limbah rumah tangga yang melimpah dan tak terurus sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair, serta pemberian bioaktivator Effective Microorganisms (EM4). Metode pembuatan pupuk organik cair ini yaitu sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan lainnya dipisahkan dari sampah anorganik. Kemudian bioaktivator EM4 disiapkan di dalam sprayer. Sampah organik dirajang dan dimasukkan ke dalam komposter, larutan bioaktivator EM4 kemudian disemprotkan ke dalam komposter secara merata. Hasil kegiatan diperolehnya pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pemupukan berbagai jenis tanaman yang sedang dibudidayakan. Sampah organic dapat diolah dengan baik sehingga mengurangi bau yang tidak sedap. Diharapkan dengan introduksi pembuatan POC ini, masyarakat di Desa Jatisari dapat membuat POC sendiri dan menghemat biaya pembelian pupuk
Respon Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) yang Ditanam di Luar Musim dengan Beberapa Perlakuan Dosis Pupuk Petroganik
Budidaya tanaman cabai yang dilakukan serempak pada musim yang sama menyebabkan terjadinya fluktuasi harga cabai yang sangat tinggi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan harga lebih tinggi, budidaya tanaman cabai dilakuan di luar musim (off season). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi gagal panen di luar musim adalah pemberian pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Petroganik terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga bulan Maret 2022 di lahan Unram Farming di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Perlakuan terdiri atas dosis pupuk Petroganik dengan 5 perlakuan yaitu Kontrol (Tanpa Petroganik), Pemberian Petroganik 200 g/petak, Pemberian Petroganik 400 g/petak, Pemberian Petroganik 600 gram/petak, dan Pemberian Petroganik 800 gram/petak. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan deskriptif pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh perlakuan dosis pupuk Petroganik tidak berbeda nyata pada parameter laju pertambahan tinggi tanaman cabai rawit, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang dan jumlah cabang utama
Respon Delapan Varietas Padi Sawah Terhadap Gulma dengan Metode SRI
Lahan tanaman padi harus bersih dari gulma, karena gulma yang bersaing dengan tanaman dapat menurunkan hasil. Pada metode SRI akibat lahan lembab maka gulma mudah tumbuh, sehingga tanaman padi akan bersaing dengan gulma. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan varietas yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil lebih baik apabila bersaing dengan gulma. Rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 8 varietas sebagai perlakuan (Beras Wangi, Cisokan, IR42, Batang Piaman, Beras Merah, IPB3S, Pancaredek, dan Bujang Marantau), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir gabah, dan berat gabah per petak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa varietas Beras Wangi, Cisokan, dan IR42 mampu memberikan pertumbuhan dan hasil lebih baik dibanding varietas lainnya dalam bersaing dengan gulma