Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Aplikasi Mol Keong Mas dan TSP dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L)

    Get PDF
    Penelitian tentang Aplikasi MOL Keong Mas dan TSP dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau selama 4 bulan, mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi MOL Keong Mas dan TSP dalam meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu MOL Keong Mas (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 15, 30, 45 ml/l air dan faktor kedua adalah pupuk TSP (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 0.60, 1.20 dan 1.80 g/tanaman. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, umur panen, jumlah polong bernas per tanaman, berat polong kering per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi MOL Keong Mas dan pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap jumlah polong bernas per tanaman, berat polong kering per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Perlakuan terbaik adalah kombinasi MOL Keong Mas 45 ml/l air dan pupuk TSP 1,20 g/tanaman (M3P2). Secara utama MOL Keong Mas berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur panen. Perlakuan terbaik adalah pemberian MOL Keong Mas 45 ml/l air (M3). Secara utama pemberian pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur panen. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk TSP 1,20 g/tanaman (P2)

    Pengaruh Pemberian Kompos, Biochar dan Trichoderma Sp terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah Lokal Palu pada Lahan Kering

    Get PDF
    Bawang merah lokal palu atau yang lebih dikenal dengan nama bawang goreng Palu merupakan salah satu komoditas ungguln spesifik Sulawesi Tengah.  Jenis bawang merah ini dapat tumbuh dan berproduksi baik serta memiliki potensi untuk dikembangankan pada wilayah Sulawesi Tengah khususnya di lembah Palu yang cederung beriklim kering.  Salah satu upaya meningkatkan produksi bawang merah lokal Palu yang diusahakan pada lahan kering adalah perbaikan lahan pertanian dengan pemberian pupuk Organik.  Karbon hitam (C) atau biochar dapat mengatasi beberapa keterbatasan tersebut dan menyediakan opsi tambahan bagi pengelolaan tanah, suatu langkah untuk mempercepat pengomposan dengan penambahan stimulator.  Trichoderma sp merupakan salah satu jenis fungi atau jamur yang menghasilkan enzim selulase serta enzim lain yang mendegradasi kompleks polisakarida.  Kajian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos, biochar dan Trichoderma sp terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah lokal palu yang dibudidayakan pada lahan kering lembah palu.  Pengkajian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 Perlakuan berupa perlakuan pemberian kompos; pemberian kompos dan biochar; pemberian kompos, biochar dan Trichoderma sp, dan masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali ulangan.  Parameter yang diamati yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serta untuk komponen hasil yang diamati adalah jumlah umbi, diameter umbi, berat basah, dan berat kering. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Of Varians (ANOVA), bila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Jujur (BNJ) pada taraf uji 5%. Dari hasil kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian kompos ditambahkan biochar 10% dengan Trichoderma sp dapat memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan meningkatkan produksi hasil tanaman bawang merah lokal palu dengan berat umbi segar tertinggi sebesar 18.85 gram per rumpun

    Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah pada Berbagai Metode Irigasi dan Pemberian Pupuk Kandang di Wilayah Pesisir Pantai

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis irigasi tetes yang tepat, (2) pengaruh pupuk kandang, dan (3) interaksi antara metode irigasi dan pupuk kandang. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei 2017 sampai September 2017. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah rancangan split plot dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor, faktor pertama sebagai main plot yaitu berbagai metode irigasi yang terdiri dari 4 taraf antara lain manual,  irigasi tetes pabrik, modifikasi komponen akuarium, dan irigasi selang. Faktor kedua sebagai sub plot yaitu pupuk kandang yang terdiri dari 2 taraf yaitu 0 t/ha dan 30 t/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, luas daun, bobot brangkasan segar, bobot brangkasan kering, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per hektar, persentase bunga jadi, dan persentase buah jadi. Hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Metode irigasi manual, tetes pabrikan, modifikasi komponen aquarium, dan selang menunjukan pengaruh sama terhadap pertumbuhan dan hasil cabai, hasil panen nya berturut-turut yaitu 27,24 t/ha; 30,15 t/ha; 27,62 t/ha; dan 28,71 t/ha. Pemberian pupuk kandang yang dilakukan memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per hektar. Pemberian pupuk kandang 30 t/ha mampu meningkatkan hasil sebesar 17,52 % dari 26,14 t/ha tanpa pemberian pupuk kandang menjadi 30,72 t/ha. Perlakuan irigasi dan pupuk kandang tidak menunjukan adanya interaksi yang nyata antar perlakuan

    RESPON PENAMBAHAN ABU SEKAM DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI DI TANAH ALFISOL

    Get PDF
    Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu komoditas pangan bergizi tinggi dan sumber protein nabati yang rendah kolesterol. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tingkat nasional, khususnya ketersediaan bahan pangan kedelai diperlukan upaya yang sungguh  –  sungguh  untuk  meningkatkan  produksinya.   Limbah  pertanian  abu  sekam merupakan bahan berserat mengandung selulosa, lignin, hemiselulosa dan jika dibakar dapat menghasilkan abu dan silika cukup tinggi, 87 % - 97 % serta mengandung hara N 1 % dan K 2 %. Dolomit dapat meningkatkan produksi kedelai karena merupakan sumber kalsium dan magnesium.  Tanah  alfisol  umumnya  miskin  unsur  hara.  Tujuan  penelitian  ini  untuk mengetahui  pengaruh  pemberian  abu  sekam  dan  dolomit  terhadap  pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian rumah plastik dengan rancangan faktorial (4x3), terdiri atas dua faktor, faktor pertama merupakan  perlakuan dosis abu sekam yang terdiri dari 4 aras dosis : 0 (sebagai kontrol), 3,75 Ton/ha, 7,5 Ton/ha, dan 15 Ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis dolomit yang terdiri 3 aras perlakuan : 0 (sebagai kontrol), 250, dan 500 kg/ha. Hasil penelitian  menunjukkan  1)  Pemberian  abu  sekam  sampai  dosis  15  ton/ha  berpengaruh terhadap tinggi tanaman. 2) Pemberian abu sekam 3,73 ton/ha sudah mampu meningkatkan berat segar tanaman, sedangkan pemberian dosis abu sekam 7,5 ton/ha memberi pengaruh yang tertinggi. 3) Pemberian abu sekam mampu mempercepat waktu berbunga

    Peluang Pengelolaan Padi Sawah Ramah Lingkungan Berdasarkan Kapasitas Petani

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang pengembangan pertanian padi ramah lingkungan di Sulawesi Tengah dengan melihat kompetensi petani terhadap inovasi teknologi ramah lingkungan berdasarkan tiga kompetensi yaitu teknik, memecagkan permasalahan usahatani, dan adaptasi lingkungan. Metodologi yang digunakan adalah survei menggunakan kuseioner pada 174 responden di sentra padi sawah Kabupaten Parigi Moutong dan Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan skoring dan persentase dalam tabel. Hasil penelitian menunjukkan petani bersikap positif terhadap inovasi teknologi pertanian ramah lingkungan yaitu komponen teknologi penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk yang berimbang, penggunaan bahan organik, pengairan secara intermitten, dan pengendalian organisme penganggu tanaman secara terpadu. Petani pada kategori sedang pada kemampuan teknis, kemampuan mengatasi masalah, dan kemampuan adaptasi lingkungan pertanian ramah lingkungan sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan peluang pengelolaan pada peningkatan ketrampilan dan pemahaman petani

    Analisis Metabolomik Daun Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Tahan dan Rentan Terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.)

    Get PDF
    Tomat merupakan salah satu komoditas penting yang mana produktivitasnya mengalami penurunan setiap tahun. Salah satu penyebabnya adalah serangan nematoda puru akar. Pendekatan metabolomik dilaporkan sebagai salah satu metode alternatif yang dapat mempercepat proses identifikasi komponen senyawa yang berperan dalam ketahanan tanaman terhadap OPT (nematoda puru akar) . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil metabolit organ daun pada tanaman tomat yang tahan dan rentan terhadap nematoda puru akar dan mengetahui senyawa yang berperan dalam ketahanan tanaman tomat yang terdapat pada organ daun. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengembangan dan Promosi Agribisnis Perbenihan Hortikultura (BPPAPH) milik Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Laboratorium Genetika Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada serta analisis NMR dilaksanakan di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Terpadu Universitas Gadjah Mada mulai bulan November 2016 hingga April 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan masing-masing unit percobaan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 senyawa metabolit yang terdeteksi pada tanaman yang tahan maupun yang rentan yaitu Valine, Alanine, GABA, Acetic Acid, Sucinate, Ethanolamine, Glycine, β-glucose, α-glucose, Formic Acid, UDPG, Leucine, dan Phenylalanine dan diduga senyawa yang berperan terhadap ketahanan tanaman tomat terhadap nematoda puru akar adalah β-glucose

    SELEKSI TANAMAN PISANG PERDU DI KEBUN PLASMA NUTFAH GIWANGAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Pisang merupakan buah tropis yang sudah populer di masyarakat, sebagai sumber pangandan berkontribusi paling besar terhadap produksi buah-buah Nasional, Berkembangperumahan type rumah kecil mensisakan lahan pekaranag yang sempit, maka perlu mencaritanaman pisang perdu, penghasil buah dan penyangga lingkungan. Penelitian bertujuanuntuk memperoleh tanaman pisang unggul berpostur perdu, daya hasil tinggi sesuai ditanampada lahan pekarangan sempit. Penelitian dilaksanakan di kebun plasmanutfah pisangMalangan, Giwangan, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai bulan Oktober 2014sampai dengan bulan Mei 2015. Penelitian menggunakan metode survey (Nazir, 1998)dikombinasi dengan seleksi massa positif. Fakta yang dikumpulkan adalah karakter TinggiTanaman, lebar tajuk, jumlah buah pertandan dan bobot buah pertandan dan kadar gula buah.Hasil penelitian menerangkan bahwa: Tanaman pisang maorosebo berpostur perdu, tinggi150 cm, bentang tajuk 264 cm, bobot buah 3,35 kg per tandan, daging buah manis kadargula buah 27brix. Pisang morosebo memenuhi kriteria sebagai tanaman pisang perdu, sesuaiditanam pada lahan pekarangan sempit bahkan dapat ditanam pada media dalam pot

    Pengaruh Pupuk Bokashi dan Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Tuban

    Get PDF
     ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk bokashi dan urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Tuban. Penelitian dilaksanakan di Desa Caracas Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April  sampai  dengan  bulan  Juli  2017.  Metode  penelitian  menggunakan  Rancangan  Acak  Kelompok (RAK) pola faktorial. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali. Perlakuan yang diuji terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan pupuk bokashi dengan empat taraf   yaitu O0  (0 t/ha), O1  (5 t/ha), O2 (10 t/ha) dan O3 (15 t/ha), sedangkan faktor kedua adalah urin sapi dengan empat taraf yaitu U0 (0 ml/l air), U1  (50 ml/l air), U2  (100 ml/l air), dan U3 (150 ml/l air).          Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh interaksi yang nyata antara pupuk bokashi dan urin sapi terhadap tinggi tanaman umur 35 HST (hari setelah tanam), jumlah daun umur 35 HST dan bobot polong kering per petak. Secara mandiri perlakuan pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 28 HST, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan bobot polong kering per tanaman, sedangkan urin sapi secara mandiri memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 28 HST, jumlah polong dan bobot polong kering per tanaman. Dosis pupuk bokashi 10 t/ha dan konsentrasi urin sapi 100 ml/l air memberikan pengaruh terbaik pada bobot polong kering per petak masing-masing sebesar 966,88 g/petak atau setara dengan 3,68 t/ha. Terdapat korelasi nyata antara tinggi tanaman umur 21 HST dan 28 HST dan jumlah daun umur 21 HST, 28 HST dan 35 HST dengan bobot polong kering per petak. Kata Kunci : Kacang Tanah , Pupuk Bokashi, Urin Sap

    Pengaruh Pengaturan Fase Termofil pada Pengomposan Jerami dan Sampah Pasarterhadap Perombakan Lignin dan Hasil Kompos

    Get PDF
    Fase termofil pada proses pengomposan berperan penting dalam perombakan lignin dan pembentukan humus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan fase termofil pada proses pengomposan jerami padi dan sampah pasar terhadap perombakan lignin dan hasil kompos. Penelitian dilakukan dalam dua tahap.Tahap pertama berupa penentuan suhu termofilik, dilakukan dengan menginkubasikan bahan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 400C, atau 45 0C, atau 500C.Aktivitas mikroba ditentukan berdasarkan jumlah CO2 yang terbentuk. Penelitian tahap berikutnya dilakukan dengan cara meletakkan 1 kg masing-masing campuran bahan seperti tahap pertama pada wadah/ember. Bahan diinkubasikan selama 1 minggu pada suhu ruang. Selanjutnya dilakukan pengaturan fase termofil pada suhu 50oC dengan durasi inkubasi selama 0,1,2, dan 3 minggu. Total inkubasi dilakukan selama 5 minggu. Parameter yang diamati adalah: pH, kadar C, N dan lignin.  Kadar C kompos dianilisis dengan metode Walky and Black. N kompos dianilisis dengan menggunakan Metode mikro Kjedhal, sedangkan kadar lignin dianalisis menggunakan metode Klason (72% H2SO4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fase termofil berupa pemanjangan durasi pada fase termofil pada suhu 50oC mengakibatkan penambahan jumlah kadar lignin terombak, penurunan kadar C serta C/N ratio bahan. Durasi fase termofil yang memberi hasil kompos baik adalah selama 2 minggu

    KESEIMBANGAN DAN KETERSEDIAAN KALIUM DALAM TANAH DENGAN BERBAGAI INPUT PUPUK PADA SISTEM SAWAH TADAH HUJAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik, anorganik dan kombinasinya terhadap ketersediaan kalium, keseimbangan masukan dan keluaran kalium, dan efisiensi penyerapan kalium di lahan tadah hujan. Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2016 sampai Januari 2017 di Kebun Percobaan Jakenan, Pati.Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan.Perlakuan terdiri darikontrol; urea 125 kg/ha, SP36 62.5 kg/ha, KCl 50 kg/ha; kompos 2.5 ton/ha; urea 125 kg/ha, SP36 62.5 kg/ha, KCl 50 kg/ha, kompos 2.5 ton/ha; kompos 5 ton/ha; and urea 125 kg/ha, SP36 62.5 kg/ha, KCl 50 kg/ha, kompos 5 ton/ha. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh kandungan kalium di tanah dan beras. Perlakuan urea 125 kg/ha, 62.5 SP36 kg/ha, KCl 50 kg/ha dankompos 2.5 ton/ha memberikan hasil padi tertinggi, yaitu 5.4 ton/ha

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇