Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Segmentasi Pasar Produk Olahan Carica di Pusat Kota Kabupaten Wonosobo

    Full text link
    Pertanian terbagi menjadi berbagai macam sektor yang dalam masing-masing sektor mempunyai bidang yang spesifik dalam pengelolaannya. Agribisnis merupakan salah satu sektor yang masuk dalam pertanian. Agribisnis merupakan usaha yang menggunakan potensi alam yang ada di dalam seluruh wilayah di Indonesia. Potensi tersebut dijadikan sebagai komoditas utama yang dapat dilakukan di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Wilayah tersebut memiliki keunggulan masing-masing yang berbeda antara wilayah satu dengan yang lainnya sehingga pada suatu kondisi bisa menjadi komoditas utama unggulan yang tidak dimiliki dan dihasilkan di wilayah lain. Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu wilayah yang memiliki komoditas utama dan unggulan yang hanya dapat tumbuh dan berkembang pada dataran tinggi dieng yaitu carica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui segmentasi pasar yang berpengaruh terhadap konsumen produk olahan carica. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif, dengan menggunakan 96 sampel responden. Pengambilan data diambil melalui kuisioner. Responden diambil dari dua lokasi di pusat kota Kabupaten Wonosobo yaitu Alun-Alun Wonosobo dan Toko Oleh-Oleh di pusat kota Kabupaten Wonosobo. Hasil penelitian mengemukakan bahwa semua variabel bebas yaitu Usia responden, Pendidikan terakhir responden, Pekerjaan responden, Pengeluaran Tiap Bulan, Jumlah Anggota Keluarga, Jumlah Pembelian Produk, Jarak Lokasi Pembelian dengan Domisili, Pengeluaran dalam membeli produk dan Iklim berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap lokasi pembelian olahan carica di Pusat Kota Kabupaten Wonosobo

    Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L) di Kelompok Tani Tranggulasi Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

    Full text link
    Brokoli merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia khususnya di Kabupaten Semarang yang merupakan salah satu tempat budidaya brokoli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pasca panen terhadap pemasaran, saluran pemasaran dan efisiensi pemasaran yang ditinjau dari margin maupun farmer’s share. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah dekriptif analisis. Pengambilan sampel lokasi dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode pengambilan sampel responden menggunakan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian pasca panen sangat berpengaruh terhadap proses pemasaran, dimana penanganan yang benar dapat menjaga kualitas dan kuantitas brokoli yang nantinya berpengaruh pada harga jual dan dapat masuk pada pasar modern dengan baik. Saluran pemasaran yang terdapat pada Kelompok Tani Tranggulasi memiliki dua saluran pemasaran yaitu saluran tingkat I dan saluran tingkat II. Efisiensi pemasaran saluran tingkat I sebesar 10.67%, farmer’s share 59.78% dan total margin pemasaran Rp. 23,550/kg. Selanjutnya efisiensi saluran tingkat II sebesar 10.77%, farmer’s share 54.60% dan total margin Rp.24,950/kg. Dapat dikatakan saluran pemasaran yang ada di Kelompok Tani Tranggulasi Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang sudah efisien

    Analisis Keragaan dan Sikap Petani Terdampak Proyek Strategis Nasional Tol Yogyakarta-Solo, ditinjau dari Aspek Kognitif bagi Mata Pencarian sebagai Petani di Kecamatan Polanharjo Klaten

    Full text link
    Pembangunan seringkali bagaikan dua sisi mata pedang, satu sisi memberikan kemanfaatan namun juga ada yang terpaksa harus mengalah demi pembangunan. Petani di Kecamatan Polanharjo harus merelakan lahan pertanian mereka karena lahan mereka terkena Proyek Strategis Nasional Pembangunan Jalan Tol Trase Solo-Yogyakarta. Artikel ini menguraikan bagaimana karakteristik atau keragaan petani terdampak di lihat dari umur, pendidikan, pekerjaan dan lama berusaha tani. Sekaligus melihat aspek kognitif sikap petani terdampak merespons Pembangunan Jalan Tol Trase Solo-Yogyakarta bagi keberlangsungan mata pencahariaan sebagai petani

    Analisis Penentuan Komoditas Sayuran Basis di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis sayuran yang basis atau layak untuk dikembangakan di Kabupaten Kolaka. Pemetaan dianalisis dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) yang akan menghasilkan komoditas yang tergolong dalam komoditas basis atau non basis yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani dan daerah. Data pada penelitian ini perupa data sekunder time series tahun (2016-2020) yang bersumber dari beberapa instansi yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Analisis Location Quotient maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat Komoditas sayur-sayuran yang tergolong basis. Komoditas basis karena cukup potensial untuk dikembangkan guna memacu pertumbuhan perekonomoian di Kabupaten Kolaka. Komoditas sayuran yang tergolong basis di Kabupaten Kolaka adalah komoditas cabai besar dengan nilai LQ 1.22, cabai rawit dengan nilai LQ 1.45, Kacang panjanag dengan nilai LQ 1.05, labu siam dengan nilai LQ 2.09, terung dengan nilai LQ 1.14, tomat dengan nilai LQ 1.10

    Analisis Erosi Dan Sedimentasi Pada Sub DAS Palama Kecamatan Donggo

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi aktual, sedimentasi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi pada Sub DAS Palama Kecamatan Donggo. Metode deskriptif dengan pendekatan survei selanjutnya melakukan analisis di laboratorium fisika dan konservasi tanah Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Parameter yang diamati yaitu, kemiringan lereng, tata guna lahan, jenis tanah, dan erosivitas hujan. Data analisis tanah dan iklim digunakan untuk menentukan nilai laju erosi dan sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan laju erosi sebesar 0,70 ton/ha/tahun (Hutan) dan 57,26 ton/ha/tahun (Ladang) dengan kelas bahaya erosi pada Hutan (Sangat Ringan) dan Ladang (Ringan), dan laju sedimentasi pada Sub DAS Palama sebesar 5,95 ton/tahun (Hutan) dan 486,71 ton/tahun (Ladang) atau 3,96 kg/m³ pada Hutan dan 324,47 kg/m³ di Ladang

    Penambahan Pupuk Kandang dan Amelioran terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Prei (Allium ampeloprasum var. porrum) di Tanah Pesisir

    Full text link
    Pupuk kandang merupakan salah satu alternatif penambahan unsur hara pengganti pupuk anorganik yang mana diketahui efek dampak panjangnya buruk untuk lingkungan. Amelioran merupakan bahan pembenah tanah yang biasa digunakan untuk memperbaiki sifat tanah terutama untuk tanah marjinal seperti tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan amelioran terhadap tanaman bawang prei. Penelitian dilakukan di greenhouse kampus 2 Polbangtan Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 perlakuan. Pertama, dosis pupuk kandang dengan 4 taraf yaitu yaitu dosis 0 ton/ha (P0), 10 ton/ha (P1), dan 20 ton/ha (P2). Perlakuan kedua adalah pemberian amelioran yang terdiri dari 4 jenis amelioran yaitu tanpa amelioran (A0), lempung (A1), biochar (A2), dan lempung+biochar (A3) diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter daun, dan berat basah tanaman. Uji korelasi antar pengamatan menggunakan uji korelasi Pearson. Interaksi antar perlakuan terjadi mendekati hari terakhir pengamatan pada tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, dan diameter daun. Kombinasi pupuk kandang 20 ton/ha dengan amelioran lempung dan biochar mempunyai jumlah daun terbanyak yaitu 18. Pupuk dosis 20 ton/ha juga mempunyai nilai akhir yang baik untuk tinggi tanaman, diameter daun, berat basah, dan berat kering. Terjadi korelasi positif antara pertumbuhan dengan hasil tanama

    Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan Melalui Program KRPL di Kalimantan Timur

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan pekarangan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok wanita tani di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Pada tahun 2021. Sampel penelitian sebanyak 200 responden yang diambil secara simple random sampling. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengruh signifikan dalam pemanfaatan pekarangan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari dengan ɑ = 5% adalah peran ketua kelompok, dan keaktifan wanita tani pada ɑ = 10%

    Model Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya

    Full text link
    Pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat yang dimulai dengan pola PIR telah berhasil menjadikan perkebunan kelapa sawit sebagai sumber pekerjaan, pendapatan dan penanggulangan kemiskinan serta sumber devisa negara. Setelah lebih dari 25 tahun, perkebunan kelapa sawit rakyat sudah mulai tidak produktif lagi sehingga perlu diremajakan namun kinerja program peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR) relatif sangat rendah, hanya pekebun plasma yang ‘dapat’ berpartisipasi dalam peremajaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model peremajaan kelapa sawit pekebun swadaya yang sesuai dengan kharakteristik pekebun dengan menggerakan para pihak terkait secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit pola swadaya sebanyak 275 orang dan  11 responden ahli Model prioritas dianalisis menggunakan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Kemitraan Penuh adalah model terbaik untuk meremajakan kebun kelapa sawit pekebun swadaya, namun daya jangkau model ini sangat terbatas. Model yang lebih berpihak dan sesuai dengan karakteristik pekebun swadaya untuk dikembangkan adalah Model Offtaker Pekebun Swadaya yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan

    [Analisis Pemasaran Komoditas Durian Di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang] : Review

    Full text link
    Buah Durian merupakan salah jenis buah tropis dengan ciri khas yang unik dan eksotik. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan produksi buah durian terbesar pertama di Indonesia. Salah satu kabupaten yang berkontribusi besar terhadap produksi durian di Provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemasaran durian di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam sebagai sentra produksi durian di Kabupaten Jombang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik dengan analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dan farmer’s share, analisis share biaya dan share keuntungan, serta analisis efisiensi pemasaran. Hasil Penelitian menunjukkan 1a) terdapat 3 saluran pemasaran durian yaitu (a) petani – tengkulak – pedagang besar – pengecer dalam kota – konsumen, (b) petani – tengkulak – pedagang besar – pengecer luar kota – konsumen, (c) petani – tengkulak – pengecer dalam kota – konsumen; 1b) Fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas; 2) Margin Pemasaran terendah dan nilai farmer’s share tertinggi yaitu pada Saluran Pemasaran III; dan 3) Efisiensi pemasaran menunjukkan saluran pemasaran III paling efisien dengan nilai efisiensi pemasaran terkecil dan saluran pemasaran terpendek

    Pola Agroforestri yang Diterapkan oleh Petani Hutan Rakyat di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola agroforestri yang diterapkan oleh masyarakat Desa Gempolan dan pendapatan yang diperoleh masyarakat dari tanaman keras dalam sistem agroforestri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik dengan pengambilan sampel melalui Proportionate Random Sampling. Jumlah responden yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah 20% (38 orang) dari total masyarakat Desa Gempolan yang memiliki hutan rakyat dengan sistem agroforestri. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dengan kuesioner, pembuatan petak ukur berukuran 40 × 25 m2 di lahan agroforestri dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola agroforestri yang diterapkan oleh masyarakat  Desa Gempolan yaitu pola alternate rows dan random mixture. Sebanyak 37 responden mempraktikkan pola agroforestri random mixture dan 1 responden mempraktikkan pola alternate rows. Tanaman keras yang dibudidayakan antara lain meliputi sengon, jati, mahoni, waru, akasia, mindi, dan suren. Selanjutnya hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani memperoleh rerata total penerimaan dari budidaya tanaman keras sebesar Rp.190.349.105/ha dan biaya produksi Rp.4.823.757/ha, sehingga potensi pendapatan adalah Rp.185.525.349/ha

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇