Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Pelapisan Benih menggunakan Antioksidan untuk Mempertahankan Mutu Benih Kedelai di Penyimpanan
Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh pelapisan benih dengan senyawa antioksidan dalam mempertahankan mutu benih kedelai selama di penyimpanan. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan tujuh taraf perlakuan pelapisan benih dengan pemberian senyawa antioksidan yaitu : Tanpa pelapisan (p0),pelapisan gum arab (p1),pelapisan gum arab + tokoferol 400 ppm (p2),pelapisan gum arab + tokoferol 800 ppm (p3)pelapisan gum arab + asam askorbat 300 ppm (p4),pelapisan gum arab + asam askorbat 600 ppm (p5),pelapisan gum arab + ekstrak kulit manggis (p6). Benih yang dicoba adalah benih yang sudah disimpan 0, 1, 2 dan 3 bulan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, hasil pengamatan diuji dengan uji F yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan pelapisan benih menggunakan formulasi gum arab + asam askorbat dan gum arab + ekstrak manggis berpengaruh baik dalam mempertahankan mutu benih kedelai di penyimpanan. Ekstrak kulit manggis berpotensi baik untuk dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan dalam pelapisan benih
Pertumbuhan Tomat pada Beberapa Aplikasi ZnSO4
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan tomat pada beberapa aplikasi ZnSO4. Penelitian telah dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 7 taraf perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu, tanpa perlakuan, melalui tanah 5 mg.kg-1, melalui tanah 10 mg.kg-1, melalui tanah 15 mg.kg-1, melalui daun 25 ppm, melalui daun 50 ppm, melalui daun 75 ppm. Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat kering. Hasil penelitian dianalisi menggunakan uji F 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT 5% apabila hasil berbeda nyata. Analisis sidik ragam menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada semua variabel pengamatan, kecuali pada berat kering tajuk
PERANAN PERKEBUNAN BERBASIS KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUEL. ARG) DALAM PENYEDIAAN KOMODITAS HORTIKULTURA
Penciptaan nilai tambah dan optimalisasi lahan demi keberlangsungan perusahaan dapat dilakukan melalui penanaman berbagai komoditas, salah satunya komoditas hortikultura. Hal tersebut telah dilakukan oleh perusahaan berbasis karet milik negara sehingga memiliki peran dalam menyumbang ketersediaan hortikultura yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran peranan perkebunan berbasis karet dalam penyediaan komoditas hortikultura yang hasilnya akan bermanfaat bagi para pihak untuk dapat sinkronisasi antar komoditas dalam hubungan yang saling menguntungkan. Metode penelitian dilakukan di perkebunan milik negara yang berlokasi di Jawa Tengah, pada bulan Februari-Desember 2016. Metode yang digunakan adalah metode survei dan memilih sampel secara purposive yang dilakukan di 12 kebun berbasis tanaman karet. Parameter yang diamati adalah jenis komoditas hortikultura, harga jual komoditas, dan biaya komoditas yang diusahakan. Selanjutnya data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas komoditas hortikultura minimal mencapai 144,45 Ha (0,5%) dari luas total 23.760,8 Ha, adapun jenis hortikultura yang diusahakan adalah Pisang, Pepaya, Jagung, Ketela, Edamame, Jahe Gajah, Merica dan Sereh Wangi yang ditanam pada masa TTI, TBM, TM dan lahan lain yang tidak dapat ditanami karet karena faktor tertentu dengan cara monokultur maupun tumpangsari. Hasil analisis kelayakan ekonomi R/C >1 yang artinya bahwa pengusahaan hortikultura layak dan prospektif untuk dikembangkan dan mampu memberikan manfaat bagi perusahaan
PENGARUH PUPUK ORGANIK BERBAHAN BAKU LIMBAH PADAT INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT YANG DIFERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oriza Sativa L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aplikasi Pupuk Organik berbahan baku limbah padat industri penyamakan kulit yang difermentasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang ditanam pada awal Musim Kemarau (MK). Penelitian dilaksanakan pada lahan milik petani dengan menggunakan Metode Penelitian berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang terdiri dari 1 perlakuan kontrol dan 6 kombinasi perlakuan sumber pupuk organik dan dosis pupuk organik dengan 4 ulangan. Hasil analisis data percobaan diketahui bahwa perlakuan kombinasi takaran dan sumber limbah kulit hasil fermentasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan umur tanaman padi 5, 7, 9 MST, dan jumlah malai per rumpun tetapi tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 3 minggu setelah tanam (MST), panjang malai, bobot gabah per rumpun (GKP), bobot 200 butir, bobot gabah per rumpun (GKG) dan bobot gabah per petak. Selanjutnya, untuk kandungan Cr6+ pada butir gabah berkisar antara 0,23 mg/kg sampai dengan 0,64 mg/kg dengan rata -rata 0,52 mg/kg berada di bawah ambang batas kandungan Cr6+ berdasarkan peraturan Bapedal Jabar nomor 10 tahun 2004. Hal ini menunjukkan bahwa padi kultivar ciherang yang dipupuk dengan Pupuk Organik berbahan baku limbah padat industri penyamakan kulit yang difermentasi aman untuk dikonsumsi
Efektivitas Penggunaan AB Mix terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Sawi (Brassica sp)
Penelitian ini dilakukan dalam upaya menghasilkan pertumbuhan tanaman sawi yang berkualitas dengan menggunakan nutrisi AB Mix yang diberikan dalam bentuk larutan sekaligus sebagai media hidroponik. Pada sistem hidroponik konsentrasi nutrisi merupakan faktor yang menentukan untuk pertumbuhan sawi selain air dan oksigen. Konsentrasi nutrisi yang sesuai dalam budidaya sayuran hidroponik akan memacu respon pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik serta dapat memberikan hasil dan produksi sayuran yang maksimal. Penelitian dilakukan dengan desain faktorial 3 x 3 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana tiap perlakuan diulang tiga kali. Faktor I merupakan perlakuan konsentrasi larutan nutrisi (K) yang terdiri dari 3 level: K1: 1050 ppm, K2: 1100 ppm, K3 : 1150 ppm dan Faktor II merupakan perlakuan macam varietas sawi (V) yang terdiri dari 3 level:V1 : Sawi pagoda, V2 : Sawi hijau, V3 : Sawi pak coy. Parameter yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan bobot kering. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi yang paling baik terhadap pertumbuhan sawi adalah 1100 ppm. Macam varietas sawi yang menunjukkan respon pertumbuhan yang terbaik adalah sawi hijau. Interaksi antara perlakuan konsentrasi larutan nutrisi terhadap macam varietas menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata
PENGARUH FORTIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS LEYE
Pangan merupakan kebutuhan essensial yang harus dipenuhi setiap saat. Jawa Tengah kayaakan aneka umbi lokal seperti ubi kayu, ubi jalar, garut dan gembil, sangat potensial sebagaipangan alternatif pengganti beras dan terigu, namun belum dimanfaatkan secara optimal.Ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari aspek diversifikasi pangan. Produk panganlokal saat ini semakin tersingkir dan dianggap sebagai pangan inferior. Leye merupakanproduk pangan tradisional terbuat dari ubi kayu merupakan makanan khas KabupatenWonosobo sebagai pengganti nasi. Produk berbasis umbi-umbian lokal cenderung memilikikandungan protein yang rendah. Fortifikasi merupakan strategi perbaikan status gizi produkpangan lokal. Metode fortifikasi dengan memanfaatkan sumber daya lokal yaitu kedelaisebagai sumber protein diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi produk leye. Tujuanpenelitian antara lain adalah mengetahui pengaruh fortifikasi terhadap karakteristik sensorisleye dan mengetahui preferensi konsumen terhadap leye. Pengkajian dilaksanakan bulanMaret - Desember 2015 di BPTP Jawa Tengah dengan melibatkan 60 panelis semi terlatihuntuk memberikan penilaian terhadap produk leye. Pada leye mentah yang diamati adalahwarna, aroma, tekstur dan keseluruhan sedangkan pada leye matang adalah warna, aroma,rasa dan kepulenan. Data dianalisa statistik dengan ANOVA dan bila terdapat perbedaandiantara perlakukan, maka dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test(DMRT). Uji sensoris leye kering menunjukkan bahwa perlakuan fortifikasi maupun jenisumbi yang digunakan berpengaruh nyata pada penerimaan konsumen terhadap semuaparameter yaitu warna aroma tekstur dan keseluruhan, sedangkan pada leye matang diketahuibahwa leye berbahan baku ubi kayu memiliki tingkat penerimaan terbaik dibandingkanperlakuan lainnya, baik dari segi warna, aroma, rasa, maupun kepulenan
Aplikasi Pyraclostrobin pada Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora)
Indonesia termasuk negara salah satu penghasil dan pengekspor kopi robusta karena kondisi lahan dan iklim Indonesia lebih cocok untuk budidaya kopi robusta. Pyraclostrobin ialah suatu senyawa dari golongan strobirulin yang dapat menghambat respirasi mitokondria dengan memblokir transfer elektron dalam rantai respirasi. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari kemampuan pyraclostrobin pada pembuahan kopi dan menentukan konsentrasi yang tepat pemberian pyraclostrobin pada tanaman kopi. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kopi desa Tlogosari, Kecamatan Tirtiyudo, Kabupaten Malang yang terletak pada ketingian 560 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi pyraclostrobin dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah kluster/tanaman, jumlah buah/tanaman dan bobot biji.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 600 ppm berpengaruh nyata pada berbagai variabel pengamatan baik pada jumlah buah bobot buah tanaman kopi. Pemberian pyuraclostyrobin dengan konsentrasi 600m ppm dapat meningkatkan jumlah buah sebesar 51,97% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian pyraclostrobin
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT EFEKTIVITAS SEKOLAH LAPANG PERBENIHAN PADI DI KABUPATEN KENDAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas Sekolah Lapang (SL) perbenihanpadi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November tahun 2016. Penentuan lokasi dilakukansecara purposive/sengaja yaitu di lokasi kegiatan SL Mandiri benih yang dilaksanakan olehBalai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah di Desa Pucangrejo, Gemuh,Kendal. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan primer. Data sekunderdiperoleh dari instansi terkait. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakankuesioner terstruktur. Data yang diambil meliputi karakteristik petani dan data efektivitas.Karakteristik petani yang diteliti meliputi umur, pendidikan terakhir, pengalamanberusahatani dan rerata penguasaan lahan. Data efektivitas sekolah lapang meliputipartisipasi dalam kegiatan SL, peningkatan pengetahuan tentang perbenihan, kemudahanteknik perbenihan, kemudahan manajemen perbenihan, manfaat pelaksanaan SL dankeinginan menjadi produsen benih. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel dandianalisis secara diskriptif. Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengantingkat efektivitas SL dianalisis menggunakan korelasi Rank Spearman dengan SPSS. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Sekolah Lapang perbenihan ini mempunyai efektivitas yangtinggi. Partisipasi responden dalam SL tinggi dan pelaksanaan SL cukup bermanfaat dandapat meningkatkan pengetahuan responden tentang teknik perbenihan. Pendidikan terakhirberhubungan sangat nyata (P<0,01) dengan efektivitas SL
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN BERAS ORGANIK DI KOTA SURAKARTA
Beras sebagai salah satu bahan pangan pokok menjadi salah satu potensi besar untuk dapat di produksi secara organik. Beras organik merupakan beras yang bebas dari bahan kimia buatan dan bahan lainnya yang membahayakan kesehatan sehingga sehat dikonsumsi. Konsumsi beras organik oleh sebagian masyarakat menjadi hal yang penting karena kesadaran akan keamanan bahan pangan organik dan nutrisi yang terkandung dalam beras organik. Kunci keberhasilan pemasaran terletak pada pemahaman pengusaha tentang perilaku konsumen. Pemahaman mengenai perilaku konsumen akan meningkatkan jumlah penjualan yang secara langsung meningkatkan jumlah konsumsi. Tujuan penelitian adalah, (1) mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut produk beras organik, (2) mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kepuasan konsumen dalam pembelian beras organik di Kota Surakarta. Metode dasar penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling dan metode penentuan sampel dilakukan dengan metode judgement sampling dengan jumlah 100 responden. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah (1) Importance Performance Analysis (IPA) (2) Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan IPA terdapat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut produk beras organik dengan rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 94,91% yang artinya tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja baik dan sesuai dengan harapan konsumen. Hasil perhitungan CSI menunjukkan bahwa konsumen sudah merasa puas dalam pembelian beras organik di Kota Surakarta dengan nilai tingkat kepuasan konsumen sebesar 76,6%