Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
BALAI PENELITIAN GETAS, Jln Pattimura Km 6 PO BOX 804 Salatiga 50702
Tanaman karet dapat disadap ketika sebanyak 60% telah mencapai lilit batang >45 cm.Umumnya kriteria tersebut dapat dicapai ketika tanaman berumur sekitar 5 tahun. Dengandemikian selama 5 tahun (sebelum tanaman karet dibuka sadap) belum ada pendapatan dalambisnis perkebunan karet. Beberapa penelitian telah dilakukan guna menggali pendapatansebelum tamanan karet dibuka sadap, antara lain melalui pengusahaan bidang peternakanmaupun intercroping dengan tanaman pangan atau tanaman semusim non pangan(hortikultura). Pengusahaan tersebut pada saat ini berpeluang mendukung programpemerintah dalam rangka swasembada pangan nasional. Perihal tersebut akan dikaji di dalammakalah ini. Metode penyusunan makalah ini adalah berdasarkan hasil kajian studi literaturdari beberapa penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan peningkatan produktivitaslahan dan pendapatan dalam usaha perkebunan karet. Tujuan dari kajian ini adalahmemberikan informasi tentang potensi sumber pendapatan sebelum tanaman karet dibukasadap. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pengusahaan peternakan misalnyakambing, sapi, dan ayam di perkebunan karet memberikan prospek yang baik. Demikian pulapengembangan tanaman pangan maupun hortikultura di areal perkebunan karet secaraintercroping juga memberikan prospek baik. Penghitungan nilai ekonomi menunjukanpengusahaan tersebut memiliki nilai R/C antara 1-2. Umumnya pengusahaan tersebutberlangsung hingga umur TBM ke-3, utamanya intercroping dengan tanamanpangan/hortikultura. Dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa pengusahaan tersebut tidakmemberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman karet
Pengaruh Morfologi Anggrek Dendrobium sylvanum dan Anggrek Phalaenopsis sp. Dengan Pemberian Iradiasi Sinar Gamma
Tanaman anggrek dikenal sebagai salah satu tanaman yang populer di kalangan masyarakat, dimana bunga anggrek memiliki variasi warna yang sangat indah. Dari berbagai jenis anggrek yang terdapat di Indonesia, terdapat dua jenis anggrek yang paling digemari oleh masyarakat, yakni Dendrobium sylvanum dan Phalaenopsis sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh morfologi dari tanaman D. sylvanum dan Phalaenopsis sp. setelah pemberian iradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai dengan Maret 2018 dan dilakukan di dua tempat yaitu penanaman di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan pelaksaan iradiasi sinar gamma di Laboratorium PATIR-BATAN (Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional), Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dengan membandingkan setiap individu tanaman pada masing-masing perlakuan dosis Iradiasi dengan perlakuan kontrol. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah tanaman anggrek D. sylvanum pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi yakni perlakuan kontrol yaitu 8,6 cm, sedangkan pertambahan tinggi tanaman yang terendah diperoleh pada dosis 45 Gray dengan pertambahan 1,16 cm. Jumlah daun optimal didapat oleh perlakuan dosis 15 Gray yaitu 8 helai, sedangkan jumlah daun paling sedikit didapat oleh perlakuan dosis 30 Gray, 45 Gray dan 60 Gray yaitu 1 helai. Pada tanaman anggrek Phalaenopsis sp., pertumbuhan paling optimal didapat oleh perlakuan dosis 15 Gray yaitu 4,63 cm, sedangkan pertumbuhan tinggi tanaman terendah didapat oleh perlakuan dosis 45 Gray dan 60 Gray yaitu 0,56 cm. Jumlah daun optimal didapat oleh perlakuan dosis 15 Gray yaitu 5,67 helai, sedangkan jumlah daun paling sedikit didapat oleh perlakuan dosis 30 Gray, 45 Gray dan 60 Gray yaitu 0 helai
RESPON PERTUMBUHAN PLANLET PISANG ( Musa paradisiaca L.) PADA BEBERAPA KONSENTRASI EKSTRAK JAGUNG MUDA DAN SUKROSE SECARA IN VITRO
Bibit pisang bermutu tinggi dalam jumlah banyak, dapat dilakukan secara kultur jaringan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara perlakuan ekstrak jagung muda dan sukrose terhadap pertumbuhan planlet pisang, mengetahui konsentrasi ekstrak jagung muda yang tepat , konsentrasi sukrose yang tepat untuk mendukung pertumbuhan planlet pisang secara in vitro. Penelitian dilaksakan di laboratorium Bioteknologi UPN”Veteran” Yogyakarta, dengan metode percobaan laboratorium disusun dalam rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ekstrak jagung manis muda dengan konsentrasi 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm. Faktor kedua adalah konsentrasi sukrose yaitu 20 g/l, 30 g/l dan 40 g/l. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi ekstrak jagung muda dan sukrose pada parameter jumlah akar. Kombinasi perlakuan konsentrasi ekstrak jagung muda 6 ppm dan sukrose 40g/l menghasilkan jumlah akar terbanyak yaitu 5,27. Aplikasi konsentrasi ekstrak jagung muda 8 ppm bobot kering planlet tertinggi yaitu 0,37 mg. Pemberian sukrose 30 g/l menghasilkan tinggi planlet tertinggi yaitu 6,96 cm. perlakuan konsentrasi sucrose 20 g/l menghasilkan panjang akar dan bobot segar planlet tertinggi
Keberagaman dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Peternak dalam Program Bantuan Langsung Pakan Sapi Perah di Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman partisipasi peternak dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi peternak dalam Program Bantuan Langsung Pakan Sapi Perah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, peneliti menetapkan sampel sebanyak 90 peternak sapi perah yang mengikuti Program Bantuan Langsung Pakan dan merupakan anggota dari kelompok tani ternak Barokah Abadi, Sari Subur, dan Gondang Makmur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan untuk menguji signifikansinya menggunakan uji t hitung yang berdasarkan t tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman partisipasi peternak pada kelompok Barokah Abadi dan Sari Subur berupa tenaga memiliki skor tinggi dibandingkan dengan keterlibatan berupa ide/pemikiran. Sedangkan pada kelompok Gondang Makmur bentuk keterlibatan berupa ide/pemikiran memiliki skor tinggi dibandingkan dengan keterlibatan berupa tenaga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi, dan peran penyuluh terhadap partisipasi peternak di kelompok tani ternak Barokah Abadi. Pada kelompok tani ternak Sari Subur terdapat pengaruh yang signifikan antara peran penyuluh, dan kosmopolitan terhadap partisipasi peternak. Pada kelompok tani ternak Gondang Makmur terdapat pengaruh yang signifikan antara pendapatan, peran penyuluh, dan kosmopolitan terhadap partisipasi peternak
KEARIFAN LOKAL NELAYAN DI PULAU WEH
Dinamika kehidupan nelayan sangat tergantung pada kondisi iklim dan cuaca. Pada kondisiiklim dan cuaca tertentu yang menurut nelayan musim baik jumlah tangkapan ikan melimpahruah namun begitu juga sebaliknya pada masa paceklik hasil tangkapan ikan sangat minim.Nelayan buruh sangat tergantung kepada sejumlah kecil nelayan juragan yang memiliki alatproduksi maupun modal sehingga kurang memiliki akses dan posisi tawar. Dengan dasar itumaka masalah dalam penelitian ini adalah apakah kearifan lokal yang dimiliki danberkembang pada nelayan mampu membangkitkan nelayan untuk keluar dari kemiskinan?Untuk itu, paper ini mengungkapkan sebuah studi kasus di Desa Ujong Kareung KecamatanSukajaya Kota Sabang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, denganmenggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan diPulau Weh dapat menjaga kelestarian pesisir dan laut dan menjadi bagian dari cara hidupmereka yang arif agar dapat memecahkan masalah mereka sendiri, sehingga mereka dapatterus melangsungkan kehidupannya bahkan dapat berkembang atau berdaya secaraberkelanjutan bersama kearifan lokal dan tradisinya
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PETANI TERHADAP TEKNOLOGI PEMBIBITAN CABAI SEHAT MELALUI PELATIHAN DI KABUPATEN BOYOLALI
Cabai (Capsicum accum L, Capsicum frutescens L) merupakan komoditas sayuran yangmemiliki ekonomi tinggi. Kebutuhan cabai terus meningkat setiap tahun sejalan denganmeningkatnya jumlah penduduk, oleh karena itu perlu ditingkatkan produksinya dengan lebihserius pada teknik budidayanya khususnya dalam pengendalian OPT. Pelatihan ini bertujuanuntuk meningkatan kapasitas petani melalui peningkatan pengetahuan dan sikap petaniterhadap teknologi pembibitan cabai sehat. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner yang dibagikan ke setiap responden pelatihan sebanyak 25 orang, dimanakuesioner diberikan sebelum dilaksanakan pelatihan dan pada saat setelah dilaksanakanpelatihan. Penelitian dilakukan dengan memberikan pretest dan postest untuk mengetahuipeningkatan pengetahuan petani, selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan analisisstatistik non parametrik yaitu Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil penelitian menunjukkanbahwa harga Z hitung pada uji Wilcoxon adalah -4,910 merupakan nilai mutlak. Selanjutnyapada taraf kesalahan 5%, Z tabel = 1,64 sehingga Z hitung lebih besar dari Z tabel. Hal inimenunjukkan bahwa pelatihan dilaksanakan di Kabupaten Boyolali terbukti dapatmeningkatkan pengetahuan peserta pelatihan mengenai teknologi pembibitan cabai sehat
Evaluasi Teknologi Pemupukan pada Ubijalar di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan
In South of Borneo, sweet potato baking is very good market and has to be shipped from Java for fulfilling the demand of the people. Preparation of sweet potato as additional food is only simple by put in oven, so it is sold fresh from the oven. In 2015 description of area mainly physical and chemical aspects are undertaken to provide adequately data. Analysis of soil sample was done in pH, C organic as well as N, P and K. Based on this analysis then treatment are designed based on practical work. Apex vine cutting of several sweet potato varieties were taken from ILETRI to Borneo in 2016 and 2017. In 2017 two varieties were used as the main plot, and five inputs were determined as subplot. Therefore ten combination treatments were laid down in three replication, in the plot size of 6x5 m. Planting distance of sweet potato was 100x25 cm. During 2017 planting was done at February and harvesting was undertaken on July. Growth and yield components were analyzed by statistical procedure MSTATC. Statistical analysis indicated that there was not significantly affected by interaction between variety and agronomic inputs as well. However, both main and subplot were separately affected growth and yield. ILETRI variety Beta3 gave better yield with agronomic input1 able to obtain 15,39 t/ha. However the increase of agronomic input did not follow the increase of tuber yield
Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pemburu Madu Hutan di Dusun Arung Santek, Pulau Moyo
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat dan aktivitas berburu madu hutan di Dusun Arung Santek, Desa Labuhan Aji, Pulau Moyo. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan kuisioner kepada 20 responden yang ditetapkan secara purposif sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibahas dengan pendekatan konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Arung Santek termasuk dalam kelas ekonomi menengah kebawah dengan pendapatan berkisar antara Rp. 1.000.000,- - Rp. 2.000.000,-, tingkat pendidikan rendah. Pekerjaa utama sebagai petani dan sebagian kecil sebagai nelayan. Aktivitas berburu madu hutan dilakukan hampir semua laki-laki dewasa di dusun ini, karena nilai ekonomi dari madu hutan relatif tinggi. Hasil berburu madu hutan yang dilakukan secara berkelompok menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dari hasil hutan bukan kayu. Sumberdaya alam yang melimpah membuat masyarakat kurang memperhatikan aspek kelestarian dan keberlanjutan dalam pemanfaatannya. Meskipun belum memberi dampak yang signifikan, namun pemanfaatan yang kurang memperhatikan aspek kelestarian tersebut dikhawatirkan dapat mengancam sumber sumber kehidupan bagi masyarakat dusun Arung Santek dan Pulau Moyo secara keseluruhan. Sebanyak 70% responden mengatakan terjadi penurunan tutupan lahan, 70% mengatakan terjadi penurunan debit air serta 70% responden mengatakan terjadi penurunan perolehan hasil berburu madu hutan. Perlu komitmen seluruh pihak yang terkait dengan pengelolaan hutan, agar tidak terjadi lagi aktivitas pemanfaatan kawasan hutan yang bertolak belakang dengan nilai-nilai kelestarian lingkungan
ANALISIS ENERGI PADA PROSES BUDIDAYA PADI METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION
Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Kelompok Tani Sariwangi 1, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada bulan April sampai dengan Juni 2015. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis energi masukan, mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi pada budidaya padi metode SRI dengan motode analisis deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya padi metode SRI menggunakan masukan energy 26.756,699 MJ.ha-1. Berdasarkan tahapan budidaya, maka pemupukan tanaman memerlukan masukan energi paling besar yaitu 14.323,054 MJ.ha-1 atau 53,5% dari total energi keseluruhan pada budidaya padi metode SRI dan berdasarkan masukan energinya, maka masukan energi terbesar dari penggunaan kompos 12.816, 729 MJ.ha-1 atau 47,9 % dari energi total dan tenaga kerja fisik yaitu 5.059,841 MJ.ha-1 atau 18,91 % dari energi total.Ratio output-input energi ditentukan oleh tingkat pemakaian sarana produksi, semakin tinggi masukan energi dalam proses produksi maka akan semakin rendah nilai ratio output-input energi produksinya