Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
PERTUMBUHAN TOMAT PADA MEDIA PASIR PANTAI SECARA HIDROPONIK
Salah satu media yang mungkin digunakan dalam hidroponik substrat adalah pasir pantai, namun belum banyak penelitian yang dilakukan. Karena tingkat salinitas pasir pantai yang tinggi sehingga perlu dilakukan pencucian dan penambahan nutrisi. Tujuan penelitian adalah mengetahui tanggapan pertumbuhan tomat yang ditanam secara hidroponik pada media pasir pantai dengan pencucian dan penambahan nutrisi. Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian UNS dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari media substrat yaitu arang sekam, pasir progo, pasir pantai tidak dicuci, pasir pantai dicuci 1 kali dan pasir pantai dicuci 2 kali dan masing-masing ditambah dengan nutrisi standar mix AB. Hasil penelitian menunjukkan pencucian pasir pantai dan penambahan nutrisi mix AB meningkatkan volume akar tomat; pencucian pasir pantai dan penambahan nutrisi mix AB tidak meningkatkan panjang akar maupun pertumbuhan tajuk tomat
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Kleci
Penelitian tentang pengaruh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil kentang kleci ( Coleus tuberosum) dilaksanakan di kebun Dusun Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman dengan ketinggian tempat 114 m dpl dengan jenis tanah vertisol dan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta mulai bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode percobaan (eksperimen). Faktor perlakuan adalah faktor tunggal, yaitu konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa yang terdiri atas 5 aras perlakuan. Unit-unit percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan, dengan jumlah unit percobaan keseluruhan ada 15 unit. Perlakuan berupa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5 %, 10%, 15%, dan 20%. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang kleci. Perlakuan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% menjadikan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot segar tajuk, bobot segar dan kering akar cenderung lebih baik dibanding kontrol, demikian juga pada jumlah umbi pertanaman. Sedangkan diameter umbi, per tanaman, bobot umbi per petak serta bobot umbi per hektar tidak menunjukan beda nyata dibanding kontrol. Waktu pembungaan dan bobot kering tajuk tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa 5 % merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kentang kleci.Penelitian tentang pengaruh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil kentang kleci ( Coleus tuberosum) dilaksanakan di kebun Dusun Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman dengan ketinggian tempat 114 m dpl dengan jenis tanah vertisol dan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta mulai bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode percobaan (eksperimen). Faktor perlakuan adalah faktor tunggal, yaitu konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa yang terdiri atas 5 aras perlakuan. Unit-unit percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan, dengan jumlah unit percobaan keseluruhan ada 15 unit. Perlakuan berupa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5 %, 10%, 15%, dan 20%. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang kleci. Perlakuan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% menjadikan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot segar tajuk, bobot segar dan kering akar cenderung lebih baik dibanding kontrol, demikian juga pada jumlah umbi pertanaman. Sedangkan diameter umbi, per tanaman, bobot umbi per petak serta bobot umbi per hektar tidak menunjukan beda nyata dibanding kontrol. Waktu pembungaan dan bobot kering tajuk tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa 5 % merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kentang kleci
RESPON PERTUMBUHAN Mucuna bracteata L. TERHADAP MACAM DAN KONSENTRASI SUMBER SITOKININ ORGANIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan Mucuna bracteata terhadap macam dan konsentrasi sitokinin dan pengaruh interaksinya. Penelitian ini dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Instiper Yogyakarta pada ketinggian tempat 118 m di atas permukaan laut. Pelaksanaan penelitian pada bulan Mei sampai dengan Juli 2016. Penelitian menggunakan metoda percobaan factorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi Sitokinin organic yang terdiri atas 4 aras yaitu konsentrasi 0 ml/l, 25 ml/l, 50 ml/l dan 75 ml/l. Faktor ke dua yaitu macam sumber sitokinin organic yang terdiri atas 3 macam yaitu jagung, bonggol pisang dan air kelapa. Hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA pada jenjang nyata 5 % dan DMRT jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan konsentrasi dan macam Sitokinin pada semua parameter yang diamati. Pemberian Sitokinin dengan konsentrasi 0 ml/l, 25 ml/l, 50 ml/l memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan Mucuna bracteata. Konsentrasi 75 ml/l nyata terendah. Tidak terdapat pengaruh nyata macam Sitokinin terhadap semua parameter yang diamati
APLIKASI MACAM PUPUK ORGANIK PADAT PADA PADI HIBRIDA F2
Padi hibrida merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produksi beras dunia. Namun, benih padi hibrida hanya dapat digunakan untuk satu kali musim tanam, sehingga perlu adanya upaya yang harus dilakukan untuk mempertahankan produksi padi hibrida pada keturunan kedua (F2). Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan pemberian pupuk yang berimbang dan penerapan pengelolaan hara terpadu, salah satunya dengan penggunaan pupuk organik padat. Penelitian dilaksanakan di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo pada bulan Januari hingga Juni 2016 dengan menggunakan rancangan penelitian Split Plot Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan, yaitu macam pupuk organik padat dan varietas padi serta ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan macam pupuk organik padat dan varietas padi memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel bobot 1000 butir gabah bernas dan hasil panen per petak
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM PADI JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi sistem tanam padijajar legowo di Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. Penentuan daerah penelitian ditetapkansecara purposive yaitu Gapoktan Sri Rejeki di Desa Gandrungmasni, KecamatanGandrungmangu, Kabupaten Cilacap dengan total responden sejumlah 50 petani. Teknikanalisis data menggunakan analisis skor. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tingkatpenerapan teknologi sistem tanam padi jajar legowo oleh petani anggota Gapoktan Sri Rejekidi Desa Gandrungmanis Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap termasuk dalamkategori sangat tinggi
KARAKTERISTIK KIMIA TEMPE DARI BERBAGAI VARIETAS KEDELAI
Kedelai dapat diolah menjadi berbagai produk pangan baik melalui fermentasi (bioindustri)seperti kecap, tempe dan lain-lain maupun tanpa fermentasi (agroindustri) seperti tahu, susukedelai dan lain-lain. Makanan dan minuman tradisional berbahan baku kedelai telah lamadikenal masyarakat seperti tempe, tahu, susu kedelai dan lain sebagainya. Kegiatanpembuatan tempe menggunakan bahan baku utama kedelai dari berbagai varietas unggul(Grobogan, Anjasmoro, Malabar) dan sebagai pembanding adalah impor. Lokasi pengkajiandi KWT Maju Jaya, Desa Boloh, Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Kandunganproksimat tempe tergantung dari kandungan proksimat bahan baku. Biji kedelai varietasMalabar memiliki kandungan kadar protein paling tinggi dibanding ketiga varietas lainnyasehingga tempe yang dihasilkan dari varietas tersebut juga memiliki kandungan kadar proteinyang paling tinggi juga
PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN MELALUI PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KECAMATAN TANJUNGPALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA
Gerakan UPSUS PAJALE (Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai) merupakan programpemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mendukung pencapaian swasembadapangan di Indonesia. Strategi yang digunakan dalammensukseskan upsus pajale ini adalahmelalui pendampingan dan pengawalan pada petani yang dilakukan Penyuluh PertanianLapang (PPL) dan pihak-pihak terkait lainnya. Salah satu daerah yang telah melaksanakangerakan UPSUS PAJALE adalah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di KecamatanTanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan sebagai upaya mendukung program ketahananpangan nasional khususnya di Provinsi Kalimantan Utara. Responden diambil dengan quotasampling sebesar 30 orang anggota kelompok tani kelas pemula. Analisis data menggunakankorelasi pearson diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,719 yang menunjukkan adanyahubungan yang kuat antara peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani
Stabilitas Minuman Fermentasi Whey Keju Dengan Penambahan Sari Tomat (Lycopersicum esculentum) Selama Penyimpanan Pada 4C
Whey merupakan hasil samping dari industri pengolahan keju. Whey dapat dijadikan substratuntuk fermentasi bakteri asam laktat. Namun whey memiliki kelemahan yaitu total padatan terlarut yang rendah. Oleh karena itu diperlukan penambahan bahan untuk meningkatkan total padatan terlarut di whey. Bahan yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan total padatan terlarut whey adalah sari tomat. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa minuman fermentasi whey keju dengan sari tomat 5% merupakan sampel yang terpilih oleh panelis uji sensoris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas karakteristik fisikokimia, dan jumlah bakteri probiotik dari minuman fermentasi whey keju dengan penambahan sari tomat selama penyimpanan pada suhu ±4ºC. Metode pembuatan minuman probiotik whey keju dilakukan dengan perbandingan whey dan sari tomat (95%:5%), penambahan sukrosa 10% (w/v), dan pektin 0,7% (w/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH menurun dari 4,55 menjadi 3,93; kadar asam laktat meningkat dari 0,363% menjadi 0,449%; aktivitas antioksidan menurun secara signifikan dari 8,028% menjadi 1,981%; viskositas meningkat dari 5,165 cP menjadi 11,759 cP; dan jumlah bakteri probiotik stabil berada pada kisaran 13 log CFU/ml pada akhir masa penyimpanan
Diversifikasi Produk Pangan Berbasis Sagu Untuk Meningkatkan Peran Bahan Pangan Lokal
Sagu merupakan salah satu pangan sumber karbohidrat potensial di Indonesia yang perlu terus mendapat perhatian. Saat ini pemanfaatan pati sagu belum optimal, yaitu hanya sekitar 5% dari potensi yang ada. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan nilai tambah pati sagu melalui pembuatan produk bakery (brownis dan roti) serta mengetahui komposisi proksimat dan perubahan kualitas produk tersebut selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana terdapat tiga jenis produk yang dibuat, yaitu brownis coklat panggang, brownis keju panggang, dan roti sagu. Dalam penelitian ini dilakukan substitusi tepung terigu dengan pati sagu sebanyak 50% untuk semua produk. Untuk mengetahui perubahan kualitas produk selama dalam penyimpan dilakukan dengan mengemas produk menggunakan kemasan standar/komersial dan disimpan pada suhu ruang (30°C ± 2°C), suhu dingin (10°C ± 2°C), dan suhu beku (0°C). Pengamatan dilakukan secara periodik setiap 3 hari selama 9 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ketiga produk tersebut berkisar antara 17,44% (brownis coklat) hingga 25,73% (roti sagu) yang berarti tergolong dalam kelompok pangan berkadar air sedang (intermediate moisture food). Kadar lemak dan protein ketiga produk cukup tinggi masing-masing berkisar antara 17,49 – 25,89 % dan 5,86-7,17%. Pertumbuhan jamur hanya terjadi padi roti sagu di hari ke-6 yang disimpan pada suhu ruang, sedangkan brownis coklat dan brownis keju sampai 9 hari penyimpanan belum berjamur pada semua suhu penyimpan. Kadar air dan aktivitas air produk cenderung meningkat pada semua suhu penyimpanan. Tekstur produk cenderung lebih keras pada penyimpanan suhu beku dibandingkan penyimpanan suhu ruang dan suhu dingin
DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN MELALUI PAMERAN FESTIVAL AGRIBISNIS DI PROVINSI BALI
Ditengah sedemikian maraknya serbuan produk pertanian import untuk dapat bersaingdipasaran, setiap daerah dituntut untuk mampu menampilkan keunggulan-keunggulanmasing-masing, baik kompetitif maupun komparatif, melalui festival agribisnis dengan temagerakan pemasyarakatan produk pertanian lokal tahun 2016 yang diadakan oleh DinasPertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali dimana setiap kabupaten/kota mengikuti denganmenampilkan produk unggulan lokal sehingga bisa dikenal masyakarat luas. BPTP Balisebagai instansi pemerintah dari Kementrian Pertanian khususnya Badan Litbang jugamengambil bagian sebagai peserta pameran dengan menampilkan produk-produk unggulandari binaan se Provinsi Bali dan mengenalkan teknologi-teknologi yang dimiliki BadanLitbang yang spesifik lokasi bisa diterapkan di Bali. Pada pameran Festival Agribisnis inikami melakukan kajian terhadap proses diseminasi melalui pendapat responden yangmengunjungi stand BPTP Bali mengenai materi pameran baik variasi, kesesuaian,kemutahkiran, penampilan dan kemampuan pramuwicara serta penataan stand pameran.Pengambilan data dilakukan secara sampel random sampling 40 Orang pengunjung denganmelalui kuisioner. Analisis data dilakukan secara sederhana berdasarkan persentase pendapatresponden dilengkapi dengan deskripsi dan analisis kualitatif. Didapatkan hasil bahwadiseminasi inovasi teknologi pertanian yang dimiliki Badan Litbang dengan menjaring umpanbalik dari responden dan pengumpulan data yang berkaitan dalam informasi teknologi yangdibutuhkan oleh pengguna dan saran untuk perbaikan pameran dimasa mendatang sehinggaproses diseminasi inovasi teknologi dari Badan Litbang bisa tepat sasaran