Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Analisis Kendala dalam Pemanfaatan Lahan Sawah pada Program Pencetakan Sawah Baru di Nagari Paru Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat
Program Pencetakan Sawah baru di Nagari Paru telah selesai pada akhir tahun 2016, artinya sawah yang telah dicetak tersebut mestinya siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat atau petani penerima program. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa saja kendala dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dalam memanfaatkan sawah hasil Program Pencetakan Sawah Baru dan apakah masyarakat masih memilik niat untuk memanfaatkan sawah tersebut. Penelitian yang dilakukan di Nagari Paru ini menggunakan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh petani penerima program sebanyak 44 orang. Hasil penelitian menunjukan rendahnya tingkat pemanfaatan lahan sawah dengan kendala utama pemanfaatan adalah ketersediaan air yang kurang. Meskipun demikian petani masi memiliki niat yang kuat untuk memanfaatkan lahan sawah apabila kendala yang mereka hadapi bisa teratasi
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM KARTU TANI DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap program Kartu Tani,mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk persepsi petani terhadap program Kartu Tani, sertamenganalisis hubungan antara faktor-faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petaniterhadap program Kartu Tani di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Penelitiandilaksanakan dengan survei. Sampel ditentukan dengan teknik multi stage cluster randomsampling, dengan jumlah petani responden sebanyak 60 orang. Analisis data yang digunakanadalah rumus lebar interval serta uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa umur responden dalam kategori tinggi, pendidikan formal dalam kategori sangatrendah, pendidikan non formal dalam kategori jarang, pengalaman dalam kategori tinggi,pendapatan dalam kategori rendah, luas lahan dalam kategori sempit, lingkungan sosialdalam kategori rendah, lingkungan petani dalam kategori sangat rendah, dan kedudukanpetani dalam kelompok tani dalam kategori rendah. Persepsi petani terhadap program KartuTani dalam kategori baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan non formal,pengalaman, lingkungan sosial, lingkungan petani dan kedudukan petani dalam kelompoktani dengan persepsi petani terhadap program Kartu Tani. Tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara umur, pendidikan formal, pendapatan dan luas lahan dengan persepsi petaniterhadap program Kartu Tani
RANCANG BANGUN MESIN PERONTOK SORGUM
Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang bangun Mesin Perontok Sorgum untuk menghasilkan biji sorgum yang bersih dan siap disosoh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa, yaitu kegiatan merancang bangun mesin perontok sorgum. Penelitian ini dilaksakan di Bengkel Logam, Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Mesin perontok sorgum berhasil dirancang bangun dengan komponen utama terdiri dari: hopper, rangka, blower, ruang perontokkan, motor penggerak, saluran pengeluaran kotoran, saluran pengeluaran malai, saluran pengeluaran biji dan roda. Spesifikasi mesin yaitu panjang 160 cm, lebar 95 cm, tinggi 124 cm, kapasiatas aktual mesin yaitu 151,84 kg/jam dan penggeraknya motor diesel 8 HP. Data hasil pengujian mesin perontok beban isi yaitu kecepatan putar silinder 636 rpm, kecepan aliran udara 3,4 m/detik dan tingkat kebisingan 94,6 dB
Analisis Ketersediaan Lengas Tanah di Mintakat Perakaran terhadap Waktu Tanam Jagung di Lahan Kering, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Penentuan tanggal tanam sangat diperlukan dalam meningkatkan produksi terkait dengan upaya mengembangkan produksi satu juta ton jagung pertahun di Kabupaten Sumbawa.Penelitian bertujuan untuk mengetahui ketersediaan lengas tanah dan variasi waktu awal tanam jagung pada musim hujan dan musim kemarau sebagai informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan perencanaan pola tanam. Model Cropwat 8.0 dengan input data meteorologi bulanan dari tahun 2005-2016 di Kabupaten Sumbawa digunakan untuk menghitung evapotranspirasi, kebutuhan air tanaman dan neraca lengas tanah, yang memungkinkan untuk penyesuaian waktu tanam dan evaluasi produksi tanaman dibawah kondisi lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal waktu tanam jagung dapat dimulai pada tanggal 11 Oktober. Waktu tanam yang dilakukan pada tanggal 21 Oktober-11 November merupakan waktu tanam potensial, kebutuhan air tercukupi dari curah hujan.Penanaman dapat di tanam kembali pada tanggal 21 Januari, 11 Februari, dan 21 Februari (Februari I/II) untuk musim tanam kedua.Memajukan waktu tanam pada 11-21 Oktober (Oktober II/IV) untuk musim tanam pertama, tidak mempengaruhi kehilangan hasil
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMIS SUBSTITUSI TEPUNG LOKAL PADA PEMBUATAN KERIPIK DAUN SINGKONG
Pemanfaatan tepung lokal lokal belum maksimal pada industri pengolahan pangan. Selain produksinya yang belum dapat memenuhi kebutuhan pasar, ketersediaan bahan baku merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Di Kabupaten Boyolali pengolahan keripik daun singkong dengan memanfaatkan tepung lokal telah dapat diaplikasikan pada skala usaha rumah tangga. Dengan demikian dapat dilakukan analisis kelayakan usaha walaupun pada skala kecil. Hal ini diperlukan untuk dijadikan dasar pengembangan penggunaan tepung lokal pada industri pengolahan pangan skala besar. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi penggunaan tepung lokal untuk pembuatan keripik daun singkong. Kajian dilaksanakan di Ds. Seboto Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan presentasi tabuler. Analisis data meliputi: analisis kelayakan usaha dan nilai tambah untuk masing-masing penggunaan tepung lokal sebagai pensubstitusi tepung terigu pada pengolahan keripik daun singkong. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara ekonomi penggunaan substitusi tepung lokal 30% untuk pembuatan keripik daun singkong lebih menguntungkan dibandingkan dengan penggunaan tepung terigu 100%.
AREA UNDER THE DISEASE PROGRESS CURVE (AUDPC) SEBAGAI VARIABEL KETAHANAN VARIETAS PADI TERHADAP HAWAR DAUN
Hawar Daun Bakteri (HDB) adalah penyakit padi yang penting dan berpotensi menyebabkan kehilangan hasil panen yang berarti dengan kerusakan mencapai 20%. Berbagai penelitian sudah banyak dilakukan untuk mempelajari ketahanan varietas padi, yang umumnya didsarkan pada keparahan penyakit sebagai variabel utama. Penelitian ini bertujuan mempelajari Area Under the Disease Progress Curve (AUDPC) sebagai variabel ketahanan padi. Penelitian dilakukan di Dusun Durenan, Desa Joho, Kecamatan Mojolaban Sukoharjo dengan rancangan acak lengkap 3 ulangan dan perlakuan tunggal berupa varietas Inpari 13, Beras Merah Klaten (BMK) dan Mentik Susu. Setiap unit percobaan ditanam dalam petak lahan 9m2. Variabel pengamatan adalah keparahan penyakit dan AUDPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AUDPC lebih tajam sebagai variabel pembeda ketahanan dibandingkan keparahan penyakit. Keparahan penyakit antar varietas menunjukkan tidak berbeda nyata sedangkan AUDPC menunjukkan beda nyata yang antar varietas uji
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami Terhadap Hasil Dan Kualitas Bawang Merah
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) Pengaruh jenis bahan alam ZPT terhadap hasil dan kualitas umbi bawang merah dan 2) Pengaruh konsentrasi ZPT alami terhadap hasil dan kualitas umbi bawang merah. Penelitian telah dilaksanakan di Sendangtirto, Berbah, Sleman. Penelitian direncanakan dilakukan dari bulan Agustus sampai Desember 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. (A = Air kelapa, H = ekstrak kecambah dan R = Ekstrak rebung). Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT yang terdiri 1 = 100 g/liter bahan alam, 2 = 200 g/liter bahan alam, 3 = 300 g/liter bahan alam. Parameter pengamatan terdiri tinggi tanaman 4 dan 5 MST, jumlah daun 4 dan 5 MST, jumlah umbi per rumpun dilakukan menjelang panen, bobot basah dan kering per rumpun, bobot basah per umbi, diameter, tinggi umbi, susut bobot jemur dan total padatan terlarut (TPT). Data yang terkumpul dianalisis dengan sidik ragam dan DMRT pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis bahan ZPT alami dan konsentrasi ZPT alami berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4 dan 5 MST, jumlah daun 4 dan 5 MST, jumlah umbi per rumpun dilakukan menjelang panen, bobot basah dan kering per rumpun, bobot basah per umbi, diameter, tinggi umbi, susut bobot jemur dan total padatan terlarut (TPT)
RESPON PADI BERAS HITAM TERHADAP FREKUENSI PEMBERIAN NUTRISI ORGANIK
Padi beras hitam merupakan jenis padi yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun masih jarang dibudidayakan. Salah satu cara budidaya untuk meningkatkan hasil dan kualitas hasil padi beras hitam adalah dengan pemberian nutrisi organik yang berupa MOL. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh frekuensi pemberian MOL nanas terhadap pertumbuhan, komponen hasil, dan kualitas hasil Padi Hitam Bantul dan Padi Hitam Padang. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan Rancangan Acak Lengkap dua faktor yaitu varietas dan frekuensi pemberian MOL. Analisis data dilakukan dengan taraf uji F 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 % serta uji kandungan serat dilakukan secara deskriptif. Komponen hasil tertinggi yaitu berat gabah bernas tertinggi pada Padi Hitam Bantul ada pada perlakuan M2 yaitu frekuensi pemberian MOL Nanas pada umur 7 dan 14 HST sebesar 2,47 g atau 0,131 ton/ha dan Padi Hitam Padang pada perlakuan M3 yaitu frekuensi pemberian MOL Nanas pada umur 7, 14 dan 21 HST sebesar 2,37 g atau 0,126 ton/ha
PENGARUH TEKNIK TRANSPLANTING ANAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN SEBAGAI SALAH SATU LANGKAH DOMESTIKASI SIDAGURI (SIDA RHOMBIFOLIA)
Sidaguri merupakan tumbuhan yang hidup secara liar. Namun, mempunyai banyak manfaat sebagai bahan baku obat herbal yang dapat menyembuhkan asam urat. Permintaan yang semakin tinggi menyebabkan pengambilan bahan baku sidaguri dari alam terus dilakukan. Di sisi lain sidaguri belum dibudidayakan. Domestikasi perlu dilakukan untuk menghindari kepunahan. Salah satu langkah awal tahapan domestikasi adalah transplanting anakan alam ke lahan budidaya. Untuk itu, perlu diketahui teknik yang tepat dalam melaksanakan transplanting tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa teknik tranplanting anakan yang paling baik dalam budidaya sidaguri. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang terdiri atas teknik puteran, cabutan, dan stump. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Pengamatan dilakukan setiap minggu dengan menghitung tingi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Anakan yang diamibil adalah dengan tinggi sekitar 5 cm atau mempunyai daun berjumlah 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan teknik transplanting yang dilakukan tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Perlakuan teknik cabutan cenderung menunjukkan angka yang paling tinggi pada tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan teknik stump pada jumlah cabang