Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)
Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat berbentuk herba yang sudah banyak digunakan untuk pengobatan. Pupuk organik cair mempunyai beberapa keunggulan antara lain mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk organik padat, mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan rumput mutiara. Pupuk organik cair (POC) diberikan seminggu sekali selama 1 bulan dimulai sejak tanaman berusia 2 bulan. Tanaman dipanen pada umur 3 bulan setelah tanam. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, lebar tanaman, jumlah tangkai, panjang tangkai terpanjang, berat basah dan berat kering. Untuk mengetahui pengaruh pemberian POC dilakukan analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian POC memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, lebar tanaman, panjang tangkai, berat basah akar, berat basah brangkasan atas dan berat kering akar
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Bawang Putih (Allium sativum) dalam Pakan terhadap Profil Darah Merah Ayam Broiler
Penelitian ini telah dilaksanakan di kandang penelitian C Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro pada bulan Juli hingga Agustus 2019. Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung bawang putih (Allium sativum) dalam pakan terhadap profil darah merah ayam broiler. Materi yang dipergunakan adalah day old chicks (DOC) ayam broiler sebanyak 100 ekor strain Lohmann dengan rerata bobot badan 37,43 ± 2,48 gram. Kandang yang digunakan yaitu kandang koloni berukuran 1x1 m2 dengan jumlah 16 petak sehingga setiap unit petak berisi 6 ekor ayam. Ransum yang digunakan terdiri atas pakan basal (kandungan protein, lemak, serat kasar, kalsium, phospor dan energi metabolis), tepung daun Kelor dan tepung Bawang Putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. T0 adalah ransum tanpa penambahan tepung daun Kelor maupun tepung Bawang Putih, T1 (ransum dengan penambahan tepung daun Kelor dengan level 1%), T2 (ransum dengan penambahan tepung Bawang Putih dengan level 1%) dan T3 ( ransum dengan penambahan tepung daun Kelor dan tepung Bawang Putih dengan masing masing level 1%). Parameter yang diamati yaitu respon eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH dan MCHC. Penelitian ini menunjukkan rerata jumlah eritrosit berkisar antara 2,44 - 2,78 jt/mm3, kadar hemoglobin 9,88 - 11,88 g/dl, persentase hematokrit 25,26 - 29,13%, MCV 105,88 – 110,83 fl, MCH 40,40 – 42,70 Pg dan MCHC 37,48 – 40,68%. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun Kelor dan tepung Bawang Putih tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH dan MCHC ayam broiler. Simpulan dari penelitian ini bahwa penambahan tepung daun Kelor dan tepung Bawang Putih tidak memberikan pengaruh terhadap profil darah merah ayam broiler
Uji Kualitas Sludge Biogas Kotoran Ternak Babi
Usaha peternakan babi telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan diSumatera Utara.Limbah kotoran ternak babi dapat menimbulkan masalah pencemaranlingkungan jika tidak di kelola dengan baik.Pengelolaan limbah kotoran ternak babi dapatdilakukan salah satunya dengan menggunakan digester biogas.Biogas merupakan hasilfermentasi dari bahan organik dalam kondisi anaerob.Biogas dapat dijadikan sebagai sumberenergi terbarukan yaitu pengganti gas LPG. Sisa hasil biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupukorganik sehingga dapat digunakan pada budidaya tanaman sayuran seperti bayam, kangkung danjagung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pupuk organik yang berasal darisludge biogas ternak babi.Data yang diperoleh dari hasil analisis laboratorium dibandingkandengan standar kualitas pupuk organik menurut SNI 19-7030-2004 dan SNI 01-2897-1992 untukdeteksi bakteri patogen disajikan dalam bentuk tabel dan dibandingkan secara deskriptif.Darianalisis diharapkan adalah sludge biogas dari kotoran ternak tersebut dapat memenuhi standarnasional pupuk organik dan dapat digunakan sebagai pupuk organik
Analisis Daya Saing Ekspor Udang Beku dan Olahan di Amerika Serikat
Indikator daya saing suatu negara dalam perdagangan internasional dapat dilihat dari keunggulan komparatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis daya saing ekspor udang Indonesia dalam bentuk beku dan olahan di Amerika Serikat. Metode analisis yang digunakan yaitu metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data time series yang didapat dari United Nation Comtrade selama kurun waktu 2008 hingga 2017. Dua produk udang tersebut dibandingkan nilai indeks RCA nya untuk mengetahui daya saingnya, kemudian hasil indeks RCA tersebut juga dibandingkan dengan nilai indeks RCA dengan India (sebagai sumber impor udang terbesar di Amerika Serikat). Hasil analisis RCA menunjukkan bahwa indeks RCA udang beku nilainya lebih besar yaitu 1.06 dibanding udang olahan yang hanya 1.03. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa produk udang olahan Indonesia memiliki daya saing yang masih rendah dibanding udang beku, walaupun tidak begitu signifikan. Hasil analisis RCA kedua produk udang Indonesia tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil analisis RCA produk yang sama dari India. Hasil analisis RCA menunjukkan bahwa India memiliki nilai indeks RCA yang lebih besar dikedua produk tersebut yaitu 1.1 (udang beku) dan 4.42 (udang olahan). Hasil tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing yang lebih lemah dibanding India dikedua produk. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan ekspor udang beku dan udang olahan ke Amerika Serikat
Bobot Relatif Organ Limfoid Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Tomat sebagai Air Minum dan Diinfeksi Bakteri Escherichia coli
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tomat sebagai air minum dan infeksi bakteri Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) terhadap bobot relatif organ limfoid ayam broiler. Materi yang digunakan meliputi 128 ekor day old chick (DOC) ayam broiler strain Lohman MB-202 unsex dengan bobot awal rata-rata 43,31 ± 3,34 g, limbah tomat dan bakteri APEC. Ayam ditempatkan secara acak ke dalam 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuannya yaitu T0 (0 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC), T1 (40 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC), T2 (80 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC) dan T3 (120 ml/hari ekstrak tomat + infeksi APEC). Perlakuan diberikan setiap pagi hari sesuai dosis sejak ayam broiler berumur 15 hari, setelah ekstrak tomat habis diganti dengan air minum. Ayam dipelihara selama 35 hari dan diinfeksi bakteri APEC secara oral dengan dosis 108 CFU/ml saat berumur 24, 26 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tomat 40 ml berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot relatif thymus dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot relatif bursa fabricius dan limpa ayam broiler yang diinfeksi bakteri APEC. Bobot relatif thymus yang diberi 40 ml ekstrak tomat adalah yang paling tinggi. Simpulan penelitian ini yaitu pemberian 40 ml ekstrak tomat dapat mempertahankan sistem kekebalan tubuh ayam broiler yang diinfeksi bakteri APEC yang ditunjukkan dengan peningkatan bobot relatif thymus. Kata kunci: Ayam broiler, ekstrak tomat, E. coli, organ limfoi
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Aksesi Tanaman Iler (Coleus atropurpureus (L) Benth) dengan Perlakuan Cekaman Kekeringan
Tanaman Iler (Coleus artopurporeus L benth) mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit bronkitis, wasir, antioksidan, dan TBC. Cekaman kekeringan adalah masalah lingkungan utama yang umum ditemukan di daerah di mana tanaman Iler biasanya tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesi tanaman iler yang memiliki performa pertumbuhan dan hasil yang optimal dalam kondisi tercekam. Penelitian dilakukan di screen house, Jumantono, Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Juli 2018 hingga Oktober 2018. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ragam aksesi tanaman Coleus sebagai faktor pertama, dengan aksesi 1 (daun ungu kasar), aksesi 2 (daun ungu halus), aksesi 3 (daun hijau) dan aksesi 4 (daun merah) dan cekaman kekeringan 90 % KL, 75 % KL, 50% KL, dan 25% KL sebagai faktor kedua. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) dan diikuti oleh Uji Duncan (DMRT) 5%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan volume akar, jumlah cabang, sebaran akar, bobot segar juga kering daun, batang, dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang ditemukan antara perlakuan tingkat stres kekeringan dengan perlakuan aksesi. Aksesi 4 memberikan hasil terbaik pada variable jumlah daun, panjang akar, volume akar, jumlah cabang, dan bobot segar dan kering tanaman. Perlakuan stres kekeringan 90 % KL menunjukkan yang terbaik pada semua parameter yang diamat
Pemanfaatan Limbah Daun Wortel untuk Pakan pada Penggemukkan Domba Batur
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah daun wortel pada pakan terhadap pertambahan bobot badan Domba Batur (Dombat). Penelitian dilakukan pada tahun 2018 di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Hewan percobaan menggunakan 15 ekor Dombat jantan yang dibagi ke dalam 3 perlakuan pakan dengan proporsi hijauan berupa limbah daun wortel masing-masing 90%, 80% dan 70%. Pertambahan bobot badan harian diketahui dengan cara melakukan penimbangan bobot badan setiap 30 hari sekali selama 120 hari. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam, apabila diantara perlakuan menunjukkan perbedaan yang nyata, akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah daun wortel dapat diberikan sampai 90% dalam bentuk segar sebagai pakan untuk penggemukkan Domba Batur. Disarankan kepada petani bahwa limbah daun wortel yang masih banyak terbuang dapat dimanfaatkan atau disimpan dengan dikeringkan (hay) atau melakukan fermentasi agar daun wortel dapat bertahan lama
TEKNOLOGI SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1 DAN PUPUK HAYATI BACILLUS PLUS PADA TANAMAN PADI
Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan bahan pangan semakin meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan intensifikasi pertanian seperti pupuk hayati Bacillus plus dan sistem tanam jajar legowo 2:1. Penelitian dilaksanakan di Ngarum, Ngrampal, Sragen. Penelitian terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 1 dengan penanaman jajar legowo 2:1 jarak tanam 40x20x10 cm ditambah pupuk hayati Bacillus plus dan perlakuan 2 sebagai kontrol yaitu sistem tanam konvensional dengan jarak tanam 25x25 cm tanpa penambahan pupuk hayati. Hasil ubinan saat panen perlakuan1 sebesar 10,15 kg dengan produktivitas 10,15 ton/ha dan perlakuan 2 (kontrol) 5,4 kg dengan produktivitas 8,64 ton/ha. Teknologi system tanam jajar legowo 2:1 dan aplikasi pemanfaatan pupuk hayati Bacillus plus di lahan sawah mampu meningkatkan produksi padi
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Buah Apel di Pasar Swalayan Kota Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian secara simultan dan parsial serta mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian buah apel di pasar swalayan Kota Surakarta. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu produk (X1), harga (X2), tempat (X3), promosi (X4), pelayanan (X5) serta variabel dependen yaitu keputusan pembelian (Y). Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitis. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah judgment sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui metode wawancara dengan alat bantu kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Hasil penelitian dengan menggunakan Ekonometrikan dengan model regresi linier berganda menunjukkan persamaan regresi sebagai berikut: Y= -2,101 + 0,324 X1 – 0,088 X2 + 0,264 X3 + 0,435 X4+ 0,289 X5. Nilai sebesar 0,502 yang berarti besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 50,2%, sedangkan sisanya 49,8% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.Hasil uji F menunjukkan bahwa kelima variabel secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen buah apel di pasar swalayan Kota Surakarta. Pengujian menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel produk, tempat, promosi dan pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian buah apel, sedangkan variabel harga tidak berpengaruh signifikan. Variabel promosi (X4) memiliki pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian (Y) yaitu sebesar 0,435