Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Pertumbuhan dan Hasil Berbagai Varietas Kedelai pada Residu Asam Sitrat sebagai Amelioran
Peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan memperluas pengembangan kedelai di lahan yang belum optimal. Salah satu lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu tanah Ultisol yang terdapat faktor pembatas yang dijumpai seperti tanah masam, hara yang rendah. Penelitian ini mengkaji efek residu asam sitrat sebagai amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada berbagai varietas. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek residu asam sitrat terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor pertama varietas Slamet , varietas Sindoro dan varietas Mulyowilis dan faktor kedua konsentrasi residu asam sitrat 0g/liter, 50 g/liter, 100g/liter dan 150 g/liter. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil varietas Mulyowilis lebih baik dan konsentrasi residu asam sitrat 150 g/liter mempunyai hasil yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat sebagai Aditif Pakan terhadap Performans Ayam Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat sebagai aditif pakan terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan dan Indeks Performans ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah DOC ayam broiler yang berjumlah 144 ekor dengan lama pemeliharaan selama 38 hari. Ransum basal yang digunakan terbuat dari bahan pakan yang terdiri dari jagung, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, Meat Bone Meal (MBM) dan premix. Perlakuan yang diberikan dari penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat (BAL) yaitu: T0 (ransum basal tanpa sinbiotik), T1 (ransum basal + sinbiotik 50 ml/kg), T2 (ransum basal + sinbiotik 100 ml/kg) dan T3 (ransum basal + sinbiotik 150ml/kg). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan yang nyata akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Ducan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat sebagai aditif pakan ayam broiler tidak berpengaruh nyata (P<0,5) terhadap bobot badan dan pertambahan bobot badan ayam broiler, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap Indeks Performas ayam broiler (P>0.5). Simpulan yang didapat dari penambahan limbah kulit singkong dan bakteri asam laktat (BAL) sebagai aditif pakan ayam broiler hingga taraf 150 ml/kg kedalam ransum basal belum mampu meningkatkan bobot badan ayam broile
Verifikasi Kalender Tanam Terpadu dan Sumber Air Irigasi di Kabupaten Boyolali
AbstrakPeningkatan produktivitas padi tidak lepas lepas dari sarana pendukung serta kemampuan petani dalam menyelesaikan masalah seperti pemakaian varietas yang sesuai dengan spesifik lokasi, peningkatan kemampuan pengendalian hama dan penyakit serta penerapan inovasi teknologi untuk antisipasi perubahan iklim (kekeringan atau tergenang). Salah satu teknologi informasi tentang waktu tanam, varietas, luasan lahan sawah yang dapat ditanam serta varietas padi dan dosis pupuk setiap musim tanam adalah kalender tanam (KATAM). Salah satu kegiatan verifikasi KATAM terpadu dilaksanakan di Kabupaten Boyolali 2016. Metode yang dipakai adalah survey lapang (melihat kondisi lahan dan sumber air irigasi), pertemuan tingkat kecamatan yang melibatkan penyuluh lapang, petani kooperator dan pengurus P3A di 15 (lima belas) kecamatan. Data yang diverifikasi adalah data KATAM terpadu (waktu tanam, pola tanam, varietas, dosis pupuk, hama penyakit dan produktivitas) dan sumber daya air yang ada di sekitar lokasi atau lahan sawah. Data teknis untuk kegiatan verifikasi dianalisis dengan deskriptif dengan membandingkan antara data KATAM terpadu dengan data lapang. Verifikasi informasi KATAM ini tidak terpisah dengan sumber air irigasi yang setiap tahunnya mencukupi untuk wilayah yang terairi, untuk curah hujan pada tahun berjalan dalam kondisi cukup sampai dengan berlebih dibeberapa wilayah. Dengan tidak adanya masalah dalam sumber air irigasi, maka hasil verifikasi di 19 (sembilas belas) kecamatan adalah sebagai berikut : a) pola tanam setahun antara lain padi-padi-padi, padi-padi-palawija, padi-palawija-palawija dan padi-palawija-bero dan b) rata-rata awal tanam periode Oktober 2015 – September 2016 adalah bulan November (Katam di Oktober II-III untuk Boyolali bagian selatan sedangkan untuk wilayah Boyolali bagian utara adalah Nov III-Des I). Dari hasil kuisioner terhadap koordinator penyuluh lapang (19 kecamatan) ternyata jenis saluran irigasi sudah permanen 63,16% dan sederhana 36,84%, kondisi saluran cukup baik (68,42%), baik (15,79%) dan yang rusak 15,79%. Keberadaan air irigasi tiap tahunnya sudah mencukupi di 66,67% wilayah Kabupaten Boyolali dan sisanya (33,33%) masih kurang (Nogosari, Simo, Wonosegoro, Andong). Untuk curah hujan dirasa cukup untuk 78,57% wilayah dan 21,43% masih kurang (Nogosari, Andong). Pengaturan pengelolaan air disetiap wilayah yang menggunakan saluran irigasi terdapat Petugas P3A (Paguyuban Petani Pemakai Air) yang bertugas untuk membuat jadwal pembagian pengairan antar blok, terutama jika terjadi kelangkaan air seperti pada musim kemarau. Hasil kuisioner terhadap 15 penyuluh lapang yang kami wawancara ternyata di Boyolali, komoditas tanaman pangan yang paling banyak ditanam pada musim tanam I adalah padi sekitar 88 %, kemudian kedelai (6%) dan padi/horti (6%). Sedangkan waktu tanam awal rata-rata bulan Oktober dan waktu tanam akhir pada bulan November. Sedangkan pada musim tanam II, komoditas yang paling banyak ditanam adalah padi (83 %), padi/horti (6 %), padi/perkebunan (6 %) dan kedelai (5 %). Waktu tanam awal rata-rata bulan Februari dan berakhir pada bulan Mei. Sedangkan pada musim tanam III, komoditas yang paling banyak ditanam adalah padi (27 %), jagung (27 %), palawija (13 %), padi/tembakau (7 %), padi/palawija (7 %), palawija/bera (7 %), jagung/sayuran (6 %) dan padi/jagung/kacang tanah (6 %). Waktu tanam awal rata-rata bulan Juni dan berakhir pada bulan September. Varietas padi yang memungkinkan ditanam adalah Inpari 30. Varietas padi dominan yang ditanam petani adalah IR 64, Ciherang, Situ Bagendit, Mekongga dan Memberamo. Petani masih beranggapan bahwa varietas baru padi saat ini produktivitasnya masih sama dengan yang mereka biasa budidayakan tetapi belum teruji, sehingga mereka tetap menanam padi varietas tersebut
Kajian Pengaruh Cekaman Hara terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Berbagai Ragam Aksesi Tanaman Coleus (Coleus atropurpureus (L) Benth)
Coleus atropurpureus (L) Benth. (Lamiaceae) dikenal sebagai salah satu jenis tanaman obat-obatan yang dapat mengobati berbagai penyakit. Cekaman hara merupakan salah satu faktor abiotik yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas coleus. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman coleus di dalam kondisi cekaman hara, diperlukan upaya budidaya yang tepat salah satunya penemuan aksesi coleus yang toleran terhadap cekaman hara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ragam aksesi Coleus dan cekaman hara (dosis pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan dan hasil Coleus atropurpous L Benth serta mengetahui aksesi Coleus atropurpous L Benth yang paling toleran dalam kondisi cekaman hara. Penelitian ini dilakukan di screen house, Jumantono, Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Juli 2018 hingga Oktober 2018. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah polybag, pita pengukur, patok, tali rafia, lux meter, tanaman coleus dan media tanah. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ragam aksesi tanaman Coleus sebagai faktor pertama, dengan aksesi 1 (daun ungu kasar), aksesi 2 (daun ungu halus), aksesi 3 (daun hijau) dan aksesi 4 (daun merah) dan dosis pupuk kandang sapi 0,1,2.5, dan 5 ton/ha sebagai faktor kedua. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) dan diikuti oleh Uji Duncan (DMRT) 5%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan volume akar, bobot segar dan kering daun, batang dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang ditemukan antara dosis pupuk kandang sapi dan aksesi Coleus. Perlakuan aksesi Coleus tunggal nomor 4 (daun merah) merupakan aksesi paling toleran terhadap cekaman hara dibandingkan dengan aksesi lain terbukti dengan memiliki hasil tertinggi dari jumlah daun, panjang akar, volume akar dan bobot segar dan kering daun, batang dan akar Coleu
Dinamika Produktivitas Komoditas Pangan Utama Sulawesi Tengah dalam Dinamika Program Percepatan Swasembada Pangan
Berbagai program pencapaian swasembada pangan telah dicanangkan dan dilaksanakan dalam kurun waktu dua dekade ini. Dinamika produksi dan produktivitas dalam dinamika program menjadi salah satu catatan guna perbaikan program kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dinamika produktivitas komoditas tanaman pangan utama Sulawesi Tengah pada beberapa program pencapaian swasembada pangan yang telah dilaksanakan. Analisis pertumbuhan menggunakan anova digunakan untuk mengetahui perbedaan produksi dan produktivitas dalam dinamika program yang kemudian secara deskriptif disinkronkan dengan sistem kerja dalam setiap program. Data menggunakan data deret waktu 20 tahun produksi dan produktivitas tanaman pangan di Sulawesi Tengah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahawa terjadi peningkatan produksi dan produktivitas sejalan dengan meningkatnya kinerja dan sinergisme antar instansi terkait. Paket teknologi PTT, sistem diseminasi yang luas dan efektif, serta sinergisme tupoksi antar instansi merupakan akselator peningkatan produksi dan produktivitas.
Preferensi Petani Terhadap Kedelai Varietas Grobogan dan Prospek Pengembangannya di Kabupaten Klaten
Varietas merupakan komponen teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas dan paling mudah diadopsi. Penelitian preferensi petani terhadap kedelai varietas Grobogan dan prospek pengembangannya di Kabupaten Klaten bertujuan untuk : (1) mengetahui preferensi petani terhadap kedelai varietas Grobogan, dan (2) mengetahui prospek pengembangan kedelai varietas Grobogan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah before-after pada 30 petani sebagai responden. Metode pengambilan sampel dengan purposive random sampling terhadap 30 responden yang terlibat pada kegiatan perbenihan kedelai MT III tahun 2015 di Kabupaten Klaten. Untuk mengetahui preferensi petani terhadap kedelai varietas Grobogan digunakan Skala Likert terhadap tujuh komponen preferensi dengan membandingkan varietas kedelai yang biasa ditanam petani pada tahun sebelumnya. Skala Likert dibagi dalam tiga kategori preferensi yaitu suka, biasa dan tidak suka. Untuk mengetahui prospek pengembangan kedelai varietas Grobogan digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) preferensi petani terhadap kedelai varietas Grobogan secara umum termasuk dalam kategori suka. Komponen preferensi yang termasuk suka adalah keragaan tanaman, umur tanaman, ukuran biji, ketahanan terhadap OPT, produksi, dan harga jual. Sedangkan komponen preferensi yang termasuk tidak suka adalah kemudahan memperoleh benih, (2) prospek pengembangan kedelai varietas Grobogan baik, karena a) preferensi petani suka, b) meningkatkan produktivitas, c) pemasaran mudah, d) meningkatkan pendapatan, dan e) potensi luas areal. Dalam pengembangan kedelai varietas Grobogan perlu diikuti dengan penyediaan benih bermutu secara terus menerus
Pengaruh Dosis Vermikompos terhadap Produksi Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L. Varietas Parachinensis
Budidaya sawi secara organik dengan menggunakan vermikompos merupakan salah satu alternatif yang baik untuk produksi sawi pakcoy ( Brassica Rapa L. Varietas Parachinensis ). Vermikompos merupakan salah satu pupuk organik yang memanfaatkan bahan-bahan organik seperti limbah pertanian atau peternakan melalui proses pengomposan cacing tanah ( Lumbricus rubellus ). Adapun tujuan dari penelitian ini, menentukan dosis vermikompos yang dapat meningkatkan produksi tanaman sawi pakcoy. Penelitian dilakukan didalam Greenhous Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% pemberian dosis vermikompos pada media tanam serta di ulang sebanyak 4 ulangan. Analisis data di olah menggunakan Analisis of Varians (ANOVA), jika beda nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan beberapa dosis vermikompos dapat memberikan pengaruh nyata terhadap produksi sawi pakcoy. Perlakuan pemberian dosis vermikompos sebanyak 20% (P3) memberikan hasil paling tinggi dibanding perlakuan yang lainnya
Analisis Interval Air Irigasi Menggunakan Autopot Terhadap Kualitas Buah Tomat Cherry (Solanum L. var. Cerasiforme)
Musim kemarau dengan waktu yang lama mengakibatkan persediaan air di suatu wilayah berkurang sehingga terjadi kekeringan terutama pada lahan pertanian. Irigasi menjadi hal penting untuk tanaman sehingga apabila kebutuhan air irigasi tidak terpenuhi dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman pada musim kemarau yaitu memanfaatkan air hujan pada musim hujan sebagai air irigasi menggunakan perlakuan interval air. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh interval air menggunakan autopot terhadap kualitas buah tomat cherry. Interval air yang digunakan pada penelitian ini yaitu satu hari pemberian air irigasi selama dua hari (interval 1 hari) tanaman dan satu hari pemberian air irigasi selama tiga hari (interval 2 hari) menggunakan autopot dengan jumlah tanaman berturut-turut yaitu 48 tanaman dan 96 tanaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Parameter kualitas buah tomat cherry yang digunakan pada penelitian ini yaitu total padatan terlarut, kekerasan, vitamin C dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh interval air terhadap kualitas buah tomat cherry dengan hasil rata-rata setiap parameter yaitu nilai total padatan terlarut buah (ºbriks) interval 1 hari 8,5 dan interval 2 hari 8,8; nilai kekerasan buah interval 1 hari 1,68 dan interval 2 hari 1,75; kadar vitamin C (mg/100g) buah interval 1 hari 16,06 dan interval 2 hari 19,14; kadar air buah (%) interval 1 hari 91,465 dan interval 2 hari 91,575
Respon dan Kepuasan Petani terhadap Diseminasi Komponen Teknologi PTT Padi Sawah di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah
Tantangan dalam pencapaian swasembada pangan saat ini antara lain peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan. Guna menjawab tantangan tersebut diperlukan diseminasi inovasi teknologi spesifik lokasi yang tepat sehingga akan cepat diadopsi oleh petani. Inovasi teknologi yang diseminasikan antara lain komponen PTT padi sawah yang antara lain berupa varietas unggul baru (VUB), yang dinilai sebagai langkah paling cepat dalam meningkatkan produktivitas. Salah satu VUB yang berpotensi tinggi adalah Inpari 36. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan kepuasan petani terhadap komponen teknologi PTT padi sawah dan varietas Inpari 36. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah demonstrasi teknologi yang dilanjutkan dengan wawancara menggunakan kuesioner, dengan responden dipilih secara acak sebanyak 50 orang. Data respon dianalisis menggunakan pendekatan skoring dan kepuasan petani menggunakan Important and Performance Analysis (IPA) dan Customers Satisfaction Index (CSI). Respon petani terhadap komponen teknologi PTT Padi sawah pada kategori kurang tertarik hingga tertarik (skor 2,94 - 4,92). Respon tinggi antara lain pada komponen teknologi VUB dan benih bermutu, sedangkan respon petani ragu-ragu pada komponen penggunaan bahan organik. Hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa sebagian karakteristik teknologi PTT padi sawah berada pada kuadran II (penting dan dipertahankan), dan sebagian lain di kuadran III (kurang penting dan kurang prioritas), sedangkan Nilai CSI terhadap komponen teknologi demfarm berada pada kategori sangat puas
Publikasi Dosen Fakultas Pertanian UNS sebagai Sumber Informasi Menuju Pertanian Presisi
Pertanian merupakan sektor yang penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sumber daya pertanian berupa lahan, tanaman, hewan, dan lainnya harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai optimalisasi dan keberlanjutan produktivitas pertanian. Pertanian presisi merupakan penyesuaian input dan pengelolaan sesuai dengan karakteristik lahan. Lahan memiliki kemampuan, daya dukung, kendala, dan kesesuaian terhadap tanaman tertentu. Informasi lahan (biofisik dan sosial) sangat dibutuhkan untuk menuju pertanian presisi. Informasi lahan didapat melalui penelitian dan survei lahan. Hasil penelitian berupa potensi dan kendala lahan untuk dikelola. Pengelolaan yang disesuaikan dengan kemampuan lahan merupakan langkah menuju keberlanjutan produktivitas lahan.Tujuan penulisan naskah adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi publikasi dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) sebagai informasi untuk menuju pertanian presisi. Sumber data merupakan publikasi internasional (jurnal dan prosiding) dosen FP UNS tahun 2017-2018. Data diklasifikasikan berdasarkan bidang kajian dan dihitung nilai kontribusi publikasi. Nilai kontribusi didapatkan berdasarkan persentase jumlah masing-masing bidang terhadap keseluruhan publikasi dosen FP UNS tahun 2017-2018. Nilai kontribusi juga dihitung berdasarkan jumlah sitasi dari masing-masing judul publikasi. Hasil analisis menunjukkan jumlah publikasi dosen FP UNS tahun 2017 dan 2018 adalah 54 judul (33 prosiding dan 21 jurnal) dan 191 judul (165 prosiding dan 26 jurnal). Jumlah sitasi publikasi tahun 2017 dan 2018 adalah 60 dan 24 sitasi. Rasio sitasi terhadap jumlah publikasi tahun 2017 dan 2018 adalah 1 : 1,11 dan 1 : 0,13. Nilai kontribusi menunjukkan hasil penelitian dosen FP UNS dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk pengembangan pertanian. Hilirisasi dan publikasi informasi kepada masyarakat akan mengoptimalkan kontribusi hasil temuan dosen FP UNS sehingga dapat mendukung terciptanya ketahanan, keamanan dan keberlanjutan pangan di Indonesia