Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Keluaran Kreatinin Domba Ekor Tipis Jantan Muda yang Diberi Pakan dengan Level Protein dan Sumber Protein Berbeda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan sumber protein dan level protein terhadap keluaran kreatinin domba ekor tipis jantan muda. Materi yang digunakan adalah Domba Ekor Tipis sebanyak 20 ekor dengan rata-rata bobot badan 13,03 ± 2,30 kg. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola 2  2 dengan 4 (empat) perlakuan ransum komplit yaitu T1 (Pakan komplit dengan kandungan PK 13,36% dengan bungkil kedelai), T2 (Pakan komplit dengan kandungan PK 13,36% dengan tepung ikan), T3 (Pakan komplit dengan kandungan PK 15,20% dengan bungkil kedelai) dan T4 (Pakan komplit dengan kandungan PK 15,20% dengan tepung ikan). Perlakuan perbedaan level dan sumber protein yang berbeda tidak mempengaruhi konsumsi BK, PK dan keluaran kreatinin, namum mempengaruhi pertambahan bobot badan harian (PBBH). Rata-rata konsumsi BK dan PK yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 772,81 g dan 109,64 g sedangkan keluaran kreatininnya sebesar 13,26 mg/kgBB/hari. Pertambahan bobot badan harian (PBBH) domba yang diberi pakan dengan PK 13,36% (84,11 g/hari) lebih rendah dibandingkan dengan PK 15,20% (132,28 g/hari). Simpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pakan sumber dan level protein yang berbeda tidak berpengaruh terhadap konsumsi BK, PK dan keluaran kreatinin

    Pengaruh Penambahan Kombinasi Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat sebagai Aditif Pakan terhadap Profil Kimiawi Daging Ayam Kampung Super

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan kulit singkong dan bakteri asam laktat yang digunakan sebagai aditif pakan dalam ransum terhadap profil kimiawi daging ayam jawa super yang meliputi kadar lemak, kadar protein dan kadar kolesterol. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat mengoptimalkan potensi kulit singkong sebagai limbah pertanian yang dapat digunakan untuk aditif pakan serta diperoleh level kombinasi yang optimal untuk memperbaiki produktivitas dan menjaga kesehatan ayam jawa super. Penelitian ini menggunakan 144 ekor ayam Jawa Super unsex yang dipelihara selama 10 minggu di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Ransum perlakuan diberikan pada minggu ke-5 pemeliharaan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (Aditif pakan 0ml/kg), T1 (Aditif pakan 100ml/kg), T2 (Aditif pakan 150ml/kg) dan T3 (Aditif pakan 200ml/kg). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak dan kadar protein (P>0,05), sedangkan berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol daging (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat dapat menurunkan kadar kolesterol daging ayam Jawa Super

    Pengaruh Pemberian Pakan dengan Level dan Sumber Protein Berbeda terhadap Respon Fisiologis Domba Lokal Muda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan dengan level dan sumber protein pakan berbeda terhadap kondisi fisiologis domba ekor tipis (DET) jantan muda. Materi yang digunakan yaitu 20 ekor DET umur 3 - 4 bulan dengan bobot badan rata-rata 13,03 ± 2,30 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial pola 2 x 2 dengan faktor level dan faktor sumber protein pakan (T1: level 13% dengan sumber protein bungkil kedelai, T2: level 13% dengan sumber protein tepung ikan, T3: level 15% dengan sumber protein bungkil kedelai dan T4: level 15% dengan sumber protein tepung ikan) dan menggunakan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu konsumsi pakan, denyut jantung, frekuensi nafas dan suhu rektal. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi (P>0,05) antara level protein dan sumber protein terhadap parameter yang diamati. Perlakuan level protein tidak mempengaruhi (P>0,05) konsumsi bahan kering pakan, denyut jantung, frekuensi nafas dan suhu rektal dengan rataan 773 g/hari, 84 kali/menit, 40 kali/menit dan 39,1oC. Sumber protein juga tidak mempengaruhi (P>0,05) konsumsi bahan kering pakan dan suhu rektal, tetapi berpengaruh (P<0,05) terhadap denyut jantung (T1: 88 kali/menit; T2: 90 kali/menit; T3: 83 kali/menit; T4: 76 kali/menit) dan frekuensi nafas (T1: 42 kali/menit; T2: 45 kali/menit; T3: 33 kali/menit; T4: 40 kali/menit). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pakan dengan sumber protein bungkil kedelai memberikan produksi panas lebih tinggi sehingga terjadi peningkatan denyut jantung dan frekuensi nafas domba sebagai upaya termoregulasi untuk mempertahankan suhu tubuh tetap normal sedangkan pemberian level protein berbeda tidak mempengaruhi respon fisiologis domba

    Rekayasa Proses Pengeringan Umbi Iles-Iles (Amorphophallus muelleri)

    Get PDF
    Iles-iles (Amorphophallus muelleri) adalah salah satu tanaman herba yang dapat  menghasilkan glukomanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pengeringan yang terbaik dalam menghasilkan chips kering umbi iles-iles. Pengeringan dilakukan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu dengan oven, rumah kaca dan penjemuran matahari. Perlakuan terdiri atas perendaman dan tanpa perendaman dalam larutan natrium metabisulfit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua perlakuan tersebut, pengeringan oven selama 30 jam pada suhu 50o C merupakan metode pengeringan yang terbaik. Masing-masing perlakuan menghasilkan kadar air chips kering umbi iles-iles sebesar 6,70% dan 5,05% (bb)

    Penggunaan Daun Gamal (Giliricidia sepium) dan Cekuti (Galinsoga parviflora) sebagai Substitusi Poultry Meat Meal dalam Ransum terhadap Fungsi Hati Kalkun

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi hati kalkun karena pemberian ransum yang mengandung tepung daun gamal (Giliricidia sepium) dan cekuti (Galinsoga parviflora) sebagai substitusi poultry meat meal (PMM). Materi yang digunakan adalah kalkun sebanyak 100 ekor unsex umur 2,5 bulan dengan bobot sekitar 300 - 600 g dan ransum yang mengandung tepung daun gamal dan cekuti. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 (ransum kontrol dengan 10% PMM), T1 (ransum dengan 5% tepung daun gamal sebagai substitusi PMM), T2 (ransum dengan 10% tepung daun gamal sebagai substitusi PMM), T3 (ransum dengan 5% tepung daun cekuti sebagai substitusi PMM), T4 (ransum dengan 10% tepung daun cekuti sebagai substitusi PMM). Kalkun dikelompokkan berdasarkan bobot badan yaitu K1 (300 - 375 g), K2 (376 - 450 g), K3 (451 - 525 g) dan K4 (526 - 600 g). Variabel yang diamati adalah kadar serum glutamate okasaloasetat transminase (SGOT), serum glutamate piruvate transminase (SGPT) dan bobot hati kalkun. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun gamal maupun cekuti sebagai substitusi PMM dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar SGOT, SGPT dan bobot hati. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan tepung daun gamal dan cekuti dengan persentase semakin tinggi dapat meningkatkan kadar SGOT, SGPT dan bobot hati pada kalkun.

    Pengaruh Beberapa Konsentrasi Susu Sapi terhadap Penyakit Virus Gemini atau Penyakit Kuning pada Cabai Rawit

    Get PDF
    Kutu kebul (Bemisia tabaci Genn.) merupakan serangga vektor untuk penyakit kuning atau virus Gemini . Tanaman yang terinfeksi virus Gemini akan menunjukan gejala warna daunnya menguning, bentuk daunnya mengkerut atau menggulung ke atas serta tanaman tumbuh kerdil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berbagai konsentrasi susu sapi terhadap serangan penyakit virus Gemini dan terhadap hasil produksi tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilakukan di desa Kebumen, kecamatan Banyubiru, kabupaten Semarang dan Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah perlakuan sebanyak lima. Hasil penelitian menunjukan penyemprotan larutan susu sapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap intensitas serangan penyakit, kejadian penyakit dan jumlah buah pane

    Kajian Teknik Pemipilan Jagung di Dusun Pakis, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta

    Get PDF
    Pemipilan merupakan bagian dari penanganan pascapanen jagung. Penelitian ini bertujuan mengkaji beberapa teknik pemipilan jagung. Pengkajian dilaksanakan di Dusun Pakis II, Bantul pada bulan Januari – Desember 2016. Metode pengkajian adalah survey dan eksperimen. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik petani dan kinerja alat pemipil. Bahan berupa jagung yang ditanam petani setempat. Alat pemipil bersifat semi mekanis dan mekanis/mesin. Pengkajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor, yaitu teknik pemipilan dan varietas jagung. Teknik pemipilan ada 3 taraf, yaitu pemipilan dengan tangan, alat semi mekanis dan alat mekanis. Varietas yang digunakan yaitu BISI 2, Super Asia Gold dan lokal. Ulangan sebanyak 3 kali. Parameter mutu berupa kadar air, kadar butir rusak, kadar butir pecah dan kadar kotoran. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kapasitas pemipilan untuk BISI 2 adalah 24,90 kg/jam(manual), 62,48 kg/jam (semi mekanis), 201,87 kg/jam (mesin); Super Asia Gold sebesar 16,71 kg/jam (manual), 39,55 kg/jam (semi mekanis) dan 192,69 kg/jam (mesin); Jagung lokal 11,71 kg/jam (manual), 19,61 kg/jam (semi mekanis), dan 188,81 kg/jam (mesin). Rendemen pemipilan untuk BISI 2 sebesar 84,97 % (manual), 75,06 % (semi mekanis) dan 64,99 % (mesin); Super Asia Gold sebesar 88,91 % (manual), 80,43 % (semi mekanis), dan 66,13 % (mesin); jagung lokal 80,39 % (manual), 69,71 % (semi mekanis) dan 74,99 % (mesin). Efisiensi pemipilan untuk BISI 2 sebesar 100% (manual), 85,70 % (semi mekanis), dan 52,99 % (mesin); Jagung Super Asia Gold sebesar 100 % (manual), 87,93 % (semi mekanis) dan 14 % (mesin). Jagung lokal sebesar 100 % (manual), 83,23 % (semi mekanis) dan 77,29 % (mesin). Kelas mutu jagung dengan cara manual adalah kelas I, sedangkan cara semi mekanis dan mesin adalah kelas II dan kelas III.

    Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Bawang Putih (Allium sativum) dalam Pakan Terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Broiler

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil darah putih (total leukosit, heterofil, eosinofil, dan limfosit) pada ayam broiler yang diberi tambahan tepung daun kelor dan tepung bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus – 7 September 2018. Materi yang digunakan adalah day old chick (DOC) ayam broiler strain   MB 202 sebanyak 96 ekor dengan rata-rata bobot awal yaitu 37,4±2,48 gram. Bahan penyusun pakan terdiri dari jagung giling, SBM, MBM, molases, minyak nabati dan premix yang disusun menjadi ransum dengan kadar PK 17,19%, SK 13,89%, dan EM 2738 kkal/kg. Feed additive yang ditambahkan dalam penelitian ini yaitu tepung daun kelor yang dikombinasikan dengan tepung bawang putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan meliputi T0 (Pakan komplit tanpa tepung daun kelor dan tepung   bawang putih), T1(Pakan komplit + 1% tepung daun kelor), T2 (Pakan komplit + 1% tepung daun bawang), dan T3 (Pakan komplit + 1% tepung daun kelor + 1% tepung bawang putih). Parameter yang diukur adalah total leukosit dan diferensial leukosit (heterofil, eosinofil, dan limfosit). Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung daun kelor, tepung bawang putih dan kombinasi keduanya dalam ransum tidak memberikan pengaruh (P> 5%) terhadap total leukosit dan differensial leukosit (heterofil, eosinofil, dan limfosit) ayam. Kesimpulan yang didapat dari penelitian adalah penambahan tepung daun kelor dan tepung bawang putih taraf 1% dalam pakan tidak berpengaruh terhadap total leukosit dan diferensial leukosit ayam broiler

    Penurunan Mutu Keripik Daun Jambu Biji Merah dalam Kemasan Polipropilen Selama Penyimpanan

    Get PDF
    Keripik daun jambu biji merah merupakan keripik yang terbuat dari daun jambu biji merah yang dilapisi dengan tepung penyalut. Keripik daun jambu biji merah tergolong ke dalam makanan ringan berminyak yang selama penyimpanan diduga mengalami penurunan mutu akibat adanya kontak dengan uap air, udara, cahaya dan panas dari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan mutu keripik daun jambu biji merah selama penyimpanan. Keripik daun jambu biji merah dikemas dalam kemasan polipropilen ketebalan 0,05 mm. Penyimpanan dilakukan selama 35 hari pada suhu ruang. Setiap 7 hari dilakukan analisis kadar air, kadar asam lemak bebas dan kadar tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keripik daun jambu biji merah mengalami perubahan mutu selama 35 hari penyimpanan, berupa peningkatan kadar air sebesar 90,72%, peningkatan kadar asam lemak bebas sebesar 78, 64% dan penurunan kadar tanin sebesar 26,24%. Kata kunci: keripik daun jambu biji merah, polipropilen, penyimpanan, asam lemak bebas, tani

    Pemanfaatan Tepung Daun Gamal dan Daun Cekuti sebagai Pengganti Poultry Meat Meal terhadap Profil Lemak Darah Kalkun pada Fase Grower

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji tentang kandungan kolesterol, trigliserida, High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL) pada darah kalkun. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah menginformasikan profil lemak darah yang mendapat perlakuan berupa penggantian sumber protein hewani dengan protein nabati. Materi yang digunakan yaitu 100 ekor kalkun umur 10 minggu dengan jenis kelamin acak (unsexing) serta ransum yang disusun dari jagung, bekatul, bungkil kedelai, PMM, premik, gamal dan cekuti. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan komponen yang diamati yaitu 4 kelompok, 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kelompok dibagi berdasarkan bobot badan, yaitu K1 (300-375g); K2 (376-450g); K3 (451-525g) dan K4 (526-600g). Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (ransum basal dengan penggunaan PMM 10% dari total ransum), T1 (ransum dengan penggantian 50% PMM dengan tepung daun gamal), T2 (ransum dengan penggantian 100% PMM dengan tepung daun gamal), T3 (ransum dengan penggantian 50% PMM dengan tepung daun cekuti) dan T4 (ransum dengan penggantian 100% PMM dengan tepung daun cekuti). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kandungan kolesterol, trigliseria, HDL dan LDL dalam darah kalkun. Analisis data menggunakan analisis ragam pada taraf signifikasi 5% yang apabila terdapat pengaruh perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian yang diperoleh setelah diberi perlakuan berupa penggantian PMM dengan tepung daun gamal dan daun cekuti yaitu kandungan kolesterol dan trigliserida tidak berpengaruh nyata (P>0,05) tetapi pada parameter HDL dan LDL menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05). Kesimpulan yang didapatkan yaitu pemanfaatan hijauan yang memiliki potensi sebagai pengganti Poultry Meat Meal (PMM) ditunjukan oleh ransum T4 (ransum dengan penggantian 100% PMM dengan tepung daun cekuti) karena selain kolesterol dan trigliserida yang sama dengan perlakuan kontrol perlakuan ini mampu meningkatkan kandungan HDL dan menurunkan kandungan LDL

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇