Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Tampilan Vulva Sapi berahi yang Disinkronisasi Menggunakan Hormon PgF2α pada Paritas Berbeda

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PGF2α terhadap tampilan vulva sapi perah berahi pada paritas yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah betina dengan berbagai paritas yaitu  P0 (4 ekor), P1 (5 ekor), P2 (1 ekor) dan P3 (1 ekor). Sinkronisasi berahi menggunakan PGF2α dengan  dosis 50 mg/ekor secara intramuskular (IM) dan pengamatan dilakukan 24 jam setelah di injeksi PGF2α setiap 6 jam sekali sampai kemunculan tanda berahi berakhir. Parameter yang diamati adalah tampilan vulva meliputi : perubahan warna, kebengkakan dan suhu vulva. Data dianalisis dengan Kruskal-Wallis dengan bantuan Statistical Package for the Social Science (SPSS) 16, bila berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji Mann Whitney Test untuk mengetahui perbedaan antar paritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi berahi menggunakan PGF2α pada sapi perah dengan paritas berbeda mampu memunculkan berahi secara serentak dalam waktu tiga hari dan terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap perubahan warna vulva pada pengamatan jam ke-96 dan kebengkakan vulva pada pengamatan jam ke-90, sedangkan pada suhu vulva sapi berahi yang disinkronisasi tidak terdapat pengaruh (P>0,05). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sinkronisasi berahi menggunakan hormon PGF2α pada sapi perah yang berbeda paritas mampu memunculkan intensitas tampilan vulva berahi yang berbeda antar paritasnya.

    Pemanfaatan Limbah Biogas Sapi sebagai Media Tanam Perbenihan Jambu Biji (Psidium guajava)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam dari limbah biogas untuk perbenihan jambu biji yang terbaik. Pengkajian dilaksanakan di Desa Gogik Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang pada bulan Juli 2015 sampai Desember 2015.  Penelitian ini dilaksanakan dengan metode percobaan eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perbandingan komposisi media sebanyak 5 perlakuan 4 ulangan dan 10 tanaman per perlakuan (200 polibag benih tanaman jeruk). Perlakuan yang dicobakan yaitu: P.0 =  Media tanah (tanah sekam 1:1), P.1 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 11%, P.2 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 20%, P.3 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 27% dan P.4 =  P0 dan pupuk organik limbah biogas 33%.  Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang tunas, jumlah daun, jumlah buah.  Pengamatan tanaman dilakukan 2 minggu sekali.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam Anova. apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan limbah biogas sebagai media tanaman perbenihan jambu biji maka semakin bagus performans tanamannya.  Komposisi media dari limbah biogas untuk perbenihan jambu biji yang terbaik adalah perlakuan P.4 (P0 dan pupuk organik limbah biogas 33%)

    Riset Terkini Mendukung Pencapaian Ketahanan dan Keamanan Pangan pada Revolusi Industri 4.0

    Get PDF

    Pengaruh Pemberian Pakan dengan Level dan Sumber Protein yang Berbeda terhadap Protein dan Lemak Tubuh Domba Ekor Tipis Jantan Muda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian level dan sumber protein yang berbeda terhadap komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis jantan muda. Materi yang digunakan adalah 20 ekor domba ekor tipis jantan umur 3-4 bulan  dengan rata-rata bobot badan 13,03 ± 2,30 kg. Bahan pakan yang digunakan adalah molases, gaplek, pucuk tebu, kulit singkong, mineral dan bungkil kedelai atau tepung ikan yang dibentuk pellet. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 2x2, faktor pertama adalah 2 level protein (T) dan faktor kedua adalah 2 sumber protein (B) sehingga terdapat 4 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan pakan tersebut adalah kandungan protein kasar (PK) 13,13% dari sumber protein bungkil kedelai (T1B1), kandungan PK 13,58% dari sumber protein tepung ikan (T1B2), kandungan PK 15,2% dari sumber protein bungkil kedelai (T2B1) dan kandungan PK 15,2% dari sumber protein tepung ikan (T2B2). Parameter yang diamati adalah komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis dengan metode urea space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level dan sumber protein pakan yang berbeda tidak mempengaruhi komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis jantan (P>0,05). Rata-rata protein tubuh domba sebesar 12,38% atau 1,95 kg, sedangkan komposisi lemak tubuh domba adalah 21,00% atau 3,29 kg. Disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan level protein 13-15% dan sumber protein bungkil kedelai atau tepung ikan menghasilkan komposisi protein dan lemak tubuh domba ekor tipis jantan yang sama

    Menakar Kinerja Sistem Agribisnis Padi Organik di Priangan Timur

    No full text
    Keberlanjutan agribisnis padi organik salah satunya ditentukan oleh kinerja sistem agribisnis yang terdiri dari subsistem penyediaan input produksi, subsistem onfarm, subsistem pengolahan/penanganan hasil, subsistem pemasaran dan subsistem unsur penunjang. Di Indonesia, khususnya Priangan Timur dikenal sebagai wilayah pengembangan padi organik. Saat ini kinerja pengembangannya menunjukkan indikator penurunan diantaranya produktivitas, produksi, luas areal tanam dan jumlah petani yang terlibat dalam penanaman padi organik.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kinerja sistem agribisnis padi organik. Metode survey digunakan dalam penelitian ini dengan teknik cluster random sampling terhadap 280 petani padi organik di 4 kabupaten/kota Priangan Timur Provinsi Jawa Barat Indonesia. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa pengembangan agribisnis padi organik di wilayah penelitian memperoleh kinerja cukup

    Analisis Margin dan Saluran Pemasaran Bahan Pangan Pokok Beras Kabupaten Indramayu

    Get PDF
    Beras merupakan bahan pangan pokok utama masyarakat yang ketersediaannya harus kontinyu bagi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi didalam penyediaan stok dan stabilitas harga adalah terkendala dengan pola distribusi yang kurang merata, musim panen yang tidak sama dan adanya kebijakan impor. Permasalahan yang lain adalah disatu sisi pelaku usaha perdagangan beras menginginkan keuntungan yang tinggi, namun di sisi lain masyarakat sebagai konsumen menghendaki harga yang murah dengan demikian dibutuhkan kebijakan strategis dari pemerintah untuk menjaga stabilitas stok dan harga yang sama-sama diuntungkan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah membangun jaringan distribusi yang lebih efektif dan efisien bagi para pelaku usaha perdagangan beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui margin pemasaran yang diterima oleh setiap pelaku usaha perdagangan beras dan mendeskripsikan saluran pemasaran yang lebih efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei. Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu sebagai daerah sentra produksi yang merupakan daerah pensuply terbesar bagi kebutuhan beras nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa margin yang diperoleh oleh para pelaku usaha beras didapatkan oleh para tengkulak yang langsung membeli beras/ gabah masyarakat (petani). Banyaknya saluran pemasaran beras diakibatkan oleh banyaknya para pelaku usaha pemasaran beras

    Respon Petani terhadap Kegiatan Sekolah Lapang Mandiri Benih Kedelai

    Get PDF
    Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan strategis di Indonesia. Permintaan kedelai secara nasional belum mampu tercukupi dari produksi dalam negeri, sehingga harus mendatangkan tambahan dari negara lain. Pemerintah mulai fokus untuk menggenjot produksi kedelai melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman. Dukungan inovasi teknologi di bidang perbenihan kedelai sangat diperlukan, utamanya dukungan ketersediaan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki potensi hasil tinggi. Selain itu dukungan para penangkar atau produsen benih kedelai yang bersedia menyediakan benih kedelai bermutu secara kontinyu juga sangat dibutuhkan. Upaya yang ditempuh pemerintah diantaranya melalui program Desa Mandiri Benih (DMB) padi dan kedelai. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah mengambil peran sebagai pendamping, melalui metode Sekolah Lapang Mandiri Benih Kedelai (SL-MBK). Kegiatan pendampingan SL-MBK dilaksanakan di Desa Tersidi Lor, Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Kelompok Tani Sri Makmur. Kajian respon dilakukan untuk mendapatkan umpan balik terhadap kegiatan ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa 84,85% dari 33 orang petani responden memberikan respon yang positif atau baik, artinya kegiatan SL-MBK memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan baru

    Desain Pretreatment Santan dengan Teknik Hurdle dalam Upaya Memperpanjang Umur Simpan Serabi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jeruk dan konsentrasi pH asam sitrat yang paling disukai konsumen dan pengaruh serta lama daya simpan serabi dengan pretreatment santan menggunakan teknik hurdle. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu dimulai dari penentuan serabi yang paling disukai, pelatihan panelis, penyimpanan serabi yang terpilih, dan penentuan umur simpan. Rancangan percobaan penelitian tahap pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi asam sitrat dari buah jeruk (jeruk nipis dan lemon) dan variasi konsentrasi pH (2,5 dan 3) dan penelitian terakhir menggunakan uji tahapan berjenjang (Partially Staggered Design) serta dilakukan uji nilai asam lemak bebas pada serabi terpilih setiap jam ke 12, 24, 36, 48, 60 dan 72. Serabi yang paling disukai adalah serabi dengan formula pretreatment santan menggunakan air jeruk lemon dengan pH 3 yang memiliki umur simpan 32 jam dengan persentase selisih waktu sebesar 113,33% dari serabi kontrol.

    Uji Pemangkasan dan Dosis Fungisida pada Budidaya Kedelai (Glycine Max. L)

    Get PDF
    Kedelai merupakan tanaman pangan terpenting penghasil protein nabati.Kebutuhan kedelai terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk diIndonesia. Hasil kedelai di Indonesia berfluktuasi, hal ini terjadi karena perbedaancara budidaya. Salah satu teknik budidaya kedelai yang diperkirakan dapatmeningkatkan hasil yaitu dengan pemangkasan. Sebagian masyarakat telahmengenal teknik budidaya tersebut, tetapi studi tentang pemangkasan pada kedelaimasih sedikit dilakukan. Pemangkasan atau topping menyebabkan perlukaan padabatang tanaman. Hal tersebut memungkinkan terjadinya infeksi jamur. Untuk ituperlakuan fungisida juga dicobakan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang lebih baik dengan memberikanperlakuan pemangkasan dengan penambahan fungisida.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian UNSdi Jumantono, Karanganyar. Pengamatan hasil dilakukan di Laboratorium Ekologidan Manajemen Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas MaretSurakarta. Penelitian diselenggarakan mulai September 2018 sampai Januari 2019.Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) 1 faktor dengan5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang dicobakan yaitu, P0:tanpa pemangkasan; P1: pemangasan dengan fungisida dosis 0 g/l; P2:pemangasan dengan fungisida dosis 1 g/l, P3: pemangkasan dengan fungisida dosis2,25 g/l; P3: pemangkasan dengan fungisida dosis 3,5 gr/l. Data yang diperolehdianalisis menggunakan sidik ragam berdasarkan uji F taraf 5 %, kemudiandilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan baik dengan maupuntanpa fungisida tidak memberikan pengaruh nyata terhadap hasil dan komponenpertumbuhan. Pemangkasan dengan fungisida dosis 1 gr/l cenderung meningkatkanILD dan jumlah cabang tanpa mengubah komponen hasil secara nyata. Banyaknyajumlah cabang yang dihasilkan tidak berhubungan dengan jumlah polong, jumlahbiji, berat biji, berat 100 biji yang dihasilkan oleh tanaman

    Transformasi Perlawanan Petani dalam Menghadapi Tengkulak (Studi Kasus Petani Cabai Lahan Pasir Pantai di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk dan proses perlawanan petani lahan pasir pantai di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo terhadap mafia cabai.  Metode penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi. Validitas data ditentukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Dasar petani melakukan perlawanan adalah adanya dominasi dan permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak dan mafia cabai terhadap petani. Perlawanan dilakukan secara terbuka yang bersifat organik, sistematik, kooperatif melalui bentuk perlawanan yang dilakukan melalui tindakan- tindakan kolektif atau bersama. 

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇