Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Hubungan Kekerabatan Klon Ubi jalar Berkadar Gula Tinggi Berdasarkan Karakteristik Morfologi Umbi

    Get PDF
    Klon-klon ubi jalar calon varietas unggul dengan kadar gula tinggi dimulai dengan seleksi uji daya hasil pendahuluan (UDHP). Sebanyak 40 klon ubi jalar digunakan dalam penelitian UDHP. Penelitian dilakukan di Malang pada tahun 2017 menggunakan rancanagan acak kelompok (RAK) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk umbi, keseragaman bentuk, keseragaman ukuran, dan kualitas umbi menunjukkan skor 3 – 5 dengan rata-rata masing-masing 4,3; 4,7; 4,5; dan 4,0. Sedangkan rengkah umbi memiliki skor 4 – 5 dengan rata-rata 4,8. Semakin tinggi skor, berarti penampilan umbi semakin bagus. Warna kulit umbi menunjukkan warna kuning, oranye, hingga merah. Hubungan kekerabatan berdasarkan karakter morfologi dikelompokkan dengan merujuk metode Rasco, sehingga didapatkan satu grup utama dan terdiri dari 2 sub grup. Masing-masing sub grup terdiri dari 9 klon ubi jalar yang mempunyai kesamaan sifat, dan 31 klon ubi jalar yang tergabung pada sub grup lainnya. Kesamaan sifat pada grup I terletak pada bentuk umbinya agak seragam, dengan keseragaman bentuk dan ukurannya agak baik, dan kualitas umbinya juga agak baik, serta memiliki rengkah yang sedikit. Kesamaan sifat pada sub grup II terletak pada karakter morfologinya menunjukkan skor agak jelek hingga sedang

    Intervensi dan Dampak Pembangunan Desa Wisata Genilangit Bagi Petani dalam Usaha Petik Sayur Sendiri di Lahan di Era Covid

    Get PDF
    Pengembangan desa wisata menjadi hal yang urgent, banyak sektor kehidupan yang secara otomatis akan turut terangkat. Jika desa wisata berkembang, maka dari segi ekonomi perekonomian masyarakat desa juga akan meningkat. Penduduk lokal yang mayoritas adalah petani hal yang sangat penting untuk berperan aktif dalam pengembangan  desa wisata agar mendapatkan manfaat dan memberikan dampak bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraannya. Implementasi good governance di tingkat desa, diama partsipiasi masyarakat memainkan strategis menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana intervensi dan dampak pembangunan Desa Wisata Genilangit bagi petani sayur di wilayah setempat. Metode penelitian ini adalah kulitatif dengan poendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani berpartisipasi dalam pembangunan desa wisata mulai dari tahap perencanaan sampai evaluasi. Keberhasilan pembangunan Desa Wisata Genilangit berbasis masyarakat tidak luput dari intervensi- intervensi pengembangan masyarakat, baik dari aspek ekologi, ekonomi, sosial budaya amaupun politi

    Cover

    No full text

    Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Ayam Broiler Mitra PT Laras Sejati Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang

    Get PDF
    Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha ditinjau dari aspek finansial. Lokasi penelitian dilakukan pada peternakan ayam broiler mitra PT Laras Sejati yang terletak di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh (sensus), dimana terdapat 13 peternak plasma yang telah menjalin kerjasama dengan PT Laras Sejati dan terdapat 3 sistem kandang, yaitu closed house, semi closed house, dan open house. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif untuk mengetahui tingkat kelayakan invetasi berdasarkan kriteria NPV, Net B/C, dan IRR. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek finansial dengan tingkat suku bunga 9 %, kandang closed house memperoleh NPV sebesar Rp 16.166.814, Net B/C sebesar 1,17, dan IRR sebesar 27,30 %. Kandang semi closed house memperoleh NPV sebesar Rp 12.121.385, Net B/C sebesar 1,16, dan IRR sebesar 26,22 %.  Kandang open house memperoleh NPV sebesar Rp 5.075.604, Net B/C sebesar 1,11, dan IRR sebesar 21,41 %. Maka secara finansial usaha peternakan ayam broiler mitra PT Laras Sejati layak untuk dijalankan.

    Kajian Kesuburan Tanah di Kabupaten Madiun

    Get PDF
    Tanah merupakan salah satu komponen dasar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Hasil analisis laboratorium menggambarkan sebagai berikut; kabupaten madiun mempunyai tekstur liat, liat berdebu, lempung, lempung berdebu, lempung berliat. Status pH tanah adalah agam masam hingga netral. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) cukup tinggi. Kandungan C-organik mayoritas rendah dan sangat rendah. Kandungan nitrogen total dalam tanah rendah. Kandungan fosfat bervareasi dari bernilai sedang, rendah dan sangat rendah. Kandungan kalium tergolong sangat rendah. Kandungan natrium rendah dan sedang. kandungan calsium bervareasi dari sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan magnesium bervareasi dari kandungan magnesium sangat rendah, Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil kajian kesuburan tanah kabupaten madiun harus melakukan sebagai berikut; Pengolahan tanah, pengolahan air dan perbaikan drainase. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Penambahan pupuk yang mengandung Mg. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik.Tanah merupakan salah satu komponen dasar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Hasil analisis laboratorium menggambarkan sebagai berikut; kabupaten madiun mempunyai tekstur liat, liat berdebu, lempung, lempung berdebu, lempung berliat. Status pH tanah adalah agam masam hingga netral. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) cukup tinggi. Kandungan C-organik mayoritas rendah dan sangat rendah. Kandungan nitrogen total dalam tanah rendah. Kandungan fosfat bervareasi dari bernilai sedang, rendah dan sangat rendah. Kandungan kalium tergolong sangat rendah. Kandungan natrium rendah dan sedang. kandungan calsium bervareasi dari sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan magnesium bervareasi dari kandungan magnesium sangat rendah, Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil kajian kesuburan tanah kabupaten madiun harus melakukan sebagai berikut; Pengolahan tanah, pengolahan air dan perbaikan drainase. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Penambahan pupuk yang mengandung Mg. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik

    Pola Adopsi Inovasi Petani Padi Sawah: Sebuah Survei di Lima Kecamatan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat

    Get PDF
    Walau pun petani sudah diperkenalkan pada seperangkat inovasi yang saling mendukung paling kurang sejak 10 tahun terakhir, para petani cenderung mengadopsi inovasi secara selektif: mengadopsi yang sesuai dan bisa dilaksanakan dan terbukti meningkatkan produksi dan/atau meminimumkan biaya usaha tani. Dengan demikian, bibit unggul adalah inovasi yang paling umum di adopsi petani, terutama bibit unggul yang memberikan hasil yang tinggi dan/atau pendapatan yang lebih baik (bibit unggul yang menghasilkan beras kualitas tinggi). Inovasi-inovasi budidaya, yang pada dasarnya merupakan upaya ‘fine tuning’ praktek budidaya padi (seperti pemilihan bibit yang lebih baik, pupuk seimbang dan sesuai kebutuhan, serta sistem tanam jarwo) diadopsi sejauh bisa dilaksanakan, peralatan tersedia, dan lingkungan menerima (misalnya tidak ada resistensi dari buruh tani). Inovasi-inovasi seperti PHT tidak sepenuhnya diadopsi petani mengingat tingginya risiko akibat serangan hama/penyakit. Gagasan-gagasan atau inovasi yang betapa pun bagusnya, misalnya dari segi kesehatan dan lingkungan, tetapi tidak mengurangi biaya atau secara langsung meningkatkan produksi kelihatannya tidak potensial untuk diadopsi petani. Inovasi kelembagaan seperti AUTP dan LKMA ternyata tidak terlalu dimanfaatkan petani walau pun secara hipotetis dibutuhkan petani

    Pengaruh Penambahan Aditif Pakan Berupa Kombinasi Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat Terhadap Produksi Karkas Ayam Broiler

    Get PDF
    Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi penggunaan penambahan aditif pakan berupa kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat terhadap persentase karkas dan non karkas, potongan komersil serta lemak abdominal ayam broiler. Sebanyak 144 ekor ayam broiler dipelihara sampai umur 38 hari. Pakan yang digunakan terdiri dari jagung, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, Meat Bone Meal (MBM) dan premix yang disusun menjadi ransum basal. Perlakuan berupa penambahan kombinasi berupa tepung kulit singkong dan bakteri asam laktat (BAL) dalam pakan basal dengan level yang berbeda yaitu T0 (ransum basal tanpa sinbiotik), T1 (ransum basal+ sinbiotik 50 ml/kg), T2 (ransum basal+sinbiotik 100 ml/kg), T3 (ransum basal+sinbiotik 150 ml/kg). Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pakan aditif berupa kombinasi kulit singkong dan BAL tidak berpengaruh nyata (P>0,5) terhadap persentase karkas, potongan komersil dan lemak abdominal ayam broiler, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase non karkas ayam broiler (P<0,5). Simpulan yang didapatkan yaitu dengan penambahan aditif pakan berupa kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat hingga taraf 150 ml/kg ke dalam ransum basal belum mampu meningkatkan produksi karkas ayam broiler

    Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.)

    Get PDF
    Salah satu komoditas hortikultura yang mulai digemari adalah sawi pagoda (Brassica narinosa L.). Sayuran ini mengandung mineral, seperti: protein nabati, kalsium, selenium, beta karoten, asam folat, asam glukosinolat, dan zat besi. Selain mineral sayuran ini juga mengandung vitamin, diantaranya vitamin A dan vitamin B yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Namun produksi sawi pagoda pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Maka dari itu, diperlukan usaha untuk meningkatkan produksi tanaman sawi pagoda. Salah satu strategi untuk mencapai peningkatan tersebut adalah dengan penggunaan pupuk organik cair (POC) dalam proses budidaya B. narinosa L. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh POC Biofarm® terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda serta menentukan konsentrasi POC Biofarm® yang mampu memberikan hasil tertinggi pada tanaman sawi pagoda. Bahan utama yang digunakan yaitu bibit sawi pagoda dan POC Biofarm®. Metode penelitian melalui penanaman bibit sawi pada bedengan yang berukuran 1 m × 2,5 m dengan jarak tanam 50 cm × 40 cm dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu (ml/L) 0, 1, 2, 3, 4, 5, yang setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Analisis hasil penelitian menggunakan metode sidik ragam (Uji F 5%) dan untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan digunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan selang kepercayaan 5%. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW di Salaran, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, yang berada pada ketinggian ± 900 mdpl, pada bulan April sampai Mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC Biofarm® dapat mendukung pertumbuhan yang optimum dan meningkatkan hasil tanaman sawi pagoda dibandingkan dengan kontrol. Pemberian POC dengan konsentrasi 3 ml/L memberikan hasil tertinggi pada tanaman sawi pagoda, dengan paramater tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan basah,berat brangkasan kering, dan kandungan klorofil daun

    Eksplorasi dan Identifikasi Jamur Endofit dari Akar Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.)

    Get PDF
    Jamur endofit merupakan jamur yang bersimbiosis mutualisme dengan tanaman dan memiliki potensi sebagai agen pengendali biologi penyakit tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis jamur endofit yang diisolasi dari akar tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanaman, Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan November hingga Desember 2018. Tahapan Penelitian yang dilakukan yaitu mengisolasi jamur endofit dari akar tanaman tomat yang diperoleh dari desa Badas Kabupaten Jombang dengan menanam isolat jamur pada media PDA, memurnikan isolat jamur, dan mengidentifikasi isolat jamur dengan cara mencocokkan dengan pustaka identifikasi jamur. Berdasarkan hasil isolasi diperoleh 10 isolat jamur yaitu J1, J2, J3, J4, J5, J6, J7, J8, J9 dan J10. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 3 genus jamur yaitu isolat J1, J6 ,J7 dan J8 termasuk dalam genus Penicillium sp., isolat J2 dan J3 termasuk dalam genus Aspergillus sp., dan isolat J4, J5, J9 dan J10 termasuk dalam genus Fusarium s

    Kualitas Feses dan Produksi Biogas Domba Ekor Tipis Jantan Muda yang Diberi Pakan dengan Level Protein dan Sumber Protein Berbeda

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas feses dan produksi biogas yang dihasilkan domba ekor tipis jantan muda yang diberi pakan dengan level dan sumber protein berbeda. Materi yang digunakan adalah Domba Ekor Tipis sebanyak 20 ekor dengan rerata bobot badan 13,03 ± 2,30 kg (CV 17,63%). Domba diberi pakan komplit dalam bentuk pellet yang disusun dari molases, gaplek, pucuk tebu, kulit singkong, bungkil kedelai, tepung ikan dan mineral mix. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial pola 2  2 dengan 4 perlakuan, yaitu T1 (Pakan komplit dengan level PK 13% dan sumber protein bungkil kedelai), T2 (Pakan komplit dengan level PK 13% dan sumber protein tepung ikan), T3 (Pakan komplit dengan level PK 15% dan sumber protein bungkil kedelai) dan T4 (Pakan komplit dengan level PK 15% dan sumber protein tepung ikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan level dan sumber protein berbeda tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap produksi biogas, namun perlakuan level protein memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap kandungan PK feses, sedangkan sumber protein tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap kandungan PK feses. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian level protein pakan hingga 15% dengan sumber protein berbeda tidak mempengaruhi produksi biogas, akan tetapi level protein pakan berpengaruh terhadap kandungan PK feses

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇