Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Daya Terima Panelist terhadap Kualitas Cider Apel dalam Meningkatkan Nilai Gizi Pangan sebagai Imunitas Tubuh di Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Buah Apel (Malus Sylyestris) merupakan salah satu hasil pertanian yang tersedia sepanjang tahun. Buah dari tanaman apel banyak dikonsumsi sebagai buah segar selain rasanya menyegarkan juga banyak mengandung vitamin yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit. Buah Apel tidak terjual semuanya di supermarket atau pasaran maka akan terbuang percuma dan menjadi limbah, padahal di dalam buah apel yang sudah reject atau rusak masih mengandung gizi yang tinggi dan terlebih ada kandungan zat antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Di masa pandemi Covid-19 ini diperlukan strategi ketahanan pangan untuk menghadapi masa new normal Covid-19 dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh setiap orang yaitu salah satunya dengan mengkonsumsi cider apel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap produk cider apel dari buah apel reject. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap sebanyak tiga kali ulangan dengan dua factor yaitu konsentrasi inokulum dan kadar sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk daya terima Cider Apel diperoleh dari perlakuan konsentrasi inokulum 5% dan kadar sukrosa 15%, dengan rata–rata nilai tingkat kesukaan panelis terhadap warna sebesar 4,30; bau sebesar 4,26 dan rasa 4,30. Dengan Daya terima Panelist terhadap kualitas maka cider Apel ini dapat dikonsumsi dengan tujuan meningkatakan imunitas tubuh di pandemic covid19, ini disebabkan karena cider apel memiliki zat aktif sebagai antioksidan dan antibakteri untuk sebagai penambah imunitas tubuh manusia di pandemi Covid 19

    Efektivitas penambahan pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil jagung (Zea mays L.) hibrida

    Get PDF
    Jagung hibrida merupakan persilangan dari dua atau lebih benih yang memiliki sifat unggul. Jagung hibrida memiliki produktivitas tinggi dalam potensi hasil dan pertumbuhan tanaman lebih seragam. Salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas jagung tanpa merusak tekstur atau struktur tanah adalah dengan menggunakan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan pupuk organik dengan dosis yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil jagung hibrida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan yang dimaksud : Kontrol (G0), 5 ton/ha (G1), 10 ton/ha (G2), 15 ton/ha (G3), 20 ton/ha (G4). Pupuk organik yang digunakan sebagai perlakuan adalah pupuk organik Dirjanik. Pupuk organik diberikan bersamaan pada saat penanaman sebagai pupuk dasar dan saat 4 mst dengan cara disebar secara merata pada tiap petakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil adalah 20 ton/ha. Variabel pertumbuhan indeks luas daun meningkat secara nyata pada dosis 20 ton/ha, yang mana pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan kontrol dan dosis pupuk yang lain. Variabel hasil berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat biji per petak, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji meningkat secara nyata pada dosis 20 ton/ha

    Pemberdayaan Digital Marketing Tourism Karang Taruna Desa Kemuning pada Destinasi Wisata Pasar Mbatok

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan karang taruna Desa Kemuning oleh GenPI (Generasi Pesona Indonesia). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan lokasi secara sengaja (purposive), yaitu Desa Kemuning Kabupaten Karanganyar dengan pertimbangan karang taruna Desa Kemuning mengelola Pasar Mbatok yang merupakan satu-satunya pasar digital GenPI di Kabupaten Karanganyar. Hasil penelitian menjelaskan proses pemberdayaan karang taruna Desa Kemuning oleh GenPI yang melewati tahap memenuhi unsur partisipasi masyarakat, mengadakan kegiatan untuk peningkatan kapasitas SDM, implementasi program pasar digital di masyarakat,dan pengawasan pelaksanaan program bersama masyarakat

    Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Pakan Alternatif untuk Meningkatkan Average Daily Gain, Konsumsi serta Tingkat Kecernaan Pada Ternak Ruminansia: Review

    Get PDF
    Pakan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi produktifitas ternak. Kualitas pakan yang rendah dapat menurunkan produktifitas ternak,begitu pula sebaliknya, pakan dengan kualitas tinggi dapat menaikkan produktifitas ternak tersebut. Maka kita perlu mencari pakan alternatif yang potensial, murah, mudah diperoleh, serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Tanaman eceng gondok yang pada saat ini dianggap sebagai tanaman pengganggu atau gulma dikarenakan tingkat pertumbuhannya yang relatif cepat sehingga tanaman ini sulit untuk di basmi, namun dibalik itu semua eceng gondok juga memiliki sumber protein yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak. Tujuan dari dilakukannya penulisan karya ilmiah ini yaitu mengetahui penggunaan eceng gondok sebagai pakan alternatif ternak ruminansia serta mengetahui efek fisiologis ternak terhadap pakan yang diberikan. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah kajian pustaka dan pendekatan deskriptif. Kualitas eceng gondok sebagai bahan pakan alternatif dapat dilihat dari kandungan proksimatnya baik itu protein, serat kasar, serta lemak kasar di dalamnya. Semakin baik pakan yang diberikan maka dapat menunjang produktivitas ternak tersebut dan dari beberapa uji penelitian terhadap ternak ruminansia. Hasil yang di dapat setelah dilakukannya beberapa uji menunjukan bahwasannya pemberian eceng gondok dalam pakan belum dapat meningkatkan average daily gain, komsumsi pakan serta konverensi pakan, namun dapat meningkatkan kecernaan pakan pada ternak ruminansia

    Potensi Ternak Entok (Cairina Moschata) Sebagai Sumber Daging Alternatif Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

    Get PDF
    Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis unggas air hasil domestikasi yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan sekarang telah banyak dibudidayakan dikalangan peternak tradisional Indonesia. Produk utama yang diharapkan dari pemeliharaan entok adalah daging, karena entok memiliki bobot badan yang tinggi dibandingkan ayam dan itik. Entok jantan rata-rata memiliki bobot badan 5-5,5 kg/ekor, sedangkan betina sekitar 2,5-3 kg/ekor. Populasi ternak entok nasional tahun 2019 tercatat mengalami peningkatan sekitar 3,7 % namun produktivitasnya belum optimal. Hal ini disebabkan karena entok masih banyak dibudidayakan dengan pola pemeliharaan secara tradisional (ekstensif), serta pemberian pakan seadanya yakni dengan diumbar dan digembalakan di sungai, sawah, rawa, dan pemukiman sehingga peningkatan populasinya tergolong lambat. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing komoditi entok antara lain faktor kondisi, faktor permintaan, faktor industri terkait, faktor industri pendukung, dan faktor persaingan industri. Upaya menjadikan entok sebagai penghasil daging utama membutuhkan strategi dan perhatian yang serius. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain penentuan lokasi pengembangan sektor peternakan entok yang ideal, pengoptimalan lahan, pemanfaatan sumber daya genetik yang unggul, meningkatkan konsumsi daging entok, mengembangkan produktivitas entok, meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan pada sektor peternakan entok. Simpulan dari artikel ini yakni entok berpotensi sebagai penghasil daging alternatif yang baik, memiliki peluang sebagai produksi pangan hewani, dan menunjang daya saing sebagai pangan yang mendukung ketahanan pangan nasional

    Efektivitas Aplikasi Daun Pepaya dalam Pengendalian Kutu Tempurung Coccus celatus

    Get PDF
    Tanaman daun ungu (Graptophyllum pictum L) adalah tanaman obat yang digunakan sebagai bahan baku jamu saintifik hemoroid. Kendala yang dialami dalam budidaya tanaman daun ungu adalah serangan hama kutu tempurung (Coccus celatus L). Daun pepaya berpotensi untuk digunakan sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida nabati untuk mengatasi serangan kutu tempurung pada daun ungu. Percobaan eksperimental laboratoris ini menggunakan metode RAL dengan perlakuan meliputi ekstrak etanol daun pepaya dengan konsentrasi 10 ppm, 100 ppm, 1000 ppm, perasan segar (1:1), air rebusan (1:1), dan akuades. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diamati adalah mortalitas kutu tempurung setelah aplikasi perlakuan. Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval 3 jam sekali selama 12 jam pengamatan dengan 2 kali penyemprotan pada jam 09.00 dan 12.00 WIB. Data dianalisis dengan analisis ragam taraf 5% dan beda nyata diuji lanjut menggunakan uji Dunnet t(2-sided). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak etanol daun pepaya dengan konsentrasi 100 ppm cukup efektif dan efisien untuk mengendalikan kutu tempurung pada tanaman daun ungu

    Motivasi Petani Dalam Penerapan Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Pada Tanaman Cabai Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman

    Get PDF
    Pembangunan pertanian yang mengarah pada pertanian ramah lingkungan yaitu adanya inovasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai pengganti pestisida dan pupuk kimia, fungsi dari PGPR mempercepat pertumbuhan dan mengendalikan serangan hama penyakit. Berhubungan dengan itu motivasi penting dikaji untuk mengetahui bagaimana petani memiliki keinginan dan dorongan untuk menerapkan PGPR. Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis sikap, minat, nilai, dan aspirasi petani dalam penerapan PGPR, 2) menganalisis motivasi petani, 3) menganalisis hubungan sikap, minat, nilai, dan aspirasi petani dengan tingkat motivasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei.Lokasi penelitian di Kecamatan Prambanan yang menerapkan PGPR sejak tahun 2012.Populasi dari 6 kelompok tani yang berada di Desa Sambirejo, Bokoharjo, Wukirharjo, dan Gayamharjo.Penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling dengan sampel 60 petani. Pengujian hubungan menggunakan analisis rank spearman dan uji signifikansi dengan IBM SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan 1) sikap petani dalam kategori positif, minat dalam kategori tinggi, nilai dalam kategori sangat baik, dan aspirasi dalam kategori rendah, 2) Motivasi petani dalam kategori tinggi, kebutuhan eksistensi dan kebutuhan relasi dalam kategori tinggi, kebutuhan pertumbuhan dalam kategori sangat tinggi, 3) uji rank spearman menunjukkan faktor-faktor sikap, minat, nilai memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan motivasi petani, sedangkan aspirasi tidak memiliki hubungan yang signifikan

    Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Waduk Cengklik Melalui Gerakan Peduli Lingkungan

    Get PDF
    Waduk Cengklik yang teletak di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada awalnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air industri Pabrik Gula Colomadu, namun pada perkembanganya sekarang mulai berubah seiring dengan berkembangnya kawasan Kecamatan Ngemplak Kab Boyolali, dimana ada bandara internasional Adisumarmo, maka kawasan Waduk Cengklik sangat menarik menjadi destinasi wisata baik lokal maupun regional. Yang pada giliranya masyarakat sekitar Waduk Cengklik menangkap peluang dalam meningkatkan ekonomi masyarkat. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) sebagai pengelola Waduk Cengklik mempunyai kewajiban untuk mendorong pemberdayaan masyarakat bersama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dengan semboyan “Jogo Lan Noto Waduk Cengklik” dengan hasil terbentuknya Komunitas Peduli Waduk Cengklik (KPW Cengklik). Sebagai tindak lanjut Tim Pengabdian Masyarakat PTSFT UNS pada tahun 2021 ini terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar Waduk Cengklik terutama di Kelurahan Ngargorejo, Senting dan Sobokerto Kecamatan Ngemplak, yang sudah tergabung dalam “KPW Cengklik” sebagi mitra kerja. Melaksanakan penyuluhan sadar hukum, sadar wisata, pentingnya organisasi dengan penyusunan Pedoman Pembentukan KPW Cengklik

    Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Brokoli Mendukung Good Agricultural Practices : Review

    Get PDF
    Brokoli memiliki kandungan nutrisi tinggi dan dimanfaatkan bunganya untuk sayur dalam kondisi mentah maupun matang. Bunga brokoli untuk sampai ke tangan konsumen harus memiliki kualitas baik. Bunga brokoli yang berkualitas dapat diperoleh salah satunya dengan teknik pengendalian hama dan penyakit yang baik selama budidaya. Pengendalian hama penyakit harus dilakukan secara efektif dan efisien serta diusahakan tidak merugikan lingkungan. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan berupaya memanfaatkan mikroorganisme hayati melalui proses-proses alami. Konsep pengelolaan hama terpadu (PHT) mempertimbangkan ekosistem, stabilitas, dan kesinambungan produksi sesuai tuntutan praktik pertanian yang baik. Praktek kultur teknis terbukti efektif menekan hama dan mampu diterima luas dalam implementasi teknologi PHT. Oleh karena itu, praktik kultur teknis tanaman brokoli dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan. Konsep PHT lebih banyak memanfaatkan bahan dan metode hayati, antara lain penggunaan tanaman refugia, penyemprotan pestisida nabati dan Beauveria bassiana, dan aplikasi PGPR. Budidaya brokoli secara organik akan melindungi ekosistem dari kerusakan sehingga tercipta sistem pertanian yang berkelanjutan. Sistem ini menjadi tujuan jangka panjang PHT dengan sasaran pencapaian produksi tinggi, produk berkualitas, peningkatan sumber daya lingkungan, pembangunan perekonomian desa, dan kehidupan yang lebih baik bagi komunitas pertanian pada umumnya

    Kajian Kualitas Air dan Volume Pemanenan Air Hujan Sistem Atap Pada Greenhouse Academic Leadership Grant

    Get PDF
    Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan, dalam sektor pertanian air merupakan faktor penting untuk pemberian air irigasi tanaman. Pemanenan air hujan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk pemanfaatan sumber daya air, hanya saja perlu diketahui kualitas air hujan dari hasil pemanenan air hujan dapat memenuhi baku mutu air untuk irigasi tanaman atau tidak dan apakah jumlah volume air hujan yang tetampung dapat memenuhi konsumsi atau kebutuhan air tanaman. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume air hujan tertampung di Greenhouse Academic Leadership Grant (Greenhouse ALG) Universitas Padjadjaran seta perbedaan kualitas air antara air hujan langsung dengan air hujan hasil pemanenan air hujan. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse ALG Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan pada beberapa parameter yaitu pH, EC, TDS, TSS, dan Kekeruhan. Kualitas air hujan dan langsung dan tidak langsung sangat layak digunakan sebagai sumber air irigasi karena memenuhi kriteria air irigasi menurut PP No. 82 Tahun 2001 dan  Guidelines for Interoretation of Water Quality for Irrigation FAO. Volume akhir pemanenan air hujan yang terpanen secara aktual selama penelitian yaitu sebesar 121.024 liter.

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇