Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Penampilan Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Hidroponik NFT Dari Berbagai Ukuran Bibit Saat Transplanting

    Get PDF
    Dalam budidaya tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik dengan sistem NFT, salah satu penentu produktivitas adalah ukuran bibit saat pindah tanam (transplanting). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran bibit terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik NFT serta menentukan kriteria bibit yang dapat memberikan hasil tertinggi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan ukuran bibit dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan terdiri dari P1 benih (0,0038 g); P2 bibit umur 5 HSS (0, 0355 g); P3 bibit umur 10 HSS (0,0686 g); P4 bibit umur 15 HSS (0,0806 g) dan P5 bibit umur 20 HSS                (0,128 g). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter bonggol, total karotenoid dan bobot segar tajuk bersih. Data dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang berasal dari benih (0,0038 g) dan bibit berumur 5 HSS (0,0355 g) memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter bonggol dan bobot tajuk bersih lebih tinggi dibandingkan dengan pakcoy yang berasal dari bibit umur 10 HSS (0,068 g); 15 HSS (0,0806 g) dan 20 HSS (0,128 g). Ukuran bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata pada parameter total karotenoid.

    Pertumbuhan Tanaman Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Penambahan Pupuk Kandang Kambing

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman rumput gajah. Metode penelitian ini dengan membandingkan proses penanaman rumput gajah dengan menggunakan pupuk kandang kambing dibandingkan dengan tanpa pemberian pupuk kambing. Pupuk kandang kambing diberikan pada 5 bedeng dengan setiap bedeng sebanyak 7 kg. Perawatan dan pendataan dilakukan selama enam minggu atau masa defoliasi. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, lingkar batang dan tunas primer. Hasil penelitian didapatkan data bahwa pada minggu ke enam produksi rumput gajah tanpa pemberian pupuk mencapai rata-rata 75,94 cm, jumlah anakan 6,9 dan lingkar batang tunas primer 4,73 cm dengan kandungan BK 18,81 %, sedangkan produksi rumput gajah dengan pemberian pupuk kandang kambing mendapatkan hasil rata-rata tinggi tanaman 131,7 cm, jumlah anakan 12 dan lingkar batang tunas primer 7,6 cm dengan kandungan BK 15,62 %. Pemberian pupuk kandang kambing pada tanaman rumput gajah dapat meningkatkan pertumbuhan rumput gajah.

    Peran Varietas Unggul Baru dalam Usahatani untuk Mendukung Ketahanan Pangan

    Get PDF
    Varietas unggul baru (VUB) merupakan salah satu  sarana produksi untuk keberhasilan dalam usahatani padi. Adanya VUB dipadukan dengan pengelolaaan tanaman terpadu terhadap sumber daya alam yang ada dilingkungan diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Tujuan penelitian untuk mengetahui sampai sejauh mana peran VUB dalam usahatani dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani dalam rangka menyediakan bahan pangan. Sehubungan hal tersebut dilakukan penelitian peran VUB dalam usahatani untuk mendukung ketahanan pangan. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsari, Kecamatan Ciamnggu, Kabupaten Cilacap  bulan Maret – Juli 2018. Lahan  seluas 2 ha, masing-masing petani kooperator dan varietas seluas 1 ha. VUB yang diintroduksikan Inpari 18, dan varietas IR 64 sebagai pembanding. Metode peneneltian menggunakan on farm research dengan membandingkan antara introduksi VUB  dengan varietas pembanding. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan finansial yang hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil peneltian menunjukkan bahwa introduksi VUB Inpari 18 melalui  pendekatan pengelolaan terpadu  produksinya lebih tinggi 1,61 ton/ha (24,77 %), dibandingkan varietas IR 64. Introduksi VUB Inpari 18 melalui pendekatan pengelolaan terpadu pendapatan petani meningkat  Rp. 5.945.000,- (19,46 %)

    Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Terhadap Daya Tetas Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) terhadap daya tetas. Hasil pengamatan menggunakan analisis rancangan acak lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Kedelapan perlakuan dibedakan atas watu penyimpanan yaitu: L1: Lama Penyimpanan 1 hari, L2: Lama Penyimpanan 2 hari, P3: Lama Penyimpanan 3 hari, L4: Lama Penyimpanan 4 hari, L5:  Lama Penyimpanan 5 hari, L6: Lama Penyimpanan 6 hari, L7: Lama Penyimpanan 7 hari, dan L8: Lama Penyimpanan 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan telur ayam KUB untuk masing-masing perlakuan adalah L1 (70.77 ± 25.63 %), L2 (73.77 ± 10.97 %), L3 (76.83 ± 7.18 %), L4 (72.06 ± 11.34 %), L5 (55.66 ± 8.24 %), L6 (49.42 ± 4.26 %), L7 (32.94 ± 11.21 %), dan L8 (17.95 ± 1.81 %). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa lama penyimpanan telur terhadap daya tetas telur berpengaruh nyata (P<0,05). Jadi, lama penyimpanan telur ayam KUB yang tepat adalah antara L1 sampai L4 atau lama simpan 1 – 4 hari. Hal ini ada kecenderungan semakin lama telur tetas disimpan maka akan menurunkan persentase daya tetas telur

    Analisis Tumbuh Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) pada Tanah Bekas Bioaktivator dan Trichoderma dengan Kombinasi Dosis Pupuk Anorganik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tumbuh tanaman kedelai (Glycine max l. Merril) pada tanah bekas bioaktivator Trichoderma dengan kombinasi dosis pupuk anorganik.  Rancangan yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama tanah bekas bioaktivator Trichoderma (A) : A1 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma ragi), A2 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma nasi basi), A3 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma rumen sapi), sedangkan faktor kedua kombinasi dosis pupuk anorganik (B) : B1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg Sp-36/ha + 50 kg Kcl/ha), B2 (25 kg Urea/ha + 50 kg Sp-36/ha + 50 kg Kcl/ha), B3 (25 kg urea/ha + 100 kg sp-36/ha + 25 kg kcl/ha) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan variable pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, laju asimilasi bersih, laju tumbuh relative, indeks luas daun, source dan sink. Hasil data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (anova) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah bekas bioaktivator Trichoderma berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun 14 hst, berpengaruh nyata terhadap berat basah tanaman 14 hst dan laju asimilasi bersih 28 hst.  Sedangkan pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan.  Dan tidak terjadi interaksi antara tanah bekas bioaktivator Trichoderma dengan kombinasi dosis pupuk anorganik terhadap semua pengamatan

    Pertumbuhan Beberapa Genotipe Kedelai Pada Tingkat Salinitas 10 dS/m

    Get PDF
    Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan produksi kedelai menuju swasembada dengan produksi 2,8 juta ton adalah melalui perluasan area tanam di lahan suboptimal, salah satunya tanah salin. Luas potensi lahan salin di Indonesia adalah 140.300 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan beberapa genotipe kedelai pada tingkat salinitas tanah 10 dS/m. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji adalah genotipe yang terdiri dari Deja 2, Dering, Karat 13, Panderman, Gepak Kuning, Daun Lancip, Dega1 dan Tanggamus. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, panjang akar, berat brangkasan, bobot kering akar dan tingkat salinitas tanah pada saat tanaman berumur 24 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, semua genotipe masih bertahan hidup hingga umur 45 hst, tetapi pada umur 60 hst, genotipe Dering, Tanggamus, Gepak kuning mulai mati, dan hanya Daun Lancip yang dapat bertahan hingga 75 hari

    Persepsi Petani terhadap Aplikasi RegoPantes sebagai Penunjang Program Petani Go Online dalam Penggunaannya untuk Media Pemasaran Hasil Panen di Desa Wonokerso Kabupaten Batang

    Get PDF
    Program petani go online merupakan salah satu implementasi dari pertanian berbasis internet yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika bersama beberapa pengembang aplikasi pertanian, salah satunya aplikasi RegoPantes. Pada awal tahun 2019, petani di Desa Wonokerso ini sudah jarang menggunakan aplikasi RegoPantes. Penurunan tingkat keaktifan individu terhadap suatu hal memiliki hubungan dengan persepsi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pembentuk persepsi petani terhadap aplikasi RegoPantes, menganalisis persepsi petani terhadap aplikasi RegoPantes, menganalisis hubungan antara faktor-faktor pembentuk persepsi petani dengan persepsi petani terhadap aplikasi RegoPantes, mengetahui perbedaan persepsi antara pengurus dengan anggota kelompok tani mengenai aplikasi RegoPantes. Metode dasar penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik survey. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Desa Wonokerso Kabupaten Batang yang merupakan salah satu desa pengguna aplikasi RegoPantes. Jumlah petani dalam penelitian sebanyak 53 orang. Analisis data menggunakan analisis lebar interval, korelasi rank spearman, dan analisis uji beda mann-u whitney dengan menggunakan program IBM SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukan pendidikan formal petani berada pada kategori rendah, pendidikan non formal petani kategori tinggi, pengalaman individu petani kategori rendah, harapan petani terhadap aplikasi kategori tinggi, akses informasi terhadap aplikasi kategori sedang, dan dalam kelompok tani jumlah anggota kelompok tani lebih besar daripada jumlah pengurus kelompok tani. Persepsi petani terhadap aplikasi RegoPantes yang meliputi kegiatan mengunggah produk, besaran permintaan produk, persiapan penjualan produk, pengiriman produk dan penerimaan hasil penjualan, berada pada kategori baik, Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan non formal, harapan, dan akses informasi dengan persepsi petani terhadap aplikasi. Faktor pendidikan formal dan pengalaman tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi petani terhadap aplikasi. Persepsi antara pengurus kelompok tani dengan anggota kelompok tani terhadap aplikasi tidak memiliki perbedaaan persepsi yang signifikan

    Potensi Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill sebagai Bahan Pangan dan Tanaman Obat: Review

    Get PDF
    Umbi gembili (Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Beberapa upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman gembili sudah banyak dilakukan baik dari segi konservasi, peningkatan produktivitas maupun diversifikasi produk berbahan tanaman ini. Review ini bertujuan untuk mengungkapan berbagai potensi yang dimiliki gembili sebagai bahan pangan maupun sebagai tumbuhan obat. Umbi gembili mengandung alkaloid, terpenoid, saponin, β-sistosterol, stigmasterol, fenolik, glikosida jantung, lemak, pati, PLA, dioscorin, diosgenin dan inulin. Sebagai bahan pangan gembili mengalami perubahan kandungan gizi akibat pengolahan baik secara digoreng, direbus, maupun dikukus. Perubahan zat gizi yang terjadi meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan karbohidrat. Pengolahan menjadi produk dalam bentuk tepung umbi dan tepung pati menyebabkan terjadinya perbedaan kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan total pati. Sebagai bahan obat, umbi gembili berkhasiat sebagai antifertilitas, antihipertensi, antiinflamasi, mengobati diabetes, antioksidan dan kolesterol.

    Pengaruh Pemupukan Kalsium dan Varietas terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Ketahanan Hama Kacang Tanah

    Get PDF
    Budidaya tanaman sehat merupakan salah satu upaya pengelolaan hama secara terpadu diantaranya melalui pemupukan. Penekanan kehilangan hasil kacang tanah oleh serangan hama kutu kebul dan thrips dilakukan melalui pemupukan kalsium dan varietas unggul. Penelitian dilaksanakan di Balitkabi pada Januari-April 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis kalsium  yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 kg/ha, 500 kg/ha, 1.000 kg/ha dan 1.500 kg/ha Ca(OH)2. Faktor kedua adalah varietas kacang tanah yang terdiri dari 4 varietas, yaitu Kelinci, Kancil, Talam dan Takar. Infestasi kutu kebul dan thrips menggunakan metode infestasi alami. Pengamatan meliputi pH tanah, intensitas serangan kutu kebul dan thrips, tinggi tanaman, jumlah daun, hasil kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kalsium dan varietas kacang tanah hanya berpengaruh terhadap parameter intensitas serangan kutu kebul. Pemupukan kalsium tidak berpengaruh terhadap semua parameter, sedangkan varietas berpengaruh terhadap intensitas serangan hama kutu kebul dan thrips, tinggi tanaman, indeks klorofil daun, bobot polong dan biji. Varietas Kelinci memiliki serangan hama kutu kebul dan thrips yang paling tinggi dan hasil paling rendah, sedangkan varietas Kancil, Talam, dan Takar memiliki serangan hama kutu kebul dan thrips yang rendah dan hasil yang tidak berbeda. Intensitas serangan hama thrips berkorelasi negatif dengan pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor varietas kacang tanah lebih dominan dibandingkan faktor pemupukan dalam pengendalian hama kutu kebul dan thrips.

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇