Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Karakteristik Mutu Lada Hitam dan Lada Putih dari Beberapa Kabupaten Sentra Lada di Lampung
Minyak atsiri dan piperin merupakan komponen yang terpenting pada lada dan berperan pada aroma yang khas dan penentu cita rasa pedas yang terkandung dalam bji lada. Variasi komposisi senyawa tersebut di dalam biji lada tergantung pada varietas, lahan tempat tumbuh dan kondisi agroklimat, mutu bahan baku, dan cara pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu lada hitam dan lada putih dari beberapa kabupaten di Lampung. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2019. Sampel lada hitam dan lada putih yang digunakan adalah varietas lokal yang biasa ditanam oleh petani setempat, diperoleh dari 3 Kabupaten sentra penghasil lada di Lampung yaitu: Kabupaten Way Kanan Kabupaten, Lampung Timur, dan Kabupaten Tanggamus,. Parameter komponen mutu lada yang diamati pada penelitian ini adalah minyak atsiri dan piperin yang analisanya dilaksanakan di Laboratorium Balittro Bogor. Data yang terkumpul dianalisis secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri dan piperin lada hitam dan lada putih dipengaruhi oleh varietasnya; lada hitam yang berasal dari Kabupaten Way Kanan memenuhi standar ISO, ASTA, dan ESA, dengan kadar minyak atsiri sebesar 1,30% dan kadar piperin sebesar 4,48%; dan lada putih yang berasal dari Kabupaten Lampung Timur memenuhi standar ASTA, ESA, dan ISO dengan kadar minyak atsiri sebesar 1,50% dan kadar piperin sebesar 5,04%.
Implementasi Konsep Triple Bottom Line (TBL) dalam Pemberdayaan Masyarakat Lahan Kritis di Camp Bell 2 Edupark Boyolali
PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan BUMN yang menjalankan bisnis pengolahan di bidang perminyakan dan gas, sehingga PT. Pertamina mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk turut serta membangun masyarakat seiring dengan kemajuan dan keberlangsungan bisnisnya. Salah satu upaya tersebut dikemas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali sebagai salah satu unit PT. Pertamina telah menjalankan program CSR dengan rujukan konsep Triple Buttom Line (TBL) melalui sebuah agrowisata yang bernama Camp Bell 2 Edupark. Agrowisata ini dibangun untuk memanfaatkan lahan kritis milik kas desa yang terletak di Desa Tawangsari. Dalam penelitian ini, penulis mengungkap imlpementasi konsep TBL melalui program pemberdayaan CSR PT. Pertamina bagi masyarakat Desa Tawangsari. Hasil penelitian ditemukan bahwa PT. Pertamina menggunakan tiga konsep tersebut dalam pembangunan dan pengembangan kawasan agrowisata yang dijalankan dengan beberapa strategi kegiatan CSR. Adapun faktor pendukung yang dominan di dalam implementasi TBL yaitu sumber daya alam dan faktor penghambat dominan yaitu sumber daya manusia. Faktor-faktor ini akan menjadi rumusan implementasi konsep TBL yang sesuai harapan masyarakat Desa Tawangsari
Peran Perguruan Tinggi Dalam Pelestarian Hutan Bersama LMDH Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Hutan Pada New Normal
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Perguruan Tinggi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan produksi pada era “new normal” di Banyuurip Jenar Sragen. Daerah ini setiap tahun mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sejak tanggal 22 November 2019 secara resmi LMDH Banyuurip Desa Jenar secara resmi mendapatkan lahan hutan produksi dari Perhutani dengan topografi bergelombang hingga berbukit dengan batuan kapur, komoditas utama lahan hutan adalah kayu jati, mahoni, dan kayu putih, seluas 921,5 ha dengan jumlah anggota 933 orang (Kepmen LHK No SK 9757/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/11/2019) atau rerata luas garapan seluas 0,98,76 ha/ orang (hampir 1 hektar). Mata pencaharian anggota sebagian besar adalah bertani (72,6%), swasta 392 jiwa (26,5%, PNS/TNI/ POLRI /Pensiunan 13 jiwa (0,9 %) dengan tingkat pendidikan yang rendah. Sekolah Dasar: 770 orang (52,0%), Sekolah Lanjutan Pertama : 645 orang (43,6%), Sekolah Lanjutan Atas : 57 orang (0,03%) dan Perguruan Tinggi: 7 orang (0,0047%). Metode penelitian menggunakan Participatory Action Research (PAR) dengan menggunakan model logika induktif interaktif. Hal ini didasari pada paradigma fenomenologis, yakni bahwa realitas sosial masyarakat LMDH Banyuurip Lestari dibawah garis kemiskinan secara khas merupakan desa miskin (Kemensos, 2019). Subyektif dan kontekstual secara ruang dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan tambahan lahan dari perhutani, pendapatan anggota masyarakat LMDH Banyuurip Lestari melakukan penanaman pangan jagung, padi, polowijo dan sayuran serta buah-buahan sehingga meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Di sisi lain, terjadi penanaman tebu lebih dari 400 hektar tidak sesuai kaidah konservasi sehingga menyebabkan erosi tinggi, lapisan tanah menjadi tipis dan kritis sehimgga kekeringan akan semakin panjang. Peran Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan produksi pertanian, lahan terjaga dan fungsi hutan tetap lestari berkesinambungan
Kajian Perbandingan Penggunaan Pemanenan Air Hujan untuk Budidaya Tomat dengan Menggunakan Media Tanam Kompos Arang Sekam dan Kompos Cocopeat Selama Pandemi Covid-19
Keterbatasan ketersediaan air atau biasa disebut dengan kelangkaan air disebabkan oleh penggunaan air yang terus meningkat baik dari sektor pertanian, indusri, rumah tangga serta perubahan iklim global. Salah satu cara menghadapi terbatasnya ketersedian air adalah dengan cara pemanenan air hujan secara optimal. Jika air limpasan ini ditampung pada suatu penampungan, maka air tersebut bisa dimanfaatkan untuk air irigasi. Tomat adalah sumber vitamin dan mineral. Budidaya tomat semakin lama semakin luas karena dikonsumsi sebagai tomat segar dan bumbu masakan serta bahan baku industri makanan seperti sari buah dan saus tomat. Tomat menjadi salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan lebih, terutama dalam hal peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya. Pengelolaan produksi tomat yang berfluktuatif ini dapat ditingkatkan menggunakan sistem hidroponik.Tujuan dari penelitian kali ini adalah mengetahui jumlah konsumsi air tanaman dengan media yang berbeda, kualitas air hujan Jatinangor, dan jumlah air yang dapat ditampung dalam waktu tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif. Metode ini mengumpulkan data lalu dianalisis berdasarkan literatur yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pemanenan air hujan selama bulan Januari sampai dengan Maret adalah 16.827, 7 L. Parameter kualitas air hujan yang digunakan adalah pH, TSS, TDS, DHL, EC, dan kekeruhan. Kualitas air hujan Jatinangor termasuk dalam kategori baku mutu air kelas empat sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan irigasi. Jumlah konsumsi air tanaman tomat dengan media tanam campuran kompos cocopeat dan kompos arang sekam menunjukkan jumlah konsumsi yang berbeda. Faktor yang membedakan jumlah konsumsi air campuran media tanam yang berbeda adalah kadar C/N, kemampuan menyerap air, dan sirkulasi air. Konsumsi air yang dibutuhkan selama musim penanaman tomat dengan dua media tanam yang berbeda dapat dicukupi dengan pemanenan air hujan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan saat pandemi Covid-19 menyebar sehingga data terkumpul sampai dengan 78 hari setelah tanam
Potensi Daging Babi Bali untuk Membantu Menyokong Kembali Perekonomian Indonesia : Review
Babi merupakan komoditas ternak yang cukup berpotensial untuk dikembangkan. Indonesia memiliki banyak sekali jenis babi lokal, salah satunya adalah babi Bali. Babi Bali (Sus scrofa domesticus) merupakan babi lokal milik Indonesia yang merupakan babi hasil persilangan antara babi liar dengan babi asli Tiongkok Selatan. Babi Bali memiliki banyak lemak karena pakan yang dikonsumsi adalah pakan bernutrisi rendah. Bali merupakan provinsi dengan populasi babi terbesar nomor 2 di Indonesia dengan populasi babi sebanyak 803.920 ekor pada tahun 2016. Namun seiring berjalannya waktu dan kebutuhan masyarakat Bali akan ternak babi yang juga digunakan sebagai sarana upacara, maka populasi babi Bali juga semakin jauh lebih meningkat. Populasi babi Bali memiliki jumlah yang besar sedangkan untuk tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging babi Bali memiliki jumlah yang sangat kecil. Dengan tingkat konsumsi babi di Indonesia yang terbilang kecil dengan produksi daging babi yang terbilang besar, babi Bali berpotensi besar sebagai bahan pangan yang dapat di ekspor ke berbagai negara-negara besar dengan konsumsi daging babi yang juga besar seperti negara China. Masyarakat di negara China mengkonsumsi daging babi dengan jumlah besar setiap tahunnya, dari 119.845.000 ton konsumsi daging babi secara global pada tahun 2018, masyarakat di negara China mengkonsumsi 55.219 ton daging babi pada tahun tersebut. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Indonesia seperti hal nya memanfaatkan daging babi sebagai hasil pangan ekspor. Dengan memanfaatkan daging babi Bali sebagai bahan pangan ekspor, maka Indonesia memiliki pemasukan tambahan pada masa new normal dan dapat mempertahankan bahan pangan utama yang dikonsumsi masyarakat Indonesia
Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah dengan Penambahan Pupuk Kandang Ayam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemupukan menggunakan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman rumput gajah. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan yaitu tanpa pemupukan (kontrol) dan pemupukan pupuk kandang ayam sebanyak 7 kg/petak (2 x 5 m). Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan (tinggi tanaman dan lingkar batang tunas primer) dan produksi rumput gajah (jumlah anakan dan BK rumput gajah). Data penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan data bahwa pertumbuhan rumput gajah dengan penambahan pupuk kandang ayam mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 93,642 cm untuk tinggi tanaman dan 4,76 cm pada lingkar batang tunas primer. Produksi rumput gajah juga meningkat dengan penambahan pupuk kandang yaitu dengan rata-rata 18,3 untuk jumlah anakan dan 25,9% pada BK. Tanaman rumput gajah tanpa pemupukan juga mengalami peningkatan pertumbuhan, tetapi dengan rata-rata yang cukup rendah yaitu 36,185 cm untuk tinggi tanaman dan 2,342 cm pada lingkar batang tunas primer. Produksi tanaman rumput gajah tanpa pemupukan menunjukkan jumlah anakan sebanyak 3,26 dan BK sebesar 18,8%. Kesimpulannya yaitu pemberian pupuk kandang ayam pada tanaman rumput gajah dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput gajah.
Pembangunan Pertanian Wilayah Perbatasan: Introduksi Teknologi Padi Mendukung Ketahanan Pangan Wilayah Perbatasan Provinsi Aceh
Dari sisi aksesibilitas penyediaan beras kawasan perbatasan sangat dipengaruhi oleh aspek musim, sehingga dapat dikatakan ketahanan pangannya masih sangat rentan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas komoditas padi sawah dan padi gogo yang merupakan bagian dari kegiatan diseminasi inovasi teknologi pertanian di wilayah perbatasan. Kegiatan pengelolaan usahatani padi dilaksanakan dari Agustus 2017 hingga Januari 2018. Data produksi padi diperoleh dari introduksi varietas padi, komponen teknologi Jajar Legowo Super pada petak demonstrasi plot di desa Blang Situngkoh kecamatan Pulo Aceh. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dalam Rancangan Acak Kelompok dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kepercayaan 95%. Secara agronomis seluruh varietas introduksi memiliki capaian rata-rata dan potensi hasil yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Ciherang yang biasa digunakan petani. Inpari 38 memiliki capaian rata-rata dan potensi hasil tertinggi dibandingkan dengan varietas introduksi Inpari 30, Inpari 39, dan Inpari 42 serta varietas Ciherang. Tingkat kelayakan usahatani terbesar pada varietas Inpari 38 dengan R/C ratio 1,28 namun tidak berbeda dengan Inpari 30
Efektivitas Paclobutrazol dan Perbedaan Penyimpanan Benih terhadap Pertumbuhan Tunas Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum)
Rimpang benih jahe merah mudah bertunas apabila disimpan lama dalam kondisi ruang penyimpanan yang kurang ideal. Percobaan dilakukan untuk mengetahui perlakuan yang dapat mempertahankan dormansi jahe merah selama masa simpan dengan aplikasi paclobutrazol (PBZ) dan perbedaan kondisi penyimpanan. Percobaan penyimpanan dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian UNS dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan disusun secara faktorial terdiri atas 2 faktor, faktor pertama yaitu konsentrasi PBZ (tanpa /0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm), faktor kedua yaitu penyimpanan (suhu ruang, suhu dingin, kering angin), dari kedua faktor diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan interaksi antar perlakuan tidak berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan. Perlakuan PBZ 500 ppm dan penyimpanan suhu dingin mampu memperlambat pertumbuhan tunas. Perlakuan tanpa PBZ menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, akar, anakan, dan berat rimpang yang lebih tinggi dibanding konsentrasi lain. Penyimpanan suhu ruang menghasilkan jumlah akar, anakan dan berat rimpang yang lebih tinggi dari penyimpanan lain
Sebaran Populasi dan Produksi Daging Ternak Unggas Mendukung Kebutuhan Protein Hewani Masa New Normal di Provinsi Gorontalo
Pemanfaatan sumber daya ternak unggas menjadi suatu keharusan untuk menjaga sistem penyediaan protein hewani tercukupi dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo sehingga terwujudnya kemandirian pangan Indonesia khususnya di Provinsi Gorontalo pasca pandemic covid-19 era new normal. Pengelompokan populasi dan produksi daging ternak unggas agar dapat melihat penyebarannya, sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk melihat kembali potensi-potensi ternak unggas di Provinsi Gorontalo. Model pendekatan yang digunakan adalah model pendekatan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam model pendekatan ini adalah data sekunder populasi dan produksi daging ternak unggas pada tahun 2018 di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Sebaran populasi dan produksi daging ternak unggas di Provinsi Gorontalo paling tinggi untuk kategori ayam kampung di Kabupaten Gorontalo, kategori ayam petelur di Kabupaten Bone Bolango, kategori ayam pedaging dan itik manila di Kabupaten Gorontalo. Adanya sebaran populasi dan produksi daging ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan untuk melihat kembali potensi-potensi ternak unggas di Provinsi Gorontalo, sehingga dapat memenuhi protein hewani pasca pandemic COVID-19
Ekowisata berbasis fauna: Potensi pemberdayaan masyarakat lokal di Papua : Review
Makalah ini membahas potensi dan penyebaran burung endemik yang erat kaitannya dengan tren ekowisata. Dengan memanfaatkan informasi Daerah Burung Endemik (DBE) Papua dan penyebaran burung lainnya (terutama kelompok burung Cenderawasih dan burung Namdur) yang dipadukan dengan keadaan infrastruktur (jalan atau lapangan udara), dapat digunakan untuk menentukan daerah yang berpotensi dalam pengembangan wisata. Daerah yang memiliki lebih dari satu spesies burung endemik dan burung Cenderawasih serta potensi wisata alam lainnya (pantai, laut) dapat ditetapkan sebagai daerah dengan potensi ekowisata utama. Pemerintah perlu menyiapkan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekowisata, misalnya melalui pembangunan homestay yang bernuansa tradisional. Homestay yang sederhana menjadikan pemeliharaannya relatif mudah serta dapat dipastikan hampir tidak membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, pemerintah dapat memberikan kemudahan untuk memperoleh izin masuk bagi turis mancanegara, serta meningkatkan komitmen komunitas setempat untuk menjaga kelestarian habitat (terutama burung endemik)