Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Diversifikasi Olahan Labu Siam Untuk Meningkatkan Nilai Jual Pascapanen
Diversifikasi olahan labu siam (lasi) mengembangkan olahan menjadi lumpia lasi, selai belasi, dodol lasi dan manisan lasi, yang dapat meningkatkan nilai jual labu siam dan daya konsumsi masyarakat terhadap labu siam. Selama ini lasi hanya diolah menjadi sayur. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Mengembangkan produk olahan labu siam, 2) Mengetahui resep dan proses pembuatan produk olahan dari labu siam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kepustakaan, eksperimen dan dokumentasi. Eksperimen pembuatan produk olahan labu siam dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini, Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lasi atau labu siam mampu bersaing di pasar. Produk olahan labu siam yaitu lumpia lasi, manisan lasi, dodol lasi dan selai lasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya diversifikasi olahan labu siam menjadi peluang inovasi baru bagi masyarakat
Identifikasi dan Pengendalian Hayati Penyakit Busuk Buah Apel di Kota Batu, Jawa Timur
Insidensi penyakit busuk buah apel dilaporkan di Kota Batu yang merupakan sentra produksi apel di Jawa Timur. Identifikasi patogen penyebab busuk buah apel penting dilakukan sebagai langkah awal dalam pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogen penyebab penyakit busuk buah apel dan mengetahui efektivitas P. fluorescens, B. subtilis, T. yunnanense, T. harzianum, dan Gliocladium sp. dalam mengendalikan penyakit busuk buah apel. Secara morfologi, penyakit busuk buah apel diketahui disebabkan oleh jamur Gleosporium sp. Identifikasi dilakukan dengan mengamati koloni, konidia, dan hifanya. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) 15 ulangan, dan 6 perlakuan yang terdiri dari uji pengendalian hayati Gleosporium sp. menggunakan isolat Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, Trichoderma yunnanense, Trichoderma harzianum, dan Gliocladium sp.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase intensitas penyakit setelah aplikasi agensia hayati lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Secara berurutan intensitas penyakit perlakuan P. fluorescens dari yang terendah sampai tertinggi adalah (2,67%);B. subtilis (6,67%); T. yunnanense (5,33%); T. harzianum (9,33%); Gliocladium sp. (6,67%); dan kontrol (17,33%)
Evaluasi Pemangkasan Ubi Jalar terhadap Kualitas Hay dalam Pertanian Terintegrasi
Penelitian bertujuan mengevaluasi tujuh klon ubi jalar dengan pemangkasan terhadap percobaan pembuatan hay. Di lapang menggunakan Rancangan Split Plot dengan 3 ulangan. Klon ubi jalar sebagai Anak Petak dan periode pemangkasan sebagai Petak Utama. Klon ubi jalar terdiri dari: V₁: Kuningan Putih, V₂: Beta-2, V₃: Kuningan Merah, V₄: BIS-OP-61, V₅: 73-OP-5, V₆: BIS-OP-61-♀-29, V₇: BIS-OP-61-OP-22. Periode pemangkasan umur 90 HST 120 HST dan 150 HST. Hasil pemangkasan brangkasan ubi jalar kemudian diawetkan dalam bentuk hay. Pemangkasan pada umur 90 HST (P1) menghasilkan bobot brangkasan setara 10.54-22.73 ton/ha (Beta-2 dan Kuningan Putih), umur 120 HST (P2) setara 9.78-18.93 ton/ha (BIS OP-61-OP-22 dan BIS OP 61) dan pada umur 150 HST (P3) setara 7.40-22.98 ton/ha (Beta-2 dan Kuningan Merah). Komposisi nilai nutrisi hay brangkasan ubi jalar mempunyai kisaran kandungan bahan kering 55.70-94.69%, bahan organik 84.68-88.89%, abu 11.11-15.81%, protein kasar 10.98-22.54%, berkategori kelas III, dan serat kasar antara 15.09-22.05% berkategori kelas I. Nilai kecernaan hay brangkasan ubi jalar mempunyai kisaran kecernaan bahan kering 48.55-74.90%, kecernaan bahan organik 55.72-69.25% dan TDN 48.56-61.66%
Kajian Bahan Organik Tanah dengan Porositas Tanah pada Berbagai Tanaman Penutup Lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS
Tanaman penutup lahan merupakan pemasok seresah sebagai sumber bahan organik tanah. Bahan organik pada tanah memengaruhi sifat fisik tanah dalam hal ini adalah porositas tanah. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada enam tutupan lahan yang ada di wilayah tersebut, yaitu Pinus, Mahoni, Pinus-Mahoni, Campuran, Semusim dan Bekas Persemaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai tutupan lahan terhadap bahan organik tanah dan porositas tanah di KHDTK Gunung Bromo UNS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019 hingga Januari 2020. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah pada keenam tutupan lahan dengan tiga kali ulangan untuk dianalisis di laboratorium tanah, Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Tanah, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tanaman penutup lahan memiliki pengaruh terhadap nilai bahan organik tanah namun tidak memengaruhi porositas tanah, porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah pada berbagai tutupan lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS
Perbandingan Jenis Atraktan dalam Memerangkap Lalat Buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) pada Kebun Buah di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang
Lalat buah merupakan salah satu hama utama pada beberapa komoditas hortikultura. Sekitar 75% tanaman buah-buahan di Indonesia terserang lalat buah dengan persentase kerusakan mencapai 100%. Beberapa teknik pengendalian telah dikembangkan salah satunya adalah penggunaan atraktan, metil eugenol. Selasih telah dilaporkan memiliki kandungan atraktan, namun perbandingan preferensi antara ekstrak selasih dengan metil eugenol komersial belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas metil eugenol nabati dan sintetis dalam memerangkap lalat buah Bactrocera spp., mengetahui spesies lalat buah, dan kelimpahan relatifnya. Metode yang dilakukan dengan cara menggantungkan perangkap yang telah diisi dengan atraktan dengan ketinggian 1 m di atas permukaan tanah. Pengamatan dilakukan dua kali seminggu selama delapan kali pengamatan. Perangkap diganti setiap pengamatan. Peubah yang diamati adalah populasi lalat buah, nisbah kelamin, dan spesies lalat buah yang tertangkap. Hasil penelitian menunjukkan metil eugenol 1 paling efektif menarik lalat buah. Hasil identifikasi spesies lalat buah yang terperangkap menggunakan tiga jenis atraktan adalah B. umbrosa dan B. dorsalis. Hampir seluruhnya adalah lalat buah dengan jenis kelamin jantan. Dominasi spesies lalat buah di Lawang, Kabupaten Malang adalah B. dorsalis dengan kelimpahan relatif mencapai 99.4%
Kemandirian Pangan Rumah Tangga Tani Di Kabupaten Klaten
Kebutuhan pokok yang menjadi dasar pemenuhan manusia dalam upayanya mempertahankan hidup salah satunya adalah pangan. Hal tersebut tidak lepas dari individu yang berprofesi sebagai petani. Kabupaten Klaten memiliki banyak penduduk dengan mata pencaharian sebagai petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui keadaan kemandirian pangan rumah tangga tani di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani yang diwawancara secara langsung. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan dengan membagi antara produksi pangan dengan konsumsi pangan sehingga didapatkan nilai kemandirian pangan. Penelitian ini mengukur produksi tanaman yang dibudidayakan oleh petani sampel. Berdasarkan hasiil penelitian diketahui terdapat lima komoditi yang ditanam petani yaitu padi, jagung, kacang, tanah, kacang panjang dan cabai. Berdasarkan hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa bahan pangan berupa padi, jagung, kacang tanah, kacang panjang dan cabai memiliki nilai KP lebih besar dari 1 sehingga rumah tangga petani tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan atau kebutuhan konsumsi kelima komponen tersebut dengan memproduksinya sendiri
Pengabdian kepada Masyarakat Peningkatan Kualitas Kopi Solok Radjo
Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berperan penting. Minuman kopi terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Permasalahan pada usaha Kopi Solok Rajo yang masih dijumpai adalah kesulitan dalam penyediaan bahan baku olahan yang seragam karena perbedaan umur panen dan keterbatasan lahan. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan informasi ke pada usaha kopi solok rajo pentingnya penerapan teori KAIZEN untuk meningkatan kualitas produk. Metode pengabdian yang digunakan dengan observasi langsung dan diskusi langsung dilapangan. Dalam metode diskusi ini dilakukan secara dua arah sehingga ada timbal balik. Kesan dari dari metode diskusi ini tidak menggurui dan mencari solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Materi yang diberikan mulai perencanaan usaha yang baik, proses produksi, pengontrolan kualitas dan kegiatan aksi untuk selalu beorientasi pada mutu. Kegiatan proses produksi menganut prinsip continuous improvement (perbaikan mutu secara berkelanjutan). Hasil dari diskusi, UKM menyambut dengan baik dan akan menerapkan adanya perbaikan kedepan. Sekarang ini pemasaran merk Kopi Solok Radjo sudah mendunia, untuk proses produksi tidak ada permasalahan, malah mempunyai ciri khas pengolahan yang tidak dipunyai oleh UKM pengolah kopi yang lain. Hasil pengolahan yang khas menghasilkan rasa yang spesifik. Dampak dari kegiatan Kopi Solok Rajo berperan dalam pelestarian lingkungan berupa penanaman kembali daerah gunung dengan kopi, disamping bisa meningkatkan pendapat masyarakat
Karakteristik dan Daya Hasil Aksesi Plasma Nutfah Ubijalar asal Jatim
Identifikasi karakter morfologi dan daya hasil plasma nutfah ubijalar (Ipomoea batatas) dilakukan untuk mendapatkan informasi sumber gen yang berguna pada program pemuliaan untuk merakit varietas unggul baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan daya hasil aksesi ubijalar yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. 31 Aksesi ubijalar koleksi Balitkabi asal Jawa Timur ditanam di IP2TP Jambegede Malang pada Juli-November 2019. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Karakter yang diamati adalah: tipe tanaman, bentuk daun, bentuk cuping, jumlah cuping, warna daun muda dan dewasa, pigmentasi batang, warna kulit dan daging umbi, bobot tajuk, jumlah dan bobot umbi per plot, indeks panen, dan hasil umbi. Klon-klon harapan ubijalar menunjukkan karakter morfologi yang cukup beragam. Sebagian besar memiliki tipe tanaman semi kompak, bentuk daun cuping dengan jumlah cuping satu sampai tujuh, warna daun dewasa hijau, warna pucuk hijau dengan ungu melingkari tepi daun, warna umbi bervariasi yaitu: putih, kuning, oranye, dan ungu. Terdapat 13 aksesi yang memiliki potensi hasil >30 t/ha, aksesi MLGI 1574 menunjukkan hasil umbi tertinggi (42,08 t/ha) sedangkan aksesi MLGI 1521 menunjukkan nilai terendah (5,37 t/ha)
Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Dalam Mendukung Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Akibat Perkembangan Kawasan Solo Baru Di Kabupaten Sukoharjo
Pembangunan Kawasan Solo Baru dan Kartasura memberikan daya dukung bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukoharjo dan Kota Solo. Konsep Kawasan Solo Baru dan Kartasura sebagai kota satelit mandiri dengan konsep permukiman yang didukung oleh ketersediaan fasilitas penunjang akan berimbas pada perubahan pemanfaatan lahan. Perubahan pemanfaatan lahan memberikan dampak pada sektor pertanian. Keberadaan sektor pertanian sebagai penyedia lumbung pangan nasional di Kabupaten Sukoharjo semakin terancam karena lahan pertanian berubah fungsi menjadi kawasan industri non pertanian. Pemberdayaan petani menjadi perhatian penting untuk menghadapi kondisi perubahan ini. Pelibatan petani sebagai penyuluh pertanian swadaya merupakan alternatif solusi pemberdayaan petani. Alternatif solusi ini sesuai UU Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran penyuluh pertanian swadaya dalam mendukung perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan akibat perkembangan Kawasan Solo Baru di Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, Focus grup discussion (FGD), dan dokumentasi. Penyuluh Pertanian Swadaya memiliki 3 peran. Pertama, distribusi informasi program pemerintah kepada anggota kelompok tani setiap kecamatan. Kedua, penguatan posisi tawar petani kepada pemerintah dan swasta. Ketiga, pengorganisasian kelompok tani melalui pengelolaan Lembaga Keuangan Mikro; fasilitator usaha tani; serta pelaksanaan kegiatan kunjungan antar kelompok tani.