Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program CSR PT Pamapersada Nusantara Distrik Indo dengan Komunitas Petani Borneo Organik Sehat Sejahtera Kec. Teluk Pandan, Kab. Kutai Timur

    Get PDF
    Program ini bertujuan untuk menerapkan sistem budidaya padi organik di lahan milik Komunitas Petani Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) yang beranggotakan 16 petani dengan total luas lahan sawah sebesar 13,25 Hektar . Program ini juga bertujuan untuk mengetahui produktivitas padi dengan budidaya sistem SRI Padi Organik dengan metode survei serta pengkajian menggunakan metode deskriptif. Program ini dapat dilaksanakan atas kerjasama antara PT Pamapersada Nusantara distrik Indo, YDBA, LPB Pama Bessai Berinta, Aliksa Organik SRI Konsultan dan Inofice. Program yang dilaksanakan diantaranya berupa pelatihan, pendampingan, sertifikasi, fasilitasi pemasaran dan pembuatan pabrik giling. Program yang dijalankan dari tahun 2017 hingga 2021 ini memberikan hasil yang baik. Diantaranya hasil rata-rata produktivitas padi yang awalnya petani binaan menggunakan sistem konvensional menghasilkan 1,56 ton/hektar di tahun 2017, kini petani dapat mencapai rata-rata produktivitas maksimum hingga 5,43 ton/ hektar di tahun 2021. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian petani binaan Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS). Saat ini komunitas petani juga mendapatkan sertifikasi organik yang memiliki SNI untuk jenis beras merah, putih, dan hitam

    Uji Paket Teknologi terhadap Penampilan Genotipe Jagung Unggul di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat

    Get PDF
    Kemampuan tanaman untuk menampilkan karakter kuantitatif pada lingkungan yang berbeda menunjukkan bahwa tanaman tersebut mempunyai daya adaptasi yang baik. Adanya variasi hasil pada berbagai genotype tanaman dengan lingkungan tertentu memerlukan pemahaman terhadap faktor penyebabnya terutama pada fase vegetatif, fase reproduktif dan pengisian biji.Tujuandari penelitian ini adalah: Untuk mengkaji penampilan karakter kuantitatif genotipe jagung unggul pada berbagai paket teknologi di Lombok Barat, NTB. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan lapang. Percobaan dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri atas dua faktor yaitu, tiga Paket Teknologi sebagai Petak Utama dan empat Genotipe jagung unggul sebagai Anak Petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penampilan karakter kuantitatif daya hasil Varietas Lamuru, Arjuna, dan Sukmaraga adalah sama dan lebih tinggi daripada Poulasi C2, secara berurutan yaitu : (7,475; 7,333; 7,247 dan 5,081) ton/ha; Penampilan karakter kuantitatif daya hasil pada teknologi sederhana (T1) dan teknologi menengah (T2) adalah sama dan lebih rendah daripada teknologi sempurna (T3), secara berurutan yaitu : (6,338 ; 6,703 dan 7,103) ton/ha

    Identifikasi Komposisi dan Dominansi Gulma pada Lahan Terbuka dan Ternaungi Di Lahan Pasir Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

    Get PDF
    Usaha budidaya pertanian di lahan pasir pantai merupakan upaya ekstensifikasi dalam meningkatkan produksi pertanian. Sama halnya dengan praktik budidaya tanaman di lahan optimum, kehadiran gulma di lahan pasir pantai juga dapat menurunkan produksi tanaman. Pengelolaan gulma di lahan pasir pantai didasarkan pada kondisi lahan. Kondisi lahan yang terbuka maupun ternaungi di lahan pasir pantai memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan mengetahui komposisi gulma di lahan tersebut akan ditentukan pengendalian yang tepat. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan sampling menggunakan kerangka kawat berukuran 50 cm x 50 cm. Masing-masing lahan diambil 3 titik sampel. Pada setiap titik dilakukan pengambilan gulma. Data dianalisis dengan menghitung frekuensi nisbi, kerapatan nisbi, dominansi nisbi, summed domination ratio (SDR) dan koefisien komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma  jenis rumputan paling mendominasi pada lahan terbuka (Axonopus compressus. Digitaria ciliaris dan Echinochloa colonum. Sedangkan gulma di lahan ternaungi menunjukkan gulma jenis daun lebar yang mendominasi (Amaranthus palmeri, Commelina benghalensis, Gomphrena globasa, Hyptis suavadens, Tridax procumbens). Adapun nilai SDR paling tinggi baik pada lahan terbuka maupun ternaungi adalah gulma Axonopus compressus dengan nilai berturut-turut 57,51% dan 24,47% Nilai koefisien komunitas yang didapatkan dari lahan terbuka dan ternaungi adalah 59,69%. Nilai ini menunjukkan bahwa keragaman komunitas gulma di kedua lahan heterogen atau berbeda

    Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pembuatan Super Bokasi dengan Teknologi Ma-11 dan Pemanfaatannya pada Tanaman Hortikultura di Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah

    Get PDF
    Kelompok Wanita Tani SUPRIL merupakan kelembagaan tani yang berkegiatan budidaya tanaman hortikultura di Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Ketersediaan dan kebutuhan pangan masyarakat di daerah tersebut harus terpenuhi setiap saat, maka dari itu kegiatan usaha tani hortikultura harus tetap berjalan. Kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan kelompok ini kurang memanfaatkan lahan yang ada seperti green house yang ada di kelompok tani tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani mengenai sistem pertanaman hortikultura modern dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dan green house yang dimiliki oleh kelompok wanita tani tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan super bokasi sebagai kompos dan pengaplikasiannya untuk tanaman cabai. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok wanita tani memahami cara pembuatan super bokasi dengan teknologi MA-11 dan pemanfaatannya pada tanaman cabai. Selain itu kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan usahatani dan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari bagi kelompok wanita tani

    Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna Mendukung Ketahanan Pangan/Masyarakat di Era New Normal

    Get PDF
    Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna Mendukung Ketahanan Pangan/Masyarakat di Era New Norma

    Serangga sebagai Bahan Pakan Ternak pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Masyarakat yang melakukan usaha peternakan pada masa pendemi covid-19 saat ini mengalami tantangan besar terutama disebabkan oleh fluktuasi harga dan ketersediaan bahan penyusun ransum ternak terutama bahan dasar yang kandungan proteinnya tinggi. Bahan makanan ternak seperti ini akan semakin menjadi permasalahan bagi peternak jika bahan tersebut adalah juga bahan yang dikonsumsi manusia sebagai bahan pangan. Makalah ini mempresentasikan strategi dalam menyiapkan pakan ternak sumber protein tinggi ditengah situasi pandemi covid-19 ini dengan mempertimbangkan potensi berbagai jenis serangga yang layak digunakan sebagai pakan alternatif berkualitas. Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah pendekatan studi referensi ilmiah yang tersedia dan dapat diakses oleh publik. Berbagai jenis serangga yang dapat memenuhi kebutuhan protein ternak misalnya yang berasal dari ordo coleptera, diptera, isoptera. Spesies-spesies yang bersifat kosmopolitan mudah dikembangbiakan dengan teknik rearing sehingga dapat tersedia dalam jumlah yang dibutuhkan oleh peternak diberbagai kondisi lingkungan

    Uji Konsentrasi Dua Pestisida Nabati terhadapPerkembangan Larva Ulat Grayak Jagung (Spodoptera frugiperda)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi ekstrak daun sirsak (Annona muricata) dan tembakau (Nicotiana tobacum l) terhadap mortalitas dan aktivitas makan ulat gerayak (Spodoptera frugiperda).Penelitian ini telah dilakukan di laboratorium pada bulan oktober samapi bulan November 2020.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan konsesntrasi yang terdiri atas kontrol (P1), Ekstrak daun sirsak 25% (P2), Ekstrak daun sirsak 50% (P3), Ekstrak daun sirsak 75% (P4), Ekstrak daun tembakau 25% (P5), Ekstrak daun tembakau 50% (P6), dan (P5), Ekstrak daun tembakau 50% (P7). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga berjumlah 28 unit percobaan.Hasil percobaan menunjukkan Konsentrasi terbaik dari kedua ekstrak nabati adalah konsentrasi 50% sirsak (P3) dan konsentrasi 50% tembakau (P6) yang menyebabkan kematian diatas 71%, konsentrasi pestisida yang efektif dalam menurunkan aktivitas makan spodoptera frugiperda adalah pada perlakuan P3, P4, P6, DAN P7, Ekstrak daun sirsak memiliki LC50 pada konsentrasi 21.4% memiliki aktivitas yang tinggi dalam membunuh Spodoptera frugiperda dan LC50 untuk ekstrak daun tembakau yaitu 23.8% memiliki aktivitas yang rendah dalam membunuh Spodoptera frugiperd

    Aplikasi Kompos Feses Walet dan Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Salah satu cara untuk menambah unsur hara dalam dalam tanah yakni dengan penggunan pupuk organik. Feses walet, kompos feses walet, dan abu sekam padi memiliki potensi untuk menambah unsur hara pada lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pupuk organik (feses walet, kompos feses walet, dan abu sekam padi) serta mengetahui kombinasi dosis kompos feses walet dan abu sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan peneliti petani yaitu di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Juli 2019 sampai bulan November 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan non faktorial yang memiliki 7 taraf perlakuan dan diulangi sebanyak 3 kali yaitu A0: Kontrol tanpa pupuk. A1: feses walet. A2: abu sekam padi. A3: kompos feses walet. A4 : abu sekam padi + kompos feses walet (1:1). A5 : abu sekam padi + kompos feses walet (2:1). A6 : abu sekam padi + kompos feses walet (1:2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompos feses walet, feses walet, dan abu sekam padi memiliki pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, berat kering umbi dan berat basah umbi di angin-anginkan. jumlah anakan per rumpun, Jumlah daun per rumpun, diameter umbi dan jumlah umbi tidak berpengaruh nyata. Pemberian kompos feses walet memberikan respon yang sangat positif terhadap pertumbuhan dan produksi

    Penilaian Biomassa Vegetasi, Karbon Vegetasi, Dan Karbon Tanah Pada Beberapa Tipe Tegakan Hutan Rakyat

    Get PDF
    Tipe tegakan hutan rakyat di Jawa Tengah sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk penilaian  biomassa vegetasi, karbon vegetasi, dan karbon tanah di bawah tegakan hutan rakyat di wilayah Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Site (lokasi penelitian) tipe tegakan hutan rakyat meliputi hutan rakyat berbasis jati, mahoni, akasia, sengon, dan campuran. Pada penelitian ini sawah digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan biomassa vegetasi pada tegakan hutan rakyat berkisar 83,51-344,07 ton/ha dan sawah (5,12 ton/ha). Karbon vegetasi pada tegakan hutan rakyat berkisar 38,34-158,19 ton C/ha dan sawah (3,03 ton C/ha). Kandungan C-organik tanah pada tegakan hutan rakyat berkisar 0,99-1,78% dan sawah (1,43%), sedangkan karbon tanah (sedalam 5 cm) berkisar 4,24-10,30 ton/ha, dan sawah (6,67 ton/ha)

    Adopsi Teknologi Vertical Dryer dalam Penanganan Pascapanen Padi di Jawa Tengah

    Get PDF
    Teknologi pertanian di Indonesia semakin maju dan modern, salah satunya ada pada proses pascapanen budidaya padi. Salah satu jenis alsintan yang berperan dalam meningkatkan produksi padi melalui penanganan pascapanen secara lebih baik dan mengurangi kehilangan hasil adalah vertical dryer. Pengkajian kuantitatif dengan metode deskriptif, bertujuan mengetahui pengaruh volume gabah saat musim kering, musim penghujan, lama pengeringan terhadap biaya operasional pengeringan gabah dan dan dampak adopsi teknologi pengeringan gabah menggunakan vertical dryer. Volume gabah saat musim kemarau tidak berpengaruh terhadap biaya operasional. Volume gabah yang dikeringkan saat musim penghujan berpengaruh nyata terhadap biaya operasional pengeringan per kilogram. Biaya operasional pengeringan gabah menggunakan vertical dryer dipengaruhi oleh lamanya waktu pengeringan. Penggunaan vertical dryer sebagai alat mesin pengeringan pada musim penghujan berpengaruh pada biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani. Semakin lama pengeringan menggunakan vertical dryer juga semakin mahal biaya pengeringan. Penggunaan vertical dryer sebagai alat pengering gabah mendapatkan gabah dengan kualitas lebih baik dan mengurangi resiko kerusakan yang terjadi akibat keterlambatan dalam proses pengeringan. Penggunaan vertical dryer direkomendasikan kepada petani sehingga menekan kerugian dalam usaha tani padi

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇