Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    SUSUNAN PANITIA

    Get PDF
    SUSUNAN PANITI

    Penyuluhan Instalasi Komposter Ember Tumpuk sebagai Media Pengolahan Sampah Organik di Desa Cinanjung dalam Rangka Menghadapi Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Limbah sampah organik perlu penanganan sistematik agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Pengelolaan sampah organik khususnya setingkat desa masih perlu dibina kembali agar mampu memasok kebutuhan pupuk organik cair. Desa Cinanjung yang terletak di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata yang cukup tinggi, yang dapat menarik minat perusahaan swasta untuk mengembangkan desa agrowisata berbasis agribisnis berwawasan ramah lingkungan. Tujuan penyuluhan adalah memberi edukasi tentang instalasi komposter ember tumpuk untuk pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair (POC). Penyuluhan dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 hingga September 2021. Metode pengumpulan data menggunakan Metode Random Sampling dengan teknik analisis penskalaan Likert. Terdapat lima indikator penilaian tingkat pemahaman terhadap materi penyuluhan yang telah disajikan, yakni Sangat Mudah dengan skor 5, Mudah dengan skor 4, Lumayan dengan skor 3, Sulit dengan skor 2, dan Sangat Sulit dengan skor 1. Hasilnya, dari 10 responden 1 orang menjawab Sangat Sulit, 4 orang menjawab Lumayan, 4 orang menjawab Mudah, dan 1 orang menjawab Sangat Mudah

    Pengaruh Kapur, Pupuk P dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah Masam dan Hasil Umbi Bawang Merah

    Get PDF
    Kemasaman tanah dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan bawang merah rentan terhadap kemasaman tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kapur, pupuk fosfat dan pupuk kandang ayam terhadap sifat kimia tanah dan hasil umbi bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap kelompok dengan 4 perlakuan yaitu: (P1) 0 t ha-1 kapur + 0 kg P ha-1 + 0 t ha-1 pupuk kandang ayam, (P2) 0 t ha-1 kapur + 0 kg P ha-1 + 10 t ha-1 pupuk kandang ayam, (P3) 1 t ha-1 kapur + 120 kg P Ha-1 + 0 t ha-1 pupuk kandang ayam, (P4) 1 t ha-1 kapur + 120 kg P Ha-1 + 10 t ha-1 pupuk kandang ayam dan diulang 4 kali di 3 lokasi dengan derajat kemasaman yang berbeda. Parameter yang diamati adalah beberapa sifat kimia tanah dan hasil umbi bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi 1 t ha-1 kapur dapat meningkatkan pH tanah di tanah very strongly acidic dari 4,0 menjadi 4,5 dan aplikasi pupuk P meningkatkan P-tersedia di tanah dengan status P-tersedia rendah. Aplikasi 1 t ha-1 + 120 kg P ha-1 + 10 t ha-1 pupuk kandang ayam meningkatkan hasil umbi sebesar 11% di tanah extremely acidic dan aplikasi 1 t ha-1 + 120 kg P ha-1 tanpa pupuk kandang meningkatkan umbi panen sebesar 53% dan 11% di tanah very strongly acidic and strongly acidic. Rataan hasil panen di extremely acidic jauh lebih rendah dibandingkan di lokasi lainnya

    Penggunaan Bahan Organik untuk Mengurangi Cekaman Salinitas pada Tanaman Bawang Merah

    Get PDF
    Produksi bawang merah di propinsi Bengkulu masih sangat rendah karena lahan produktif yang ada sudah digunakan untuk memproduksi komoditas hortikultura lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Perluasan lahan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pesisir. Terkait dengan hal ini, maka sebuah penelitian untuk menguji ketahanan tanaman bawang merah terhadap cekaman salinitas perlu dilakukan. Tujuan akhir penelitian ini adalah mengurangi dampak negatif salinitas pada tanaman bawang merah dengan aplikasi bahan organik kotoran sapi. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL), yang disusun secara faktorial (2 faktor; 5 ulangan). Faktor pertama yang diuji adalah kadar garam (G) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: G0 = 0 mM NaCl dan G1 = 150 mM NaCl. Faktor kedua adalah bahan organik (B) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : B0 = 0 ton ha-1, B1 = 10 ton ha-1, dan B2 = 20 ton ha-1. Benih bawang merah (2 umbi) ditanam pada polibeg berisi 5 kg pasir air tawar. Perlakuan yang diuji adalah konsentrasi larutan garam, yaitu (0, 50, 75, 100, dan 150 ppm. Larutan garam diaplikasikan secara hidroponik dengan sistem Wick sejak tanam sampai dengan panen. Variabel yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun, bobot tanaman, bobot akar, diameter umbi, panjang umbi, jumlah umbi per rumpun, dan bobot basag dan kering umbi. Data dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5% dilakukan uji nilai tengah dengan DMRT 5%. Salinitas menurunkan pertumbuan dan hasil bawang merah, di mana semakin tinggi konsenrtasi larutan garam, semakin negatif pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanama dan hasil umbi bawang merah

    Analisis Efektivitas dan Efisiensi Pemanenan Padi dengan Teknologi Modern dan Tradisional di Subak Jatiluwih Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pemanenan Padi dengan Teknologi Modern dan Tradisional. Jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif, jumlah responden sebanyak 50 orang petani, 25 menggunakan teknologi modern dan 25 menggunakan teknologi tradisional. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan di Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Metode pengambilan sampel dengan StratifiedRandomSampling. Analisis data efektivitas menggunakan total persentase sedangkan efisiensi menggunakan total keuntungan, dianalisis secara deskriptif. Klaster luas lahan yang digunakan sebesar 40-45/are menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pemanenan padi menggunakan teknologi tradisional diperoleh hasil sebesar 61,33%, sedangkan pemanenan menggunakan teknologi modern sebesar 70,35% dengan kategori cukup efektif. Analisis efisiensi hasil pemanenan padi menggunakan teknologi tradisional mendapatkan nilai R/C Rasio sebesar 1,18, sedangkan teknologi modern nilai R/C Rasio sebesar 1,64. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanenan padi menggunaan teknologi modern lebih menguntungkan dari aspek finansialnya, dibandingkan dengan pemanenan padi menggunakan teknologi tradisional

    Pertumbuhan Kedelai yang Diberi Ekstrak Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) pada Kondisi Cekaman Kekeringan

    Get PDF
    Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati yang penting di Indonesia. Pemanfaatan lahan kering sangat prospektif untuk meningkatkan produksi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan kedelai yang diberi ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha) pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan di Ciamis Jawa Barat dari bulan Juni sampai Agustus 2020.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak daun sembung rambat yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0% (kontrol), 1%, 1,5%, dan 2%. Faktor kedua adalah tingkat cekaman kekeringan yang terdiri dari 3 taraf yaitu : kontrol (100% kapasitas lapangan), cekaman ringan (60% kapasitas lapangan), dan cekaman sedang (40% kapasitas lapangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kedelai dipengaruhi oleh pemberian ekstrak daun sembung rambat (Micania micrantha) dan cekaman kekeringan. Pertumbuhan kedelai meningkat setelah diberi ekstrak daun sembung rambat. Tinggi tanaman, luas daun, bobot kering tanaman, dan nisbah pupus akar meningkat berturut turut sebesar 17,5%, 44,6%, 36,7%, dan 24,5%  dengan pemberian ekstrak daun sembung rambat, namun kadar relatif air daun dan kadar klorofil daun tidak terpengaruh. Sebaliknya, pertumbuhan kedelai terhambat akibat mengalami cekaman kekeringan. Tinggi tanaman, luas daun, kadar air relatif daun, bobot kering tanaman, dan nisbah pupus akar menurun berturut turut sebesar 24,5%, 48,2%, 16,03%, 31%, 19,9% pada kondisi cekaman sedan

    Ketahanan dan Serapan Azolla terhadap Kadmium (Cd) pada Berbagai Tinggi Genangan Air dan Konsentrasi Kadmium (Cd) di Tanah Vertisol dan Entisol

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mengetahui ketahanan dan serapan azolla terhadap Kadmium (Cd) pada berbagai tinggi genangan air dan konsentrasi kadmium (Cd) di tanah Vertisol dan Entisol. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga faktor yaitu jenis tanah (Vertisol dan Entisol), tinggi genangan air (0; 2; dan 7 cm), dan konsentrasi Cd (0; 0,1; 0,2; 0,4; dan 0,8 ppm), menggunakan Azolla microphiylla phillipine dan plot plastik ukuran diameter 15x15 cm diisi 200 g tanah.  Sebanyak 1 g azolla disebarkan pada tiap pot dan diinkubasi 3 minggu. Tiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah, tinggi genangan air, dan interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap ketahanan dan serapan Cd azolla, sedangkan konsentrasi Cd berpengaruh nyata. Kombinasi perlakuan antara tinggi genangan air 2 cm dan konsentrasi Cd 0,4 ppm memberikan hasil yang tertinggi terhadap serapan Cd azolla pada tanah Vertisol yaitu sebesar 5,717 µg/pot. Sedangkan pada tanah Entisol serapan Cd azolla yang tertinggi dicapai pada kombinasi perlakuan tinggi genangan air 7 cm dan konsentrasi Cd 0,8 ppm, yaitu sebesar 25,281 µg/pot. Kombinasi perlakuan yang memberikan ketahanan azolla paling baik adalah tinggi genangan air 7 cm dan konsentrasi Cd 0,4 ppm untuk tanah Vertisol, dan tinggi genangan air 0 cm konsentrasi Cd 0,2 ppm untuk tanah Entisol

    Sinergitas Giberelin dan Monosodium Glutamat pada Pertumbuhan dan Kualitas Serat Rami

    Get PDF
    Tanaman rami (Bohremia nivea L Gaud) merupakan tanaman serat yang memiliki potensi sebagai bahan baku industri tekstil. Budidaya tanaman rami menggunakan rhizoma memiliki masa dormansi tunas yang lama, sehingga menghambat pertumbuhan. Selain itu, serat rami memiliki tekstur yang kasar, karena kandungan selulosa dan lignin yang tidak seimbang. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh giberelin (GA3) dan monosodium glutamat (MSG) terhadap pertumbuhan, kandungan selulosa dan lignin tanaman rami. Penelitian dilaksanakan pada 1 Mei – 12 Juli 2020 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tidar dengan ketinggian tempat berkisar 431 m dpl. Penelitian menggunakan polibag dengan percobaan faktorial (4x4) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat ulangan sebagai blok. Faktor pertama konsentrasi GA3 0, 200, 400, 600 ppm sedangkan faktor kedua dosis MSG 0, 3, 6, 9 g/tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, persiapan lahan dan media tanam, pembuatan dan aplikasi stek rhizoma pada larutan giberelin, penanaman, aplikasi monosodium glutamat, pemeliharaan dan pengamatan variabel, panen dan analisis serat. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kandungan selulosa dan lignin. Analisis data menggunakan sidik ragam, galat baku dan orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan interaksi konsentrasi GA3 berkisar 200-300 ppm dan dosis MSG 3 g/tanaman mampu bersinergi dalam menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kandungan selulosa dan lignin yang lebih tinggi

    Aplikasi Autoclaving-Cooling dalam Karakterisasi Komponen Gizi Kacang Koro Benguk, Kacang Merah, dan Kacang Hitam

    Get PDF
    Autoclaving-cooling merupakan salah satu teknologi pengolahan bahan pangan yang mengkombinasikan prinsip fisika pemanasan dan pendinginan yang melibatkan faktor suhu, tekanan, dan kadar air. Teknologi tersebut lebih mudah dan aman diaplikasikan pada pengolahan bahan pangan, karena menggunakan teknologi yang cukup sederhana dan tidak menggunakan bahan kimia yang dapat meninggalkan residu pada produk. Autoclaving-cooling digunakan pada pengolahan bahan pangan berkarbohidrat, yang berfungsi untuk memodifikasi karakteristik pati diantaranya meningkatkan viskositas, gelatinisasi, stabilitas, dan retrogradasi. Penelitian menggunakan autoclaving-cooling pada kacang koro pedang putih menghasilkan peningkatan kadar karbohidrat, pati, dan serat larutnya, namun tidak memberikan dampak yang nyata terhadap kadar gizi lainnya. Jenis kacang lainnya yang potensinya cukup besar di Indonesia adalah kacang koro benguk, kacang merah, dan kacang hitam. Namun hingga saat ini pengembangan ketiga kacang tersebut sebagai bahan baku pangan sehat masih belum banyak dilakukan, terutama dengan mengaplikasikan teknologi autoclaving-cooling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi jenis dan lama pendinginan menggunakan metode autoclaving-cooling yang menghasilkan produk dengan karakteristik gizi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Tersarang dengan faktor utama adalah jenis kacang (kacang koro benguk, kacang merah, kacang hitam) dan lama pendinginan (24, 48, dan 72 jam) sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dari keseluruhan parameter dan jenis kacang adalah jenis kacang koro benguk dengan lama pendinginan 72 jam, sedangkan untuk masing-masing jenis kacang merah dan hitam, kombinasi terbaik diperoleh dengan lama pendinginan selama 72 jam dan 48 jam

    Kerjasama Perusahaan - Perguruan Tinggi - Masyarakat Pedesaan Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka

    Get PDF

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇