Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
PT East West Seed Indonesia menuju Industri Perbenihan 4.0 “Teknologi Tepat Guna dalam Industri Perbenihan”
PT East West Seed Indonesia menuju Industri Perbenihan 4.0 “Teknologi
Tepat Guna dalam Industri Perbenihan
Tantangan dan Hambatan Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan di KHDTK Gunung Bromo, Universitas Sebelas Maret
Pemberdayaan kelompok tani hutan merupakan salah satu upaya yang dilakukan UPT KHDTK Gunung Bromo dalam membangun sistem kelembagaan sosial pada tingkat tapak yang diharapkan dapat membingkai dan mengarahkan perilaku petani hutan dalam merawat dan menjaga kelestarian hutan sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani, menjamin keberlanjutan jasa ekosistem hutan, dan memberikan manfaat ekonomi dan ekologi bagi civitas akademika UNS serta masyarakat luas. Makalah ini bertujuan untuk mempaparkan tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam proses pemberdayaan kelompok tani hutan yang telah dan sedang berlangsung di UPT KHDTK. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pemberdayaan melalui penyuluhan partisipatif kepada anggota kelompok tani hutan. Hasil pengabdian adalah bahwa pada saat ini telah terbentuk tiga kelompok tani hutan (KTH) dan masing-masing telah membentuk struktur organisasi dan memiliki jadwal pertemuan rutin setiap bulannya. Selain itu, kelompok tani juga sudah mulai melaksanakan tertib administrasi kelompok. Tantangan ke depan KTH adalah menjadi KTH mandiri and menjadikannya sebagai wadah bagi petani untuk saling belajar dan bertukar pikiran dalam memecahkan berbagai permasalahan pemanfaatan lahan hutan secara lestari untuk kesejahteraan anggotanya. Hambatan yang dihadapi sejauh ini adalah masih rendahnya kemampuan berorganisasi dari para petani. Pendampingan terhadap kelompok tani perlu untuk terus dilakukan untuk menjaga momentum dan motivasi para anggota dalam berupaya menjadikan kelompok tani hutan mandiri
Pertanian Pekarangan Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan bagi Perempuan Semau
Kegiatan pengabdian oleh komunitas Kupang Batanam dilakukan di pulau Semau dalam
program GEF SGP Fase VI mempunyai tujuan untuk mengajak mama-mama mengembangkan
pertanian pekarangan agar terciptanya kawasan rumah pangan lestari yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Tantangan ekologis, sosial
dan ekonomi dalam kegiatan ini adalah a) belum terlihat dengan baik adanya sayuran atau
tanaman di pekarangan rumah yang dapat dikonsumsi. Kalaupun ada hanya 1-2 orang per desa
untuk sayuran hortikultura (sawi dan kangkung) naqmun menggunakan pupuk dan pestisida
kimia. Hal ini juga berpengaruh terhadap menu sayuran yang disajikan masih terbatas jenisnya,
b) kurangnya pengatahuan warga tentang dampak dari limbah rumah tangga (sampah) yang
dibuang sembarangan dan c) pengeluaran kebutuhan akan sayuran masih merupakan hal yang
harus dilakukan setiap hari (Rp. 5.000-10.000/hari) dan itu pasti karena terbatasnya sumber
sayuran. Target luaran utama adalah 1) terdapat 125 mama-mama di pulau Semau yang dapat
mengembangkan pertanian pekarangan ramah lingkungan dan berkelanjutan 2) minimal 95%
mama-mama dapat membuat 10 L pupuk organik cair dan 10 Kg pupuk organik padat setiap
bulan 3) minimal 95% mama-mama dapat mengurangi pengeluaran membeli sayur.
Pelaksanakan kegiatan dilakukan pada tahun 2018-2019 meliputi penyuluhan, pelatihan,
demplot, pendampingan, monitoring-evaluasi dan keberlanjutan kegiatan. Hasil yang diperoleh
yaitu a) terdapat 125 mama-mama yang mengembangkan pertanian pekarangan ramah
lingkungan dan berkelanjutan yang tersebar di 5 desa pulau Semau, b) 100% mama-mama
dapat memproduksi pupuk organik cair 40 L dan padat 25 Kg setiap bulan dan c) 100% mamamama dapat menghemat uang belanja untuk membeli sayur sebesar Rp. 150.000 –
300.000,./bula
Penyuluhan Makanan Sehat Berbahan Dasar Ikan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo
Pencanangan “Gemar Makan Ikan/Gemari” merupakan upaya pemerintah dalam pencegahan
kasus stunting pada anak-anak. Berdasarkan riset kesehatan dasar terbaru Kementerian
Kesehatan setidaknya 30,8 persen balita di Indonesia memiliki tinggi badan tidak sesuai
usianya atau disebut stunting. Kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak terhadap gagal
tumbuh secara fisik atau berat badan lahir rendah, kecil, pendek dan kurus, namun juga rentan
terhadap gangguan pertumbuhan otak dan motorik. Tujuan jangka pendek penyuluhan adalah
uutuk meningkatkan pengetahuan mengenai makanan sehat berigizi berbahan dasar ikan,
sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk menurunkan kejadian stunting balita. Sasaran
kegiatan ini adalah orang tua dengan anak stunting di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa
Pantai, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2021. Metode
yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan persiapan, yakni
proses perizinan, observasi lapangan, koordinasi, dan persiapan materi penyuluhan. Tahapan
pelaksanaan kegiatan, yakni mengidentifiasi anak yang mengalami stunting dan memberikan
pendidikan kesehatan tentang stunting dan cara pencegahannya. Tahapan evaluasi meliputi
interpretasi hasil dan evaluasi pengetahuan ibu dengan anak stunting usia tahun mengenai
stunting dan cara pencegahannya
Pengembangan Potensi Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Melalui Diversifikasi Olahan Pangan di Desa Simatohir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
Kecombrang merupakan jenis tanaman semak yang banyak ditemukan di kebun masyarakat
desa Simatohir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pemanfaatan bunga kecombrang
belum maksimal hanya dijadikan sebagai bumbu masakan. Dari beberapa penelitian
menunjukkan bahwa kecombrang memiliki banyak khasiat khususnya dalam mencegah dan
mengobati beragam penyakit sehingga kecombrang dapat dijadikan sebagai pangan fungsional.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi bunga kecombrang (Etlingera elatior)
dengan pemanfaatannya menjadi olahan pangan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu menjalin kerja
sama dengan pemerintah daerah setempat, uji pendahuluan pembuatan olahan kecombrang,
Sosialisasi dan pendampingan pengolahan kecombrang
Bakteri Endofit sebagai Induktor Kesehatan dan Pertumbuhan Tanaman Cabai di Ringinsari-Kandat-Kediri
Cabai (Capsicum annum), di Indonesia merupakan salah satu komoditas sayuran semusim
dengan produksi yang tinggi dan sampai dengan tahun 2018 produksi cabai Indonesia
mengalami surplus. Salah satu sentra produksi cabai di Indonesia adalah Jawa Timur
khususnya Kabupaten Kediri yang memberikan kontribusi peningkatan produksi cabai sebesar
35-45 ton pada tahun 2017-2018, tetapi peningkatan produksi tersebut sangat dipengaruhi oleh
gangguan adanya hama tanaman. (OPT), terutama kelompok patogen yaitu cendawan
(Fusarium oxysporum) dan bakteri (Ralstonia solanacearum), keduanya menyebabkan
penyakit layu dan dapat menurunkan produksi hingga 75% atau menyebabkan tanaman mati.
Pengendalian di lapangan umumnya menggunakan metode kimia yang berdampak negatif
terhadap manusia dan lingkungan. Metode ini belum memberikan hasil yang memuaskan.
Berdasarkan kenyataan di lapangan, perlu aplikasi teknik alternatif untuk meningkatkan
kesehatan tanaman cabai terhadap kedua patogen tersebut dan meningkatkan pertumbuhannya
dengan menggunakan bakteri endofit. Bakteri endofit menghasilkan metabolit sekunder yang
dapat digunakan untuk menginduksi kesehatan dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Aplikasi bakteri endofit berupa pupuk organik yang diformulasikan. Tahapan kegiatan yang
digunakan dalam pengabdian masyarakat di Desa Ringinsari-Kecamatan Kandat-Kabupaten
Kediri ini adalah analisis situasi, identifikasi masalah, sosialisasi program, dan implementasi
program yaitu aplikasi bakteri endofit dalam formula pupuk organik. Hasil yang diperoleh
adalah masyarakat Desa Ringinsari-Kecamatan Kandat-Kabupaten Kediri mampu
mengaplikasikan formula bakteri endofit dalam pupuk organik dan hasil aplikasi tanaman cabai
menjadi sehat. Aplikasi bakteri endofit meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman meliputi
tinggi tanaman (rata-rata 10-47 cm), jumlah daun (rata-rata 2-57 daun), jumlah bunga (10-40)
per tanaman, dan jumlah buah (rata-rata 5-50) per tanaman
[Pemanfaatan Daun Mimba (Azadirachta indica) sebagai Pestisida Nabati] : Review
Senyawa metabolit sekunder berperan sebagai pengendali populasi serangga hama dan pertumbuhan agen biologi penyebab penyakit tanaman. Sifat dan mekanisme kerja bahan nabati tersebut dalam melindungi tanaman dapat sebagai antifitopatogenik (antibiotik pertanian), fitotoksik atau mengatur pertumbuhan tanaman (fitotoksin, hormon, dan sejenisnya), dan bahan aktif terhadap serangga. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan pestisida (Pestisida nabati) adalah mimba yang telah banyak dimanfaatkan dan cukup efektif untuk mengendalikan beberapa hama dan penyakit pada tanaman. Mimba memiliki bahan aktif azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin dan nimbidin sebagai hasil metabolit sekunder yang mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan cara mempengaruhi pertumbuhan, daya makan, reproduksi, dan oviposisi Prinsip penggunaan pestisida nabati tersebut untuk mengurangi dan bukan untuk meninggalkan pemakaian pestisida kimia, karena efektivitasnya masih dibawah pestisida kimia. Ulasan ini kemudian disusun untuk memaparkan efektifitas mimba sebagai pestisida nabati dalam mengatasi berbagai gangguan hama dan penyakit tanaman yang berpotensi menurunkan produksi
Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. terhadap Pertumbuhan TBM 1 beberapa Klon Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre)
Fase penting dalam budidaya tanaman kopi yaitu pada saat memasuki fase tanaman muda atau tanaman belum menghasilkan tahun 1 (TBM 1). Pada fase TBM ini diperlukan pemeliharaan dengan baik untuk mempersiapkan pertumbuhan tanaman tersebut secara optimal agar pada saat tanaman memasuki masa produktif atau tanaman menghasilkan (TM) mampu memberikan hasil yang optimal. Penerapan teknologi inovasi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi TBM 1 perlu dikembangkan dan diteliti. Penerapan teknologi tersebut dapat dengan melakukan aplikasi mikroba Bacillus sp. yang dapat diaplikasikan secara foliar pada daun. Bacillus sp dapat berfungsi sebagai bakteri yang mampu memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh aplikasi Bacillus sp. terhadap pertumbuhan tanaman kopi belum menghasilkan tahun 1. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kopi milik rakyat di Desa Curahpo Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso dari bulan Maret sampai dengan bulan april 2021. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pola dasar RAK yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu beberapa klon kopi (klon cabutan, klon BP 409, klon BP 936 dan klon BP 939). Faktor kedua sebagai anak petak yaitu konsentrasi Bacillus sp. (0 gr/l air, 30 gr/l air dan 60 gr/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikroba Bacillus sp. dapat meningkatkan kandungan klorofil daun dan tinggi tanaman kopi. Secara umum semakin tinggi konsentrasi Bacillus sp. yang diaplikasikan maka akan semakin tinggi kandungan klorofil daun dan semakin cepat penambahan tinggi tanaman kopi
Perancangan Merek dan Kemasan serta Pendampingan Pemasaran Digital untuk UKM Dua Jagung, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen
Pemberdayaan UKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menjadi salah satu strategi dalam
pengembangan suatu daerah. UKM banyak berkembang dalam suatu daerah bisa menjadi
indikator tingkat perkembangan masyarakat di daerah tersebut. Desa Sumberejo, Kecamatan
Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah merupakan daerah yang belum berkembang.
Kondisi topografinya yang panas menghasilkan jagung dan ketela yang berlimpah. UKM Dua
Jagung di Desa Sumberejo merupakan salah satu UKM yang mampu mengolah jagung dan
ketela menjadi produk cemilan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen
sebagai produk khas Sragen. Akan tetapi, dengan peran pentingnya tersebut, UKM Dua Jagung
belum mempunyai tampilan merek dan kemasan yang menarik untuk mendukung pencitraan
produknya sebagai produk khas daerah Sragen. Padahal merek dan kemasan sangat penting
dalam daur hidup pengembangan suatu produk untuk bersaing di pasar. Dukungan pemasaran
secara digital pun dibutuhkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Media digital akan
membuat jangkauan pemasaran tidak lagi berbatas. Penguasaan teknologi dan perubahan
mindset tentang merek, kemasan dan pemasaran digital akan menjadi target kegiatan
pengabdian masyarakat kali ini. Perkembangan UKM Dua Jagung melalui kegiatan ini
diharapkan bisa memicu semangat masyarakat Desa Sumberejo untuk memunculkan produkproduk lain yang akan menggiatkan dinamika masyarakat Desa Sumberejo menjadi masyarakat
yang lebih berdaya dan bermartabat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan kiprah Pusat Studi Pendampingan Koperasi
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PSP-KUMKM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk mengembangkan
UMKM di wilayah Solo Raya
Redesain pada Pengemasan untuk Peningkatan Mutu Produk Dendeng UKM Ksatria
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat khususnya di UKM Ksatria ini untuk meningkatkan
kualitas dalam membuat kemasan suatu produk agar memiliki nilai jual yang tinggi. Pada
kegiatan ini dilakukan pendesainan ulang kemasan dengan mencantumkan kode halal, kode
PIRT, juga menambahkan petunjuk pengolahan dendeng. Kegiatan ini bertujuan agar dapat
mampu memahami konsep desain kemasan, label kemasan hingga dapat mengembangkan
desain kemasan produk yang sudah ada agar dapat menarik minat pembeli, dengan harapan
agar dapat menambah keterampilan dan omset. Hal lain yang dilakukan juga memperbaiki cara
pengemasan dengan jenis bahan pengemas yang dikhususkan untuk produk daging.
Kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah dengan adanya redesain kemasan
dendeng sapi UKM Ksatria maka kemasan yang dihasilkan lebih menarik, dan informatif