Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi untuk Pakan Ternak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani-Bangli
Kulit kopi merupakan salah satu jenis limbah pertanian dari industri pengolahan kopi, yang
ketersediaannya sangat banyak di Indonesia. Terdapat 2 jenis kopi yaitu kopi arabica dan kopi
robusta, masing-masing dibudidayakan oleh masyarakat sesuai dengan kondisi geografis wilayah.
Di Bali kopi robusta banyak dibudidayakan didaerah Tabanan, sedangkan kopi arabica banyak
dibudidayakan di daerah Bangli khususnya di Kintamani yang telah memiliki sertifikat Spesifikasi
Indikasi Geografis (SIG) karena cita rasanya yang sangat baik dan telah terkenal di manca negara.
Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat dan pengolah kopi adalah limbah kulit kopi belum
dimanfaatkan dan cendrung mengganggu lingkungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian
masyarakat ini adalah memberikan alih tehnologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi pakan
ternak, sehingga dapat bermanfaat sekaligus dapat meningkatkan produktivitas ternak. Metode
yang digunakan dalam kegiatan masyarakat ini adalah penyuluhan, diskusi dan tanya jawab, dan
praktik pembuatan. Dalam penyuluhan diberikan teori dan penggunaan beberapa jenis probiotik
yaitu : EM-4, Bio Bali Tani, MOL kopi, dan Aspergilus niger. Dalam praktik pembuatan dimulai
dari pembuatan larutan fermentor untuk 1 ton bahan kulit kopi dengan perbandingan 10 lt air +
1lt probiotik + 1 lt molase, kemudian dicampurkan dalam bahan pakan secara merata. Hasil
kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa proses fermentasi dapat berjalan dengan baik, serta
dapat direkomendasikan kepada kelompok bahwa penggunaan probiotik mikro organisme local
(MOL) dari kulit kopi dapat diterapkan dan hasilnya paling baik. Dilakukan proses fermentasi
selama 2 minggu, kemudian dikering anginkan untuk bisa diberikan pada ternak. Untuk
meyakinkan anggota kelompok, maka akhir dari kegiatan dilakukan uji coba pada ternak, untuk
mengetahui tingkat konsumsinya
Kajian Pemberian Mikoriza dan Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan Tanaman Sorgum
Tanaman sorgum bukan merupakan tanaman asli Indonesia, namun tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik dengan kondisi iklim Indonesia. Tanaman ini mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan secara komersial karena memiliki multimanfaat yang banyak dan menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk kandang dan mikoriza pada beberapa varietas sorgum. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas dua faktor, faktor pertama adalah varietas yang terdiri atas varietas Super, Suri, dan Keller, sedangkan faktor kedua adalah kombinasi perlakuan yang terdiri atas tanpa pupuk kandang dan tanpa mikoriza (pembanding), pupuk kandang 5 ton/ha + 2 g mikoriza/tanaman, pupuk kandang 5 ton/ha + 3 g mikoriza/tanaman, pupuk kandang 10 ton/ha + 2 g mikoriza/tanaman dan pupuk kandang 10 ton/ha + 3 g mikoriza/tanaman. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 15 (15 bedeng sebagai satuan percobaan dalam 3 blok sebagai ulangan). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk kandang 10 ton/ha + 3 g mikoriza/tanaman berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan varietas Super adalah varietas yang memberikan hasil terbaik
Penerapan Urban Agriculture melalui Teknik Budidaya Tanaman Microgreen untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga
Microgreen merupakan tanaman mini yang memiliki banyak manfaatnya. Microgreens berasal dari kata micro (kecil) dan greens (hijauan ) sehingga tanaman hijau yang masih kecil yang dipanen pada 7 hari sampai dengan 14 hari. Namun belum banyak warga yang mengetahui dan menanam tanaman ini. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon melakukan pendampingan kepada Ibu-Ibu warga Perumahan Bumi Arum Sari tentang teknik budidaya tanaman microgreens. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan edukasi selama pandemi Covid-19 agar warga memiliki kegiatan positif saat dirumah dengan berkebun dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Kegiatan berkebun dapat meningkatan imunitas tubuh selain mengkonsumi makanan dengan gizi seimbang yang mengandung mineral, antioksidan dan vitamin tinggi. Budidaya tanaman microgreens sangat mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas bahkan bisa ditanam di dalam rumah. Kita dapat menanam microgreen dari berbagai jenis tanaman sayuran seperti, brokoli, pakcoy, bayam, seledri, kangkung, dan lain lain. Harapan dari pengabdian ini adalah diperolehnya ketahanan pangan keluarga, serta mengasah keterampilan ibu rumah tangga dalam usaha tani Microgreens melalui penyediaan sayuran sehat bagi keluarga
Identifikasi Kesuburan Tanah Sawah Di Desa Lo’a Kecamatan So’a Kabupaten Ngada
Tanah sawah di Desa Lo’a diolah secara intensif dengan pemupukan anorganik yang tinggi, selain itu sawah-sawah ini juga menggunakan pestisida dengan dosis yang tinggi.hal tersebut berpengaruh pada tingkat kesuburan tanahnya. Karena itu penelitian survey ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat kimia dan tingkat kesuburan tanah sawah. Penentuan sampel tanah menggunakan metode Purposive Sampling, dengan kriteria yaitu lahan sawah di Desa Lo’a yang membudidayakan padi Varietas Ciherang, diolah tanpa ada masa bera, tidak menggunakan pupuk organik serta menggunakan pestisida Moluskisida.Variabel kimia yang diamati adalah pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, Kapasitas Tukar Kation dan Kejenuhan Basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria kimia tanah yang ada pada sawah Desa Lo’a yaitu pH tanah termasuk kategori agak masam dan masam, C-oragnik tergolong sedang, N-total tergolong sangat rendah, P-tersedia tergolong sedang, K-tersedia tergolong sangat rendah, KTK tergolong tinggi dan sangat tinggi, Kejenuhan Basa tergolong tinggi dan sangat tinggi. Sedangkan kriteria kesuburan tanah pada sawah Desa Lo’a yaitu tergolong sedang dengan faktor pembatas yaitu C-Organik
[Keanekaragaman Arthropoda dan Hubungannya dengan Intensitas Serangan Hama serta Hasil Kacang Tanah Varietas Lokal] : Review
Kacang tanah dengan nilai ekonomi yang tinggi seringkali produksinya dibatasi oleh gangguan arthropoda golongan serangga hama. Keanekaragaman dan distribusi arthropoda sangat penting diketahui dalam rangka penyusunan strategi pengendaliannya. Sampel arthropoda diambil menggunakan metode pitfall trap dan sweep net.Keanekaragaman arthropoda dihitung dengan Shannon index, distribusi arthropoda menggunakan Morista index dan kerusakan berdasarkan intensitas serangan hama. Hasil menunjukkan bahwa keanekaragaman arthropoda tinggi (H’=3,61) pada kacang tanah varietas lokal, distribusinya berkelompok (I>1,0), intensitas serangan hama (IS=10%) tergolong rendah dan hasil 1,1-1,7 kg/petak polong basah. Kesimpulan bahwa keanekaragaman dan distribusi arthropoda dapat mempengaruhi intensitas serangan hama dan hasil panen kacang tanah varietas lokal
Inventarisasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Beberapa Spesies Tanaman Kantong Semar ( Nepenthes Sp.) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas (KRC) merupakan salah satu kebun raya di bawah koordinasi Pusat penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya yang menginduk pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). KRC memiliki koleksi berupa tumbuhan dataran tinggi basah Indonesia. Pada mulanya, KRC dijadikan kawasan aklimatisasi jenis tumbuhan bernilai ekonomi dari luar kawasan Indonesia. Salah satu koleksi indoor KRC ialah tanaman hias kantong semar yang terdapat di rumah kaca kantong semar. Proses deteksi, idenifikasi dan prediksi sumber penyebab penyakit (patogen) pada tanaman yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan berbagai organisme penggaggu tanaman (OPT) yang menyerang tanaman kantong semar, termasuk penentuan strategi pengendalian yang tepat dan sebagai upaya preventif untuk periode berikutnya. Populasi nepenthes di alam semakin menurun maka dari itu konservasi ex-situ dengan cara domestikasi melalui mekanisme budidaya dan penangkaran agar tumbuhan nepenthes tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengindentifikasi OPT pada koleksi kantong semar yang ada di KRC oleh karena itu upaya untuk menekan serangan OPT harus dilakukan pengawalan sejak dini, dengan melakukan identifikasi tanaman kita dapat mengetahui keberadaan OPT baik itu intensitas serangan maupun populasi disuatu wilayah. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca koleksi kantong semar yang ada di KRC yang berada pada ketinggian 1300 mdpl. Hasil identifikasi OPT yang dilakukan di taman Kantong semar kebun raya cibodas telah menunjukan adanya serangan dari hama dan penyakit seperti Kutu Sisik (scale), dan Thrips (thrips parvispinus) Serta beberapa penyakit yang menyerang seperti penyakit bercak daun dan busuk batang
Studi Potensi Ketersediaan Pakan Ternak Ruminansia dari Limbah Tanaman Pangan Berdasarkan Daya Dukung di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang
Limbah tanaman pangan merupakan salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk studi potensi ketersediaan pakan ternak ruminansia dari limbah tanaman pangan berdasarkan daya dukung di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang. Penelitian menggunakan metode deskriptif disertai dengan analisis statistik sederhana. Metode pengumpulan data berupa data sekunder dan data primer berupa luas panen tanaman pangan seperti padi, jagung, dan ubi kayu di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Selanjutnya data diolah dan dianalisis ke dalam bentuk parameter daya dukung limbah tanaman pangan untuk bahan kering (BK), protein kasar (PK), dan total digestible nutrient (TDN). Hasil yang diperoleh menunjukkan daya dukung limbah tanaman pangan berdasarkan bahan kering (BK), protein kasar (PK), dan total digestible nutrisent (TDN) paling tertinggi di Kelurahan Siparappe dan terendah di 4 Kelurahan yaitu Kelurahan Sawitto, Jaya, Penrang, dan Maccorawalie. Hal ini memperlihatkan potensi di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang tiap Kelurahan untuk menghasilkan pakan terutama berupa pakan hijauan bagi ternak ruminansia dalam bentuk segar atau kering, tanpa melalui pengolahan