Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
    730 research outputs found

    Pemanfaatan Teknologi Pascapanen Padi meningkatkan Kualitas Mutu Hasil Panen di Jawa Tengah

    Full text link
    Pangan menjadi kebutuhan paling utama harus dipenuhi dari produksi dalam negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka mendukung kemandirian pangan nasional. Tantangan mempertahankan ketahanan pangan nasional salah satunya adalah kehilangan hasil panen. Strategi menekan kehilangan hasil panen dapat dilakukan melalui penanganan pascapanen yang tepat serta mekanisasi pertanian. Pengkajian kuantitatif dengan metode deskriptif, bertujuan mengetahui pemanfaatan alat mesin pertanian pascapanen vertical dryer di tingkat kelompok tani. Penanganan pascapanen padi khususnya pada tahap pengeringan gabah perlu mendapatkan perhatian karena mempengaruhi rendemen giling dan mutu hasil beras. Penggunaan vertical dryer memudahkan petani mengontrol kadar air GKG sehingga gabah yang dihasilkan memliki kualitas lebih baik, serta menekan kehilangan hasil. Dampak ekonomi pemanfaatan vertical dryer adalah efektivitas dan efisiensi biaya tenaga kerja khususnya saat musim penghujan dan panen raya. Hasil samping atau polusi udara yang dihasilkan vertical dryer tidak berdampak pada lingkungan. Kendala yang dihadapi adalah pengadaan alat pengering mekanis mahal sehingga keterbatasan petani atau kelompok tani untuk memiliki secara mandiri. Secara keseluruhan bantuan hibah alat pascapanen vertical dryer bermanfaat bagi petani dan kelompok tani penerima manfaat. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani pada penanganan pascapanen padi yang tepat dilakukan melalui pendampingan oleh penyuluh, petugas teknis serta steakholder terkait baik di tingkat pusat, provinsi dan daerah

    Prediksi Bahaya Erosi dengan Metode USLE di KHDTK Gunung Bromo UNS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya erosi di KHDTK Gunung Bromo UNS berdasarkan rumus USLE. Berdasarkan rumus yang digunakan, maka diperlukan empat jenis peta sebagai dasar perhitungan tingkat bahaya erosi, yaitu peta curah hujan, peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, dan peta tutupan lahan. Peta kemiringan lereng diklasifikasikan menjadi 7 kelas dan peta tutupan lahan dibagi menjadi 6 tutupan lahan. Proses overlay dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir Peta SPL. Survei lapangan dilakukan untuk mendapatkan data kemiringan lereng, jenis tutupan, serta jenis konservasi lahan dan analisis laboratorium dilakukan untuk mendapatkan data tekstur, struktur, dan permeabilitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi di KHDTK Gunung Bromo UNS meliputi ringan hingga sangat berat. Kelas ringan yang mendominasi seluas 66,24 ha atau 53,1% dari seluruh wilayah KHDTK Gunung Bromo. Lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat berat merupakan lahan dengan tutupan bekas persemaian yang didominasi lahan kosong. Kategori tingkat bahaya erosi berat hingga sangat berat di KHDTK Gunung Bromo ditemukan di lahan peremajaan pinus yang merupakan tegalan garapan masyarakat dan lahan bekas persemaian yang didominasi lahan kosong. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk membuat rencana pengelolaan tanah dan tindakan konservasi yang tepat

    Potensi Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) pada Berbagai Media Pupuk Organik di Polybag

    Full text link
    Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional karena mengandung senyawa kimia seperti oleoresin dan minyak atsiri, flavonoid, fenol, terpenoid dan antioksidan yang dipercaya dan telah banyak dipublikasi mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan system antioksidan. Tanaman biofarmaka kelompok rimpang pada tahun 2018 hampir keseluruhannya mengalami kenaikan luas panen, hanya tanaman jahe dan tanaman dringo yang mengalami penurunan. Selain itu produtivitas jahe juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh pemupukan yang kurang optimal. Tujuan artikel ini mereview potensi jahe merah di berbagai media pupuk organik di polybag komposisi media pupuk organik yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan jahe merah pada pertanaman menggunakan polybag. Budidaya jahe merah dapat dilakukan di karung atau polybag, dan dapat dilakukan setiap saat. Budidaya jahe merah dapat di tanam dengan media tanah yang dicampur dengan media organik seperti pupuk kendang dan kompos. Berdasarkan analisis usaha tani setiap 10 bulan dapat dihasilkan Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah). Tempat untuk budidaya jahe merah di dalam karung atau polybag dapat dibawah tegakan pohon di pekarangan

    Model Pengembangan Ekowisata Pulau Bayur Kabupaten Kampar dengan Pendekatan Riverfront Landscape

    Full text link
    Pulau Bayur adalah salah satu dusun di Desa Padang Luas Kabupaten Kampar yang memiliki potensi wisata sungai Kampar. Potensi kawasan ini adalah panorama sungai kampar, festival, dan kuliner tradisional. Saat ini kawasan tidak dikelola dengan baik sehingga kegiatan wisata tidak maksimal. Permasalahan pada kawasan seperti kekurangan fasilitas pengelola dan publik, sampah, semak belukar, dan banjir. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menghasilkan rancangan yang dijadikan sebagai model pengembangan kawasan menjadi kawasan ekowisata. Metode pelaksanaan kegiatan adalah bottom-up approach yaitu merancang berdasarkan minat dan kebutuhan yang dipaparkan oleh masyarakat yang selanjutnya mengedepankan pendekatan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui syncronic reading dengan cara observasi dan diskusi. Hasil kegiatan ini adalah model rancangan pengembangan ekowisata melalui pendekatan Riverfront Landscape yang mengintegrasikan kebutuhan wisata dan menjaga kondisi lingkungan. Konsep yang diterapkan adalah dengan membagi zonasi kawasan menjadi lima zona yaitu kuliner, festival, pantai, plaza, dan dermaga

    Penilaian Kesehatan Ekosistem Mangrove pada Jalur Wisata Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa

    Full text link
    Kawasan Taman Nasional Karimunjawa memiliki lima tipe ekosistem, yaitu terumbu karang, padang lamun, mangrove, pantai dan hutan hujan tropis dataran rendah. Hutan mangrove yang ada di kawasan konservasi ini memiliki luas 222,20 Ha, teridentifikasi terdapat 45 jenis. Fenomena endapan lumpur yang terperangkap pada hutan mangrove menyatukan dua pulau utama yaitu Pulau Kemujan dan Pulau Karimunjawa. Meskipun mangrove memiliki kemampuan hidup yang tinggi, keberadaannya tetap harus dipantau agar dapat diketahui ancaman yang terjadi terhadap ekosistem ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan mangrove pada Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa. Pengambilan data dilakukan 15-17 Maret 2020, dengan menggunakan metode purposive sampling. Penilaian untuk menentukan kesehatan mangrove mengacu pada Panduan Pemantauan Komunitas Mangrove edisi 2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mangrove di Pulau Kemujan memiliki keanekaragaman jenis yang beragam, tempat hidup umumnya pada substrat lumpur berpasir. Jenis yang dijumpai antara lain Exocaecaria agallocha, Ceriops tagal, Rhizopora stylosa, Lumnitzera racemosa, Scyphipora hydrophyllacea, Rhizopora apiculata, dan Rhizopora mucronata. Terdapat tiga kategori mangrove yaitu mangrove mayor, minor, asosiasi dan vegetasi pantai. Delapan jenis merupakan mangrove mayor, enam jenis mangrove minor, 10 jenis mangrove asosiasi dan vegetasi pantai. Persen tutupan kanopi di 3 stasiun pada stasiun satu dan dua status sedang, dan stasiun tiga dengan status padat. Kerapatan berkisar antara 1.089 – 6.133,3 pohon/ Ha, persentase tutupan pada kisaran 1,10 – 81,34%. Rata-rata persen penutupan 75 %. Dari perhitungan nilai kerapatan dan persentase tutupan mangrove menunjukkan bahwa kesehatan mangrove pada Trekking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa dalam kondisi Baik

    Implementasi Pembelajaran Merdeka Belajar Mahasiswa UPN Veteran Jatim pada Industri Alamanda Farm Berbasis sayuran

    Full text link
    Merdeka Belajar merupakan kebijakan yang telah dicanangkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Bapak  Nadiem  Anwar Makarimyang berdasar hukum pada Permendikbud No. 3 Tahun 2020.  Merdeka Belajar–Kampus Merdeka bertujuan untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran di Perguruan Tinggi agar semakin otonom, luwes, tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Artikel ini mereview sebagian kebijakan Kemendikbud yang implementasinya pada pemagangan kerja mahahasiswa di industri. Tujuan penulisan artikel ini adalah agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan  keterampilan untuk bekal bekerja ketika kelak sudah lulus dari perguruan tinggi, serta industri dapat mengetahui bakat calon pegawai yang akan dipekerjakan pada industrinya dari peserta mahasiswa magang. Perwujudan dari kebijakan tersebut diantaranya dilakukan kegiatan pemagangan oleh mahasiswa UPN Veteran Jatim pada industri pertanian yang berbasis produk sayuran. Metode yang dilakukan pada penulisan artikel ini adalah kajian literatur yang diperoleh dari beberapa buku, jurnal, seminar-seminar dan sebagian data dari kegiatan pemagangan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar –Kampus Merdeka terwujud dan terimplementasi dalam kegiatan pembelajaran tentang budidaya tanaman secara hidroponik. Kesimpulan yang diperoleh pada kegiatan pemagangan ini adalah mahasiswa dapat melakukan budidaya secara hidroponik mulai dari mempersiapkan peralatan, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan hingga paska panen pada industri pertanian “Alamanda Farm” berbasis sayuran yang dapat merespon sebagian kebijakan Merdeka Belajar

    Analisis Efisiensi Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat di Tengah Pandemi Covid 19 di Kabupaten Langkat Sumatera Utara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan, pendapatan dan efisiensi usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Metode Multistage Random Sampling. Responden adalah peternak sapi potong rakyat diambil secara acak sebanyak 80 responden. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung kepada peternak. Analisis data dilakukan dilakukan secara kuantitatif yaitu analisis pendapatan dan efisiensi dan analisis deskriftif yaitu teknis pemeliharaan sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan tata laksana pemeliharaan sapi yang dipelihara diberi pakan rumput. Peternak memelihara ternak secara intensif. Peternak melakukan sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan kandang. Sistem perkawinan yang dilakukan secara inseminasi buatan. Jumlah pendapatan peternak sebesar Rp. 7.066.621,8. Usaha peternakan sapi potong sudah efisien dengan tingkat efisiensi usaha rata-rata sebesar 1,7 yang berarti bahwa setiap pengeluaran Rp. 1,00 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,7

    Dinamika Populasi dan Tingkat Kerusakan Ulat Api pada Perkebunan Kelapa Sawit Pasca Replanting

    Full text link
    Peremajaan (replanting) merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kelapa sawit. Hanya saja pelaksanaan replanting kelapa sawit dihadapkan dengan berbagai kendala teknis dan non teknis. Ditambah tanaman kelapa sawit pada areal replanting tidak tumbuh optimal sehingga rentan serangan hama. Hama kelapa sawit yang selama ini ditakuti petani adalah ulat api, karena jenisnya yang banyak dan daya rusak yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ulat api, kelimpahan dan tingkat serangan beberapa spesies ulat api pada perkebunan kelapa sawit pasca replanting. Penelitian ini telah dilakukan di Nagari Muaro Sopan, Kabupaten Dharmasraya. Pada bulan Februari sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini berbentuk survei dengan penentuan tanaman sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua spesies ulat api yaitu Setora nitens dan Setothosea asigna yang menyerang kelapa sawit pada areal replanting. Kelimpahan spesies ulat api tertinggi yakni pada umur tanaman empat tahun pasca replanting dengan jumlah 816 individu sedangkan kelimpahan ulat api terendah di umur tanaman dua tahun pasca replanting dengan jumlah 644 individu. Tingkat kerusakan akibat ulat api meningkat selama tiga bulan pengamatan dengan rata-rata tingkat kerusakan tertinggi terjadi pada umur tanaman empat tahun pasca replanting dengan persentase 61,33%, sedangkan kerusakan terendah terjadi pada umur tanama dua tahun pasca replanting dengan persentase 54,98%

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dewi Ratih II dalam Program Gerakan Tani Bangkit di Desa Gempol Kabupaten Klaten

    Full text link
    Peningkatan kesejahteraan petani dapat dilakukan melalui kelembagaan pertanian, salah satunya melalui pemberdayan kelompok tani. Pemberdayaan kelompok tani tentu tidak lepas dari peranan partisipasi petani itu sendiri untuk meningkatkan kualitas produksi hingga meningkatkan kesejahteraan petani. Partisipasi menunjukan keterlibatan dan keikutsertaan petani dalam proses pemberdayaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil pemberdayaan serta evaluasi dari program pemberdayaan yang dijalankan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi partisipasi KT Dewi Ratih II dalam program Gerakan Bangkit Tani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan ditentukan dengan snowball sampling. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumendari, kemudian dianalisis menggunakan analisis Miles dan Huberman. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan terdapat faktor internal dan ekternal yang mempengeruhi partisipasi KT Dewi Ratih II. Faktor internal yang mempengaruhi diantaranya pengalaman, usia, kemauan dan pengetahuan petani. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi diantaranya ketersediaan pasar, sarana prasarana, akses mendapatkan pendapatan, akses fasilitas, kesempatan memperoleh informasi dan kelembagaan yang mendukung kelompok

    Variabilitas Fenotipe beberapa Genotipe Kunyit (Curcuma domestica Val.) Lokal Papua di Kabupaten Manokwari

    Full text link
    Kunyit merupakan tanaman rempah yang berpotensi sebagai bahan pangan fungsional. Penggunaan kunyit sebagai tanaman rempah menyebabkan tanaman ini banyak dibudidayakan hampir di seluruh indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menduga keragaman fenotipe beberapa jenis kunyit koleksi lokal Papua. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menggambarkan variasi fenotipe dari data pengamatan morfologi dan hasil tanaman kunyit.Variabel yang diamati dalam penelitian mengikuti Pedoman Penyusunan Deskripsi Varietas Hortikultura yang dikeluarkan oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian tahun 2011, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, lebar daun, berat per rimpang pertanaman. Analisis keragaman menunjukkan koefisien keragaman fenotipe (KKF)  berkisar dari rendah sampai dengan tinggi. Karakter yang memiliki KKF rendah adalah lebar daun; karakter yang memiliki KKF sedang adalah tinggi tanaman, panjang daun, panjang rimpang dan diameter rimpang, sedangkan karakter yang memiliki KKF tinggi adalah bobot rimpang per tanaman.  Hasil analis komponen utama (AKU) menunjukan bahwa terdapat dua komponen yang berkontribusi terhadap keragaman fenotipe dari 8 kunyit lokal Papua yang diamati. Karakter yang mampu mampu mempengaruhi keragaman komponen pertama dari 8 genotipe lokal Papua antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, lebar daun, berat per rimpang dengan kontribusi sebesar 63,384% dan nilai Eigenvalue 3,803. Karakter yang mempengaruhi keragaman komponen kedua adalah panjang rimpang dan diameter rimpang dengan total kontribusi sebesar 20,753% dan Eigenvalue 1,245. Terdapat 2 klaster utama yang terbentuk berdasarkan analisis keragaman dari karakter vegetatif dan generatif 8 genotipe kunyit lokal yang diamati pada tingkat ketidakmiripan 0,87, yaitu klaster 1 yang terdiri dari genotipe Amban 2 dan kluster 2 yang terdiri dari genotipe bintuni, SP3, SP6, Jayapura 2, Jayapura, Arfai dan Amban

    644

    full texts

    730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇