Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Kajian Karakteristik Ibu Rumah Tangga Terlibat Usaha Tani
Ibu rumah tangga adalah kunci penggerak sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia. Keterlibatan ibu rumah tangga dalam menyokong kemampuan ekonomi keluarga didorong oleh tingkat kemampuan kepala keluarga dalam memberikan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang sosial ekonomi ibu rumah tangga di Kecamatan Kutalimbaru yang langsung terjun menjadi buruh tani harian atau buruh harian ternak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pemilihan responden atau sampel dilakukan secara acak yaitu accidental purposing sampling. Metode pengambilan data dilakukan dengan Focus Group Discussion.Motode analisis data penelitian ini dengan alat analisis deskriptif. Karakteristik pendidikan dan lama pengalaman menjadi dominan mempengaruhi tingkat keberhasilan stabilitas ekonomi keluarga
Respon Beberapa Varietas Padi pada Lahan Rawa Pasang Surut di Kabupaten Serdang Bedagai dalam Mendukung Ketahanan Pangan
AbstrakLahan rawa pasang surut mempunyai masalah dan kendala yang cukup berat untuk dijadikan lahan pertanian yang produktif khususnya tanaman padi sawah. Tingkat salinitas yang tinggi dapat menyebabkan gagal panen. Salah satu upaya untuk pengembangan lahan rawa pasang surut adalah menggunakan varietas padi yang tahan terhadap perubahan salinitas dan perbaikan kesuburan lahan. Kegiatan ini bertujuan melihat respon beberapa varietas padi pada lahan pasang surut Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan dilaksanakan di Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April hingga Agustus 2020. Varietas yang diuji terdiri atas Inpara 3, 10, Inpari 32 dan 34 Salin Agritan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode survey. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa varietas Inpara mampu beradaptasi baik pada lokasi pengkajian. Hasil gabah terbanyak diperoleh dari varietas Inpara 10, selanjutnya Inpara 3, Inpari 34 salin agritan dan yang terendah oleh varietas Inpari 32. Varietas Inpari 34 memiliki penampilan yang tertinggi dan umur panen yang tercepat atau genjah dibandingkan varietas Inpari 32, Inpara 3 dan 10. Umur panen yang terdalam adalah varietas Inpara 10. Hasil gabah kering panen terbanyak diperoleh dari varietas Inpara 10 sebanyak 6,90 t/ha
Keragaan Empat Varietas Padi pada Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) di Sawah Irigasi Sumatera Utara
Peningkatan produksi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia dihadapkan pada permasalahan besar, seperti rendahnya tingkat pemanfaatan varietas bersertifikat dan kelangkaan tenaga kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian pengenalan sistem tanam benih langsung dan empat varietas padi bersertifikat. Penelitian ini dilaksanakan di sawah irigasi Kebun Percobaan Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada bulan Oktober 2019 sampai Februari 2020. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi empat varietas padi pada sistem tanam benih langsung dengan cara tabur benih rata (broadcast seeding) di lahan sawah irigasi Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan enam ulangan. Empat varietas padi yang diuji adalah: Inpari 30, Inpari 32, Mekongga, serta Ciherang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada empat varietas yang diuji terhadap variable jumlah anakan produktif, panjang malai dan hasil gabah.Varietas Inpari 30, Inpari 32, serta Mekongga memberikan produksi masing-masing 19.30%; 23.14%; dan 21.00% lebih tinggi daripada varietas Ciherang
Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea l) dengan Bokashi sebagai Substitusi Pupuk N-P-K di Tanah Ultisol
Penelitian menggunakan aplikasi bokashi dan pengurangan dosis anjuran pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) untuk 1)Mengkaji pengaruh pemberian bokashi dan pengurangan pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) terhadap pertumbuhan sawi hijau, 2) Mengetahui dosis optimal dari bokashi dan pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) terhadap pertumbuhan sawi hijau dan 3) Mengetahui pengaruh dosis bokashi untuk mengurangi penggunaan dosis pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) dari dosis anjuran. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2020 sampai Juli 2020 di experimental farm Fakultas Pertanian UNSOED. Percobaan faktorial menggunakan RAKL, 3x3 diulang sebanyak tiga (3) kali. Faktor pertama yaitu dosis bokashi 20 ton/ha, 40 ton/ha dan 60 ton/ha. Faktor kedua yaitu pengurangan dosis pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) pengurangan 25%, 50% dan 75% dosis anjuran. Variabel yang diamati adalah sifat kimia terpilih Ultisol (pH H2O, Al dd, C organik dan P tersedia), pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, bobot tajuk segar, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi sebagai subtitusi pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) dapat mendukung pertumbuhan sawi hijau pada Ultisol. Kombinasi perlakuan menunjukan terdapat interaksi pada semua variabel pengukuran kecuali luas daun, maka dapat disimpulkan bahwa bokashi 60 ton/ha mampu mensubtitusi pupuk N-P-K (Urea, SP36 dan KCl) 50% dari dosis anjuran
Evaluasi Dampak Penyuluhan Pertanian pada Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari di Kota Dumai
Penyuluhan dilaksanakan dalam kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sebagai sumber
pangan keluarga yang dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan
kosong tidak produktif oleh kelompok masyarakat secara bersama-sama. Upaya ini
dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas,
pemanfaatan, dan pendapatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020, bertujuan
mengevaluasi dampak pelaksanaan penyuluhan pertanian terhadap kegiatan P2L di Kecamatan
Dumai Selatan sebagai lokasi pelaksanaan P2L di Kota Dumai. Sampel kelompok dipilih
secara sengaja (purposive sampling) yakni kelompok pelaksana aktif kegiatan P2L. Sampel
petani dipilih secara acak sebanyak 30 orang. Data diambil dengan kuesioner, dianalisis secara
deskriptif menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menilai
lima (5) indikator evaluasi:1)Perubahan pengetahuan anggota kelompok mengenai
pemanfaatan pekarangan, demplot kelompok dan kebun bibit 2)Perubahan sikap anggota
kelompok mengenai pemanfaatan pekarangan, demplot kelompok dan kebun bibit, 3)Demplot
kelompok dan kebun bibit, 4)Manfaat yang dirasakan dengan adanya kegiatan pemanfaatan
pekarangan, demplot kelompok dan kebun bibit, 5) pemanfaatan pekarangan, demplot
kelompok dan kebun bibit kesemuanya menunjukkan hasil baik dengan rentang nilai 22- 28
skala likert, sehingga dapat disimpulkan pelaksanaan penyuluhan kegiatan P2L di Kota Dumai
dilaksanakan dengan baik. Selain itu cabe rawit merupakan jenis tanaman yang paling disukai
untuk dibudidayakan
Pembuatan Demplot Pertanaman Nilam (Pogostemen cablin Benth.) di Zona Tradisional Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I
Pelestarian kawasan hutan harus dilakukan secara berkesinambungan. Salah satunya, tercermin
dari kerjasama antara pihak pengelola kawasan hutan dengan masyarakat setempat. Kegiatan
yang dapat dilakukan antara lain yaitu melalui pemberdayaan masyarakat. Saat ini, di dalam
kawasan Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I terdapat sekitar 300 petani pengaram yang
memanfaatkan lahan di bawah tegakan. Namun demikian, diperlukan optimalisasi
pemanfaatan lahan dibawah tegakan agar lebih menguntungkan secara ekonomi dan ekologi.
Salah satunya yaitu melalui budidaya nilam. Kegiatan pengabdian ini, merupakan tindak lanjut
kegiatan pengabdian tahun 2020, bertujuan untuk membangun demplot pertanaman nilam di
zona tradisional Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I agar dapat menjadi contoh bagi
pengaram dalam budidaya nilam. Oleh karena itu, pada tahun 2021 dilakukan pembangunan
demplot dan dilakukan studi banding penyulingan minyak atsiri nilam. Pembuatan demplot
pertanaman nilam dimulai dengan persiapan lahan secara partisipatif dengan memperhatikan
tutupan tajuk dan jarak tanam. Penanaman dilakukan dengan bibit nilam Sidikalang dan
Lhokseumawe dengan teknik penanaman yang baik serta memanfaatkan pupuk kandang lokal.
Studi banding penyulingan minyak atsiri dilakukan di UMKM pengolahan minyak atsiri di
Klaten, Jawa Tengah
Upaya Pemenuhan Ketersediaan Pangan Saat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Budidaya Padi di Lahan Suboptimal
Pandemi covid-19 mempengaruhi terhadap ketersediaan pangan pada suatu wilayah, tidak
terkecuali Kabupaten Pangandaran. Pemanfaatan teknologi tepat guna yang mudah untuk
diaplikasikan pada lahan suboptimal memungkinkan untuk dijadikan sebagai salah satu upaya
untuk memproduksi dan menjamin ketersediaan pangan. Salah satu teknologi tepat guna
untuk memproduksi padi di lahan suboptimal yakni menggunakan teknik saluran cacing dan
penggunaan padi varietas unggul. Tujuan kegiatan yakni melakukan pendampingan bagi
petani untuk memproduksi pangan di lahan suboptimal saat kondisi pandemi covid-19.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain berupa sosialisasi, focus group
discussion (FGD), demo plot (demplot) di lahan suboptimal, dan evaluasi hasil kegiatan
menggunakan teknik kuesioner. Berdasarkan hasil kuesioner yang diperoleh menunjukkan
bahwa sebelum dilakukannya penerapan teknologi, petani menghasilkan rerata produktivitas
yang rendah yakni 1-3 ton ha-1
. Hal tersebut menyebabkan banyak petani enggan untuk
membudidayakan padi pada lahan tersebut sehingga terjadi penurunan produksi padi pada
wilayah tersebut. Penggunaan teknik saluran cacing pada lahan suboptimal dengan
memanfaatkan benih padi varietas Inpari 30 sebagai varietas unggul mampu meningkatkan
produktivitas padi mencapai 40%. Selain peningkatan produktivitas, tekstur nasi yang
dihasilkan dengan menggunakan benih padi varietas Inpari 30 banyak disukai oleh
masyarakat karena pulen. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa penerapan teknologi
berbasis saluran cacing pada lahan suboptimal mampu meningkatkan produktivitas padi serta
mampu mencukupi ketersediaan pangan wilayah saat pandemi covid-19
Evaluasi dan Seleksi Kualitas beberapa Genotipe Cabai Keriting Hibrida
Cabai merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengembangan benih cabai hibrida terus dilakukan karena memiliki beberapa keunggulan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji kualitas beberapa genotipe cabai keriting hibrida yang akan dilepas sebagai varietas. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran tahun 2018. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Sampel cabai diambil pada panen ke-3. Parameter yang diuji yaitu uji hedonik konsumen dan ukuran berat, panjang, dan diameter cabai. Uji hedonik konsumen ini dilakukan kepada 30 panelis tidak terlatih. Pada pengujian ini menggunakan skor 1-5 sebagai standar penilaian. Di mana skor 1 menunjukkan sangat suka, skor 2 suka, skor 3 agak suka, skor 4 tidak suka, dan skor 5 sangat tidak suka. Kode 1,2, dan 3 merupakan genotipe yang diuji (H 01, H 04, dan HK). Sedangkan 4, 5, dan 6 sebagai pembanding yaitu varietas TM 999, Redsibel, dan Kastilo. Hasil penelitian menunjukkan konsumen memberikan penilaian tertinggi pada parameter warna terhadap genotipe 2 (H 04), dan varietas pembanding 5 (Redsibel), dan 6 (kastilo) yaitu 2.1. Hasil uji hedonik konsumen pada ukuran, warna, bentuk, dan kenampakan secara keseluruhan, genotipe 2 (H 04) mendapatkan penilaian yang tinggi (lebih disukai konsumen) yang mendekati pembandingnya varietas Redsibel. Genotipe 1 dan 2 memiliki ukuran berat dan diameter buah lebih besar dari pembandingnya
Perencanaan Tapak Ekowisata Menggunakan Teknologi Drone di Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara
Ekowisata merupakan salah satu bentuk jasa lingkungan yang saat ini menjadi andalan bagi upaya konservasi berbasis masyarakat. Ekowisata memerlukan perencanaan ekowisata perlu dimulai dengan pemetaan dengan akurasi yang tinggi. Teknologi drone sangat diandalkan bagi pemetaan areal kecil dengan akurasi dan resolusi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi tapak yang akan dikembangkan untuk ekowisata dengan menggunakan teknologi drone. Penelitian ini menggunakan data foto udara yang diambil melalui drone dan survey lapangan terkait potensi atraksi wisata. Penelitian ini menemukan bahwa teknologi drone mampu mengidentifikasi karakter tapak berupa jenis penggunaan lahan, kelerengan dan ketinggian dengan resolusi sangat tinggi yaitu Ground Sample Distance (GSD) sebesar 8.64 cm/pix. Terdapat empat tipe penggunaan lahan dari hasil klasifikasi menggunakan metode visual dan hasil survei lapangan yaitu hutan, perkebunan sawit, lahan terbuka, sungai dan jalur treking. Kelerengan lokasi berkisar antara datar sampai sangat curam dan ketinggian tempat 80–110 mdpl. Hasil perencanaan tapak melalui teknologi drone sangat bermanfaat untuk pengembangan fasilitas ekowisata seperti pembangunan pondok, tempat swafoto, lokasi perkemahan, jaringan air dan listrik serta sarana dan prasanana lainnya