Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Amelioran terhadap Laju Infiltrasi pada Tanah Psamment dan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Jagung (Zea mays)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ameliorant terhadap laju infiltrasi tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays) pada Psamment. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman, dan analisis tanah di laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Oktober 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik dan dilanjutkan dengan uji DNMRT taraf 5% untuk nilai F yang berbeda nyata. Perlakuan yang diberikan adalah A = Kontrol, B = Mulsa jerami padi (10 ton/ha), C= Biochar sekam padi (20 ton/ha), D = liat (20 ton/ha), E = Mulsa jerami padi (10 ton/ha) + liat (20 ton/ha), F =Mulsa jerami padi (10 ton/ha) + Biochar sekam padi (20 ton/ha), G = Biochar sekam padi (20 ton/ha) +liat (20 ton/ha), H = Mulsa jerami padi (10 ton/ha) + Biochar sekam padi (20 ton/ha) +liat (20 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perlakuan kombinasi biochar sekam padi, tanah liat, dan mulsa jerami padi terdapat peningkatan tertinggi terhadap nilai TRP yaitu sebesar 23,23%, kandungan bahan organik sebesar 2,78%, dan kadar air tanah sebesar 6%, dan penurunan nilai BV sebesar 0,47 g/cm3. Penurunan nilai laju infiltrasi tertinggi berada pada perlakuan kombinasi mulsa jerami padi, liat dan biochar sekam padi dengan nilai sebesar 506,6 mm/jam dibandingkan kontrol sebesar 994,7 mm/jam, namun masih dalam kriteria yang sama. Penambahan pelakuan kombinasi mulsa jerami padi, liat dan biochar sekam padi pada Psamment dapat meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 11,05 kg/plot jika dibandingkan dengan kontrol sebesar 6,72 kg/plot
Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Mendukung Kemandirian Benih
Kemandirian benih merupakan salah satu sasaran akhir pemerintah dalam meluncurkan berbagai program perbenihan melalui pendekatan partisipatif. Namun rendahnya kapasitas petani menjadi kendala dalam pencapaian sasaran program. Melalui program Pengembangan Kawasan Mandiri Benih dimana anggota kelompok tani ditargetkan untuk menjadi penangkar benih secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani terhadap pelatihan dan sekolah lapang sebagai strategi peningkatan kapasitas kelompok tani yang mendukung upaya terciptanya kemandirian benih di tingkat petani. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa seluruh petani responden memandang pelatihan dan sekolah lapang merupakan strategi yang efektif dalam peningkatan kapasitas petani. Pelaksanaan sekolah lapang telah mampu meningkatkan pemahaman petani dalam memproduksi benih padi unggul bermutu dan menjadikan Desa Cengkering Pekan sebagai desa yang mandiri dalam penyediaan benih
[Potensi Senyawa Bioaktif Susu Sapi dan Kacang-kacangan Lokal Sebagai Bahan Pangan Fungsional] : Review
Penelitian senyawa bioaktif bahan pangan menjadi topik yang banyak dilakukan oleh para peneliti karena selain memberikan asupan nutrisi serta pengaruhnya terhadap kesehatan. Susu sapi dan kacang-kacangan sebagai sumber protein hewani dan nabati diketahui mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang memberikan efek terhadap kesehatan manusia. Tujuan review ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif pada susu sapi dan beberapa jenis kacang-kacangan lokal (kedelai, kacang hijau dan koro pedang) beserta pengaruhnya pada kesehatan sehingga dapat dimanfaatkan secara tunggal ataupun campuran untuk pangan fungsional. Berdasarkan review beberapa jurnal yang ada senyawa bioaktif pada susu sapi pada review ini difokuskan pada laktoferin yang berperan sebagai antimikroba, mencegah anemia (defisiensi besi) dan pembentukan tulang, sedangkan senyawa bioaktif pada kacang-kacangan baik dalam biji ataupun kecambah adalah asam amino yang berperan dalam pencegahan penyakit diabetes, penyakit jantung koroner dan perkembangan otak. Oleh karena itu, pada review ini dapat disimpulkan bahwa susu sapi dan beberapa jenis kacang lokal seperti kedelai, kacang hijau dan koro pedang baik dalam bentuk biji atau kecambah dapat menjadi sumber senyawa bioaktif dan berpotensi sebagai pangan fungsional dalam bentuk tunggal ataupun campuran keduanya
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Asal Pupuk Hijau pada Budidaya Sayuran Kubis di Karo, Sumatera Utara
Bahan-bahan alami lokal, termasuk pupuk hijau dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik dan dapat mereduksi penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) asal pupuk hijau untuk budidaya kubis. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Maret - Desember 2016 di Kebun Percobaan Berastagi, Medan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri atas 7 konsentrasi POC yaitu: 0 ml/l (kontrol), 25 ml/l, 50 ml/l, 75 ml/l, 100 ml/l, 125 ml/l dan 150 ml/l, dengan 4 ulangan. Hasil yang diperoleh adalah : Pemberian POC dengan berbagai konsentrasi tidak berbeda nyata dengan tanpa pemberian POC. Penggunaan pupuk organik cair konsentrasi 25 ml/l air dapat meningkatkan serapan N sebesar 20,13% dari perlakuan tanpa POC. Penggunaan POC konsentrasi 125 ml/l air meningkatkan serapan P dan K masing-masing sebesar 21,28% dan 9,38% dari perlakuan tanpa POC. Penggunaan pupuk organik cair dengan konsentrasi 125 ml/l air dapat meningkatkan bobot kubis per krop dan per petak sebesar 3,53% dan 4,55% dari perlakuan tanpa POC. Kualitas krop kubis yang dihasilkan dengan pemberian POC menghasilkan kekerasan yang lebih rendah dari perlakuan tanpa POC, namun daya simpannya lebih lama
Perbaikan Komoditas Sorgum sebagai Pangan dan Bioenergi melalui Pemuliaan Mutasi Radiasi
Sorgum termasuk tanaman multiguna dan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Biji sorgum dapat digunakan untuk pangan dan batangnya dapat menghasilkan air nira, sebagai bahan baku minuman segar dan energi (bioetanol).Selain itu,hijauan daun dan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Sorgum bukan tanaman asli Indonesia, maka keragaman genetik yang ada masih sangat terbatas. Upaya untuk perbaikan dan peningkatan keragaman genetik sorgum dapat dilakukan dengan pemuliaan mutasi. Di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Iptek nuklir dimanfaatkan dalam pemuliaan mutasi tanaman bertujuan untuk memperbaiki beberapa sifat tanaman. Penelitian pemuliaan tanaman sorgum dengan teknik mutasi induksi memanfaatkan sinar gamma bersumber Cobalt-60, untuk memperbaiki sifat-sifat agronomi dan kualitas sorgum sebagai sumber pangan dan energi (bioetanol). Beberapa varietas dan galur mutan sorgum telah diperoleh, yang selanjutnya galur-galur tersebut akan diteliti lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan pemanfaatannya
[Diversifikasi Produk Berbahan Dasar Tomat Untuk Recovery Penyakit Stroke]: Review
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi menu yang berbahan dasar buah tomat untuk penderita penyakit stroke tahap recovery. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dimana eksperimen yang dilakukan adalah eksperimen resep, agar mendapatkan resep yang baku untuk hidangan sehat bagi penderita stroke tahap recovery. Stroke adalah salah satu penyebab angka kematian tertinggi di dunia. Stroke banyak diderita oleh kaum lanjut usia. Awal terjadinya stroke ditandai dengan terputusnya aliran darah dari jantung ke otak, akibatnya otak akan mengalami kematian sesaat karena semua sel-sel dalam otak berhenti berfungsi. Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang memerlukan proses recovery yang cukup lama. Recovery atau pemulihan merupakan suatu proses dimana tubuh mengembalikan sistem kekebalannya. Makanan sehat untuk penderita stroke memang wajib dikonsumsi oleh setiap penderita agar dapat memulihkan dan mencegah terjadinya kondisi kronis. Bahan makanan yang mengandung nutrisi yang baik untuk proses recovery penyakit stroke antara lain potassium, likopen, protein, vitamin A, vitamin C, flavonoid makanan rendah lemak, omega 3, dan kalsium. Tomat merupakan bahan makanan yang mengandung senyawa likopen yang berfungsi untuk mencegah radikal bebas. Senyawa likopen dalam tomat juga bermanfaat untuk mengendalikan proses peradangan dan kolesterol buruk dalam tubuh. Senyawa likopen dalam tomat juga bisa mencegah proses pembekuan darah yang sangat berbahaya pada penderita stroke
Penguatan Ketahanan Masyarakat dalam Menghadapi Era New Normal Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Bidang Pertanian
Penguatan Ketahanan Masyarakat dalam Menghadapi Era New Normal
Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Bidang Pertania
Pemanfaatan Benalu Teh untuk Usaha Produktif Masyarakat Tanen, Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar
Scurrula oortianam merupakan salah satu tumbuhan benalu yang dimenumpang pada tanaman teh. Kemuning, Karanganyar terkenal dengan obyek wisata kebun teh dengan memiliki kebun teh seluas 1.430 Ha. Kebuh teh di Tanen, Kemuning terletak pada 7°35'57"S 111°6'58"E dan ditemukan tumbuhan Scurrula oortianam dengan ketersediaan sangat banyak. Tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu mengoptimalkan masyarakat Desa Tanen, Jenawi, Karanganyar dalam memanfaatkan benalu teh sebagai teh yang berpotensi obat. Benalu Teh ini diambil dari pohon teh yang sudah tua dan telah dibudidayakan secara kontinyu sejak tahun 1992. Lokasi tumbuh benalu ini berada di habitat yang alami yaitu di daerah dataran tinggi kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian (+/-) 1200 mdpl. Ketinggian pohon mencapai rata-rata 15 m. Benalu Teh mengandung senyawa flavonoid yang disebut Quersitrin dan sari zat Epigallocatechin galat yang diserap dari pohon teh, yang sangat ampuh menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker, juga sebagai anti oksidan (penyerap racun) dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Pemilihan benalu menjadi produk teh menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan benalu yang menjadi tanaman pengganggu pada teh agar dapat menjadi produk bermutu dan tentunya sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Pemberdayaan dengan masyarakat Tanen ditujukan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia serta meningkatkan nilai ekonomi warga Tanen agar lebih produktif dan dapat mengoptimalkan potensi akan benalu teh. Harapannya melalui kegiatan ini dapat memfasilitasi keberlanjutan dari program di Dusun Tanen terutama pendampingan agar lebih mandiri dalam pengolahan benalu teh
Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Pemanfaatan Eko Enzim pada Petani Ubi Kayu di Desa Glugur Rimbun Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Glugur Rimbun ini bertujuan untuk: mendorong
petani ubi kayu dalam memanfaatkan sumber daya alam yang berada disekitar untuk
pembuatan eko enzim sebagai pupuk organik, bio fertilizer dan pestisida alami melalui kegiatan
sosialisasi, pembuatan eko enzim dan bimbingan teknik penggunaan eko enzim pada lahan
pertanian, sehingga petani diharapkan mempunyai keterampilan untuk membuat eko enzim
sebagai sumber pupuk organik yang digunakan untuk budidaya ubi kayu. Eko enzim
merupakan larutan zat organik yang kompleks yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah
dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air. Eko enzim memiliki banyak
manfaat salah satunya dalam bidang pertanian yaitu dapat digunakan sebagai pupuk organik
sehingga akan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Selain itu, eko enzim juga berfungsi
sebagai anti jamur, anti bakteri dan agen pembunuh serangga. Hasil kegiatan ini menunjukkan
bahwa petani di Desa Glugur Rimbun antusias mengikuti kegiatan ini, hal ini ditunjukkan
dengan keaktifan petani pada berbagai tahapan kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan
bahwa petani yang mengikuti kegiatan ini telah mampu membuat eko enzim dan mengetahui
kegunaan dan cara aplikasi eko enzim pada lahan pertanian. Sehingga diharapkan dengan ilmu
dan keterampilan pembuatan eko enzim maka penggunaan pupuk anorganik dan pestisida
sintetik dapat dikurangi atau bahkan tidak lagi digunakan
Strategi Peningkatan Perceived quality pada Agroindustri Kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun strategi percieved quality pada agroindustri kopi liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan alasan bahwa Gerai UMKM Mekar Jaya merupakan gerai terbesar yang menjual hasil produksi kopi liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 responden hal ini dikarenakan pemilihan responden konsumen dilakukan secara sampling purposive yakni pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan konsumen merasa puas dengan pelayanan dan produk yang dijual sebanyak 40 persen. Selain itu sebanyak 46 persen dari konsumen merasa sangat nyaman ketika mereka berada di Gerai UMKM Mekar Jaya. Strategi marketing mix harus dikembangkan agar eksistensi Gerai UMKM Mekar Jaya dapat berlanjut. Pengambilan langkah untuk meningkatkan perceived quality lebih diprioritaskan pada memperbaiki dan memaksimalkan strategi marketing mix people. hal ini dikarenakan faktor people mempengaruhi kedua indikator perceived quality