Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Pertanian UNS: Journal Systems
Not a member yet
730 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Jajanan Tradisional Produksi UKM Nur Wahid Melalui Perbaikan Proses Produksi dan Kemasan
Usaha kecil menengah Nur Wahid terletak di Banyuanyar, Solo, dan berdiri sejak tahun 2010.
Setiap harinya UKM ini memproduksi berbagai macam jajanan tradisional meliputi kue
tradsional gandos, peyek teri, peyek cabe, kering kentang (klengkam), dan kremesan ayam,
Produksi kue gandos ukuran kecil sebanyak 4000 biji/hari, dijual dalam kemasan kardus, tanpa
kemasan bijian. Sebagian besar kue dibeli oleh penjual eceran. Kapasitas produksi produk
selain gandos rata-rata 20 kemasan per hari, diserap oleh penjual eceran dan konsumen
personal. Daya serap pasar yang cukup besar menjadikan UKM ini berusaha meningkatkan
kualitas produknya, di antaranya dengan menjual kue gandos dalam kemasan plastik bijian
yang berukuran lebih besar daripada sebelumnya agar nilai jualnya naik. Masalah yang
dihadapi terkait produksi adalah terbatasnya cetakan kue gandos besar sehingga produksi hanya
sebsesar 800 biji/hari, masih minimnya pelabelan pada kemasan pouch produk keripikkeripikan, serta sisa minyak yang berlebih di dasar kemasan keripik.. Setelah dilakukan
introduksi peralatan, UKM Nur Wahid selanjutnya merasa optimis untuk memproduksi
keripik-keripikan lagi dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu kapasitas produksi kue gandos
berukuran besar stabil sebesar berkisar 2000-3000 biji per hari. UKM Nur Wahid merasa
sangat terbantu dengan introduksi alat yang diberikan, dalam rangka menjaga kestabilan
produksi dan kualitas kue gandos yang menjadi produk utama
Sumbangan Wanita Tani dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Era Pandemi Covid-19 dengan Membudidayakan Ayam Kampung di Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan tentang
kewirausahaan khususnya budidaya ayam kampung bagi ibu-ibu petani peternak. Secara
khusus target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah mengubah pola pikir (mindset) ibuibu petani peternak bahwa usaha budidaya ternak ayam kampung yang selama ini hanya
diusahakan secara sampingan dapat diubah menjadi usaha yang komersiil yang dapat
memebrikan keuntungan usaha yang lebih besar. Untuk mencapai target tersebut, maka ibuibu petani peternak diberikan pendidikan dan latihan budidaya ayam kampung.
Pertimbangannya adalah bahwa sasaran peserta pelatihan adalah ibu-ibu peternak dari
pedesaan yang sudah mengenal jenis ternak ayam kampung ini. Budidaya ayam kampung
dapat dikerjakan oleh ibu-ibu petani petrnak, tanpa harus mengganggu aktifitas utama yakni
bercocok tanam (petani tanaman pangan). Jadi dengan adanya tambahan kegiatan memelihara
ayam kampung tidak akan memberikan pendapatan tambahan dari usaha tani secara
keseluruhan Tahapan yang dilaksanakan dalam memberikan bekal pengetahuan dan
keterampilan tentang budidaya ternak ayam kampung agar tujuan dan target kegiatan tercapai
diantaranya adalah bagaimana teknik pemilihan bibit ayam yang baik, membuat
perkandangan yang baik, cara memberikan pakan, mengelola kesehatan ayam dan pemasaran
produk. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan
keteramiplan serta tersedianya modal awal berwirausaha dengan budidaya ayam kampung
bagi ibu-ibu petani peternak
Penyuluhan Budidaya Tanaman Porang pada Kelompok Tani Abdi Tani Desa Sungai Itik Kakap Kalimantan Barat
Pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui penyuluhan budidaya tanaman porang telah
dilaksanakan oleh Tim Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian UNTAN di Desa Sungai Itik
Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat sejak Mei hingga Desember 2021. Mitra dari kegiatan
ini adalah kelompok tani Abdi Tani yang mayoritas anggotanya adalah petani padi. Tujuan
dilakukan kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan, sebagai alternatif pertanian selain tanaman padi, agar petani dapat memperbaiki
atau meningkatkan kesejahteraannya melalui budidaya tanaman porang yang memiliki harga
jual ekonomis yang tinggi. Metode pelaksanaan PKM meliputi orientasi dan sosialisasi;
memberikan penyuluhan tentang budidaya tanaman porang dan menghitung analisis usaha tani;
penyerahan bahan tanam porang yang berupa biji spora, katak/bulbil, dan bibit, yang
selanjutnya bahan tanam tersebut langsung ditanam oleh kelompok tani mitra; serta pada akhir
kegiatan dilakukan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan. Hasil kuisioner sebagai
bentuk evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang setelah mengikuti penyuluhan agak
memahami materi sebanyak 5%, paham 85%, sangat paham 10%, dan tidak ada yang kurang
paham atau tidak paham. Dari khalayak sasaran peserta penyuluhan menunjukkan bahawa 20%
peserta menjawab akan berlanjut, 80% menyatakan niat untuk mencoba, dan tidak ada yang
mempunyai keinginan tidak melanjutkan kegiatan ini. Masyarakat tani di kelompok tani Abdi
Tani kini telah mulai menanam tanaman porang dengan harapan dikemudian hari dapat
merasakan manfaatnya dari apa yang mereka usahakan
Pengabdian kepada Masyarakat Peningkatan Kualitas Usaha Keripik Talas Asyifa Oleh-oleh
Talas merupakan bahan pangan lokal di Sumatera Barat mempunyai peranan penting untuk menjaga ketahanan pangan. Talas banyak dimanfaatkan sebagai makanan olahan didaerah-daerah. Permasalahan dijumpai pada UKM Asyifa Oleh-oleh perlu adanya peningkatan kualitas dan penerapan manajemen yang baik. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan tambahan informasi penerapan teori KAIZEN untuk peningkatan kualitas produsi kepada UKM Asyifa Oleh-oleh. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah kunjungan lapangan diserta dengan ceramah secara timbal balik dilakukan secara langsung dan daring. Dalam diskusi tidak bersifat menggurui agar pesan inovasi yang ingin disampaikan sampai kepada UKM. Materi diskusi yang disampaikan masalah penerapan teori KAIZEN yaitu UKM perlu adanya perencanaan produksi, proses produksi pengolahan talas yang baik, adanya control terhadap mutu produksi serta kegiatan aktivitas selanjutnya, artinya ada usaha peningkatan mutu secara terus menerus (continuous improvement). Hasil yang diperoleh UKM menyambut baik masukan tersebut, dan kedepan akan dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan SDM yang dimiliki oleh UKM Asyifa Oleh-Oleh. Saat ini prospek pemasaran kripik talas cukup bagus, pemasaran sudah dilaksanakan di wilayah Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat. Keripik Asyifa oleh-oleh belum dikemas dengan baik. Adanya UKM ini sangat membantu peningkatan pendapat masyarakat disekitarnya
Dampak Pemanfaatan Zeolit di Tanah Pasir Terhadap Serapan NPK dan Hasil Cabai Merah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemanfaatan zeolit di tanah pasir terhadap serapan NPK dan bobot kering cabai merah. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir wilayah Bugel Kabupaten Kulon Progo pada bulan Mei-September 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan berupa takaran zeolit (Z) yaitu Z0 = tanpa zeolit, Z1 = zeolit 200 kg.ha-1 dan Z2 = 400 kg.ha-1 Z3 = zeolit 600 kg.ha-1, Z4 = 800 kg.ha-1dan Z5 = 1.000 kg.ha-1. Parameter yang diamati terdiri dari serapan hara N, P dan K, dan bobot kering tanaman total. Data pengamatan tanah dianalisis dengan diskriptif. Data pengamatan dianalisis dengan uji F, dan jika ada beda nyata dilanjutkan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan zeolit di tanah pasir telah nyata meningkatkan serapan N sebesar 3,98-4,78 %, P sebesar 2,17-17,39 %, K sebesar 2,65-28,48 % dan bobot kering total cabai merah 4,82-21,99 %. Peningkatan takaran zeolit nyata berbeda mempengaruhi serapan P dan K dan bobot kering total cabai merah, tidak nyata berbeda mempengaruhi serapan N
Pengaruh Perbandingan Teh Herbal Kombinasi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) dengan Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) dan Variasi Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Teh Herbal
Kelor (Moringa Oleifera) merupakan makanan yang mudah dijumpai dilingkungan sekitar dan tumbuh di daerah Jawa, Sunda, Bali, Lampung, Madura, Sulawesi dan Flores.Kelor memiliki kandungan nutrisi dan senyawa penting bagi tubuh.Daun kelor juga mengandung zat fitokimia seperti tannin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin dan alkaloid.Seyawa tersebut mempunyai kemampuan sebagai obat antibiotik, antiinflamasi, detoksifikasi dan antibakteri.Salah satu produk yang dapat dikembangkan dari daun kelor adalah sebagai teh herbal.Daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan teh. Daun kelor kering per 100 g mengandung air 0,075%, 2,05 % kalori, 0,382 % , karbohidrat,0,271% protein,0.023 % lemak, 0,192 % serat, 20,03 %, kalsium, 3,68 % magnesium, 2,04 % fosfor, 0,006 % tembaga, 0,282 % besi, 8,7 % sulfur, dan 13,24% protasium serta 10 % flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar air dan aktivitas antioksidan dari the herbal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit kombinasi percobaan. Faktor yang digunakan adalah perbandingan daun kelor dengandaun sirsak, yaitu: p1 (2:1) , p2 (1:1) dan p3 (1:2) dan suhu pengeringan, yaitu: s1 (50°C), s2 (55°C) dan s3 (60°C). Respon kimia dilakukan terhadap kadar air, aktivitas antioksidan, saponin serta uji organoleptik meliputi warna, aroma dan rasa dari seduhan teh herbal menggunakanuji hedonik. Hasil penelitian diperoleh perlakuan terpilih adalah p3s3 (perbandingan daun kelor dengan daun sirsak 1:2 dan suhu pengeringan 60°C) memiliki kadar air 13.46%, aktivitas antioksidan 283, 66 ppm
Karakteristik Organoleptik Selai Jamur Tiram dengan Variasi Penambahan Blimbing Wuluh dan Nira Tebu
Penambahan blimbing wuluh dan nira tebu pada pembuatan selai jamur diharapkan menjadi inovasi baru pada produk selai yang tentunya lebih sehat karena tidak menggunakan bahan pengawet dan memiliki banyak manfaat. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui formula yang tepat untuk membuat selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu. 2) Mengetahui cara mengolah selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu. 3) Mengetahui daya terima masyarakat pada selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kepustakaan, dokumentasi, eksperimen, dan uji hedonik. Eksperimen pembuatan selai jamur blimbing wuluh dan nira tebu dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini, Jalan Sultan Agung, No. 77, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. Eksperimen dilakukan sebanyak 3 kali percobaan, yaitu yang pertama dengan penambahan blimbing wuluh 5%, yang kedua 10%, yang ketiga 15% dengan jumlah nira tebu yang sama yaitu 40%. Formulasi bluimbing wuluh yang tepat pada pembuatan selai jamur tiram adalah pada perlakuan E2 (10 % blimbing wuluh). Hasil penelitian ini menunjukan selai jamur dengan penambahan 10% blimbing wuluh memiliki karakteristik sensori meliputi manis asam dari perpaduan blimbing wuluh dan nira tebu, Warna putih agak kecoklatan, tekstur lembut, beraroma khas jamur. Hasil penelitian menyatakan bahwa selai jamur tiram dengan penambahan 10% blimbing wuluh merupakan selai yang disukai dan diterima dengan baik
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Karir Terhadap Sikap Karyawan serta Implikasinya pada Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan dan pengembangan karir terhadap sikap karyawan pada organisasi yang meliputi passionate (sikap bergairah), progressive (sikap progresif), proactive (sikap proaktif), positive (sikap positif) serta implikasinya terhadap kepuasan kerja dengan dimensi kepuasan kerja pada upah/gaji dan komitmen organisasional dengan dimensi komitmen keberlanjutan. Penelitian dilakukan di perusahaan industri perkebunan kelapa sawit. Penelitian kuantitatif dengan penyebaran kuesioner pada 103 sampel dari 2 perusahaan yaitu PT. First Resources dan PT. Bumitama Gunajaya Agro. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SPSS 17 ditemukan bahwa pelatihan dan pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap sikap karyawan pada organisasi. Temuan lain membuktikan bahwa pelatihan, pengembangan karir dan sikap berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja namun tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasional. Analisis jalur telah menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan pelatihan dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasional yang dimediasi oleh sikap karyawan
Pengaruh Perbedaan Kuantitas Cahaya Buatan Light Emitting Diode (Led) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Basil (Ocimum basilicum L.) Indoor Hidroponik Wick Sistem
Budidaya tanaman basil di daerah perkotaan terkendala oleh keterbatasan ruang, sehingga kebutuhan unsur abiotik seperti cahaya yang tidak terpenuhi akibat lahan yang terhalang oleh bangunan.Budidaya basil secara indoor vertical farming dengan menggunakan sistem hidroponik merupakan solusi keterbatasan lahan dalam budidaya basil di daerah perkotaan. Budidaya tanaman di lahan terbuka memanfaatkan matahari sebagai sumber cahaya utama, namun dalam indoor farming cahaya matahari digantikan oleh cahaya buatan. Metode dalam penelitian ini adalah percobaan faktorial dengan bentuk rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan terdiri atas 2 faktor yaitu, faktor 1 Photosynthetic Photon Flux Density (PPFD) dan faktor 2 lama penyinaran/fotoperiodisitas. Parameter pengamatan meliputi, berat brangkasan kering, kandungan klorofil, jumlah daun, luas daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan PPFD 500 μmol/s/m2 memberikan hasil kandungan klorofil daun, jumlah daun, berat kering dan luas daun total terbaik pada tanaman basil
Identifikasi Cendawan Patogen Terbawa Benih Padi Di Propinsi Bengkulu
Cendawan patogen terbawa benih padi merupakan salah satu faktor pembatas dalam usaha peningkatan pertumbuhan dan hasil panen padi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi di Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan mengkoleksi benih padi dari beberapa instansi di Bengkulu, yaitu BPTP, Dinas Pertanian, dan BPSB Bengkulu. Isolasi cendawan patogen terbawa benih dilakukan dengan metode grinding, platting of seeds, dan seedling symptom test. Dari ketiga metode pengujian tersebut diperoleh 6 spesies cendaan terbawa benih padi, yaitu Rhizopus sp., Aspergilus sp., Mucor sp., Fusarium moniliforme, Alternaria sp., dan Curvularia sp. Penggunaan metode pengujian seedling symptom test mampu mendeteksi lebih banyak spesis cendawan terbawa benih padi