EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
4061 research outputs found
Sort by
Preserving Pancasila Through Values and Character in Cultural Citizenship of Plural Communities
This research is based on the importance of civic culture by maintaining Pancasila values. The uniqueness of this research is the practice of civic culture in the village to maintain Pancasila values through Pancasila conservation. One of the villages that maintains this citizenship culture is the Genting village, Semarang district, Central Java province. The purpose of this research is to explore the culture of citizenship in the Genting community as a form of conserving Pancasila values, supporting and inhibiting factors, as well as efforts made to preserve Pancasila values as a civic culture. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Retrieval of research data using observation, in-depth interviews, Forum Group Discussion, and documentation. The results and discussion of this study are the practice of citizenship culture by conserving Pancasila values, which means caring for, maintaining and maintaining Pancasila values. The good practice of civic culture in the multicultural community of Genting Village, namely the citizenship tradition as a socio-cultural action by preserving the citizenship culture through agro-tourism, cultural tourism, culinary tourism, and spiritual tourism
Korelasi Antara Pendidikan Antikorupsi dan Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tangerang Selatan
Berdasarkan Observasi awal menunjukkan tingkat kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 2 Tangerang Selatan masih relatif rendah, mengindikasikan perlunya intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi sejauh mana pendidikan antikorupsi memengaruhi karakter kedisiplinan peserta didik di sekolah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metodologi penelitian korelasi, studi ini menganalisis hubungan antara pendidikan antikorupsi sebagai variabel independen dan karakter kedisiplinan sebagai variabel dependen. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 77 siswa dari total 339 siswa, pemilihan sampel dilakukan melalui teknik probabilitas sampling, yaitu simple random sampling. Instrumen kuesioner yang dikembangkan secara spesifik digunakan untuk memperoleh data dari kedua variabel. Analisis data melibatkan uji prasyarat, uji hipotesis korelasi Pearson, dan analisis regresi linier sederhana. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara pendidikan antikorupsi dan karakter kedisiplinan, dengan koefisien korelasi (ρ) sebesar 0,625 dan nilai signifikansi (sig.) 0,000 (p < 0,05). Pendidikan antikorupsi terbukti menjelaskan 39,0% variasi dalam karakter kedisiplinan (R² = 0,390), dan memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik (F = 48,033; sig. = 0,000; p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan antikorupsi dalam kurikulum untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik
Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Kearifan Lokal: Relevansi Konsep Doi’ Pallawa Wanua dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam tradisi Doi’ Pallawa Wanua serta relevansinya terhadap pembentukan karakter bangsa. Permasalahan ini penting dikaji dalam konteks upaya memperkuat karakter bangsa berbasis moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Doi’ Pallawa Wanua mengandung nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap otoritas, tanggung jawab sosial, ukhuwah, tawakkul, dan ta’awun. Nilai-nilai tersebut mencerminkan keterpaduan antara norma adat dan ajaran Islam, serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter kolektif masyarakat Bugis. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme pendidikan informal yang mentransmisikan nilai-nilai moral lintas generasi. Temuan ini menegaskan bahwa Doi’ Pallawa Wanua dapat diposisikan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan nilai keislaman yang relevan untuk penguatan karakter bangsa dalam kerangka pembangunan sosial yang berkelanjutan
Memprediksi Kepemimpinan Unggul Melalui Nilai-nilai Kearifan Lokal : Studi Pada Pemimpin Organisasi di Wilayah Malang Raya
Kepemimpinan unggul merupakan elemen krusial dalam keberhasilan organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Di tengah tuntutan hadirnya pemimpin yang adaptif dan visioner, nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat Indonesia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai dasar pembentukan kepemimpinan unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh nilai-nilai kearifan lokal terhadap kepemimpinan unggul dalam konteks organisasi di Indonesia. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei terhadap 250 pemimpin dari berbagai sektor publik dan swasta di Wilayah Malang Raya. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner untuk mengukur persepsi penerapan nilai-nilai lokal dan atribut-atribut kepemimpinan unggul, seperti kemampuan menciptakan visi strategis, ketahanan dalam menghadapi perubahan, dan integritas pribadi. Data dianalisis menggunakan Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh langsung variabel bebas kearifan lokal terhadap kepemimpinan unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga nilai kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan unggul. Temuan ini memberikan bukti bahwa nilai budaya lokal tidak hanya sebagai warisan sosial, tetapi juga aset strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi
Implementasi Bahan Ajar Digital Berbasis Qr Code Terhadap Karakter Kemandirian Belajar Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi bahan ajar digital berbasis Qr Code terhadap karakter kemandirian belajar mahasiswa PGSD. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara pendekatan kualitatif yang menguraikan hasil temuan dalam bentuk deskriptif dan pendekatan kuantitaif yang menguraikan hasil temuan dalam bentuk angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital berbasis Qr Code dinilai sangat baik dan karakter kemandirian belajar mahasiswa berada pada kategori tinggi. Hasil analisis angket bahan ajar digital berbasis Qr Code menunjukkan bahwa secara keseluruhan, bahan ajar ini dinilai sangat baik oleh mahasiswa yang dibuktikan dengan sebanyak 22 orang yang dominan berada pada kategori sangat baik dengan persentase 73,3%. Kemudian hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa karakter kemandirian belajar mahasiswa secara keseluruhan berada pada tingkat yang tinggi. Hal ini tercermin dari dominasi 27 orang mahasiswa dalam kategori tinggi dengan persentase 90%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mengembangkan sikap dan perilaku yang mendukung karakter kemandirian belajar
Revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum Berbasis Proyek: Upaya Meningkatkan Civic Engagement dan Karakter Kewargaan
Artikel ini bertujuan mengkaji revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek dalam upaya meningkatkan civic engagement dan karakter kewargaan melalui Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Telkom. Studi ini didasarkan pada pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk warga negara yang aktif, reflektif, partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran MKWK selama ini dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab tantangan tersebut, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis integrasi antara kebijakan nasional, kebijakan internal perguruan tinggi, serta penerapan model pembelajaran berbasis proyek melalui pendekatan Digital-Based Collaborative and Active Learning to Create Meaningful Education. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui reduksi data, pengelompokan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi MKWK mampu memperkuat civic engagement dan karakter kewargaan mahasiswa, seperti tanggung jawab sosial, sikap kritis, kepedulian terhadap isu publik, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Keberhasilan ini ditopang oleh kurikulum yang transformatif, strategi pembelajaran yang kolaboratif, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan yang progresif
Perundungan Maya: Refleksi Nilai Moral pada Era Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama
Perundungan maya merupakan tindakan menyakiti atau mempermalukan seseorang secara berulang melalui media elektronik dan sosial. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran empiris mengenai karakteristik siswa serta bentuk-bentuk perundungan maya seperti flaming, impersonation, harassment, denigration, outing and trickery, exclusion, dan cyberstalking di SMPN 2 Pasar Kemis selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi, dengan uji validitas menggunakan face validity. Hasil analisis terhadap 55 siswa menunjukkan bahwa tingkat perundungan maya tergolong rendah, dengan skor aktual 7.907 dari skor ideal 11.550. Bentuk yang paling dominan adalah exclusion, flaming, dan harassment. Temuan ini mencerminkan kurangnya internalisasi nilai moral seperti empati, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa. Sebagai solusi, peneliti mengusulkan Program Bersama Tolak Perundungan Maya Siswa (BERTOMAS) dengan pendekatan Social Groupwork yang mengintegrasikan teknik Logical Discussion, Reflection, serta Reward and Punishment untuk menanamkan kembali nilai-nilai moral dalam interaksi digital siswa
Web module on nuclear disaster mitigation using ENACT Model: An effort to enhance student social responsibility
Past failures in nuclear technology have highlighted the essential role of society in mitigating radiation impacts and ensuring proper oversight. To enhance awareness and understanding, especially among students, about the effects of technological failures and the necessary mitigation measures, more effective and efficient education is needed. This study aims to develop a web module based on the ENACT (Engage, Navigate, Anticipate, Conduct, and Take Action) model designed to enhance students\u27 social responsibility. Social responsibility is a critical aspect that every individual in society should possess, particularly in addressing and mitigating nuclear disasters that require deep knowledge and high social awareness. Through the Socio Scientific Issues (SSI) approach, this web module integrates theoretical and practical aspects of learning, enabling students not only to comprehend the concepts of radiation physics but also to develop a responsible attitude towards society and the environment. This research employs a research and development (R&D) method encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. The results indicate that the use of the ENACT model in this web module is effective in fostering students\u27 social responsibility, as evidenced by their improved understanding of radiation physics and active engagement in discussions and simulations of nuclear disaster mitigation. The implications of this study highlight the importance of integrating educational technology with character development to produce a generation that is competent and socially responsible in facing global challenges
"MOM, I CAN SPEAK ENGLISH!": CASE STUDY OF THE USE OF FLASHCARDS ON EARLY CHILDHOOD CHILDREN
Children language acquisition is depended on the learning situation, engagement, and the use of media. Therefore, this study investigates the use of flashcards as media on children ‘s vocabulary mastery. This study focused on the children’s, parents, and teacher’s perception. This study used qualitative research design. To obtain data, observation and interview were applied. The observation was done during the teaching learning process while interview for the children was given whenever the children were in a good mood. The findings revealed the challenges and benefits of using flashcards for early childhood learning. Children showed strong involvement and retention when they were engaged in the learning process using flashcards. Besides, the combination between the use of flashcards and games made the learning process more interactive. The teacher emphasized the usefulness of flashcards to enhance participation and memory retention. Besides, based on the parents’ point of view, the use of Flashcards is flexible and helps children in speeding up the language acquisition. The study presents new insights into effective language teaching techniques for early childhood with a focus on cognitive needs as well as specific developmental needs of children. It is recommended to use flashcards for educators and parents who want to improve their early childhood language learning experience
Analisis Dinamika Atmosfer Kejadian Hujan Lebat Di Surabaya 30 Maret 2023
On March 30, there was heavy rain with an intensity of 25 mm/hour. Heavy rains are caused by cumulonimbus convective cloud activity. This cloud activity can be analyzed by utilizing Himawari-8 satellite remote sensing with RGB, CCO, and using the upper air observation method with radiosonde at 00 UTC in the Surabaya area. The purpose of this research is to identify heavy rain in some areas of Surabaya according to some news in the area. The results of observations from the RGB method occurred cloud conditions resulting in high heavy rain. The observation results of the CCO method occurred convective clouds at the time of the heavy rain event with high intensity. The results of observations of upper air observations with radiosonde at 00 UTC showed an atmospheric stability index indicating a chance of extreme weather in the Surabaya area. In addition, based on ECMWF Copernicus reanalysis data, there is a warm and humid airflow from the Java Sea to the mainland which causes cloud formation and heavy rain. In addition, a negative value of divergence is obtained and the humidity value reaches 80%. This shows that the analysis using the RGB method, CCO, radiosonde data, and Copernicus ECMWF reanalysis data are compatible and support each other