EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
4061 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI METODE SYSTEM USABILITY SCALE DAN HEURISTIC EVALUATION DALAM EVALUASI APLIKASI SI PAWANG DI KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG
The Personnel Information System (SI PAWANG) in Ngajum District was developed to make it easier to manage personnel data digitally. The aim of this research is to assess SI PAWANG using two methods, namely the System Usability Scale (SUS) and Heuristic Evaluation (HE). The SUS method is applied to measure user satisfaction through questionnaires distributed to employees who use the system. The evaluation results show that the SUS score for SI PAWANG is 69.85, which is included in the "C" (fair) category, and is in the "OK" category in the trait assessment. This value shows that the application is marginally acceptable in the acceptance range, with a percent rating in the range of 41 – 59. In addition, the Net Promoter Score (NPS) shows that the user is in the Passive category. DIA evaluation involves expert assessments to identify usability issues based on ten interface design principles. The HE results revealed the presence of several usability issues, with the majority categorized as “Minor Usability Issues,” indicating potential difficulties for users in using the system. Based on the results of the SUS and HE evaluation, improvements are needed in aspects identified as usability problems. The recommendations include improving the user interface, use of navigation, and providing more effective documentation and help to improve the user experience
Games in Junior High School Mathematics Learning: Sematic Literature Rivew
Mathematics learning at the junior high school (SMP) level requires an approach that is able to bridge abstract concepts with students\u27 learning experiences. One such approach is the use of games. Therefore, this study aims to systematically examine the form, innovation, research variables, methodological approaches, roles, and advantages and disadvantages of games in mathematics learning. The method used is Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative descriptive approach, based on the PRISMA 2020 protocol. Data sources are obtained from relevant scientific articles published in Indonesian or English between 2016 and 2025. The results of the study showed that the games applied were very varied, namely: educational games, quiziz, matrig, multimedia, android-based, character-based math games, snake and ladder games, interactive word wall-based, web-based games, monopoly, unomath, online games, and ludo. In conclusion, games in mathematics learning have the potential to foster independent and meaningful learning and can be an alternative learning strategy that is adaptive to current developments, for example games: education, quiziz, matrig, multimedia, android-based, character-based, snake and ladder games, interactive word wall-based, web, monopoly, unomath, online games, and ludo. It is suggested that further research can design games to make learning more innovative
Application of a holistic approach in learning Indonesian Language for elementary school students
The purpose of this study is to provide an in-depth description of the application of a holistic approach in Indonesian language learning and its benefits for elementary school students. The research method used is qualitative with a qualitative descriptive design. Data were collected through unstructured interviews with teachers, participatory observation in the classroom, and documentation, then analyzed using thematic analysis techniques. The results showed that the holistic approach, with the principles of Connectedness, Wholeness, and Being, can integrate language skills with the context of students\u27 lives, involve various senses and emotions, and provide opportunities for exploration of interests and talents. This approach has the potential to improve students\u27 understanding of the subject matter, develop critical thinking skills, creativity and strong character, and create a fun, democratic and humanist learning atmosphere
Qr code-based pop-up book: an innovative learning media for cultural diversity material in elementary schools
Innovative learning media in primary education remains limited, affecting students’ comprehension. Cultural diversity is often taught conventionally, making it less interactive. This study develops a QR Code-based Pop-Up Book as a learning tool combining three-dimensional elements and digital technology. The Research and Development (R&D) method was applied using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Experts validated the content, media, and language, while trials were conducted with fifth-grade students at SDN 160/IV Kota Jambi. Results showed high validity scores (91% content, 89% media, 93% language), with 90% practicality and 91.8% attractiveness. The QR Code-based Pop-Up Book effectively enhances students’ understanding and has strong potential for wider use in primary education
Kotoran Sapi Terfermentasi sebagai Pakan terhadap Bobot Tetas dan Pertumbuhan Anak Ayam KUB
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kotoran sapi terfermentasi dalam ransum terhadap bobot tetas dan performa pertumbuhan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas tiga ekor ayam, sehingga total digunakan 60 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 (pakan kontrol tanpa kotoran sapi terfermentasi), R1 (10% kotoran sapi terfermentasi), R2 (20% kotoran sapi terfermentasi), dan R3 (30% kotoran sapi terfermentasi). Parameter yang diamati meliputi bobot tetas, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kotoran sapi terfermentasi hingga level 20% dalam ransum memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap bobot tetas. Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan ayam, termasuk pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kotoran sapi terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan alternatif hingga tingkat tertentu tanpa mengganggu performa pertumbuhan ayam KUB
DIKSI METAFORIS RUANG PARIWISATA ALAM DALAM KUMPULAN PUISI DAN CERITA PENDEK PULANGLAH KE RUMAH
One of the interesting literary studies is the study of literary texts in terms of their aesthetic media. The interdisciplinary relationship between literature and language is studied in stylistics. Diction and metaphor are widely discussed in poetry studies. There are not many studies of diction and metaphor that are specifically oriented to the study of poetry that is classified as nature tourism literature. The research method used is literary research that is carried out qualitatively and applies hermeneutics as a method in interpreting texts descriptively. The research data in the form of selected poetry texts based on metaphorical diction, data sources in the form of a textbook of a collection of poetry and short stories entitled Pulanglah ke Rumah, data collection based on observation and interview techniques, data analysis using interactional data analysis techniques and interpreted hermeneutically. Based on the results of the study, it can be concluded that the diction used in the poem Pulanglah ke Rumah contains a lot of metaphorical diction. This proves that the author in creating a work considers the aspect of beauty presented in a fiction based on the surrounding conditions. In addition, this study illustrates the author\u27s competence in producing tourism literature.Salah satu kajian sastra yang menarik adalah pengkajian teks sastra dari segi media estetisnya. Keterkaitan sastra dan bahasa secara interdisipliner dikaji dalam stilistika. Diksi dan metafora banyak dibicarakan dalam kajian puisi. Belum banyak kajian diksi dan metafora yang secara khusus diorentasikan pada kajian puisi yang tergolong sastra pariwisata alam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sastra yang dikerjakan secara kualitatif dan menerapkan hermeneutika sebagai metode dalam menafsirkan teks secara deskriptif. Data penelitian berupa teks puisi terpilih berdasarkan diksi metaforis, sumber data berupa buku teks kumpulan puisi dan cerpen berjudul Pulanglah ke Rumah, pengumpulan data berdasarkan teknik pengamatan dan wawancara, analisis data menggunakan teknik analisis data interaksional dan ditafsirkan secara hermeneutika. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa diksi yang digunakan dalam puisi Pulanglah ke Rumah banyak terdapat diksi metaforis. Hal tersebut membuktikan bahwa penulis dalam membuat sebuah karya mempertimbangkan aspek keindahan yang disajikan dalam rekaan yang didasarkan pada keadaan sekitar. Selain itu, kajian ini menggambarkan kompetensi penulis dalam menghasilkan karya sastra pariwisata
Pendidikan Karakter dan Nilai dalam Tradisi “Matah Bunga” pada Sub suku Dayak Iban Sebaruk
Penelitian ini berangkat dari permasalahan karakter, nilai dan budaya lokal yang ada di Indonesia. Dimana pendidikan karakter, nilai dan budaya dewasa ini menjadi isu sentral yang menarik untuk dikaji dari berbagai disimplin ilmu. Hal ini dikarenakan pendidikan karakter dan nilai yang dikemas dalam budaya dinilai mampu menjadikan generasi mendatang mencintai budaya mereka (budaya lokal) dan nusantara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendidikan karakter dan nilai dalam budaya lokal, khususnya bagi kalangan Dayak Iban Sebaruk yang dikemas dalam tradisi ‘Matah Bunga’. Tradisi ini tidak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sarana pendidikan informal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, penghormatan terhadap alam, roh leluhur, Petara (Tuhan) dan kebersamaan (equality). Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bagaimana tradisi tersebut dijalankan dan diinternalisasi oleh masyarakat, serta implikasinya terhadap pengembangan karakter, nilai dan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tradisi seperti Gawai Adat Matah Bunga ini dapat menjadi salah satu sarana bagi warga dalam bersilaturahmi, menjalin kebersamaan dan memupuk persaudaraan dalam menjaga budaya lokal
Pendidikan Karakter dalam Tradisi Gelar Bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
Penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mencerminkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam masyarakat Kutai. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kutai Kuno kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang memiliki tradisi turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol status sosial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, serta penghargaan terhadap jasa individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gelar seperti Aji, Awang, dan Encek memiliki makna historis dan sosial yang mendalam, di mana setiap gelar diberikan berdasarkan keturunan, jasa, atau peran dalam pemerintahan kesultanan. Selain itu, praktik budaya seperti Beseprah menegaskan prinsip kesetaraan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Meskipun modernisasi mengubah persepsi terhadap sistem gelar, nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai bagian dari identitas budaya. Oleh karena itu, integrasi nilai warisan budaya dan tradisi lokal dalam pendidikan formal dan nonformal menjadi penting untuk memperkuat karakter generasi muda dan menjaga warisan budaya Kutai agar tetap lestari dalam masyarakat yang terus berkembang
Peran Masyarakat Baduy Luar Dalam Pelestarian Adat Budaya Di Tengah Modernisasi dan Kebijakan Pemerintah
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran masyarakat Baduy luar dalam pelestarian nilai adat dan budaya di tengah modernisasi, Suku Baduy merupakan masyarakat adat yang berada di Kabupaten Lebak-Banten dan menjadi sebuah kebanggaan Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif-eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Lokasi penelitian di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak-Banten. Hasil penelitian menunjukan bahwa modernisasi yang masuk kedalam suku Baduy telah berpengaruh pada bergesernya nilai-nilai kebudayaan, perubahan ini terlihat pada perilaku dalam menjalankan aktivitas keseharian masyarakat Baduy seperti mengenal teknologi, cara berpakaian, penggunaan peralatan makan, serta pola interaksi dengan wisatawan. Menyikapi hal tersebut masyarakat berupaya menjalankan perannya sebagai masyarakat adat untuk melestarikan nilai dan budaya adat. Lembaga adat juga berperan penting dalam mempertahankan adat dan budaya, seperti melakukan pemeriksaan secara periodik yang jika ditemukan pelanggaran akan diberikan sanksi adat. Rekomendasi penelitian ini yaitu adat dan budaya pada suku Baduy perlu dilestarikan Kembali sesuai dengan kebijakan pemerintah yang memberikan perlindungan hukum dalam menjaga kelestarian kearifan lokal yang ada di dalam Masyarakat Adat
Integrasi Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai Moral dalam Meningkatkan Kesadaran K3 di Industri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan industri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan analisis berbagai sumber akademik dan regulasi terkait K3. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai PKn, seperti tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap rekan kerja, tanggung jawab, kepatuhan hukum, partisipasi aktif, dan solidaritas sosial, diyakini dapat berperan dalam membentuk budaya keselamatan kerja secara signifikan meningkatkan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan, mengurangi risiko kecelakaan, serta membangun lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.Teori Konstruktivisme Sosial dan Theory of Planned Behavior digunakan untuk menjelaskan bagaimana interaksi sosial dan sikap positif terhadap K3 mempengaruhi kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang program pelatihan K3 yang efektif, dengan menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan sebagai bagian dari budaya organisasi