EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
    4061 research outputs found

    A Pemahaman Perkembangan Kognitif dan Sosial Emosional Anak Sebagai Dasar Desain Pembelajaran MISD: Pemahaman Perkembangan Kognitif dan Sosial Emosional Anak Sebagai Dasar Desain Pembelajaran MISD

    No full text
    Pemahaman terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak usia Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar (SD) merupakan fondasi penting dalam merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna. Pada rentang usia 7–11 tahun, anak berada pada tahap operasional konkret menurut teori Piaget, yang ditandai dengan kemampuan memahami konsep melalui pengalaman langsung dan objek nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur akademik yang relevan untuk mengidentifikasi karakteristik perkembangan anak dan implikasinya terhadap proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang memahami perkembangan peserta didik cenderung mampu merancang strategi pembelajaran yang kontekstual, visual, dan menyenangkan. Selain aspek kognitif, faktor sosial emosional juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi anak dalam kelas. Lingkungan belajar yang kondusif, fleksibel, dan suportif sangat membantu perkembangan mental dan sosial anak secara optimal. Di sisi lain, tantangan seperti perbedaan individu dalam perkembangan dan pengaruh teknologi digital perlu diantisipasi dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada nilai. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi pemahaman perkembangan anak dalam praktik pendidikan dasar agar pembelajaran menjadi lebih responsif, holistik, dan berkelanjutan.Pemahaman terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak usia Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar (SD) merupakan fondasi penting dalam merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna. Pada rentang usia 7–11 tahun, anak berada pada tahap operasional konkret menurut teori Piaget, yang ditandai dengan kemampuan memahami konsep melalui pengalaman langsung dan objek nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur akademik yang relevan untuk mengidentifikasi karakteristik perkembangan anak dan implikasinya terhadap proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang memahami perkembangan peserta didik cenderung mampu merancang strategi pembelajaran yang kontekstual, visual, dan menyenangkan. Selain aspek kognitif, faktor sosial emosional juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi anak dalam kelas. Lingkungan belajar yang kondusif, fleksibel, dan suportif sangat membantu perkembangan mental dan sosial anak secara optimal. Di sisi lain, tantangan seperti perbedaan individu dalam perkembangan dan pengaruh teknologi digital perlu diantisipasi dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada nilai. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi pemahaman perkembangan anak dalam praktik pendidikan dasar agar pembelajaran menjadi lebih responsif, holistik, dan berkelanjutan. &nbsp

    Nilai Pendidikan Karakter dan Sosial Budaya dalam Prosesi Adat Posuo pada Remaja Putri Buton

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dan sosial budaya yang terkandung dalam prosesi adat Posuo pada remaja putri Suku Buton. Tradisi Posuo merupakan upacara adat yang menandai masa peralihan dari remaja menuju kedewasaan dan berfungsi sebagai sarana pembentukan moral serta etika bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan Bhisa (pemimpin ritual), tokoh adat, serta peserta Posuo, dan dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posuo mengandung lima nilai utama, yaitu nilai moral, spiritual, sosial, gender, dan edukatif. Nilai moral tercermin dalam ajaran kesucian diri dan tanggung jawab, nilai spiritual diwujudkan melalui doa dan dzikir, sedangkan nilai sosial terlihat dari solidaritas masyarakat selama prosesi berlangsung. Perempuan ditempatkan sebagai simbol kesucian dan kehormatan keluarga, sehingga mempertegas peran sosialnya dalam budaya Buton. Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Penerapan nilai-nilai Posuo dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah-sekolah Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dan sosial budaya yang terkandung dalam prosesi adat Posuo pada remaja putri Suku Buton. Tradisi Posuo merupakan upacara adat yang menandai masa peralihan dari remaja menuju kedewasaan dan berfungsi sebagai sarana pembentukan moral serta etika bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan Bhisa (pemimpin ritual), tokoh adat, serta peserta Posuo, dan dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posuo mengandung lima nilai utama, yaitu nilai moral, spiritual, sosial, gender, dan edukatif. Nilai moral tercermin dalam ajaran kesucian diri dan tanggung jawab, nilai spiritual diwujudkan melalui doa dan dzikir, sedangkan nilai sosial terlihat dari solidaritas masyarakat selama prosesi berlangsung. Perempuan ditempatkan sebagai simbol kesucian dan kehormatan keluarga, sehingga mempertegas peran sosialnya dalam budaya Buton. Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Penerapan nilai-nilai Posuo dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah-sekolah Indonesia

    Development Realistic LKPD on Exponential Material to Improve Grade X Students\u27 Ability to Think Critically

    Full text link
    The aim of this study is to produce realistic mathematics education (RME)-based learner worksheets (LKPD) on exponent material to improve critical thinking skills of grade X students that are valid, practical and effective. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. The results showed that the realistic based LKPD on exponent material was very valid based on the results of expert validation with a score of 87.5%, the practicality of realistic-based LKPD learning media was considered practical based on teacher and student responses with a score of 79.7%. In addition, its effectiveness can be seen from the increase in student learning outcomes with an average post-test score of 85.38%. The statistical test results show a significance value of 0.001 (two-tailed), indicating a significant difference between the pre-test and post-test results. Therefore, it can be concluded that the development of realistic-based worksheets improves students\u27 critical thinking skills. The Realistic Mathematics Education approach links mathematical concepts to real-life situations, motivating students and helping them to understand exponential material more deeply. This study makes a valuable contribution to mathematics education by improving students\u27 analytical and reasoning skills and facilitating a more meaningful, contextualised learning of exponents

    INDONESIAN EFL TEACHERS’ PERCEPTIONS TOWARD ICT INTEGRATION FOR LANGUAGE TEACHING IN REMOTE AREAS

    Full text link
    Considering the challenges in integrating Information and Communication Technology (ICT) into language teaching in Indonesia’s remote areas, the perspectives of English as a Foreign Language (EFL) teachers on this development have not been thoroughly investigated. This study aims to address questions regarding the extent of their awareness of ICT advancements, their integration of ICT into English language teaching (ELT), and their concerns about their ICT skills and knowledge. Data were collected through an online survey of 50 EFL teachers working in remote areas of West Kalimantan and East Nusa Tenggara. The survey included seven closed-ended and four open-ended questions focusing on their attitudes toward ICT development in language teaching and their adoption of ICT practices. The results indicate that the participants hold positive perceptions of ICT development in language teaching and, despite various limitations, make efforts to integrate ICT into their teaching practices. However, they also expressed significant concerns about their skills and knowledge of ICT. These findings highlight the need for supporting facilities and targeted training to enhance ICT integration in language teaching for EFL teachers in remote areas

    Bibliometric analysis of flipped classroom trends in physics education: Insights from the Scopus database

    Full text link
    This study aims to analyze research trends related to flipped classrooms in physics learning from 2019 to 2023 through bibliometric analysis. The research trends consistently show a growing interest in flipped classrooms as a relevant and compelling topic in physics education. Using bibliometric mapping techniques, several distinct clusters were identified, including purple, blue, green, and orange clusters. Key keywords such as flipped classroom, physics, and student emerged as prominent themes. Furthermore, the top five authors and affiliated institutions contributing to this research were identified, with the largest contributions originating from Indonesia. The research was conducted by systematically collecting data from the Scopus database using the keywords "flipped classroom" and "physics" for the selected time frame. Data were analyzed using VOSviewer, focusing on three types of visualizations: network visualization, overlay visualization, and density visualization. Microsoft Excel was used to graph publication trends and document distribution, providing additional insights into the results. The findings of this study highlight the significant potential of flipped classrooms to improve students\u27 understanding of physics learning by employing participatory methodologies and engaging students directly in the learning process

    Kualitas Spermatozoa Beku Babi Landrace dalam Pengencer Sitrat-Kuning Telur dengan Konsentrasi Gliserol yang Berbeda

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) dengan konsentrasi level gliserol yang berbeda terhadap kualitas spermatozoa beku babi landrace. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan gliserol yaitu: P1 (4%), P2 (6%), P3 (8%) dan P4 (10%) dan empat ulangan. Spermatozoa yang digunakan berupa spermatozoa segar dari 4 ekor pejantan babi landrace berusia 2–3 tahun dikoleksi menggunakan metode glove gland. Evaluasi kualitas spermatozoa dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Spermatozoa diencerkan menggunakan pengencer dasar, lalu dilakukan proses holding time. Spermatozoa kemudian diproses melalui sentrifugasi. Setelah itu, bagian supernatan dibuang, dan pellet yang tersisa diencerkan kembali. Selanjutnya dihomogenkan dan dibagikan pada empat tabung perlakuan. Kemudian spermatozoa dievaluasi untuk mengetahui motilitas, viabilitas, dan abnormalitas. Spermatozoa kemudian dimasukkan ke dalam straw berukuran 0,5 mL dan diekuilibrasi. Kemudian, straw dibekukan, lalu disimpan dan dilakukan pengujian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa motilitas spermatozoa setelah proses thawing tertinggi ditemukan pada perlakuan P3 nilai motilitas P3= 31,50±10,03%, diikuti P2= 25,88±8,85%, P4= 20,94±8,38% dan P1= 19,42±2,83% dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada semua perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pengencer sitrat kuning telur (S-KT) dengan konsentrasi gliserol yang berbeda mampu menghasilkan motilitas pasca thawing tertinggi yaitu pada P3 dengan nilai 31,50±10,03% yang layak digunakan untuk inseminasi buatan sesuai standar SNI spermatozoa beku babi

    IMPLEMENTING ER FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH LITERACY CLOUD

    No full text
    This paper reports on the implementation of an Extensive Reading (ER) program using Literacy Cloud for mobile English learning, and the perception of the student participants. For roughly four weeks, 45 EFL students enrolled in third grade from two major courses, namely a pharmacy and dental assistant course at a vocational high school in East Java, Indonesia, joined this program to experience extensive reading through Literacy Cloud for mobile English learning. They had no experience to use Literacy Cloud before, so literacy cloud is introduced to support ER program. Data was gathered with a questionnaire and interviews were given to ascertain student experience using Literacy Cloud in ER class. The results show that students had positive attitudes and perceptions about Literacy Cloud and felt that Literacy Cloud was very useful for supporting the development of their English skills, especially their reading skill. The results of this study have implications for English language teaching, for deploying ER with vocational school students. The integration of technology such as Literacy Cloud can provide many benefits for the students’ reading skill development.Penelitian ini melaporkan tentang penerapan program Membaca Ekstensif (ER) menggunakan Literacy Cloud untuk pembelajaran bahasa Inggris seluler, dan persepsi peserta didik. Selama sekitar empat minggu, 45 siswa EFL yang terdaftar di kelas tiga dari dua mata kuliah utama, yaitu mata kuliah farmasi dan asisten gigi di sebuah sekolah menengah kejuruan di Jawa Timur, Indonesia, mengikuti program ini untuk merasakan membaca ekstensif melalui Literacy Cloud untuk pembelajaran bahasa Inggris seluler. Mereka tidak memiliki pengalaman menggunakan Literacy Cloud sebelumnya, jadi literacy cloud diperkenalkan untuk mendukung program ER. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara dilakukan untuk memastikan pengalaman siswa menggunakan Literacy Cloud di kelas ER. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa memiliki sikap dan persepsi positif tentang Literacy Cloud dan merasa bahwa Literacy Cloud sangat berguna untuk mendukung pengembangan keterampilan bahasa Inggris mereka, terutama keterampilan membaca mereka. Hasil penelitian ini memiliki implikasi untuk pengajaran bahasa Inggris, untuk menerapkan ER dengan siswa sekolah kejuruan. Integrasi teknologi seperti Literacy Cloud dapat memberikan banyak manfaat bagi pengembangan keterampilan membaca siswa

    Mentoring Berbasis Kristiani sebagai Katalis dalam Mengatasi Krisis Karakter dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Katolik

    Full text link
    Mahasiswa Katolik di Indonesia sering menghadapi tantangan dalam pengembangan karakter dan kepercayaan diri di lingkungan pendidikan tinggi akibat tekanan akademik, pengaruh budaya sekuler, serta kurangnya pembinaan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran mentoring berbasis Kristiani sebagai katalis dalam pengembangan karakter dan kepercayaan diri mahasiswa di UA-KMK Santo Thomas Aquinas, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 14 mahasiswa aktif dalam program mentoring. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mentoring terbukti memberi dampak signifikan dalam pengembangan karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat keterampilan sosial mahasiswa. Interaksi dengan mentor menciptakan suasana kolaboratif yang mendukung pengembangan pribadi dan refleksi diri. Studi ini menyimpulkan bahwa mentoring berbasis nilai Kristiani tidak hanya menjadi model strategis pendidikan karakter, tetapi juga mendukung pengembangan pribadi, pendalaman spiritual, dan pembentukan komunitas iman mahasiswa Katolik. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang efektivitas mentoring berbasis agama dalam membangun generasi muda Katolik yang tangguh, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap iman mereka

    Analisis Nilai-Nilai Ada Tongeng sebagai Basis Pengembangan Pembelajaran Kearifan Lokal Berkarakter di Sekolah Dasar

    Full text link
    Konsep ada tongeng mengandung nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan dasar.  Tujuan penulisan ini untuk menganalisis nilai-nilai ada tongeng sebagai basis pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar yang berkarakter melalui perspektif budaya dan Pendidikan global. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis komponensial, analisis taksonomi dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 rincian domain sebagai klausul utama dalam prinsip ada tongeng dan memuat nilai karakter utama yakni kejujuran dan integritas, terdapat 3 rincian domain sebagai bentuk pesan kepada pemimpin dengan nilai moral keutamaan kebijaksanaan, pengertian, empati, pengendalian diri dan pencarian kebenaran. Berdasarkan hasil analisis tema kultural ditemukan bahwa nilai-nilai ada tongeng dapat membantu pembentuk karakter siswa yang berakhlak, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ada tongeng tidak hanya memiliki relevansi budaya tetapi juga aplikatif dalam konteks kehidupan masyarakat Bugis saat ini, dan berdasarkan analisis taksonomi ditemukan bahwa nilai Ada tongeng diterapkan dalam dua konteks utama yakni kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan. Nilai ada tongeng dapat dijadikan basis pengembangan model pedagogik kontekstual maupun konten kurikulum muatan lokal yang adaptif dengan konteks masyarakat modern

    Effectiveness of realistic mathematics worksheets with balinese cultural content on fourth-grade students\u27 learning outcomes

    Full text link
    This study examines the effect of Balinese culture-based Student Worksheets (LKPD) on fourth-grade students’ mathematics learning outcomes. Using a one-group pretest-posttest design, 30 students from SD Negeri 1 Kemenuh participated in the study. The LKPD was designed by integrating mathematical concepts with Balinese cultural contexts, such as traditional dances and architecture, to make learning more engaging and relevant. Data were collected through pretests and posttests. The results showed a significant improvement in posttest scores (t = 18.49, p < 0.05), indicating that cultural integration helps students understand mathematical concepts more concretely and boosts learning motivation. The findings suggest that culture-based LKPD can be an effective tool in elementary mathematics instruction. However, effective implementation requires the active role of teachers in connecting mathematical concepts with the local cultural environment of the students &nbsp

    3,628

    full texts

    4,061

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇