EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
4061 research outputs found
Sort by
The influence of technological skills and geographical conditions on elementary school teachers’ readiness for implementing DL
This study examines the influence of technological skills and geographical conditions on the pedagogical readiness of elementary school teachers in Situbondo, Indonesia, to implement deep learning approaches. Using an explanatory quantitative design, data were collected from 30 teachers across three geographic zones through a validated Likert-scale questionnaire. The analysis revealed that both variables jointly had a significant effect on pedagogical readiness (R² = 0.424; p < 0.05), although only technological skills had a significant partial influence. This suggests that teachers with better digital competence tend to be more prepared, regardless of infrastructural challenges. The findings highlight the importance of TPACK-based training and digital pedagogical support, particularly in under-resourced areas. Recommendations include strengthening teacher capacity through targeted professional development and providing contextual offline learning materials. This research contributes to understanding how technology readiness can promote equitable learning opportunities in geographically diverse regions
Factors Affecting Real Earnings Management: Additional Evidence of Infrastructure Sector : Factors Affecting Real Earnings Management: Additional Evidence of Infrastructure Sector
The objective of this study is to investigate the effect of corporate governance, leverage, and profitability on real earnings management. There is a shifting practice from accrual-based earnings management to real-based earnings management because accrual earnings manipulation is more easily detected by regulatory scrutiny. Therefore, the study provides evidence of factors that affect real earnings management. The analytical method applied in this research is verification with the explanatory survey method. The data was tested with multiple linear regression tests, t-tests, F statistical tests, and coefficient of determination. Partial tests show that corporate governance, as proxied with institutional ownership, and leverage as proxied with Debt to Equity Ratio (DER), have no significant effect on real earnings management. However, profitability as proxied with Return on Assets (ROA) significantly affects real earnings management. A simultaneous test shows that overall corporate governance, leverage, and profitability do not affect real earnings management
Pengaruh Kebijakan Investasi, Pendanaan, dan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di BEI Tahun 2020-2023
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial kebijakan investasi, pendanaan, dan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020-2023. Sampel menggunakan kriteria yang telah ditentukan, terdapat 32 sampel perusahaan, analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kebijakan investasi, pendanaan, dan dividen berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan, (2) kebijakan investasi berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, (3) kebijakan pendanaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (4) kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Kata kunci : Kebijakan Investasi, Pendanaan, Dividen, Nilai Perusahaa
Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran IPS di SMA Islam Abhariyah Jerneng Kab Lombok Barat
This study aims to understand the interaction process between teachers and students in social studies (IPS) learning at SMA Islam Abhariyah Pagutan. The scope of this research includes the interaction patterns applied in learning, the factors influencing student engagement, and their impact on students\u27 understanding of social studies material. This study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of interviews, observations, and documentation. The results show that in social studies learning, teachers and students do not apply all four interaction models but only use two: the one-way learning model and, on certain occasions such as school exams, the two-way interaction model. The one-way learning model is the dominant choice because it is considered more suitable for students, who have a dual role as both learners and Islamic boarding school students. In conclusion, interaction in social studies learning at SMA Islam Abhariyah Pagutan is still dominated by a one-way communication pattern, which affects students\u27 low engagement in the learning process. Therefore, more interactive teaching strategies are needed to encourage student participation and enhance their understanding of the material.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran IPS pada SMA Islam Abhariyah Pagutan. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh keaktifan siswa yang masih minim ketika proses belajar. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pada mata pelajaran IPS proses interaksi guru dan siswa tidak menggunakan empat model interaksi melainkan hanya menggunakan dua model interaksi yaitu model pembelajaran satu arah dan pada momen-momen tertentu juga menggunakan model dua arah yaitu ketika melakukan proses ujian sekolah. Penggunaan model interaksi satu arah merupakan pilihan dominan yang dilakukan oleh guru pada mata pelajaran IPS, dianggap sesuai dengan kondisi murid yang memiliki status tidak hanya menjadi siswa, melainkan juga menjadi santri pada sekolah tersebut.
Kata kunci: Pendidikan, Model Interaksi, Guru Dan Murid, Proses Belajar Mengajar
 
Analisis Sentimen Public Program Makan Bergizi Gratis Platform Instagram Dengan Algoritma SVM
Public sentiment towards the Free Nutritious Meal Program on the Instagram social media platform is the subject of this study. Using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, we classify sentiment from Instagram user reviews into positive, negative, and neutral categories. The SVM algorithm demonstrates a strong performance, with an accuracy of 0.90 in classifying sentiment. Moreover, the sentiment analysis reveals that most public reactions are neutral towards this program. This study has the potential to significantly influence decision-making by providing insights into how the public views government programs and the importance of considering sentiment.Sentimen publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis di platform media sosial Instagram menjadi subjek penelitian ini. Dengan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM), kami mengklasifikasikan sentimen dari ulasan pengguna Instagram ke dalam kategori positif, negatif, dan netral. Algoritma SVM menunjukkan kinerja yang baik, dengan tingkat akurasi sebesar 0,90 dalam mengklasifikasikan sentimen. Selain itu, analisis sentimen mengungkapkan bahwa sebagian besar reaksi publik cenderung netral terhadap program ini. Penelitian ini berpotensi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan dengan memberikan wawasan tentang bagaimana publik memandang program pemerintah dan pentingnya mempertimbangkan sentimen
Peningkatan Karakter Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Melalui Media Edugame Berbasis Living Values Education
Pendidikan Kewarganegaraan memainkan peran penting dalam membentuk karakter privat dan publik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat karakter mahasiswa (civic disposition) dengan menggunakan media Edugame berbasis Living Values Education (LVE). Penelitian ini menggunakan mix-methods dengan sampel jenuh 58 mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert (skor 1-5) dan wawancara terstruktur, yang dianalisis dengan aplikasi SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata civic disposition mahasiswa berkisar antara 3,71 hingga 4,29, menunjukkan persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis Edugame. Selain itu, hasil reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,953, menandakan konsistensi yang tinggi. Kemudian variabel karakter mahasiswa untuk menghormati, melindungi, dan menggunakan hak yang dimiliki secara setara kepada setiap orang (X3) mendapatkan penghargaan tinggi responden dan variabel karakter mahasiswa untuk berpartisipasi secara bertanggungjawab dalam kehidupan politik/kewarganegaraan (X4) mendapatkan skor terendah. Responden lebih memilih media visual dan interaktif, seperti Peraga, Presentasi, Edugame, dan Video untuk meningkatkan civic disposition warga negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Edugame berbasis LVE dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan karakter mahasiswa
Transforming Value of National Character Through Nahdlatul Ulama Organization In Perspective of Civic Education
Civic education becomes a curriculum with the aim of forming good, intelligent citizens as well as value education. One of the roles of civic education is through community civics. Community Civics has a character that is not value-free, specifically in the context of the community can encourage young citizens as pioneers of national independence. Community Civic is through community organisations. The role of community organisations (CSOs) is necessary because it can help maintain the sovereignty of the country as a whole. The community organisation that plays a role in maintaining national values is Nahdlatul Ulama (NU). The presence of community organisations is present because Indonesia\u27s problems now lead to an order that is not in line with the values of life in citizens and the presence of community organisations is expected to help maintain the sovereignty of the country as a whole. Community organisations can be relevant to Community Civic Education which aims to form citizens who are proud of their own nation. This research method is discussed from an ethnographic point of view in order to analyse a group along with the behaviour in their daily lives. The results of the concept of transformation of the value of Civic Education in the form of national values that can be actualised in the Nahdlatul Ulama (NU) organisation are 5 of them: Reform Value, Balance Value, Tolerance Value, Good Citizen Value and Moderate Thinking Value
Perkuatan Toleransi Mahasiswa melalui Integrasi Nilai Adat Moi Sorong Papua dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai budaya masyarakat Moi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai strategi untuk memperkuat toleransi mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan tokoh adat sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap penerapan nilai-nilai budaya Moi dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya Moi, seperti solidaritas, kebersamaan, dan saling menghormati, secara signifikan meningkatkan sikap toleransi mahasiswa serta memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya mereka. Selain itu, lingkungan pembelajaran berbasis budaya lokal memberikan mahasiswa keterampilan berpikir kritis dan pemahaman lebih mendalam tentang keberagaman dalam konteks akademik dan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat adat, untuk memastikan implementasi pendidikan berbasis budaya yang lebih luas dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal tidak hanya dapat diterapkan di masyarakat Moi tetapi juga berpotensi diadopsi dalam berbagai konteks pendidikan lainnya di Indonesia guna membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis
Nilai-Nilai Keteladanan Pangeran Hidayatullah Untuk Penguatan Karakter Mahasiswa
Nilai-nilai karakter di kalangan mahasiswa saat ini menunjukkan gejala pelunturan yang signifikan, ditandai krisis moral seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, serta merosotnya semangat nasionalisme. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai kejuangan Pangeran Hidayatullah dan mengkaji efektivitas penerapan model keteladanan dalam proses internalisasi nilai pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi partisipatif, wawancara mendalam, angket/kuesioner serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga nilai utama kejuangan Pangeran Hidayatullah yang relevan untuk dijadikan contoh teladan, yaitu nilai keberanian, religiusitas, dan solidaritas. Penerapan model keteladanan terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan aktualisasi nilai kejuangan mahasiswa dalam aktivitas akademik dan non-akademik. Simpulan penelitian bahwa model keteladanan berbasis nilai-nilai kejuangan Pangeran Hidayatullah efektif sebagai strategi pendidikan karakter di perguruan tinggi
Evaluasi Peningkatan Karakter dan Kapasitas Organisasi melalui Model Kirkpatrick bagi Pengurus Koperasi di Banjarmasin
Koperasi di Banjarmasin sedang mengalami kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya. Kurangnya pendidikan koperasi khususnya pelatihan bagi pengurus dan anggota tentang perkoperasian juga membuat permasalahan baru khususnya bagi pengurus. Pelatihan yang pernah diadakan dianggap tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan karakter dan kapasitas organisasi melalui Model Kirkpatrick. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Kirkpatrick melibatkan empat level evaluasi: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pelatihan (level 1), dan terjadi peningkatan pemahaman terkait penguatan karakter (level 2). Pada implementasi perubahan perilaku (level 3) terdapat dukungan dari organisasi dan dukungan waktu pelatihan. Pada level hasil (level 4), terdapat hasil yang efektif terhadap peningkatan kinerja koperasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan desain pelatihan, seperti penguatan materi praktis dan pemantauan berkelanjutan, guna memastikan keberlanjutan perubahan yang diharapkan