EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
    4061 research outputs found

    PROBLEMA ORANG TUA DALAM MELANJUTKAN PENDIDIKAN ANAK KE SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS DI KELURAHAN GERUNG SELATAN KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2019/2020

    No full text
    This study aims to analyze the factors that cause parents not to continue their children\u27s education to SLTA and the efforts made to overcome these problems. This research employs a qualitative approach using observation and interviews with parents, students, and school representatives. The findings indicate two main factors influencing parental decisions: internal and external factors. Internal factors include children\u27s lack of interest in learning and the dominance of psychomotor skills, which make them more inclined to work rather than continue schooling. External factors include economic difficulties, low parental education levels, weak parental control over children\u27s education, and social environment influences that prioritize economic success through direct employment. Despite these challenges, the community in Gerung Selatan Village has made efforts to support children\u27s education, such as preparing educational facilities by improving family economic conditions and conducting awareness campaigns about the urgency of education in collaboration with the government, schools, and universities in West Lombok and MataramPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keinginan orang tua di Desa Gerung Selatan untuk melanjutkan sekolah anaknya ke jenjang SMA atau sederajat. Jumlah data anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA atau sederajatAkumulasi 153 anak dari tahun 2018 hingga 2020. Faktor penyebab orang tua tidak memprioritaskan anaknya untuk tidak memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya adalah: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal muncul dari faktor afektif dan psikomotorik anak. Secara afektif, anak sangat tidak nyaman dengan dunia pendidikan, sedangkan psikomotoriknya anak-anak lebih dominan menjadi mekanik bengkel dan langsung bekerja setelah selesaisekolah menengah pertama atau sederajat untuk meningkatkan perekonomian. Secara eksternal dipengaruhi oleh perekonomian, lingkungan sekolah dan lingkungan sosial, orang tua memilih untuk tidak melanjutkan sekolah anaknya karena faktor ekonomi yang menghambatnya khawatir selama anak bersekolah, fasilitas seperti sepeda motor, laptop dan harianuang saku tidak dapat dipenuhi. Lingkungan sekolah, anak-anak memilih untuk mengikuti mereka teman untuk membolos sekolah, sehingga mengakibatkan kurangnya keseriusan dalam belajar. Sementara itu, sosial faktor lingkungan, orang tua dipengaruhi oleh keberhasilan warga lain ketika memilih langsung bekerja setelah lulus SMP atau sederajat, selain itukurangnya literasi atau informasi tentang urgensi pendidikan. Upaya orang tua dalam melanjutkan sekolah anaknya adalah: Mempersiapkan perekonomian di terlebih dahulu untuk memenuhi fasilitas anak ketika kelak melanjutkan pendidikan. Dari kelurahan, melakukan sosialisasi formal dan informal tentang urgensi pendidikan bagi masyarakat masyarakat.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan pengumpulan data melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kata Kunci : Pendidikan, Karakter, Implementasi, Permasalahan, Strateg

    Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Pelajaran IPS dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa

    Full text link
    The influence of students\u27 perceptions about Social Sciences (IPS) lessons and learning motivation on elementary school (SD) students\u27 learning outcomes is very significant in determining their academic success. The main objective of this research is to determine the influence of students\u27 perceptions of social studies lessons and learning motivation on student learning outcomes at SDN 3 Mentaraman. This research is quantitative research with a correlational survey nature. The population in this study was all class V students at SDN Gugus 2 Donomulyo District, totaling 90 students. The sampling technique used in this research was total sampling. The type of instrument is a questionnaire. The data analysis technique uses multiple linear regression tests. Based on the results of the multiple linear regression test, it is known that students\u27 perceptions about social studies lessons and learning motivation on student learning outcomes together have an influence on student learning outcomes as evidenced by a significant value of 0.000. The student perception variable about social studies lessons has a significant value of 0.307, meaning that students\u27 perceptions about social studies lessons do not have a significant effect on learning outcomes. Based on partial regression testing, it is known that learning motivation has a significant value of 0.000. With this, learning motivation has a significant effect on learning outcomes, so the second hypothesis is accepted.Persepsi siswa tentang pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana mereka tertarik dan termotivasi dalam mempelajari mata pelajaran ini. Motivasi belajar juga merupakan faktor kunci yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Pengaruh persepsi siswa tentang pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar (SD) sangat signifikan dalam menentukan keberhasilan akademik mereka. Tujuan utama dalam penelitian ini yakni mengetahui Pengaruh Persepsi Siswa tentang Pelajaran IPS dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa di SDN 3 Mentaraman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat survey korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SDN Gugus 2 Kecamatan Donomulyo yang berjumlah 90 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Jenis instrumen yang yakni angket. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa persepsi siswa tentang pelajaran IPS dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa secara bersama sama berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000. Variabel persepsi siswa tentang pelajaran IPS nilai signifikan sebesar 0,307, artinya persepsi siswa tentang pelajaran IPS tidak berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar. Berdasarkan pengujian regresi secara persial diketahui motivasi belajar memiliki nilai signifikan sebesar 0,000. Dengan hal ini maka motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan ini maka hipotesis keduanya diterima

    Analisis Kebijakan Manajemen Pesantren Di Indonesia

    Full text link
    Islamic boarding school education management is the key to improving the quality of education, building character, and adapting to the times. This study aims to evaluate Islamic boarding school management policies in Indonesia, with a focus on policy implementation and its impact on the development of Islamic boarding schools. The method used is a qualitative method with a literature review approach, and policy analysis. The results of the study show that government policies in managing Islamic boarding schools have experienced significant improvements, including through Law No. 18/2019, curriculum development, and operational assistance for Islamic boarding schools. However, there are several weaknesses in Islamic boarding school management, such as differences in the quality of education between Islamic boarding schools and limited development of general knowledge and technology. Therefore, it is important for Islamic boarding schools to continue to adapt to the development of the times without sacrificing traditional values, in order to produce a generation that is competent in the fields of religion and social life.Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan keilmuan masyarakat Indonesia. Terdapat tiga jenis pesantren di Indonesia, yaitu tradisional (salafiyah), modern (khalafiyah), dan campuran, yang masing-masing memiliki sistem pembelajaran yang berbeda. Pesantren tradisional fokus pada pengajaran kitab kuning dan ilmu agama, sementara pesantren modern mengadopsi kurikulum yang mencakup ilmu umum dan agama dengan metode pengajaran yang lebih terstruktur. Pesantren campuran menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Manajemen pendidikan pesantren menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan, membangun karakter, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan manajemen pesantren di Indonesia, dengan fokus pada implementasi kebijakan dan dampaknya terhadap perkembangan pesantren. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, serta analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam pengelolaan pesantren telah mengalami perbaikan yang signifikan, termasuk melalui UU No. 18/2019, pengembangan kurikulum, serta bantuan operasional untuk pesantren. Meskipun demikian, terdapat beberapa kelemahan dalam manajemen pesantren, seperti perbedaan kualitas pendidikan antar pesantren dan terbatasnya pengembangan ilmu pengetahuan umum dan teknologi. Oleh karena itu, penting bagi pesantren untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisi, guna mencetak generasi yang kompeten di bidang agama dan kehidupan bermasyarakat.   Keywords: Pesantren; Kebijakan; Manajemen; &nbsp

    Pengaruh Moral Disengagement terhadap Perilaku Cyber Aggression pada Peserta Didik

    Full text link
    The digital era has brought significant changes in socializing and association, especially among young adolescents. Unfortunately, along with it, negative trends have emerged, such as cyber aggression, which is influenced by the level of moral disengagement of students in justifying their detrimental behavior online. This study aims to analyze the influence of moral disengagement on cyber aggression behavior. The research approach used is quantitative, with a cross-sectional design. The sampling technique used simple random sampling. The research participants were 9th grade students at UPT SMPN 29 Gresik, totaling 130 people. Data collection used a moral disengagement and cyber aggression scale. Data analysis used a simple linear regression test technique. The results of the study showed that there was an influence of moral disengagement on cyber aggression of 22.8% with a significance level of 0.000 <0.05. The implications of the study indicate the importance of preventive efforts for cyber aggression behavior by providing education on digital ethics and healthy use of social media

    Teknik Dispute Kognitif Terhadap Kecanduan Game Online Siswa

    Full text link
    This study aims to test that students\u27 online game addiction has decreased before and after being given group guidance with the cognitive dispute technique. The research sample amounted to 8 students based on purposive sampling technique. Collecting research data using online game addiction scale. The research data were analyzed using descriptive and inferential methods with the Wilcoxon Sign Rank Test formula. The results of descriptive analysis showed that before the provision of group guidance cognitive dispute techniques there were 4 students with high online game addiction classification and 4 students with moderate online game addiction classification. After being given group guidance on cognitive dispute techniques, there were 7 students with low online game addiction classification and 1 student with very low online game addiction classification. The results of inferential analysis show that the significance value is (Z=-2.524; p<0.05) with an average value of pretest (M=69.00; SD=9.710) and posttest (M=40.25; SD=8.242). The findings of this study indicate that students\u27 online game addiction decreased significantly before and after being given group guidance with cognitive dispute techniques

    Pengembangan Instrumen Penilaian Untuk Mengukur Sikap Demokratis Peserta Didik

    Full text link
    Kurikulum pendidikan nasional mengharuskan guru untuk melaksanakan penilaian secara menyeluruh pada ranah pengetahuan, sikap, dan psikomotorik. Namun, pada praktiknya, penilaian sikap sering diabaikan karena dianggap sulit diukur secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap demokratis peserta didik yang valid dan reliabel. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan sampel acak sebanyak 200 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis dengan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 22. Uji validitas dengan korelasi Product Moment menghasilkan 24 butir instrumen yang valid (rhitung > rtabel). Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menunjukkan nilai 0,96 yang tergolong sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas pengukuran yang kuat. Instrumen ini dapat digunakan sebagai alat bantu guru untuk mengevaluasi dan menumbuhkan sikap demokratis di lingkungan sekolah secara lebih terukur dan sistematis

    Membangun Karakter Resiliensi melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Keterlibatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana membangun karakter resiliensi melalui pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi pengaruh pembelajaran tersebut terhadap pengembangan lima elemen utama karakter resiliensi, yaitu ketangguhan emosional, pemecahan masalah kreatif, adaptabilitas, kepemimpinan kolaboratif, dan keteguhan tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei lapangan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan reliabel sesuai standar penelitian kuantitatif selain menggunakan kuesioner juga menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah mahasiswa program S1 Universitas Negeri Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 256 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dari 7  fakultas, berdasarkan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan dalam pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan bervariasi pada setiap domain karakter resiliensi. Ketangguhan emosional, keteguhan tujuan, pemecahan masalah kreatif, dan adaptabilitas menunjukkan tingkat keterlibatan yang baik. Namun, pada domain kepemimpinan kolaboratif, keterlibatan mahasiswa relatif rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keterlibatan ini termasuk metode pembelajaran yang kurang mendukung kolaborasi aktif serta keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran kontekstual yang lebih efektif dalam membangun karakter resiliensi secara holistik

    Moralitas Persidangan Perkawinan di Bawah Umur Dalam Penguatan Kualitas Perkawinan Di Kota Denpasar

    Full text link
    Bermula dari fenomena sing beling sing nganten di Bali yang berdampak pada terjadinya perkawinan di bawah umur di Kota Denpasar mengakibatkan munculnya permohonan perkawinan di bawah umur pada lembaga peradilan di Kota Denpasar. Kehamilan di luar perkawinan berpotensi dikabulkannya permohonan perkawinan dibawah umur di Pengadilan. Tujuan penelitian dispesifikkan untuk menjelaskan moralitas persidangan perkawinan di bawah umur dalam upaya menguatkan kualitas perkawinan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang bersumber dari wawancara, observasi, maupun kuesioner. Hasil dalam penelitian menemukan bahwa kehamilan di luar perkawinan menjadi latar belakang mengajukan permohonan perkawinan di bawah umur pada Lembaga Peradilan di Kota Denpasar. Moralitas persidangan permohonan perkawinan di bawah umur terlihat pada peran dan tanggung jawab hakim dalam memberi nasehat perkawinan serta memberikan edukasi dampak perkawinan di bawah umur. Tujuannya adalah untuk memberikan kebahagiaan yang sejati dalam menguatkan kualitas perkawinan yang tergolong prematur. Hal ini juga mencerminkan sistem penegakan hukum yang dilakukan sebagai penegakan hukum yang progresif, dimana Hakim selain berintegritas dalam menjalankan tugasnya tentu juga harus bermoral baik dalam menjunjung tinggi nilai keadilan.

    Konfigurasi Politik Pemilihan Umum Pasca Penghapusan Presidential Threshold dalam Perspektif Hukum Responsif

    Full text link
    Penerapan ambang batas presidensial dalam sistem pemilihan umum di Indonesia telah memicu perdebatan pro dan kontra terkait substansi dan implikasinya terhadap sistem pemerintahan presidensial dengan multipartai. Putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus ambang batas presidensial dalam undang-undang pemilu menghilangkan batasan dalam memilih dan mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden, baik oleh partai politik maupun perseorangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsekuensi penghapusan ambang batas terhadap hubungan eksekutif dan legislatif serta konfigurasi politik-hukum pemilu pasca-pembatalan, dengan perspektif hukum responsif. Menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penghapusan, hubungan eksekutif dan legislatif cenderung tidak stabil, mengakibatkan pemerintahan yang kurang efektif. Teori hukum responsif dinilai tepat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan hukum pemilu yang aspiratif untuk memperkuat sistem demokrasi. DPR dan Pemerintah memiliki peran strategis dalam menciptakan kebijakan demokrasi yang mendukung efektivitas sistem pemilu dan partai politik. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan hukum yang responsif terhadap dinamika politik dan kebutuhan demokratisasi

    Integrasi Sektor Publik dan Swasta dalam Pengelolaan Destinasi Wisata Lintas Sektor Implementasi Kontrak Bisnis dalam Perspektif Hukum

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan destinasi wisata lintas sektor melalui penerapan kontrak bisnis sebagai instrumen strategis untuk menciptakan kerjasama yang efektif antara sektor publik, swasta, dan masyarakat lokal. Tantangan utama dalam pengelolaan destinasi wisata seringkali muncul akibat kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan, yang memicu konflik kepentingan dan mengakibatkan pengelolaan yang tidak optimal. Melalui pendekatan penelitian hukum yang mengintegrasikan konsep teoretis dan analisis peraturan perundang-undangan, studi ini mengeksplorasi peran kontrak bisnis dalam memperjelas hak dan kewajiban setiap pihak, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam kerjasama lintas sektor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kontrak bisnis memiliki potensi signifikan untuk memperkuat sinergi antar sektor, mengurangi problematika hukum, dan mendukung keberlanjutan ekonomi serta lingkungan. Namun, implementasinya menghadapi beberapa kendala, seperti ketidakselarasan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterbatasan infrastruktur. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antar sektor, harmonisasi regulasi, dan penguatan penegakan hukum untuk mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, kontrak bisnis dapat menjadi instrumen kunci dalam mewujudkan pengelolaan destinasi wisata yang efektif, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang

    3,628

    full texts

    4,061

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇