Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
DEVELOPMENT OF STEM-BASED EARTHQUAKE MITIGATION EDUCATIONAL MEDIA FOR HIGH SCHOOL STUDENTS\u27 LEARNING
Knowledge about earthquake disaster mitigation is mandatory, so the government includes this material in the education curriculum. Earthquake educational media based on science, technology, engineering, and mathematics (STEM) is considered capable of supporting learning that encourages students to be active, creative, and innovative in completing STEM-based experimental projects so that it can improve students\u27 understanding of the material. The purpose of this study was to determine the effect of developing educational teaching media in the form of teaching aids equipped with STEM-based earthquake mitigation learning e-modules on the learning outcomes of students at SMAN 2 Blitar. The research method used in this study is research and development (R&D) with the analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) development model. Data was collected from needs analysis, module validation, response, and student learning outcomes. The results of the T-test showed a significant difference, namely an increase in student learning outcomes, in classes that received learning with STEM-based educational media
Komunikasi Interpersonal Pada Remaja Melalui Meme di Media Discord
This study aims to understand teenagers\u27 interpersonal communication patterns through the use of memes on Discord, identify the motivations behind them, and their impact on social relationships. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis on a community of active teenagers on Discord. Informants were teenagers aged 15-19 years old who were active for at least the last three months. The results showed that memes became an effective communication tool to convey humor, symbols, and strengthen social relationships. Discord provides a flexible space to share memes as a creative medium that reflects teenagers\u27 perspectives and experiences. The effectiveness of communication is influenced by content relevance, creativity, and cultural sensitivity. However, challenges such as lack of context understanding, fear of criticism, and content saturation also arise. Good moderation within the group is important to create a safe space that is balanced between freedom of expression and community norms.Penelitian ini bertujuan memahami pola komunikasi interpersonal remaja melalui penggunaan meme di Discord, mengidentifikasi motivasi di baliknya, serta dampaknya terhadap hubungan sosial. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pada komunitas remaja aktif di Discord. Informan adalah remaja usia 15–19 tahun yang aktif selama minimal tiga bulan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme menjadi alat komunikasi efektif untuk menyampaikan humor, simbol, dan mempererat hubungan sosial. Discord memberi ruang fleksibel untuk berbagi meme sebagai medium kreatif yang mencerminkan perspektif dan pengalaman remaja. Efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh relevansi konten, kreativitas, serta sensitivitas budaya. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman konteks, takut dikritik, dan kejenuhan konten juga muncul. Moderasi yang baik dalam grup penting untuk menciptakan ruang aman yang seimbang antara kebebasan berekspresi dan norma komunitas
Nasab dan Kekuasaan Simbolik: Analisis Sosiologis Atas Polemik Rekontekstualisasi Nasab Ba‘Alwi di Indonesia
In traditional Muslim societis, liniage is not only seen as biological descent, but as a symbol with capital value in social and religious contexts. Titles such as Sayyid or Habib in the Ba’alwi community become symbols of spiritual and moral authority, providing legitimacy within the social structure. Pierre Bourdieu’s theory of symbolic power helps to understand liniage as a social construct that organizes hierarchy based on religious status recognition. Through a literature study and discourse analysis approach, this research aims to analyze how symbols play an important role in shaping power relations and the productions of knowledge in society. The controversy surrounding the legitimacy of liniage, as reflected in the genealogy og Husainuddin Utsman Al-Bantani, illustrates the existence of conflicts between tradition preservation and the drive for social equality. Therefore, liniage functions as an element that links spritual, political identity, and the dynamics of power in a society rich in meaning.Pada masyarakat muslim tradisional, nasab bukan hanya dilihat sebagai keturunan biologis, tetapi sebagai simbol yang memiliki nilai kapital sosial dan keagamaan. Gelar-gelar seperti sayyid atau habib dalam komunitas Ba‘alwi menjadi simbol otoritas spiritual dan moral, yang memberikan legitimasi dalam struktur sosial. Teori kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu membantu memahami nasab sebagai konstruksi sosial yang mengatur hierarki berdasarkan pengakuan terhadap status keagamaan. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis wacana, penelitian ini bermaksud menganalisis bahwa simbol berperan penting dalam membentuk relasi kuasa dan produksi pengetahuan dalam masyarakat. Kontroversi tentang keabsahan nasab, yang tercermin dalam riset genealogi Imaduddin Utsman Al-Bantani, mencerminkan adanya konflik antara pelestarian tradisi keagamaan dan dorongan untuk kesetaraan sosial. Oleh karena itu, nasab berfungsi sebagai elemen yang menghubungkan dimensi spiritual, politik identitas, dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat yang kaya akan makna
Comparative Study Of Monthly Electricity Consumption Clusterization Using K-Means and DBSCAN
Menganalisis pola konsumsi listrik sangat penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi energi dan mengidentifikasi anomali seperti lonjakan yang tidak biasa atau kemungkinan pencurian listrik. Penelitian ini menyajikan analisis komparatif dua algoritma klaster—K-Means dan DBSCAN—dalam mengklasifikasikan penggunaan listrik bulanan pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Ngunut, yang mencakup Kecamatan Rejotangan, Ngunut, Kalidawir, dan Pucanglaban. Dataset tersebut mencakup catatan konsumsi dari bulan November dan Desember 2024. Algoritma K-Means, yang menggunakan pendekatan klaster berbasis centroid, bekerja efektif pada dataset yang seragam, sementara DBSCAN, sebuah metode berbasis kepadatan, lebih mampu mengenali outlier dan pembentukan klaster yang tidak sferis. Kinerja kedua algoritma dievaluasi menggunakan Akurasi, Mean Squared Error (MSE), Presisi, Recall, dan F1-Score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa K-Means mencapai akurasi 96%, MSE 0,0400, presisi 0,71, recall 1,00, dan skor F1 0,83. Sebaliknya, DBSCAN mencapai akurasi 76%, MSE 0,2400, presisi 0,29, recall 1,00, dan skor F1 0,45. Hasil ini menunjukkan bahwa K-Means menghasilkan klaster yang lebih kompak dan konsisten, sementara DBSCAN lebih unggul dalam mengidentifikasi anomali, dengan total mendeteksi 17 outlier. Akibatnya, K-Means dianggap lebih cocok untuk pengelompokan konsumsi yang stabil, sedangkan DBSCAN direkomendasikan untuk tujuan deteksi anomali. Temuan ini diharapkan dapat membantu PT PLN (Persero) dalam mengembangkan strategi berbasis data dan adaptif untuk manajemen energi yang lebih efisien
Studi Perilaku Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Tinggi: Menggali Motivasi dan Tantangannya
This study aims to analyze the influence of internal motivation and external barriers on the entrepreneurial behavior of university students. The low entrepreneurial interest among students, despite exposure to entrepreneurship education, indicates a gap between motivation and real practice. This research employs a quantitative approach using questionnaires distributed to students who have taken entrepreneurship courses and analyzed through multiple linear regression. The results show that internal motivation has a positive and significant effect on entrepreneurial behavior, while external barriers have no significant effect. This finding suggests that intrinsic factors such as achievement drive, independence, and self-confidence play a dominant role in shaping entrepreneurial behavior. Universities should therefore focus on strengthening students’ internal motivation through contextual learning, mentorship, and business incubation programs
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Fase Menulis Teks Cerita Fantasi di Kelas VII SMPN 27 Muaro Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala serta upaya dalam implementasi yang dilakukan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi fase menulis teks cerira fantasi di kelas VII SMPN 27 Muaro Jambi serta kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam implementasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan rangkaian peristiwa mengenai implementasi pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dalam 4 tahap, yakni perencanaan, dengan melakukan penyesuaian isi modul ajar dengan hasil temuan pemetaan karakter dan kemampuan belajar siswa dan diwujudkan dalam bentuk pemberian video belajar dan proyek menulis teks fantasi kelompok dan individu; pelaksaaan, berupa kegiatan awal dengan menyanyikan yel-yel, kuis dan pertanyaan pemantik, kegiatan inti berupa pemberian video cerita fantasi, pertanyaan terkait video, proyek pengerjaan cerita fantasi individu dan kelompok; penutup, berupa penyimpulan hasil pembelajaran dan memberikan apresiasi pada siswa. Kendala implementasi berupa jumlah siswa yang terlalu banyak, keterbatasan waktu, sumber daya dana dan bahan ajar. Upaya mengatasi kendala berupa melakukan kolaborasi dengan guru lain dan mencari sumber daya pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala serta upaya dalam implementasi yang dilakukan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi fase menulis teks cerira fantasi di kelas VII SMPN 27 Muaro Jambi serta kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam implementasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan rangkaian peristiwa mengenai implementasi pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dalam 4 tahap, yakni perencanaan, dengan melakukan penyesuaian isi modul ajar dengan hasil temuan pemetaan karakter dan kemampuan belajar siswa dan diwujudkan dalam bentuk pemberian video belajar dan proyek menulis teks fantasi kelompok dan individu; pelaksaaan, berupa kegiatan awal dengan menyanyikan yel-yel, kuis dan pertanyaan pemantik, kegiatan inti berupa pemberian video cerita fantasi, pertanyaan terkait video, proyek pengerjaan cerita fantasi individu dan kelompok; penutup, berupa penyimpulan hasil pembelajaran dan memberikan apresiasi pada siswa. Kendala implementasi berupa jumlah siswa yang terlalu banyak, keterbatasan waktu, sumber daya dana dan bahan ajar. Upaya mengatasi kendala berupa melakukan kolaborasi dengan guru lain dan mencari sumber daya pendukung.
THE EFFECT OF BCA MOBILE SERVICE QUALITY ON GENERATION Z SATISFACTION AND LOYALTY: E-S-QUAL AND E-RECS-QUAL
Penelitian ini membahas pengaruh kualitas layanan digital BCA Mobile terhadap kepuasan dan loyalitas pengguna Generasi Z. Masalah yang diangkat adalah bagaimana dimensi layanan dalam model E-S-QUAL dan E-RecS-QUAL memengaruhi kepuasan dan loyalitas pengguna di tengah persaingan mobile banking yang semakin ketat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model E-S-QUAL dan E-RecS-QUAL. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 399 responden Gen Z dan dianalisis menggunakan metode SEM berbasis WarpPLS.Hasil menunjukkan bahwa secara simultan semua dimensi dalam model berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Namun secara parsial, hanya dimensi compensation dan contact yang memiliki pengaruh signifikan. Selain itu, kepuasan pengguna memiliki pengaruh yang kuat terhadap loyalitas.Gen Z lebih memperhatikan aspek penanganan keluhan dan kemudahan berkomunikasi dibanding aspek teknis layanan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi layanan digital yang lebih responsif dan terhubung secara personal dengan pengguna muda
ANALYSIS, DESIGN, AND DEVELOPMENT OF THE PACITAN REGENCY MUSRENBANG APPLICATION PROTOTYPE
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah perangkat daerah yang melaksanakan tugas dan mengkoordinasikan penyusunan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah. Pada Musrenbang, Camat melaksanakan Musrenbang RKPD kabupaten di kecamatan setelah berkoordinasi dengan Bappeda kabupaten. BAPPEDA juga melaksanakan dan mengkoordinasikan Musrenbang RKPD kabupaten. Namun, pada saat ini verifikasi perencanaan Pembangunan di tingkat kecamatan, OPD dan mitra dilakukan melalui Google Form yang mempunyai beberapa kendala yang dihadapi yaitu data tidak terintegrasi, setiap tahunnya harus membuat form baru dan pengelolaan data masih manual. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang cukup efektif dan efisien dalam verifikasi perencanaan Pembangunan tersebut. Dalam penelitian ini diberikan sebuah Solusi dari permasalahan diatas dengan mengembangkan aplikasi backend yang dapat membantu dalam melakukan pengolahan data usulan dari setiap Kecamatan dan dalam melakukan pemeringkatan skor pada setiap usulan dan front end untuk menerima poling usulan pada musrenbang tingkat kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall hingga tahap testing. Aplikasi telah berjalan sesuai kebutuhan dan dapat digunakan sebagai aplikasi untuk menunjang kegiatan musrenbang kabupaten Pacitan
Critical Discourse Analysis of the Free Nutritious Meal Policy: A Study of Discourse on Social Media X
The Free Nutritious Meal (Makan Bergizi Gratis/MBG) policy is one of the Indonesian government’s flagship programs aimed at improving students’ nutritional intake and reducing food access inequality. However, since its early implementation, the program has generated diverse responses on social media platform X (Twitter), ranging from support and optimism to criticism and politicized debates. This study adopts a mixed-methods approach, combining big data analytics using NoLimit Indonesia with qualitative inquiry through Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA). Data were collected from public conversations between February 1–28, 2025, using the keywords “Makan Bergizi Gratis,” “MBG,” and “free lunch.” The findings reveal three main orientations in public discourse: positive sentiment, which highlights community participation, social solidarity, and long-term human development goals; negative sentiment, which criticizes weak governance, lack of transparency, and suspicions of political populism; and neutral sentiment, expressed through factual reporting, reflection, and concerns about policy priorities. CDA demonstrates that MBG is not merely understood as a technical nutrition policy, but also as a contested arena of ideology, meaning, and political legitimacy. Based on these findings, the study recommends strengthening transparency and accountability, ensuring community participation, and implementing evidence-based communication strategies to reduce polarization. In doing so, MBG can achieve broader legitimacy as an accountable, participatory, and socially relevant policy
Project-Based Learning to Develop English Speaking Skills: A Case Study at SMKN 2 Blitar
This study investigates the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in developing the English speaking proficiency of vocational high school students in the Office Management Department at SMKN 2 Kota Blitar. Speaking proficiency is crucial for vocational students as preparation for workplace communication, yet traditional instruction often emphasizes grammar and written tasks over oral practice. This research employed a qualitative single case study design with data gathered from interviews, classroom observations, and documentation involving one English teacher, three 12th-grade students, and the vice principal of curriculum. The findings reveal that PjBL promotes student engagement, increases confidence, and improves fluency through authentic and collaborative tasks such as job interview simulations, business presentations, and promotional projects. Guided by Miles, Huberman, and Saldaña’s (2014) interactive model, the analysis confirmed that PjBL fosters meaningful learning and helps overcome challenges such as low motivation and limited vocabulary. The study concludes that PjBL is effective in enhancing vocational students’ communicative competence and professional readiness, offering practical implications for teachers and curriculum developers seeking to improve English speaking instruction in vocational contexts