Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
Efektivitas Polisi Rukun Warga Di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi
This research aims to analyze the effectiveness of the Rukun Warga Police (RW Police) in Marawola District, Sigi Regency. The RW Police is an extension of the police in the neighborhood security system formed based on the Regulation of the Chief of the National Police of the Republic of Indonesia Number 4 of 2020 concerning Swakarsa Security. This research uses a qualitative approach with the Eugene Bardach model of policy analysis which consists of eight aspects, namely defining the problem, collecting evidence, constructing alternatives, selecting criteria, projecting outcomes, facing trade-offs, deciding, and telling stories. Data collection was carried out through in-depth interviews with key informants including the Marawola Police Chief, Head of Binmas Sub-District, Rukun Warga Police (RW Police), the implementation of the Rukun Warga Police (RW Police) policy in Marawola Sub-District shows a fairly good level of effectiveness, reflected in the success in handling security cases at the RW level and increasing the sense of security of the community. However, there are several obstacles that affect the effectiveness of the program, namely limited operational budget, non-standardized reporting system, and uneven distribution of personnel
Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Blitar Dalam Pencegahan Kekerasan Pada Anak
Peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksankan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Maka dari itu peran penting karena menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab pada perannya masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran DP3AP2KB terhadap pencegahan kekerasan pada anak di Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan awal berupa pengamatan terhadap fenomena yang dijabarkan secara mendalam dan ilmiah. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas P3AP2KB Kota Blitar dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak memberikan hasil yang positif, terbukti dari menurunnya jumlah kasus kekerasan anak hingga bulan Mei 2025
Strategi Pelayanan UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar Dalam Menangani Remaja Putus Sekolah
Problem remaja putus sekolah merupakan masalah sosial yang rumit karena memengaruhi masa depan generasi muda dan pembangunan sosial daerah. Sebagai salah satu kota di Jawa Timur yang menghadapi masalah ini, Kota Blitar membutuhkan peran lembaga yang berpengalaman untuk memberikan layanan dan pembinaan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar, berperan dalam membina remaja di Kota Blitar dan mengetahui metode yang digunakan untuk membina dan membantu remaja yang putus sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar memiliki peran yang signifikan dalam membimbing remaja melalui berbagai program, seperti asesmen sosial, pembinaan karakter, pelatihan keterampilan, rehabilitasi sosial, dan pendampingan psikososial dengan menggabungkan partisipasi masyarakat dan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), strategi yang digunakan bersifat integratif. Pelayanan berfokus pada pemulihan kondisi sosial remaja, membangun kepercayaan diri, dan membangun keterampilan untuk membantu mereka menjadi mandiri
Comparative Study Of Monthly Electricity Consumption Clusterization Using K-Means and DBSCAN
Menganalisis pola konsumsi listrik sangat penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi energi dan mengidentifikasi anomali seperti lonjakan yang tidak biasa atau kemungkinan pencurian listrik. Penelitian ini menyajikan analisis komparatif dua algoritma klaster—K-Means dan DBSCAN—dalam mengklasifikasikan penggunaan listrik bulanan pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Ngunut, yang mencakup Kecamatan Rejotangan, Ngunut, Kalidawir, dan Pucanglaban. Dataset tersebut mencakup catatan konsumsi dari bulan November dan Desember 2024. Algoritma K-Means, yang menggunakan pendekatan klaster berbasis centroid, bekerja efektif pada dataset yang seragam, sementara DBSCAN, sebuah metode berbasis kepadatan, lebih mampu mengenali outlier dan pembentukan klaster yang tidak sferis. Kinerja kedua algoritma dievaluasi menggunakan Akurasi, Mean Squared Error (MSE), Presisi, Recall, dan F1-Score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa K-Means mencapai akurasi 96%, MSE 0,0400, presisi 0,71, recall 1,00, dan skor F1 0,83. Sebaliknya, DBSCAN mencapai akurasi 76%, MSE 0,2400, presisi 0,29, recall 1,00, dan skor F1 0,45. Hasil ini menunjukkan bahwa K-Means menghasilkan klaster yang lebih kompak dan konsisten, sementara DBSCAN lebih unggul dalam mengidentifikasi anomali, dengan total mendeteksi 17 outlier. Akibatnya, K-Means dianggap lebih cocok untuk pengelompokan konsumsi yang stabil, sedangkan DBSCAN direkomendasikan untuk tujuan deteksi anomali. Temuan ini diharapkan dapat membantu PT PLN (Persero) dalam mengembangkan strategi berbasis data dan adaptif untuk manajemen energi yang lebih efisien
Studi Perilaku Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Tinggi: Menggali Motivasi dan Tantangannya
This study aims to analyze the influence of internal motivation and external barriers on the entrepreneurial behavior of university students. The low entrepreneurial interest among students, despite exposure to entrepreneurship education, indicates a gap between motivation and real practice. This research employs a quantitative approach using questionnaires distributed to students who have taken entrepreneurship courses and analyzed through multiple linear regression. The results show that internal motivation has a positive and significant effect on entrepreneurial behavior, while external barriers have no significant effect. This finding suggests that intrinsic factors such as achievement drive, independence, and self-confidence play a dominant role in shaping entrepreneurial behavior. Universities should therefore focus on strengthening students’ internal motivation through contextual learning, mentorship, and business incubation programs
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Fase Menulis Teks Cerita Fantasi di Kelas VII SMPN 27 Muaro Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala serta upaya dalam implementasi yang dilakukan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi fase menulis teks cerira fantasi di kelas VII SMPN 27 Muaro Jambi serta kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam implementasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan rangkaian peristiwa mengenai implementasi pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dalam 4 tahap, yakni perencanaan, dengan melakukan penyesuaian isi modul ajar dengan hasil temuan pemetaan karakter dan kemampuan belajar siswa dan diwujudkan dalam bentuk pemberian video belajar dan proyek menulis teks fantasi kelompok dan individu; pelaksaaan, berupa kegiatan awal dengan menyanyikan yel-yel, kuis dan pertanyaan pemantik, kegiatan inti berupa pemberian video cerita fantasi, pertanyaan terkait video, proyek pengerjaan cerita fantasi individu dan kelompok; penutup, berupa penyimpulan hasil pembelajaran dan memberikan apresiasi pada siswa. Kendala implementasi berupa jumlah siswa yang terlalu banyak, keterbatasan waktu, sumber daya dana dan bahan ajar. Upaya mengatasi kendala berupa melakukan kolaborasi dengan guru lain dan mencari sumber daya pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala serta upaya dalam implementasi yang dilakukan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi fase menulis teks cerira fantasi di kelas VII SMPN 27 Muaro Jambi serta kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam implementasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan rangkaian peristiwa mengenai implementasi pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dalam 4 tahap, yakni perencanaan, dengan melakukan penyesuaian isi modul ajar dengan hasil temuan pemetaan karakter dan kemampuan belajar siswa dan diwujudkan dalam bentuk pemberian video belajar dan proyek menulis teks fantasi kelompok dan individu; pelaksaaan, berupa kegiatan awal dengan menyanyikan yel-yel, kuis dan pertanyaan pemantik, kegiatan inti berupa pemberian video cerita fantasi, pertanyaan terkait video, proyek pengerjaan cerita fantasi individu dan kelompok; penutup, berupa penyimpulan hasil pembelajaran dan memberikan apresiasi pada siswa. Kendala implementasi berupa jumlah siswa yang terlalu banyak, keterbatasan waktu, sumber daya dana dan bahan ajar. Upaya mengatasi kendala berupa melakukan kolaborasi dengan guru lain dan mencari sumber daya pendukung.
THE EFFECT OF BCA MOBILE SERVICE QUALITY ON GENERATION Z SATISFACTION AND LOYALTY: E-S-QUAL AND E-RECS-QUAL
Penelitian ini membahas pengaruh kualitas layanan digital BCA Mobile terhadap kepuasan dan loyalitas pengguna Generasi Z. Masalah yang diangkat adalah bagaimana dimensi layanan dalam model E-S-QUAL dan E-RecS-QUAL memengaruhi kepuasan dan loyalitas pengguna di tengah persaingan mobile banking yang semakin ketat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model E-S-QUAL dan E-RecS-QUAL. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 399 responden Gen Z dan dianalisis menggunakan metode SEM berbasis WarpPLS.Hasil menunjukkan bahwa secara simultan semua dimensi dalam model berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Namun secara parsial, hanya dimensi compensation dan contact yang memiliki pengaruh signifikan. Selain itu, kepuasan pengguna memiliki pengaruh yang kuat terhadap loyalitas.Gen Z lebih memperhatikan aspek penanganan keluhan dan kemudahan berkomunikasi dibanding aspek teknis layanan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi layanan digital yang lebih responsif dan terhubung secara personal dengan pengguna muda
ANALYSIS, DESIGN, AND DEVELOPMENT OF THE PACITAN REGENCY MUSRENBANG APPLICATION PROTOTYPE
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah perangkat daerah yang melaksanakan tugas dan mengkoordinasikan penyusunan, pengendalian, dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah. Pada Musrenbang, Camat melaksanakan Musrenbang RKPD kabupaten di kecamatan setelah berkoordinasi dengan Bappeda kabupaten. BAPPEDA juga melaksanakan dan mengkoordinasikan Musrenbang RKPD kabupaten. Namun, pada saat ini verifikasi perencanaan Pembangunan di tingkat kecamatan, OPD dan mitra dilakukan melalui Google Form yang mempunyai beberapa kendala yang dihadapi yaitu data tidak terintegrasi, setiap tahunnya harus membuat form baru dan pengelolaan data masih manual. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang cukup efektif dan efisien dalam verifikasi perencanaan Pembangunan tersebut. Dalam penelitian ini diberikan sebuah Solusi dari permasalahan diatas dengan mengembangkan aplikasi backend yang dapat membantu dalam melakukan pengolahan data usulan dari setiap Kecamatan dan dalam melakukan pemeringkatan skor pada setiap usulan dan front end untuk menerima poling usulan pada musrenbang tingkat kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall hingga tahap testing. Aplikasi telah berjalan sesuai kebutuhan dan dapat digunakan sebagai aplikasi untuk menunjang kegiatan musrenbang kabupaten Pacitan
Critical Discourse Analysis of the Free Nutritious Meal Policy: A Study of Discourse on Social Media X
The Free Nutritious Meal (Makan Bergizi Gratis/MBG) policy is one of the Indonesian government’s flagship programs aimed at improving students’ nutritional intake and reducing food access inequality. However, since its early implementation, the program has generated diverse responses on social media platform X (Twitter), ranging from support and optimism to criticism and politicized debates. This study adopts a mixed-methods approach, combining big data analytics using NoLimit Indonesia with qualitative inquiry through Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA). Data were collected from public conversations between February 1–28, 2025, using the keywords “Makan Bergizi Gratis,” “MBG,” and “free lunch.” The findings reveal three main orientations in public discourse: positive sentiment, which highlights community participation, social solidarity, and long-term human development goals; negative sentiment, which criticizes weak governance, lack of transparency, and suspicions of political populism; and neutral sentiment, expressed through factual reporting, reflection, and concerns about policy priorities. CDA demonstrates that MBG is not merely understood as a technical nutrition policy, but also as a contested arena of ideology, meaning, and political legitimacy. Based on these findings, the study recommends strengthening transparency and accountability, ensuring community participation, and implementing evidence-based communication strategies to reduce polarization. In doing so, MBG can achieve broader legitimacy as an accountable, participatory, and socially relevant policy
Project-Based Learning to Develop English Speaking Skills: A Case Study at SMKN 2 Blitar
This study investigates the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in developing the English speaking proficiency of vocational high school students in the Office Management Department at SMKN 2 Kota Blitar. Speaking proficiency is crucial for vocational students as preparation for workplace communication, yet traditional instruction often emphasizes grammar and written tasks over oral practice. This research employed a qualitative single case study design with data gathered from interviews, classroom observations, and documentation involving one English teacher, three 12th-grade students, and the vice principal of curriculum. The findings reveal that PjBL promotes student engagement, increases confidence, and improves fluency through authentic and collaborative tasks such as job interview simulations, business presentations, and promotional projects. Guided by Miles, Huberman, and Saldaña’s (2014) interactive model, the analysis confirmed that PjBL fosters meaningful learning and helps overcome challenges such as low motivation and limited vocabulary. The study concludes that PjBL is effective in enhancing vocational students’ communicative competence and professional readiness, offering practical implications for teachers and curriculum developers seeking to improve English speaking instruction in vocational contexts