Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG VARIETAS HIBRIDA DAN VARIETAS KRISTAL DI DESA PARANG KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI
Corn is a type of seasonal plant and is a plant that is often cultivated by farmers. Corn has many varieties, one of the varieties of corn planted by farmers in Parang Village is hybrid corn and crystal varieties. The difference in varieties causes fluctuating farmer income. This study aims to determine the difference in income and the difference in costs of hybrid and crystal corn farming in Parang Village, Banyakan District, Kediri Regency. This study took a sample of 60 respondents. The analysis used consisted of income analysis, feasibility analysis, Break Event Point (BEP) analysis, and t-test difference test. The results of the study showed that the income of hybrid corn farming was lower than that of crystal corn farming, which was IDR 8,741,888/ha, while the crystal variety was IDR 11,501,807/ha. The R/C ratio value of hybrid and crystal corn farming is 1.67 and 2.07, so the farming is feasible to be done because it is more than 1. The BEP of hybrid and crystal corn farming units is 2,704 kg/ha and 1,533 kg/ha. The rupiah BEP of hybrid and crystal corn farming is Rp2,868/kg and Rp3,379/kg. The results of the t-test difference test produced a t-count value of 1.848<1.980 and a sig value (2-tailed) of 0.067<0.1, which means that there is a significant difference in costs between hybrid and crystal corn farming
Literature Review: Perbandingan Model Pembelajaran Kolaboratif dengan Kooperatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dimulai dengan Research Question (RQ) yang membahas seberapa efektif model pembelajaran dan perbedaan signifikan antara pembelajaran kolaboratif ataupun kooperatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengumpulkan data melalui database Google Scholar, berdasarkan proses evaluasi yang berkualitas. Hasil analisis dari dua puluh artikel terindeks S1-S6 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, model kolaboratif dan kooperatif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa secara signifikan. Dalam beberapa artikel, model kolaboratif, yang menekankan interaksi siswa yang mendalam dan diskusi kelompok kecil yang heterogen, terbukti lebih efektif. Model kooperatif seperti TPS, STAD, dan NHT juga menunjukkan hasil yang baik dengan menekankan pemahaman siswa tentang bagaimana belajar berkelompok. Studi ini memberikan saran praktis bagi guru untuk menerapkan kedua model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan KPMM siswa, kombinasi model kolaboratif dan kooperatif dapat menjadi pendekatan yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika lainnya dan pada berbagai jenjang pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dimulai dengan Research Question (RQ) yang membahas seberapa efektif model pembelajaran dan perbedaan signifikan antara pembelajaran kolaboratif ataupun kooperatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengumpulkan data melalui database Google Scholar, berdasarkan proses evaluasi yang berkualitas. Hasil analisis dari dua puluh artikel terindeks S1-S6 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, model kolaboratif dan kooperatif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa secara signifikan. Dalam beberapa artikel, model kolaboratif, yang menekankan interaksi siswa yang mendalam dan diskusi kelompok kecil yang heterogen, terbukti lebih efektif. Model kooperatif seperti TPS, STAD, dan NHT juga menunjukkan hasil yang baik dengan menekankan pemahaman siswa tentang bagaimana belajar berkelompok. Studi ini memberikan saran praktis bagi guru untuk menerapkan kedua model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan KPMM siswa, kombinasi model kolaboratif dan kooperatif dapat menjadi pendekatan yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika lainnya dan pada berbagai jenjang pendidikan
Penyediaan Jasa Layanan Supervisi Pembangunan Rumah Tinggal di Kota Surabaya sebagai Implementasi Kesiapan Berwirausaha oleh Tim Pengawas Siswa SMK Negeri 2 Surabaya
The entrepreneurial product that the author will discuss in this article is the provision of residential construction supervision services in the city of Surabaya by the student supervisory team at SMK Negeri 2 Surabaya. The supervision service business is considered capable of being implemented because students at SMK Negeri 2 Surabaya already have the competency to become supervisors. The aim of this service provision business is because SMK Negeri 2 Surabaya has qualified resources so that it can be used as a profitable business opportunity. The methods used in implementing the coconut chips entrepreneurship program include preparation, market research and product formulation, and marketing strategiesProduk kewirausahaan yang akan penulis bahas dalam tulisan ini adalah Penyediaan Jasa Layanan Supervisi Pembangunan Rumah Tinggal di Kota Surabaya oleh Tim Pengawas Siswa SMK Negeri 2 Surabaya. Usaha Jasa layanan supervisi dianggap mampu dilaksanakan karena peserta didik yang ada di SMK Negeri 2 Surabaya, telah memiliki kopetensi untuk menjadi seorang supervisor. Tujuan dari usaha penyediaan layanan jasa ini adalah karena SMK Negeri 2 Surabaya memiliki sumber daya yang mumpuni sehingga dapat dijadikan peluang usaha yang menguntungkan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program kewirausahaan keripik kelapa meliputi persiapan, riset pasar dan formulasi produk, dan strategi pemasara
PERBANDINGAN ANALISA STRUKTUR BETON MENGGUNAKAN APLIKASI ROBOT STRUCTURAL ANALYSIS PROFESSIONAL DAN SAP 2000
Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memastikan pembangunan gedung bertingkat yang kokoh dan bermutu. Untuk mencapai kualitas tersebut, perencanaan komponen struktur dan perhitungan yang teliti sangat diperlukan. Proyek pembangunan Pondok Pesantren Salman Al Farisi di Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan gedung empat lantai dengan struktur beton bertulang.
Meskipun proyek ini telah melalui analisis struktur, hasilnya belum memuaskan, sehingga dilakukan analisis ulang menggunakan aplikasi Robot Structural Analysis Professional (RSAP) untuk membandingkan hasilnya dengan aplikasi SAP 2000. Analisis ulang ini bertujuan untuk memahami perbedaan hasil antara kedua aplikasi dan mengidentifikasi keunggulan RSAP 2024.
Dari analisis menggunakan RSAP, ditemukan bahwa momen ultimate terbesar pada kolom adalah 11,48 kNm, dengan penulangan longitudinal 4 D29 dan 4 D16. Pada balok, momen ultimate yang dihasilkan adalah 28,22 kNm, dengan penulangan longitudinal 7 D13. Keunggulan RSAP 2024 terletak pada fitur-fiturnya yang lebih banyak dan detail, yang membantu menghasilkan analisis lebih mendalam, termasuk dari segi momen hingga penulangan. Aplikasi ini mampu memberikan gambaran yang lebih rinci tentang hasil analisis struktur bangunan
Deteksi Manusia dengan Sinyal Bioelectric Tanaman
This research aims to utilize the bioelectric potential of plants as a tool to detect human presence in the surrounding area. The potential bioelectric signals of plants are recorded using a data logger and analyzed with the help of a computer for identification. Previous methods used time series models and Z-value tests, but challenges in achieving accurate estimates remain. We use Recurrent Neural Networks (RNN) to handle the processing of large datasets in this study. The experimental results show that the RNN model is very effective and achieves a high level of accuracy, with a perfect accuracy of 1.00 from the total duration of each class is 62030 seconds (379610 samples).303688 data samples are used as train datasets, while the others (75922 samples) are used as validation datasets This shows that RNN has great potential in processing plant bioelectric data to detect human presence with very high accuracy.Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi bioelectric pada tanaman sebagai alat untuk mendeteksi kehadiran manusia di sekitarnya. Potensi sinyal bioelectric tanaman direkam menggunakan data logger dan dianalisis dengan bantuan komputer untuk identifikasi. Metode sebelumnya menggunakan model deret waktu dan uji nilai Z, namun tantangan dalam mencapai estimasi yang akurat tetap ada. Kami menggunakan Recurrent Neural Networks (RNN) untuk menangani pemrosesan data set besar dalam penelitian ini. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model RNN sangat efektif dan mencapai tingkat akurasi tinggi, dengan akurasi sempurna sebesar 1.00 dari total durasi setiap kelas adalah 62030 detik (379610 sampel). 303688 sampel data digunakan sebagai train dataset, sedangkan sisanya (75922 sampel) digunakan sebagai validation dataset. Receiver Operating Characteristic (ROC) curve menunjukan nilai 1.00 dimana Ini menunjukkan bahwa RNN memiliki kinerja yang sempurna dalam memproses data bioelectric tanaman untuk mendeteksi kehadiran manusia dengan akurasi yang sangat tinggi
PENGARUH INSTALASI LISTRIK TIDAK STANDAR TERHADAP RESIKO KEBAKARAN RUMAH DI KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
The Pare sub-district had the highest fire incidence rate in Kediri Regency in 2023, with 20% of fire incidents being house fires, and 37.5% of these caused by electrical installations that did not meet the required standards. The community lacks awareness regarding the use of standard electrical installations. This study employed a qualitative approach, using interviews and observations, and analyzed the data through source and method triangulation to ensure the validity of the findings. The results indicated that all houses of respondents who had experienced fires had non-standard electrical installations. The components of the electrical installation, such as cables, junction boxes, and switches, exhibited a high level of non-compliance, with cables being the most problematic component (100% non-compliant), followed by junction boxes (80%) and switches (60%). Cables were the primary contributor to fire incidents, accounting for 80% of cases. Junction boxes and light fittings also contributed to the fires in the respondents\u27 houses, with each accounting for 10%.Kecamatan Pare mempunyai tingkat kebakaran tertinggi di Kabupaten Kediri pada tahun 2023 dengan 20% kejadian kebakaran merupakan kebakaran rumah, dan 37,5% di antaranya disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Masyarakat belum mempunyai kesadaran untuk menggunakan instalasi listrik standar. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi, penelitian ini menganalisis data melalui triangulasi sumber dan metode guna memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah responden yang pernah mengalami kebakaran semuanya memiliki instalasi listrik yang tidak standar. Komponen instalasi listrik seperti kabel, kotak kontak, dan sakelar memiliki tingkat ketidakstandaran yang tinggi, dengan kabel sebagai komponen paling bermasalah (100% tidak standar), diikuti oleh kotak kontak (80%) dan sakelar (60%). Kabel memiliki peran terbesar dalam menyebabkan kebakaran dengan presentase 80%. Kotak Kontak dan Fitting Lampu juga berperan dalam menyebabkan kebakaran di rumah responden dengan presentase masing-masing 10%
Perbandingan Bentuk Badan Hukum Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan di Indonesia dan Singapura
Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbandingan bentuk badan hukum pada lembaga alternatif penyelesaian sengketa sektor jasa keuangan di Indonesia dan Singapura. Pemilihan bentuk badan hukum yang menjadi underlying kegiatan lembaga tersebut akan menentukan entitas hukum dan arah kegiatan lembaga agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis kualitatif untuk mengkaji topik yang dibahas. Walaupun berbeda secara istilah, dan di Indonesia mengenal istilah Company sebagai eksistensi suatu perusahaan yang tunduk pada Undang-undang Perseroan Terbatas, namun karakteristik yang dimiliki ternyata memiliki beberapa kesamaan. Hal ini dikarenakan badan usaha maupun badan hukum di Singapura tunduk pada Companies Act 1967. Perkumpulan berbadan hukum oleh Singapura dianggap sebagai Asosiasi berbadan hukum yang tunduk pada Association Incorporated Act 1981 dan memiliki beberapa perbedaan karakteristik. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kedudukan badan hukum Perkumpulan di Indonesia berbeda dengan Public Company Limited by Guarantee di Singapura.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbandingan bentuk badan hukum pada lembaga alternatif penyelesaian sengketa sektor jasa keuangan di Indonesia dan Singapura. Pemilihan bentuk badan hukum yang menjadi underlying kegiatan lembaga tersebut akan menentukan entitas hukum dan arah kegiatan lembaga agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis kualitatif untuk mengkaji topik yang dibahas. Walaupun berbeda secara istilah, dan di Indonesia mengenal istilah Company sebagai eksistensi suatu perusahaan yang tunduk pada Undang-undang Perseroan Terbatas, namun karakteristik yang dimiliki ternyata memiliki beberapa kesamaan. Hal ini dikarenakan badan usaha maupun badan hukum di Singapura tunduk pada Companies Act 1967. Perkumpulan berbadan hukum oleh Singapura dianggap sebagai Asosiasi berbadan hukum yang tunduk pada Association Incorporated Act 1981 dan memiliki beberapa perbedaan karakteristik. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kedudukan badan hukum Perkumpulan di Indonesia berbeda dengan Public Company Limited by Guarantee di Singapura
Perlindungan Hukum bagi Anak Korban Penyalahgunaan Narkotika dalam Perspektif Hukum Perlindungan Anak
Penelitian ini membahas faktor-faktor yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba dan perlindungan hukum bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dalam perspektif hukum perlindungan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkoba serta mengevaluasi efektivitas implementasi Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) dalam memberikan perlindungan yang memadai melalui rehabilitasi medis dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis yuridis normatif terhadap peraturan perundang-undangan terkait serta studi kasus implementasi di berbagai wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyalahgunaan narkoba meliputi faktor pribadi, kekeluargaan, lingkungan, dan pendidikan. Meskipun kerangka hukum yang ada sudah kuat, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti interpretasi yang tidak konsisten dan pelaksanaan yang bervariasi. Rehabilitasi medis dan sosial terbukti penting dalam memulihkan kesehatan dan fungsi sosial anak. Untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hukum, diperlukan upaya konsistensi dalam penerapan regulasi, penguatan program rehabilitasi, serta peningkatan edukasi dan kampanye publik. Monitoring dan evaluasi yang efektif, pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, serta perluasan layanan bantuan hukum juga sangat penting. Dengan strategi-strategi ini, perlindungan hukum bagi anak korban penyalahgunaan narkotika dapat lebih efektif, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk pulih dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung.Penelitian ini membahas faktor-faktor yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba dan perlindungan hukum bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dalam perspektif hukum perlindungan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkoba serta mengevaluasi efektivitas implementasi Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) dalam memberikan perlindungan yang memadai melalui rehabilitasi medis dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis yuridis normatif terhadap peraturan perundang-undangan terkait serta studi kasus implementasi di berbagai wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyalahgunaan narkoba meliputi faktor pribadi, kekeluargaan, lingkungan, dan pendidikan. Meskipun kerangka hukum yang ada sudah kuat, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti interpretasi yang tidak konsisten dan pelaksanaan yang bervariasi. Rehabilitasi medis dan sosial terbukti penting dalam memulihkan kesehatan dan fungsi sosial anak. Untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hukum, diperlukan upaya konsistensi dalam penerapan regulasi, penguatan program rehabilitasi, serta peningkatan edukasi dan kampanye publik. Monitoring dan evaluasi yang efektif, pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, serta perluasan layanan bantuan hukum juga sangat penting. Dengan strategi-strategi ini, perlindungan hukum bagi anak korban penyalahgunaan narkotika dapat lebih efektif, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk pulih dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Kepabeanan di Indonesia
Penelitian ini membahas pengaturan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kepabeanan di Indonesia. Dengan metode yuridis normatif dan pendekatan konseptual, penelitian ini mengkaji efektivitas Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 dalam menetapkan mekanisme pertanggungjawaban pidana korporasi. Analisis terhadap putusan pengadilan dan perbandingan dengan praktik di negara lain digunakan sebagai tolok ukur konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dapat dibebankan kepada pengurus, korporasi, atau keduanya, bergantung pada sistem kepatuhan dan budaya korporasi. Reformulasi hukum diperlukan untuk mencegah bias dalam penegakan hukum kepabeanan serta meningkatkan kepastian hukum. Penelitian ini membahas pengaturan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kepabeanan di Indonesia. Dengan metode yuridis normatif dan pendekatan konseptual, penelitian ini mengkaji efektivitas Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 dalam menetapkan mekanisme pertanggungjawaban pidana korporasi. Analisis terhadap putusan pengadilan dan perbandingan dengan praktik di negara lain digunakan sebagai tolok ukur konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dapat dibebankan kepada pengurus, korporasi, atau keduanya, bergantung pada sistem kepatuhan dan budaya korporasi. Reformulasi hukum diperlukan untuk mencegah bias dalam penegakan hukum kepabeanan serta meningkatkan kepastian hukum. 
Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup melalui Pengembangan Kawasan Geopark
Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang dijamin oleh konstitusi melalui pelaksanaan otonomi daerah. Otonomi ini memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan kawasan geopark. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan pemerintah daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta mengevaluasi penerapan konsep geopark sebagai upaya integratif untuk melindungi sumber daya alam. Metodologi yang digunakan meliputi kajian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan analisis konsep geopark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan geopark mampu mengintegrasikan aspek perlindungan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi melalui kebijakan lintas sektor dan kolaborasi multipihak. Namun, tantangan berupa rendahnya partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat masih menghambat optimalisasi pengelolaan geopark. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan regulasi yang mendukung pengembangan geopark serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra lainnya untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan rakyat.Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang dijamin oleh konstitusi melalui pelaksanaan otonomi daerah. Otonomi ini memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan kawasan geopark. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan pemerintah daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta mengevaluasi penerapan konsep geopark sebagai upaya integratif untuk melindungi sumber daya alam. Metodologi yang digunakan meliputi kajian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan analisis konsep geopark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan geopark mampu mengintegrasikan aspek perlindungan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi melalui kebijakan lintas sektor dan kolaborasi multipihak. Namun, tantangan berupa rendahnya partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat masih menghambat optimalisasi pengelolaan geopark. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan regulasi yang mendukung pengembangan geopark serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra lainnya untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan rakyat