Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penyelesaian Tindak Pidana Korupsi oleh Jaksa Selaku Penyidik dan Penuntut Umum (Studi Pada Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai)
This study aims to analyze the effectiveness of prosecutors at the Kepulauan Morotai District Attorney\u27s Office as investigators and public prosecutors in handling corruption cases, as well as to identify the challenges faced during the process. The research employs a normative juridical-empirical method with a sociological law approach, combining secondary data from legal regulations with primary data from field observations. The findings indicate that the Kepulauan Morotai District Attorney\u27s Office has effectively carried out its duties and authorities, as evidenced by its achievements in handling corruption cases from 2020 to 2022. However, several juridical and non-juridical obstacles hinder the resolution of cases. The study implies that further efforts are needed to address these challenges in order to enhance the performance of the District Attorney\u27s Office in the future.This study aims to analyze the effectiveness of prosecutors at the Kepulauan Morotai District Attorney\u27s Office as investigators and public prosecutors in handling corruption cases, as well as to identify the challenges faced during the process. The research employs a normative juridical-empirical method with a sociological law approach, combining secondary data from legal regulations with primary data from field observations. The findings indicate that the Kepulauan Morotai District Attorney\u27s Office has effectively carried out its duties and authorities, as evidenced by its achievements in handling corruption cases from 2020 to 2022. However, several juridical and non-juridical obstacles hinder the resolution of cases. The study implies that further efforts are needed to address these challenges in order to enhance the performance of the District Attorney\u27s Office in the future
Komunikasi Homofili Gibran Rakabuming Raka
This research aimed to analyze the homophilous political communication used by Gibran in winning Mayor of Surakarta. The concept of homophily is used to explain the relationship between Gibran\u27s victory and his voters in Surakarta, Central Java. By using literature study methods and data collection techniques through primary news sources and social media searches, the results showed that Gibran had implemented homophily through similarities in aspects such as speech, clothing, art and culture, as well as political party affiliation. Gibran is seen carrying out various aspects in common with his citizens in Surakarta. He has implemented homophily so that his political communication runs well. As a result, his voting base was very strong and in the end he was able to win the mayoral election and become Mayor of Surakarta.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi politik homofili yang digunakan Gibran dalam pemenangan Wali Kota Surakarta. Konsep homofili ini digunakan untuk menjelaskan relasi antara kemenangan Gibran dengan pemilihnya yang berada di Surakarta, Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan teknik pengumpulan data melalui sumber primer berita dan penelusuran media sosial, diperoleh hasil bahwa Gibran telah menerapkan homofili melalui kesamaan pada aspek-aspek seperti tutur kata, pakaian, seni dan budaya, serta afiliasi partai politik. Gibran terlihat melakukan berbagai macam aspek kesamaan dengan warganya di Surakarta. Ia telah menerapkan homofili sehingga komunikasi politiknya berjalan dengan baik. Alhasil basis suaranya sangat kuat dan pada akhirnya bisa memenangkan pemilihan wali kota tersebut dan menjadi Wali Kota Surakarta
We Radio Indonesia Broadcast Program on YouTube as an Effort to Strengthen Youth Empowerment
This research examines how We Radio Indonesia leverages live-streaming YouTube videos to empower young people. Researchers employ qualitative research methods with a virtual ethnographic approach to analyze their strategies. The findings reveal a multi-pronged approach by We Radio Indonesia. They utilize an edutainment format, blending education and entertainment for engaging content. Additionally, they employ a localized language style familiar to Surabaya youth by combining Indonesian and Javanese. Furthermore, We Radio selects expertise-based broadcasters with backgrounds relevant to the broadcast themes. Finally, they leverage media convergence, utilizing various integrated social media platforms to enhance accessibility, sharing, and repeat broadcasts. The study underscores the power of YouTube as a tool for innovation diffusion. The platform\u27s live streaming and sharing capabilities significantly amplify We Radio\u27s strategies, enabling it to disseminate valuable knowledge and foster youth empowerment effectively. This research contributes to understanding how traditional media can adapt and utilize new platforms to connect with young audiences.Penelitian ini mengkaji bagaimana We Radio Indonesia memanfaatkan video live-streaming YouTube untuk memberdayakan generasi muda. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual untuk menganalisis strateginya. We Radio Indonesia menggunakan format edutainment, memadukan pendidikan dan hiburan sebagai konten. Siarannya menggunakan gaya bahasa lokal yang familiar di kalangan anak muda Surabaya dengan memadukan bahasa Indonesia dan Jawa. We Radio Indonesia adalah lembaga penyiaran berbasis keahlian dengan latar belakang yang relevan dengan tema siaran. Mereka juga memanfaatkan konvergensi media, melalui berbagai platform media sosial terintegrasi untuk meningkatkan aksesibilitas, membagi dan mengulang siaran. Studi ini menggarisbawahi kekuatan YouTube sebagai alat difusi inovasi. Kemampuan live-streaming dan share secara signifikan memperkuat strategi We Radio, untuk menyebarkan pengetahuan secara efektif dan mendorong pemberdayaan generasi muda. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap bagaimana media tradisional dapat beradaptasi dan memanfaatkan platform baru untuk terhubung dengan khalayak muda.
 
Dakwah Bil Hal dalam Membangun Kesadaran Beribadah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Meningkatkan kesadaran Islam adalah upaya yang sangat penting. Hal ini agar Anda dapat mencapai keadaan hidup yang lebih baik, yang membutuhkan kesadaran. Menjadi sadar diri yang tulus adalah inti kehidupan. Tujuan penelitiannya untuk mendeskripsikan dakwah bil hal dalam membangun kesadaran beribadah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Metode penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan dengan kualitatif yang juga mencakup penelitian deskriptif dengan metodologi studi kasus. Metode pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Kegiatan mereduksi data, menyajikan data, dan menghasilkan kesimpulan merupakan langkah awal dalam analisis data. Hasil Penelitian: 1) Metode dakwah Bil Hal dalam membangun Kesadaran Beribadah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta dilakukan dengan membuat kegiatan yang bermanfaat yang telah direncanakan. 2) Beberapa bentuk dakwah Bil Hal dalam membangun Kesadaran Beribadah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta. 3) Dampak dakwah Bil Hal dalam membangun Kesadaran Beribadah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Implementasi Total Quality Management dalam Meningkatkan Mutu Lembaga : Studi Kasus di Pondok Pesantren Suleymaniye Taiwan
Secara khusus, peneliti berkonsentrasi pada pemanfaatan Total Quality Management (TQM) dalam meningkatkan kualitas institusi di Pesantren Suleymaniye di Taiwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai metodologinya. Penelitian semacam ini dikenal dengan penelitian lapangan, yaitu kajian yang mendalam dan menyeluruh terhadap suatu organisasi, lembaga, atau fenomena tertentu. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Ada tiga langkah yang menyusun teknik analisis data: penyajian data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan temuan penelitian, Pondok Pesantren Suleymaniye di Taiwan dapat meningkatkan kualitasnya dengan menerapkan kebijakan TQM yang antara lain mencakup pembuatan kurikulum pondok pesantren yang sejalan dengan tujuan utama lembaga dan menyesuaikan kegiatan ekstrakurikuler dengan kebutuhan dan norma budaya siswa Taiwan, Rutin menilai kebutuhan siswa, Adanya jaminan bahwa setiap orang terlibat dalam penerapan TQM di lembaga, Menciptakan perbaikan berkelanjutan, Dekat dengan pelanggan untuk menjaga hubungan, Menawarkan sumber daya pendidikan terbaik
EVALUASI REPRODUKSI SAPI FRIESIAN HOLSTEIN PADA BERBAGAI PARITAS
The purpose.of this research is to evaluate the.reproduction of Holstein Friesian cows at various parities. The study was conducted at PT Greenfields Indonesia.Farm 2 located in Pijiombo.Hamlet, Ngadirenggo.Village, Wlingi District, Blitar. The research material used was 327 Holstein Friesian cows at parities two, three, and four, with an estimated 109 cows per parity. The variables used in the evaluation were services.per conception (S/C), conception.rate (CR), days.open (DO), and calving.interval (CI). The method used in this research was a field study using secondary data. The collected data underwent analysis through analysis of variance (ANOVA), and in case of a significant effect, Duncan\u27s multiple range test (DMRT) was applied for further examination. The results showed.that the higher the parity of the milking cows, the lower the reproductive evaluation results (P<0.05). Parity II had the most ideal reproductive results with a.service per conception value of 1,64±0.84a times, conception rate of 55,96%, days open of 88,01±27,56a days, and calving interval of 365,71±28,38a days compared to parities III and IV which showed lower results with service per conception values of 1,95±1,17b times; 2,15±1,24b times, conception rates of 50,45%; 42,2%, days open of 99,55±39,20b days; 104,83±40,89b days, and calving intervals of 378,16±39,26b days; 383,88±40,81b days This research concludes that the higher.the parity, the lower.the reproductive evaluation results, including service per.conception (S/C), conception rate (CR), days.open (DO), and calving.interval (CI)
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DUA JENIS SAGU DI DESA HUTUMURI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON
Salah satu komoditi bahan pangan yang banyak mengandung karbohidrat adalah sagu. Maluku merupakan salah satu daerah asal dan sentra penyebaran sagu. Tujuan penelitian adalah mengkarakteristik morfologi dua jenis sagu sebagai potensi yang ada di kota Ambon khususnya desa Hutumuri. Penelitian menggunakan metode survei dan observasi lapangan. Survei dilakukan melalui wawancara kuesioner terhadap 15 orang petani sampel yang membudidayakan sagu. Masing-masing petani diambil 2 pohon sagu tuni dan 2 pohon sagu ihur untuk karakterisasi morfologi sagu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Parameter yang diamati meliputi batang pohon sagu (tinggi pohon, tinggi batang, keliling batang, diameter batang) , daun sagu (warna daun, warna pelepah daun, panjang pelepah, jumlah daun, jumlah bekas daun, jumlah anak daun kanan dan kiri, panjang anak daun kanan dan kiri, lebar anak daun kanan dan kiri), duri sagu (jumlah duri sagu, jarak antar duri, panjang duri, warna duri) dan tingkat pertumbuhan sagu dalam satu rumpun. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan warna untuk pelepah daun antara sagu tuni dan sagu ihur. Duri sagu ihur lebih banyak dan lebih panjang dari sagu tuni. Batang sagu dan diameter batang sagu tuni lebih besar dari sagu ihur.
 
Pembentukan Karakter Religius Mahasiswa Melalui Majelis Dzikir Dan Sholawat Universitas Islam Balitar Blitar
Globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia medistorsikan pendidikan karakter bangsa. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, serta pada kalangan remaja yang menginjak dewasa. Kondisi yang semakin berubah saat ini mendorong mahasiswa untuk memiliki religiusitas yang tinggi dan kokoh. Dengan religius yang kokoh mahasiswa dapat menjadi seorang yang kokoh tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan zaman. Majelis dzikir dan sholawat di Unisba selain menjadi media dzikir dan media pengembangan karakter mahasiswa, diharapakan menjadi media penguatan karakter religius mahasiswa. Perbedana sikap antar mahasiswa menunjukkan perbedaan bagi yang mengikuti secara rutin dengan mereka yang tidak pernah mengikuti sama sekali. Oleh karena itu, salah satu penerapannya adalah melalui pembentukan karakter religius melalui Majelis Dzikir dan Sholawat pada Mahasiswa di Universitas Islam Balitar. Bangsa yang besar tidak hanya mengandalkan sumberdaya alam saja, namun juga harus didukung sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kokoh. Sumber daya manusia akan turut andil dalam mewujudkan harkat martabat bangsa. Globalisasi yang melanda bangsa saat ini mendorong masyarakat untuk memiliki karakter yang kurang baik. Dampak globalisasi dengan waktu relatif cepat menyebabkan budaya dapat berubah total. Pada kasus di atas, karakter menjadi sangat penting dalam membentengi generasi bangsa agar memiliki pribadi yang baik. Sehingga penelitian pembentukan karakter religius pada generasi penerus bangsa lebih sempit pada mahasiswa dipandang sangatlah genting untuk dikaji dan diteliti secara komprehensif. Penelitian ini akan mencoba menemukan pembentukan karakter religius melalui majelis dzikir dan sholawat Unisba Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif jenis kasus.Analisis data dengan mempergunakan teori 3 langkah Kut Lewin.
 
Strategi Managemen Peningkatan Moto Pembiayaan Sarana dan Prasarana
Managemen peningkatan mutu pembiayaan sarana dan prasaran merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan pendidikan. Manajemen ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pembiayaan yang digunakan untuk pengadaan, pemeliharaan, dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Tujuan manajemen ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan dalam meningkatkan penjaminan mutu pembiayaan sarana dan prasarana adalah 1) perencanaan pembiayaan: Mengidentifikasi kebutuhan, menyusun anggaran, dan mencari sumber-sumber pembiayaan. 2) pengorganisasian pembiayaan: Menentukan struktur organisasi, pembagian tugas, dan koordinasi dalam pengelolaan pembiayaan. 3) Pelaksanaan pembiayaan: Mengalokasikan dana sesuai rencana, melakukan pengadaan, dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana. 4) Pengawasan pembiayaan: Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan penggunaan dana. Manajemen pembiayaan yang baik akan mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. 
Peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Penanganan Konflik Sosial di Kota Blitar
Tujuan utama penelitian ini untuk mengidentifikasi metode yang digunakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk menangani konflik sosial di Kota Blitar serta faktor-faktor yang membantu dan menghambat proses tersebut. Penelitian kualitatif diterapkan pada penelitian ini dengan menciptakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu strategi penelitian yang mengkarakterisasi kondisi suatu objek berdasarkan fakta-fakta yang dapat diamati. Terdapat hambatan yang terus diupayakan pembenahan, antara lain: tidak ada pemetaan potensi konflik daerah yang dibuat secara detail dan selalu diperbarui, tidak dimilikinya rencana aksi daerah penanganan konflik sosial, serta kurang optimalnya Sumber Daya Manusia untuk menduduki pos jabatan tertentu dalam melaksanakan tugas fungsinya. Faktor pendukung yaitu: kemampuan mengelola anggaran dengan cukup baik meski ada keterbatasan jumlah, kondisi sosial budaya masyarakat yang cukup heterogen namun sangat kultural, religius-nasionalis, cenderung menghendaki ketenangan, perdamaian dan kenyamanan bersama, sehingga hal-hal yang berpotensi konflik dapat mudah ditangani. Solusi penanganan yang sering dikedepankan adalah mediasi, komunikasi lintas sektoral dengan melibatkan lembaga terkait dan tokoh-tokoh masyarakat