Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
    2054 research outputs found

    Pendekatan Hermeneutika Hukum: Metode Interpretasi untuk Memahami Makna Hukum Secara Holistik

    Get PDF
    Hermeneutika hukum merupakan cabang filsafat hukum yang berperan penting dalam memahami dan menafsirkan teks hukum secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hermeneutika hukum sebagai sintesis antara filsafat ilmu, filsafat hukum, dan metode interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode doktrinal dengan pendekatan konseptual dan historis untuk menggali esensi dan perkembangan hermeneutika hukum. Temuan utama menunjukkan bahwa hermeneutika hukum adalah metode filosofis yang memadukan pemahaman antara teks, konteks, dan kontekstualisasi. Metode ini tidak hanya berfungsi menjelaskan aturan hukum yang kabur tetapi juga menyingkap hakikat dari aturan tersebut. Implikasinya, hermeneutika hukum mendorong pengembangan cara pandang yang lebih komprehensif terhadap hukum, melampaui sekadar pemahaman literal menuju penafsiran yang relevan dengan dinamika sosial dan nilai-nilai keadilan.Hermeneutika hukum merupakan cabang filsafat hukum yang berperan penting dalam memahami dan menafsirkan teks hukum secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hermeneutika hukum sebagai sintesis antara filsafat ilmu, filsafat hukum, dan metode interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode doktrinal dengan pendekatan konseptual dan historis untuk menggali esensi dan perkembangan hermeneutika hukum. Temuan utama menunjukkan bahwa hermeneutika hukum adalah metode filosofis yang memadukan pemahaman antara teks, konteks, dan kontekstualisasi. Metode ini tidak hanya berfungsi menjelaskan aturan hukum yang kabur tetapi juga menyingkap hakikat dari aturan tersebut. Implikasinya, hermeneutika hukum mendorong pengembangan cara pandang yang lebih komprehensif terhadap hukum, melampaui sekadar pemahaman literal menuju penafsiran yang relevan dengan dinamika sosial dan nilai-nilai keadilan

    PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK NANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH (Abelmoschus esculentus L. Moench.), VARIETAS REDOK F1

    Get PDF
    Tanaman okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi yakni dengan pemberian pupuk organik nano. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik nano terhadap hasil buah tanaman okra merah serta konsentrasi pemberian pupuk organik nano yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil buah tanaman okra merah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli sampai 20 Oktober 2023. Lahan yang akan digunakan dalam penelitian tersebut bertempat di Desa Ngadirejo RT/RW 03/01, Kecaman Kepanjenkidul, Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 1 faktor 5 ulangan. Perlakuan pertama P1 : (konsentrasi 2 ml/L air), P2 : (konsentrasi 4 ml/L air), P3 : (konsentrasi 6 ml/L air), P4 : (konsentrasi 8 ml/L air), P5 : (konsentrasi 10 ml/L air), P6 : (konsentrasi 12 ml/L air), P7 : (konsentrasi 14 ml/L air). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun, panjang buah (cm), diameter buah (mm), bobot buah pertanaman (gr), dan jumlah buah pertanaman. Analisis data perlakuan menggunakan Anova One-Way dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% dan ditunjukkan berbeda nyata, maka dilakukan analisis lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang nyata pemberian pupuk organik nano pada tanaman okra terhadap pertumbuhan dan hasil. Konsentrasi pemberian pupuk organik nano yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil buah tanaman okra merah varietas Redok F1 adalah 4 ml/L air dengan kode perlakuan P2 yang memiliki rata-rata tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang buah, diameter buah, bobot buah, serta jumlah buah terbaik dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya

    PENGARUH DUA VARIETAS TANAMAN KEDELAI DAN MEDIA TANAM BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.)

    Get PDF
    Tanaman kedelai (Glycine max L.) banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, namun produksinya belum bisa mencukupi kebutuhan pasar karena tingginya peminat kedelai. Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai adalah penggunaan jenis varietas dan media tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dua varietas tanaman kedelai (varietas Argomulyo dan varietas Gepak Kuning) dan media tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar pada Bulan Juli-Oktober 2023. Penelitian menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah varietas tanaman (V) kedelai yang terdiri dari 2 level dan  faktor kedua adalah media tanam (M) yang terdiri dari 3 level. Pertumbuhan vegetatif tanaman diamati pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST. Sedangkan pengamatan hasil tanaman (generatif) dilakukan setelah masa panen selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara penggunaan varietas tanaman dengan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Kombinasi perlakuan terbaik adalah V2M2 yakni penggunaan benih kedelai varietas Gepak Kuning dan media tanam berupa blotong, abu ketel, Trichoderma sp., dan arang sekam yang mampu menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 54.54 cm, diameter batang 9.74 mm, jumlah daun 52.53, jumlah polong 114.24, berat basah polong 82.32 gram, berat kering polong 41.29 gram, jumlah biji 233.04, dan berat kering biji 23.64 gram

    DEVELOPMENT OF DOMICA MEDIA (DOMINO FRACTION) BASED ON LOCAL PRODUCTS TO IMPROVE NUMERACY IN GRADE IV OF ELEMENTARY SCHOOLS

    No full text
    Ability numeracy is element important things to do mastered the Merdeka curriculum for help student in data analysis and retrieval decision , while knowledge about product local introduce they are in diversity culture and improve love to product domestically . The research method used is research and development of the ADDIE model. Data collection in study This that is interviews , questionnaires , and tests . The methods used in study This that is using ( RnD ). With amount 14 students at SDN 2 Sukorejo , 14 students at SDN 2 Gandusari , 6 students at SDN 2 Ngrayung , and 20 students at SDN 1 Wonorejo . The results of the research conducted that is the validity of Domica media is already worthy used . Expert validator results Material , Media, Language got an average of 96% “very good” and expert practitioner obtained 95% “Very Eligible”. Trial product carried out in two stages that is scale small and scale big . Questionnaire response student scale test small 94% “Very Interesting ”. Questionnaire response student scale big 96% “ Very Interesting ”, and the questionnaire teacher response scale large 96% “ Very Interesting . The use of Domica media is stated effective after the N-Gain test. The mean value test result is 61.39 or > 56. So it can be concluded effective use of Domica learning media For increase ability numeracy student grade 4 school bas

    TEACHERS’ PERSPECTIVES ON THE IMPLEMENTATION OF TECHNOLOGY IN TEACHING ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS

    No full text
    The aim of this paper is to find out the teachers’ perspective on the implementation of technology in teaching English for young learners. Qualitative was applied in this research. The instruments used were observation and interview. Observation was used to find out what kinds of technology were implemented in the classroom by teachers. The interview was done to find out in-depth what their perceptions on the use of technology in their teaching learning process are. The findings showed that the technology was used by the teachers were laptops, LCD, speakers, Power Point, Canva, Youtube, Baamboozel and Wordwall. Besides, the implementation of technology for learning has a positive view from the teachers’ point of view, namely, improving the quality of the learning process, attracting students\u27 interest, helping teachers in the teaching process, creating an interactive, active and fun learning environment, and improving student motivation. From the result findings it can be concluded that teacher get advantages in embedding technology on teaching English for young Learners. It is suggested to teachers to intergrate technology in their classroom to engage the students

    The THE PERCEPTIONS OF PRINCIPALS AND TEACHERS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOLS REGARDING THE SANTRIPRENEUR ENTREPRENEURSHIP EDUCATION MANAGEMENT MODEL AT ISLAMIC SECONDARY SCHOOLS IN KANIGORO, BLITAR, EAST JAVA

    No full text
    This study aims to describe the perceptions of the principals and teachers of Islamic Vocational High Schools in Kanigoro regarding the Santripreneur Entrepreneurship Education Management Model for Vocational High Schools [1]. The research questions are: (1) What are the perceptions of the principals and teachers of Islamic Vocational High Schools in Kanigoro concerning the Santripreneur Entrepreneurship Education Management Model for Vocational High Schools in terms of planning, human resource organization, implementation, and evaluation? and (2) How do the principals and teachers articulate their responses to the Santripreneur Entrepreneurship Education Management Model for Vocational High Schools?This study employs a quantitative approach with a descriptive study design for the first research question and a qualitative approach with a descriptive design for the second. Quantitative data were collected using questionnaire techniques and instruments, while qualitative data were gathered through in-depth interviews guided by interview protocols. Quantitative data analysis was conducted using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through interactive analysis techniques. The findings of this study indicate that (1) the Santripreneur Entrepreneurship Education Management Model is acceptable and applicable in Vocational High Schools, and (2) the model received positive responses and is expected to be implemented in Vocational High Schools, provided that monitoring elements are incorporated, and shared laboratory usage is adjusted according to departmental needs

    KLASIFIKASI HAMA SERANGGA PADA PERTANIAN MENGGUNAKAN ARSITEKTUR INCEPTION-RESNET-V2

    No full text
    Object recognition in images is a major challenge in digital image processing with wide applications, including agriculture. This research aims to develop a Convolutional Neural Network (CNN) model based on the Inception-ResNet-V2 architecture for insect pest classification in agriculture. The dataset contains 1,591 images from 13 pest classes, which were processed through preprocessing stages such as resizing, normalization, and augmentation to enhance data quality and variation. The model training process was conducted for 10 epochs, resulting in an accuracy of 89.52% with a loss of 0.4024. The research results indicate that the CNN model can be used to detect and classify insect pests with a high level of accuracy across several classes. This system is expected to help farmers identify pests more efficiently, support decision-making in pest control, and improve agricultural yields.Pengenalan objek dalam gambar merupakan tantangan utama dalam pemrosesan citra digital dengan aplikasi luas, termasuk pertanian. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur Inception-ResNet-V2 untuk klasifikasi hama serangga dalam pertanian. Dataset berisi 1.591 gambar dari 13 kelas hama, yang diproses melalui tahapan preprocessing seperti resizing, normalisasi, dan augmentasi untuk meningkatkan kualitas dan variasi data. Proses pelatihan model dilakukan selama 10 epoch, menghasilkan akurasi sebesar 89,52% dengan loss 0,4024.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan hama serangga dengan tingkat akurasi tinggi pada beberapa kelas. Sistem ini diharapkan mampu membantu petani mengidentifikasi hama secara lebih efisien, mendukung pengambilan keputusan dalam pengendalian hama, dan meningkatkan hasil pertanian

    Branding Kulit Sawo Matang di Akun TikTok @skinofmeid: Menantang Narasi Kecantikan Dominan

    No full text
    Indonesian society has ethnic and cultural diversity that gives rise to different beauty standards in each region. However, the media and globalization often ignore local beauty standards, including the image of dark-skinned and curly-haired women in Eastern Indonesia. The researcher aims to analyze the content of the TikTok account @skinofmeid, which displays the image of Tan Skin and examines its relationship to the construction of beauty standards for Indonesian women. The researcher uses a qualitative approach with a content analysis method on the content uploaded by the account. The analysis results show that the @skinofmeid account actively builds a positive image of dark skin and challenges the dominant narrative that white skin is the leading beauty standard. The researcher concludes that social media, especially TikTok, is essential in shaping a more inclusive beauty narrative and represents ethnic diversity in Indonesia.Masyarakat Indonesia memiliki keberagaman etnis dan budaya yang melahirkan standar kecantikan yang berbeda di setiap daerah. Namun, media dan arus globalisasi sering mengabaikan standar kecantikan lokal, termasuk citra perempuan berkulit sawo matang atau gelap dan berambut keriting yang umum di Indonesia Timur. Peneliti bertujuan menganalisis konten akun TikTok @skinofmeid yang menampilkan citra sawo matang (Tan Skin) dan mengkaji keterkaitannya dengan konstruksi standar kecantikan perempuan Indonesia. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap konten-konten yang diunggah akun tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa akun @skinofmeid secara aktif membangun citra positif terhadap kulit gelap serta menentang dominasi narasi bahwa kulit putih merupakan standar kecantikan utama. Peneliti menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, berperan penting dalam membentuk narasi kecantikan yang lebih inklusif dan merepresentasikan keberagaman etnis di Indonesi

    PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG VARIETAS HIBRIDA DAN VARIETAS KRISTAL DI DESA PARANG KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Corn is a type of seasonal plant and is a plant that is often cultivated by farmers. Corn has many varieties, one of the varieties of corn planted by farmers in Parang Village is hybrid corn and crystal varieties. The difference in varieties causes fluctuating farmer income. This study aims to determine the difference in income and the difference in costs of hybrid and crystal corn farming in Parang Village, Banyakan District, Kediri Regency. This study took a sample of 60 respondents. The analysis used consisted of income analysis, feasibility analysis, Break Event Point (BEP) analysis, and t-test difference test. The results of the study showed that the income of hybrid corn farming was lower than that of crystal corn farming, which was IDR 8,741,888/ha, while the crystal variety was IDR 11,501,807/ha. The R/C ratio value of hybrid and crystal corn farming is 1.67 and 2.07, so the farming is feasible to be done because it is more than 1. The BEP of hybrid and crystal corn farming units is 2,704 kg/ha and 1,533 kg/ha. The rupiah BEP of hybrid and crystal corn farming is Rp2,868/kg and Rp3,379/kg. The results of the t-test difference test produced a t-count value of 1.848<1.980 and a sig value (2-tailed) of 0.067<0.1, which means that there is a significant difference in costs between hybrid and crystal corn farming

    Literature Review: Perbandingan Model Pembelajaran Kolaboratif dengan Kooperatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dimulai dengan Research Question (RQ) yang membahas seberapa efektif model pembelajaran dan perbedaan signifikan antara pembelajaran kolaboratif ataupun kooperatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengumpulkan data melalui database Google Scholar, berdasarkan proses evaluasi yang berkualitas. Hasil analisis dari dua puluh artikel terindeks S1-S6 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, model kolaboratif dan kooperatif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa secara signifikan. Dalam beberapa artikel, model kolaboratif, yang menekankan interaksi siswa yang mendalam dan diskusi kelompok kecil yang heterogen, terbukti lebih efektif. Model kooperatif seperti TPS, STAD, dan NHT juga menunjukkan hasil yang baik dengan menekankan pemahaman siswa tentang bagaimana belajar berkelompok. Studi ini memberikan saran praktis bagi guru untuk menerapkan kedua model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan KPMM siswa, kombinasi model kolaboratif dan kooperatif dapat menjadi pendekatan yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika lainnya dan pada berbagai jenjang pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dimulai dengan Research Question (RQ) yang membahas seberapa efektif model pembelajaran dan perbedaan signifikan antara pembelajaran kolaboratif ataupun kooperatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengumpulkan data melalui database Google Scholar, berdasarkan proses evaluasi yang berkualitas. Hasil analisis dari dua puluh artikel terindeks S1-S6 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, model kolaboratif dan kooperatif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa secara signifikan. Dalam beberapa artikel, model kolaboratif, yang menekankan interaksi siswa yang mendalam dan diskusi kelompok kecil yang heterogen, terbukti lebih efektif. Model kooperatif seperti TPS, STAD, dan NHT juga menunjukkan hasil yang baik dengan menekankan pemahaman siswa tentang bagaimana belajar berkelompok. Studi ini memberikan saran praktis bagi guru untuk menerapkan kedua model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan KPMM siswa, kombinasi model kolaboratif dan kooperatif dapat menjadi pendekatan yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika lainnya dan pada berbagai jenjang pendidikan

    1,646

    full texts

    2,054

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇