Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Komunikasi Pemasaran dalam MeningkatkanBrand Awareness : Studi Kasus Whiz Hotel Cikini
The hospitality industry in Jakarta continues to grow amid increasing competition and digital advancements. In this context, brand awareness plays a vital role in a hotel’s competitiveness. This study analyzes the marketing communication strategy of Whiz Hotel Cikini in building brand awareness using the Hierarchy of Effects Model by Lavidge and Steiner, which illustrates the consumer process from awareness to decision. A descriptive qualitative method with a case study approach was used, based on observations of promotional activities from January to June 2025. Findings show that Instagram serves as the hotel’s primary promotional platform. Visually engaging content attracts attention, creates positive perception, and strengthens brand recall. The use of visual storytelling effectively builds emotional connections and enhances audience understanding of the hotel’s identity. Tailoring marketing communication to align with consumer psychological stages is key to establishing sustainable brand awareness.Industri perhotelan di Jakarta terus berkembang seiring meningkatnya persaingan dan kemajuan digital. Dalam konteks ini, brand awareness menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing hotel. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran Whiz Hotel Cikini dalam membangun brand awareness menggunakan pendekatan Hierarchy of Effects Model dari Lavidge dan Steiner, yang menggambarkan tahapan konsumen dari kesadaran hingga keputusan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi aktivitas promosi hotel pada Januari–Juni 2025. Hasil menunjukkan bahwa Whiz Hotel Cikini mengandalkan Instagram sebagai media utama untuk menyampaikan pesan promosi. Konten visual yang menarik mampu membentuk persepsi positif, menarik perhatian, dan meningkatkan brand recall. Strategi visual storytelling efektif dalam membangun koneksi emosional dengan audiens serta memperkuat pemahaman tentang identitas dan keunggulan hotel. Komunikasi pemasaran yang selaras dengan tahapan psikologis konsumen menjadi kunci dalam membangun brand awareness yang berkelanjutan
Strategi Public Relations Radio FM Pasuruan dalam Meningkatkan Daya Saing Radio di Era Media Digital
This research aims to examine the Public Relations strategies implemented by Radio Star 105.5 FM Pasuruan in enhancing competitiveness in the digital media era. The study adopts a qualitative descriptive method, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The research informants include the Public Relations team, broadcasters, and the management of Radio Star FM. The data were analyzed thematically to identify patterns in the PR strategies applied.The findings indicate that Radio Star FM applies five main strategies: (1) maximizing the use of social media to foster interactive communication and reach younger audiences; (2) expanding broadcast coverage through internet-based streaming services; (3) implementing two-way communication with listeners through quizzes, live broadcasts, and polls; (4) continuously innovating broadcast content to align with trends and audience needs; and (5) integrating conventionalPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Public Relations yang dijalankan oleh Radio Star 105,5 FM Pasuruan dalam upaya meningkatkan daya saing di era media digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi tim Public Relations, penyiar, serta manajemen Radio Star FM. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan tematik guna menemukan pola penerapan strategi PR yang dijalankan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat lima strategi utama yang diimplementasikan, yaitu: (1) pemanfaatan media sosial secara optimal untuk menciptakan komunikasi interaktif dan menjangkau audiens muda; (2) memperluas jangkauan siaran melalui layanan streaming berbasis internet; (3) menerapkan komunikasi dua arah dengan pendengar melalui kuis, siaran langsung, dan polling; (4) melakukan inovasi berkesinambungan pada konten siaran sesuai tren dan kebutuhan audiens; serta (5) mengintegrasikan prinsip kehumasan konvensional dengan strategi digital guna membangun citra positif dan mempertahankan kepercayaan publik
Pelatihan Penggunaan Alat Pelindung Diri Kepada Pokdarwis dan Pengelola Wisata Susur Sungai Desa Ngadipuro Blitar
Wisata susur sungai ini adalah salah satu tujuan wisata alam yang paling menarik untuk dikembangkan. Namun wisata ini mempunyai resiko keselamatan wisatawan cukup berbahaya. Keselamatan wisatawan perlu menjadi perhatian khusus bagi pengelola sementara pengelola desa dan pokdarwis belum memiliki sarana dan keterampilan yang cukup. Oleh sebab itu dibutuhkan sarana dan pelatihan yang cukup tentang pengelolaan dan penggunaan alat pelindung diri. Pelatihan penggunaan alat pelindung diri bertujuan untuk memberikan arahan kepada POKDARWIS dan pengelola susur sungai supaya lebih paham fungsi dan manfaat alat pelindung diri bagi wisatawan. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan penggunaan alat pelindung diri dan pengelolaan wisata susur sungai, Pelatihan ini diikuti oleh Kepala Desa ngadipuro, BUMDes, POKDARWIS,pengelola susur sungai dengan jumlah peserta 25 orang. Hasil pelatihan dan pendampingan ini mampu meningkatkan pengelola dalam menggunakan alat pelindung dari dan pengelolaan susur sungai
Pelatihan E-Commerce Bagi Mahasiswa melalui Media Sosial Tiktok
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam strategi pemasaran, khususnya melalui e-commerce. TikTok sebagai salah satu platform media sosial yang populer, memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan pemasaran digital. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan Tik Tok sebagai media pemasaran produk secara langsung melalui siaran live streaming. Pelatihan dilaksanakan di Kebun Anggrek Zefa, Blitar, dengan metode observasi, wawancara, praktik langsung, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan dalam hal kepercayaan diri, keterampilan konten digital, dan pemahaman tentang e-commerce. Analisis konten TikTok yang dibuat mahasiswa menunjukkan daya tarik visual anggrek dan potensi viralitas konten yang tinggi. Meskipun terdapat tantangan teknis seperti gangguan internet dan keterbatasan interaksi audiens, kegiatan ini terbukti efektif dalam menggabungkan teori pemasaran digital dengan praktik langsung di lapangan. Pelatihan ini juga memberikan implikasi positif bagi pengembangan metode pembelajaran kewirausahaan digital yang aplikatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi
Penguatan Pembelajaran Anak Migran Melalui Pengembangan Modul Ajar BSE di PKBM PNF Kuala Lumpur
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat pembelajaran anak-anak migran Indonesia yang bersekolah di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. Selama ini, modul ajar berbasis Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya digunakan guru sebagai pegangan mengajar sehingga siswa kurang terlibat dalam belajar mandiri. Melalui kegiatan ini, pengabdi memperkenalkan pemanfaatan modul ajar BSE yang dapat diakses langsung oleh peserta didik. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendampingan belajar, observasi dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan materi ajar, serta wawancara dengan guru dan siswa untuk menggali kebutuhan belajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa merasa lebih terbantu karena dapat belajar secara mandiri, sedangkan guru merasakan proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Dampak yang terlihat adalah meningkatnya keterlibatan peserta didik di luar kelas serta terjalinnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas migran dalam memperluas akses sumber belajar
POTENSI PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merrill.) MELALUI APLIKASI PUPUK ORGANIK KOTORAN KERBAU
ABSTRAK
Kedelai merupakan tanaman potensial yang perlu dikembangkan karena memiliki peluang pasar yang besar baik lokal maupun ekspor, di Sumatera Selatan belum banyak dibudidayakan dan produksinyapun masih rendah. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi adalah dengan pemupukan yaitu pupuk organik kotoran kerbau. Tujuan penelitian ini untuk menentukan serta mendapatkan dosis pupuk organik kotoran kerbau yang sesuai terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan petani di Jl Sukarela KM 7 Kecamatan Sukarami Kota Palembang, pada bulan September – Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan Dosis Pupuk Organik Kotoran Kerbau (K) yaitu K0 = kontrol ; K1 = 10 ton/ha ; K2 = 20 ton/ha ; K3= 30 ton/ha ; K4 = 40 ton/ha dan K5 = 50 ton/ha. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji per petak. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan dan analisis keragaman dapat disimpulkan bahwa pupuk organik kotoran kerbau dosis 30 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai varietas grobogan dengan produksi sebesar 496,40 g/petak atau setara dengan 1,99 ton/ha.
Soybean is a potential plant that needs to be developed because it has a large market opportunity both locally and for export, in South Sumatra it has not been widely cultivated and its production is still low. One effort to increase production is by fertilizing, namely buffalo dung organic fertilizer. The purpose of this study was to determine and obtain the appropriate dose of buffalo dung organic fertilizer for the growth and production of soybean plants. This research was conducted on farmer\u27s land on Jl Sukarela KM 7, Sukarami District, Palembang City, in September - December 2024. This study used an experimental method with a non-factorial Randomized Block Design (RAK). Treatment of Buffalo Dung Organic Fertilizer Dose (K) namely K0 = control ; K1 = 10 ton/ha ; K2 = 20 ton/ha ; K3 = 30 ton/ha ; K4 = 40 ton/ha and K5 = 50 ton/ha. The variables observed were plant height, number of productive branches, number of pods per plant, number of filled pods, number of empty pods, seed weight per plant, weight of 100 seeds and seed weight per plot. Based on the results of field research and diversity analysis, it can be concluded that organic buffalo manure fertilizer at a dose of 30 tons/ha gave the best results for the growth and production of Grobogan variety soybean plants with a production of 496,40 g/plot or equivalent to 1,99 ton/ha
Inovasi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk Mempermudah Pembelajaran Huruf Hijaiyah
Pembelajaran huruf Hijaiyah pada anak usia dini di TK Pertiwi Wonorejo 02, Blitar masih menghadapi kendala akibat penggunaan metode konvensional yang cenderung pasif dan kurang interaktif, sehingga motivasi serta efektivitas belajar siswa belum optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan inovasi teknologi berupa aplikasi edukasi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) bernama SiPuTiH (Sistem Pengenalan Tulisan Tangan Hijaiyah). Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap: (1) Persiapan, meliputi survei, koordinasi dengan mitra, dan finalisasi aplikasi berbasis Convolutional Neural Network (CNN); (2) Implementasi, berupa pelatihan dan pendampingan guru serta uji coba aplikasi oleh siswa; (3) Evaluasi, melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan angket respon. Hasil menunjukkan bahwa SiPuTiH berhasil diimplementasikan secara efektif, dengan peningkatan signifikan pada motivasi dan pemahaman siswa dalam menulis huruf Hijaiyah. Guru memberikan respon sangat positif, menilai aplikasi ini modern, interaktif, dan memudahkan pemantauan perkembangan siswa
Model Implementation Make a Match Based Culturally Responsive Teaching (CRT) to Improve the Motivation and Learning Outcomes of History Education Students of the Faculty of Teacher Training and Education, UNMAS
Abstract: Learning history requires methods that can increase student motivation and learning outcomes, enabling them to be more active and understand the material in depth. This study aims to determine the effect of implementing the model. Make a Match based Culturally Responsive Teaching (CRT) on the motivation and learning outcomes of fourth-semester students in the History Education Study Program, FKIP UNMAS. The method used was Classroom Action Research (CAR) with two cycles covering the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 44 fourth-semester students. Data were collected through observation, questionnaires, and learning outcome tests, then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results of the study indicate that the application of CRT Make a Match CRT-based learning significantly improved students\u27 learning motivation and learning outcomes, as indicated by increased active participation, learning interest, and a better understanding of historical concepts. The discussion confirmed that this method was able to create an interactive and enjoyable learning environment, thereby encouraging improved academic achievement. These findings suggest that this learning model Make a Match CRT-based learning can be an innovative alternative in history learning and has the potential to be adapted to other subjects to improve the quality of learning in general
The Implementation of Digital Technologies in Reading Instruction: A Case Study
This study explores the implementation of digital technologies in reading instruction to enhance student engagement and comprehension. The study employed a qualitative single case study design, conducted at SMAN 1 Blitar with one English teacher and five eleventh-grade students selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using an interactive model involving data reduction, presentation, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure credibility. The study findings indicate that digital technology was effectively implemented in four stages planning, implementation, evaluation, and challenges. The result showed in planning stage, teachers selected digital platforms based on usability, interactivity, and alignment with the curriculum. Implementation engaged students with interactive texts, discussions, and text comprehension. Evaluation was supported by quizzes and feedback to monitor learning progress. Despite challenges such as unstable internet access, device limitations, and varying digital literacy, students reported greater motivation and improved comprehension, particularly in identifying main ideas and interpreting texts. In conclusion, digital technology is effective in enhancing students\u27 reading learning
Marsiadapari Learning Model (MLM-24) On TOEFL Ability and Its Relevance to SDG 4: Quality Education
The low ability of students in answering TOEFL questions is the background of this study. Based on the background, this study aims to apply the MLM-24 to investigate the effectiveness of the learning model in improving students\u27 TOEFL skills and assessing its relevance to SDGs 4 on quality education. This research method uses a mixed method, namely (1) quantitative data obtained using a test instrument and a Linkert scale questionnaire. Test data (pretest and post-test) were obtained after implementing a quasi-experiment with a non equivalent control group design while the questionnaire results were collected to support the test results and (2) qualitative data obtained by semi-structured interviews. Data analysis was carried out using descriptive statistics, independent sample t-tests for significance testing, and thematic analysis for interview data. The results showed that the applying of the MLM-24 significantly improved students\u27 TOEFL scores compared to conventional methods. Participants in the experimental group showed increased engagement, motivation, and understanding of TOEFL components. In addition, this model supports the principles of SDGs 4 by presenting inclusive, participatory, and skills-oriented learning. In conclusion, MLM-24has proven effective in improving students\u27 TOEFL skills and contributing to SDG 4, namely quality educatio